<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408</id><updated>2012-02-18T11:44:52.087+07:00</updated><category term='Internasional'/><category term='SADAR HALAL'/><category term='FATWA'/><category term='Wawasan'/><category term='Hikmah'/><category term='Jurnalistik'/><category term='Tokoh'/><category term='Wawancara'/><category term='Terorisme'/><category term='Dunia Islam'/><category term='Nasional'/><title type='text'>Berita Akbar</title><subtitle type='html'>PUSAT INFORMASI, FAKTA, DAN DAKWAH AGAR BERMANFAAT BAGI SEGENAP UMAT MANUSIA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1422</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-7027444914952079102</id><published>2012-02-18T11:41:00.002+07:00</published><updated>2012-02-18T11:44:52.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FATWA'/><title type='text'>Distorsi Syiah Di Balik Ajakan “Persatuan” Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UVI9NLeM5EM/Tz8ssWxoz_I/AAAAAAAACT8/UkRj2hOXdIc/s1600/1060187132_acfe19edfc.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UVI9NLeM5EM/Tz8ssWxoz_I/AAAAAAAACT8/UkRj2hOXdIc/s320/1060187132_acfe19edfc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5710331993068720114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahmi Salim, MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI Kamis (09/02/2012), harian Republika, memuat iklan “terselubung” dari Yayasan Muslim Indonesia Bersatu (YMIB)  berjudul ”MELAWAN POLITIK ADU DOMBA DENGAN PERSATUAN UMAT”. (Artikel ini juga dikutip situs Syiah, IRIB). Tulisan setengah halaman ini berisi ajakan taqrib (pendekatan) Sunni-Syiah.  Iklan  berisi ajakan membangun persatuan ummat, khususnya antara Muslim Ahlu Sunnah wal-Jamaah dengan pengikut Syiah ini juga mengutip pernyataan berbagai ulama Sunni, seolah-olah nampak indah. Agar tak berpotensi menjadi distorsi, berikut kami tulis tujuh catatan penting.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Menyatakan Sunnah Syiah adalah dua mazhab besar dalam Islam adalah kebohongan publik, sebab faktanya Syiah bukan mazhab seperti yang dikenal dalam Islam, tapi  firqoh/sekte yang suka menyamar dengan istilah mazhab Ahlul Bait atau mazhab Jakfari, jumlah mereka pun tak bisa dikatakan besar sebab Cuma 10% dari total 1,6 miliar Muslim dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Syiah Imamiyah 12 suka mengklaim dan menyamar dengan sebutan mazhab Jakfari, ini juga kebohongan public. Sebab faktanya, Imam Jakfar as-shodiq tak pernah mendirikan mazhab fiqih sebagaimana lazimnya sebab beliau tidak meninggalkan karya tulis fiqih/ushulfiqh/musnad hadits seperti halnya para imam mazhab arba'ah (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad). Istilah mazhab Jakfari lebih tepat disebut mitos. Lagipula perbedaan Sunni Syiah lebih besar bukan pada perbedaan/ikhtilaf fiqih/furu'iyah, tapi lebih besar pada perbedaan ushul/pokok seperi akidah imamah, tahrif al-Quran, pengkafiran para sahabat dan ummahat mukminin dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga. Penilaian sesat tidaknya suatu aliran/sekte itu jelas patokannya harus ditimbang dengan dalil-dalil al-Quran dan Sunnah Nabi, jika sesuai berarti benar, dan jika bertentangan berarti salah (sesat). Penilaian itu bukan hak orang perorang, tapi sudah jelas kriteria dan mekanismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat. Sebelum ada gerakan taqrib antar mazhab, seluruh ulama sepakat menyatakan bahwa semua sekte Syiah, termasuk Zaidiyah (yang moderat sekalipun), dinilai sesat, apalagi Imamiyah 12 sejak era tabi'in sudah dibilang sesat sampai sekarang. Di era modern, ulama Sunni yang awalnya mendukung upaya taqrib seperti Hasan Albanna, dan Syeih Al Azhar Mahmud Syaltut itu berangkat dari husnuzhon dan terprovokasi oleh isu persatuan Islam melawan musuh bersama, apalagi ulama Mesir tidak bersinggungan langsung dengan komunitas Syiah, karena memang sudah lama punah sejak masa Shalahudin al Ayyubi berkuasa dan merubah orientasi Al Azhar yang tadinya pusat penyebaran Syiah Ismailiyah Rofidhoh menjadi Sunni 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berbeda dengan ulama-ulama dan tokoh Al Ikhwan al Muslimun yang tinggal di Suriah dan Libanon seperti Musthofa As-Siba'i, Said Hawa dll yang mengetahui persis sepak terjang kesesatan Syiah Imamiyah sama seperti yang tertera dalam kitab-kitab Milal Wa Nihal, contoh Musthofa Siba'i kecewa dan marah besar dengan Syarafudin Abdul Husen Musawi yang mengajak ukhuwah dan persatuan Sunni-Syiah ternyata setelah itu, dia menulis buku yang menghantam dan mencaci maki Abu Hurairoh RA sebagai perawi hadist terbanyak. Akhirnya beliau menolak seruan taqrib karena ibarat orang mengajak salaman berbaikan, tapi kakinya malah menendang dan mulutnya meludahi kita (Sunni) dengan menebar kebencian kepada para sahabat Nabi. (Pengalaman beliau ini ditulis dalam kitab Assunnah Wa Makanatuha Fi Tasyri' Islami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima. Terkait fatwa Syeikh Mahmud Syaltut, ini juga distorsi Syiah. Sebagai fatwa, hal itu tidak pernah dimuat secara resmi dalam kitab-kitab fatwa Mahmud Syaltut yang dihimpun oleh Syeih Qaradhawi atas perintah dan supervisi Syeikh Syaltut, tapi sebatas pernyataan saat diwawancarai soal mazhab Jakfari, di mana beliau nyatakan boleh beribadah dengan mazhab fiqih Jakfari --bukan akidah imamiyahnya—yang kemudian ditranskip dan diedarkan luas oleh majalah Risalah Islam yang menjadi corong organisasi taqrib yang awalnya berbasis di Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlusunnah sudah punya pengalaman pahit dan berulang-ulang dengan gaya distorsi Syiah semacam ini. Jauh sebelumnya, mereka telah memalsukan kitab Al-Imamah wa Al-Siyasah yang dinisbatkan kepada Ibnu Qutaybah (tokoh Ahlusunnah) padahal itu sebuah dusta. Sebab yang menulisnya adalah ulama Syiah yang namanya mirip Ibnu Qutaybah. Skandal ini sudah lama diungkap oleh para pakar sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kitab Al-Muraja'at yang isinya surat menyurat palsu yang dikarang oleh Abdul Husen Syarafudin Musawi yang kemudian dinisbatkan kepada Syeikh Al-Azhar, Salim al-Bisyri. Skandal ini juga sudah diungkap oleh para ulama al-Azhar dan para pembantu terdekat Syeikh Salim. Apalagi hanya sekedar hasil wawancara yang diasosiasikan sebagai fatwa, ini tentu jadi pertanyaan besar, sebab dalam  fatwa Syaltut yang resmi tentang nikah mut'ah, beliau tegas mengharamkan seperti dalil-dalil Ahlusunnah dan menegaskan bahwa jika ada agama yang menghalalkan nikah semacam itu maka mustahil itu bersumber dari Allah Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sungguh tidak logis dan mustahil beliau berfatwa membolehkan mengambil mazhab Jakfari-Syiah Imamiyah yang artinya sama saja menghalalkan kawin mut'ah yang beliau haramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam. Isu persatuan umat yang diopinikan Syiah amat lucu dan aneh. Bagaimana Sunni bisa menerima ajakan persatuan itu sementara fakta buku-buku Syiah yang beredar bicara lain, banyak berisi hujatan dan fitnah kepada para sahabat dan istri-istri Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم). Sebut saja buku “Dialog Sunnah-Syiah”, “40 Masalah Syiah”, “Saqifah dan Kecuali Ali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiah sering pula mengopinikan adu-domba yang didalangi Zionis dan Amerika. Perlu dicatat, bahwa penilaian terhadap kesesatan Syiah dengan segala sektenya, telah ada jauh lebih dulu sebelum lahirnya Zionisme dan negara Amerika. Jadi, umat tidak bisa ditipu dengan jargon-jargon semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di Sampang adalah bukti otentik bahwa hal itu murni karena profokasi da'i-da’i  Syiah yang menuduh al-Qur'an palsu dan mencaci maki sahabat dan istri Nabi, sehingga menimbulkan kemarahan warga Sampang yang dikenal taat beragama dan penganut Sunni-NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh. Di sisi lain, pihak Syiah juga selalu menggiring opini bahwa politik adu domba antara Sunni-Syiah adalah selalu Wahabi di belakangnya. Opini seperti itu terlalu kerdil dan terlampau menyederhankan persoalan. Sebab penentang Syiah bukanlah cuma Wahabi, tapi seluruh ulama 4 mazhab, ulama Asy'ariyah dalam teologi, ulama Sufiyah seperti; Abdul Qadir Al-Jailani menulis kitab “Al-Ghunyah” yang mengkritik habis sekte Syiah, mulai dari ujung Barat seperti Ibnu Hazm (Andalusi) sampai paling Timur, Abulhasan Annadawi (India). Juga telah mengkritik Syiah tak kalah kerasnya di  Indonesia dan yang paling keras menyesatkan Syiah adalah pendiri Nahdatul Ulama (NU), Hadratus Syekh Hasyim Asyari dalam berbagai kitab yang beliau tulis (Muqadimah Qanun Asasi, Risalah Ahlisunnah wal Jamaah, Risalah fi Ta'akkud al-Akhdz bil Mazahib al-Arba'ah dlll) bahkan juga dari pemuka Habaib Ahlul Bait di Indonesia seperti Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (1906-1969, lahir di Surabaya dan dimakamkan di Komplek Al-Hawi Jakarta) menulis kitab “Ar-Ra'at Al-Ghamidhoh fi Naqdh Kalam Ar-Rofidhoh”. Habib Salim bahkan mengkafirkan Syiah Rofidhoh karena telah dianggap mencaci para khulafa' rasyidin di dalam kitab tsb (h.7-8 dan 11), padahal jelas Habib Salim bukan pengikut Wahabi tapi Sunni-Syafi'i seperti layaknya ulama-ualam hadramaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kita Ahlussunah berbeda dengan Syiah dalam banyak hal, tapi bisa bekerjasama dalam hal-hal keduniaan, dengan catatan tidak memanfaatkan kerjasama dan hubungan itu dengan upaya tasyi' (melakukan Syiahisasi) terhadap penganut Sunni di Indonesia. Yang juga lebih penting, sudah tak ada lagi buku-buku bernuansa caci-maki dan fitnah terhadap sahabat dan Ahlul Bayt (istri Nabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin, di lapangan akan melahirkan resistensi mayoritas Sunni di kemudian hari. Ini penting untuk dicatat, sebab jika tidak, maka benarlah ucapan Al-Fadhl bin ‘Abbas r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تطمعوا أن تهـيـنونا و نكـرمكـم *** وأن نكـف الأذى عنكـم و تـؤذونـا&lt;br /&gt;الله يـعـلـم أنـا لا نـحـبـكــم *** و لا نـلـومـكـم إن لا تـحـبـونـا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kalian harap kami akan muliakan kalian sementara kalian menghina kami, Juga jangan berharap kami menahan diri dari kalian sementara kalian terus menyakiti kami. Allah lah yang Maha Tahu bahwa kami tidak mencintai dan tidak mencela kalian, jika kalian tidak mencintai kami….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menunjuki kita ke jalan yang lurus dan benar, amiin.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-7027444914952079102?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/7027444914952079102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=7027444914952079102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7027444914952079102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7027444914952079102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/02/distorsi-syiah-di-balik-ajakan.html' title='Distorsi Syiah Di Balik Ajakan “Persatuan” Umat'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UVI9NLeM5EM/Tz8ssWxoz_I/AAAAAAAACT8/UkRj2hOXdIc/s72-c/1060187132_acfe19edfc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-451927748775116999</id><published>2012-02-18T11:38:00.002+07:00</published><updated>2012-02-18T11:40:27.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Tantangan Aktual Ahlusunnah Wal Jama’ah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iNwti91GXfw/Tz8ro9t8rwI/AAAAAAAACTk/iNlDjL4qcxg/s1600/3d_1170%2Bcopie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iNwti91GXfw/Tz8ro9t8rwI/AAAAAAAACTk/iNlDjL4qcxg/s320/3d_1170%2Bcopie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5710330835291123458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 17 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fahmi Salim, MA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DALAM tinjauan teologis dan historis-sosiologis, istilah Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) adalah pengikut sunnah dan lawan dari sifat bid’ah pemikiran. Dalam sejarahnya, Aswaja sering diasosiasikan pengikut para imam-imam yang agung dalam kedalaman ilmunya, yang merupakan antitesa dari paham muktazilah, syiah, khawarij, murjiah, musyabbihah dan jabariyah. Lebih spesifik lagi, Imam As-Safariniy Al-Hanbali (1114-1188 H) dalam Lawami’ Al-Anwar Al-Bahiyyah Syarh Ad-Durrat Al-Mudhiyyah fi ‘Aqd Al-Firqoh Al-Mardhiyyah (vol.1/73) menegaskan bahwa Ahlusunnah wal Jama’ah terdiri dari 3 golongan besar yaitu, Asy’ariyah (pengikut Imam Abul Hasan Asy’ari), Maturidiyah (pengikut Imam Abu Manshur Maturidi) dan Ahlul Hadis/Atsar (pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan kondisi kekinian umat mengharuskan terciptanya persaudaraan, kesepahaman (tafahum), saling menyayangi dan merangkul (tarahum), sehingga melahirkan kerjasama dan sinergitas (ta’awun wa takamul). Sikap-sikap positif itu mutlak harus diwujudkan oleh semua pihak yang mengaku dirinya Ahlusunnah wal Jama’ah, apalagi di tengah tantangan dakwah Islam yang semakin berat dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Ukhuwah Aswaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, beberapa tantangan ukhuwah di kalangan Ahlusunnah wal Jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Sikap saling menafikan. Di muka, saya telah mengutip pandangan tokoh terkemuka Sunni Imam As-Safariniy tentang 3 kelompok Aswaja, yang disepakati oleh seluruh ulama Sunni. Namun dalam sejarah, tak jarang terjadi polemik dan sikap saling menafikan antar kelompok Ahlusunnah, terutama antara Asy’ariyah dan Maturidiyah di satu sisi dan Ahlul Hadis di sisi lain. Tantangan ini tidak bisa dipandang remeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama Asy’ariah misalnya menafikan Ahlul Hadis, terutama dalam hal tanzih sifat Allah, bahwa mereka (Ahlul Hadis) terkena sindrom tajsim dan tasybih antara Allah dan makhluk-Nya. Seperti yang sering dituduhkan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taymiah (661-728 H, 1263-1328 M). Sebaliknya sebagian ulama Ahlul Hadis menafikan Asy’ariah dan Maturidiyah dan menuduh mereka terkena sindrom jahamiyah dan muktazilah dalam soal takwil sifat-sifat Allah. Tentu saja sikap saling menafikan di antara school of thoughts Sunni ini akan berdampak negatif bagi kemaslahatan umat Islam yang mayoritas berakidah Ahlusunnah wal Jama’ah. Perpecahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Harus ada rekonsiliasi hakiki dan tidak lagi saling menafikan. Yang senang dengan skisma antar madrasah pemikiran Ahlusunnah, tentulah sekte-sekte sesat dan aliran pemikiran yang anti-sunnah dan melancarkan gerakan dekonstruksi syariah yang didukung kekuatan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Kurangnya sikap penghargaan terhadap tokoh panutan mazhab masing-masing. Sikap kritis ilmiah terhadap madrasah Sunni lainnya sah saja, -bukan hal yang tabu- namun harus diiringi sikap yang berimbang dan tetap saling menghargai. Contoh Ibnu Taymiah. Beliau memang kritis terhadap pandangan teologi Asy’ariyah, dalam soal-soal tertentu seperti penetapan sifat-sifat Allah secara akliah dan takwil terhadap sifat-sifat khabariyah. Namun sikap kritis itu tidak menghalangi beliau untuk respek dan menghargai jasa-jasa besar para ulama Asya’irah dalam melawan dan membantah pemikiran muktazilah, bathiniyah ismailiyah, dan syiah imamiyah-rofidhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga memuji Menteri Besar Daulah Saljuk, Nizhamul Mulk (408-485 H, 1018-1092 M) –penyokong teologi asy’ari- yang telah mensponsori Madrasah Nizhamiyah di Baghdad dan kota-kota Sunni lainnya untuk melawan pemikiran dan aliran sesat. Dari rahim Nizhamiyah Baghdad telah lahir karya-karya besar seperti Ghiyats al-Umam oleh Imam Al-Juwaini (419-478 H, 1028-1185 M), Fadha’ih Al-Bathiniyah dan Tahafut Al-Falasifah oleh Abu Hamid Al-Ghazali (450-505 H, 1058-1111 M), Al-Ghunyah oleh Abdul Qadir Jaylani (470-561 H), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia misalnya menulis, “Kebaikan-kebaikan mereka (Asy’ariyah) dilihat dari dua aspek; pertama, kesesuaiannya dengan ahlusunnah dan hadis, dan kedua, membantah aliran-aliran yang menyalahi ahlusunnah dan hadis dengan merontokkan argumentasinya.” Ia secara elegan menyatakan bahwa, “ulama Asy’ariah memiliki kebaikan, kelebihan dan upaya yang mesti disyukuri, sehingga ijtihad mereka yang keliru akan diampuni.” (lihat Majmu’ Fatawa, dan lebih jauh baca Abdurrahman Al-Mahmud dalam Mawqif Ibn Taymiah Minal Asya’irah, vol.2/705-708 dan 709)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan penilaian yang fair dari Ibnu Taymiah terhadap para ulama Asya’irah ini yang harus digugu dan ditiru oleh kelompok Salafi yang kagum dan menisbatkan dirinya kepada beliau, dalam menilai kelompok lain yang masih satu atap koridor Ahlusunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Kecurigaan terhadap perkembangan gerakan keagamaan baru; label “ideologi transnasional” disematkan kepada mereka dan dianggap paham yang bertentangan dengan Aswaja. Gerakan seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin dan Jama’ah Tablig sering diasosiasikan ke dalam kecurigaan itu. Padahal kalau mau jujur, aliran Syiah lebih tepat dilabeli “transnasional” yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa yang mayoritas muslim Sunni dan sudah mengakar di Indonesia. Hal ini akibat kurangnya informasi tentang perkembangan ideologi Sunni yang bertransformasi menjadi gerakan politik disamping ormas keagamaan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Timur Tengah, kelompok Sunni yang berupaya menyatukan gerakan keagamaan dan politik sudah jamak terjadi akibat dipicu oleh keinginan lepas dari imperialisme Barat. Ada yang sifatnya lokal seperti gerakan Sanusiyah dan Mahdiyah sebagai penggerak kemerdekaan jajahan asing di Afrika Utara. Dan ada juga yang jangkauannya internasional seperti gerakan Pan-Islam besutan Rasyid Ridha –yang diilhami Urwatul Wutsqa dan Al-Manar, dan merembet pengaruhnya ke seluruh dunia Islam termasuk Indonesia dengan munculnya gerakan pembaharuan di Minang (Haji Rasul) dan Jawa (Muhammadiyah)-, lalu dilanjutkan oleh Ikhwanul Muslimin oleh Hasan Al-Banna dan Hizbut Tahrir oleh Taqiudin Nabhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kelahiran Jam’iyah NU juga terinspirasi dari gerakan ulama Sunni-Syafi’i-Asy’ari transnasional di Haramain yang menolak penyeragaman mazhab yang dilakukan oleh Raja Al-Saud di Arab Saudi. Jadi kalau sekarang muncul kegaduhan labelisasi gerakan transnasional, maka ormas-ormas Islam yang berdiri di awal abad-20 pun –sedikit banyak- terpengaruh ‘ide keislaman transnasional’. Hemat saya, kelompok-kelompok Sunni di Indonesia jangan terjebak dengan istilah yang rancu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya optimis, kecurigaan dan prasangka buruk itu bisa dieliminir jika terjalin silaturahim yang efektif dan berksesinambungan, tanpa harus terjadi klaim kebenaran sepihak dan rebutan ‘lahan’ dakwah, yang bisa memicu konflik dan mengundang pihak di luar Ahlusunnah dan musuh Islam untuk mengail di air keruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi umat Islam Indonesia yang Sunni saat ini berhadap-hadapan dengan berbagai tantangan berat dalam dakwah Islam. Mulai dari maraknya gerakan anti-syariat (sekularisme), liberalisasi Islam, dan pluralisme agama. Hingga tantangan gerakan aliran-aliran menyimpang seperti Ahmadiyah dan Syiah Imamiyah/Rofidhoh, gerakan pemurtadan, dan budaya permisif-hedonis dan free sex yang dilancarkan dengan massif untuk menjauhkan umat Islam dari moral dan norma agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta tantangan internal dan eksternal itu dapat berpotensi mengancam dan menggerogoti akidah Islam –Ahlusunnah wal Jamaah-. Alangkah baiknya para tokoh dan pemimpin Sunni duduk bersama dan menyatukan barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktualisasi dan dinamisasi gerakan Aswaja di Indonesia amat diperlukan, khususnya upaya membangun ukhuwah hakiki dan sinergitas, tidak memperbesar perbedaan penafsiran cabang-cabang akidah dan fiqih, serta kerjasama yang intens dan memupuk kepercayaan dengan seluruh elemen Aswaja, tanpa harus kehilangan jatidiri masing-masing. Di sinilah pentingnya memahami etika perbedaan (Fiqhul Ikhtilaf) dan toleransi (tasamuh), serta perlunya sinkronisasi dan kordinasi gerakan dakwah (Taswiyatul Manhaj-Tansiqul Harakah) Ahlusunnah wal Jama’ah. Dengan demikian kita dapat menyatukan langkah untuk mulai menyusun proyek peradaban Islam-Sunni yang komprehensif untuk pembangunan Indonesia dan dunia Islam umumnya agar dihormati dalam kancah pergaulan antar bangsa. Wallahu A’lam.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Wasekjen MIUMI dan Peneliti INSISTS &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-451927748775116999?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/451927748775116999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=451927748775116999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/451927748775116999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/451927748775116999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/02/tantangan-aktual-ahlusunnah-wal-jamaah.html' title='Tantangan Aktual Ahlusunnah Wal Jama’ah'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iNwti91GXfw/Tz8ro9t8rwI/AAAAAAAACTk/iNlDjL4qcxg/s72-c/3d_1170%2Bcopie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-1003675622414538483</id><published>2012-01-30T11:05:00.002+07:00</published><updated>2012-01-30T11:07:38.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>“Menagih Janji Kaum Syiah”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-w15IbPm5GfA/TyYXhExUQTI/AAAAAAAACTY/9PlxKYCNyVI/s1600/adian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 228px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-w15IbPm5GfA/TyYXhExUQTI/AAAAAAAACTY/9PlxKYCNyVI/s320/adian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703271835095023922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA Hari Kamis, 19 Januari 2012, Jurnal Islamia-Republika, (hal. 23-26) – Jurnal Pemikiran Islam bulanan hasil kerjasama antara INSISTS dan Harian Republika -- menurunkan kajian utama tentang Syiah di Indonesia. Artikel saya yang dimuat di Jurnal tersebut berjudul “Solusi Damai Muslim Sunni-Syiah”.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, Jumat, 20 Januari 2012, Kajian Islamia-Republika itu mendapatkan tanggapan dari Haidar Bagir, Dirut Penerbit Mizan – yang dikenal sebagai salah satu penerbit buku Syiah di Indonesia. Artikel Haidar di Harian Republika itu diberi judul “Syiah dan Kerukunan Umat.” Dalam artikelnya, Haidar Bagir menulis, bahwa dia setuju dengan solusi damai yang saya tawarkan:  “Jika kaum Syiah mengakui Sunni sebagai mazhab dalam Islam, seyogyanya mereka menghormati Indonesia sebagai negeri Muslim Sunni. Biarlah Indonesia menjadi Sunni. Hasrat untuk men-Syiahkan Indonesia bisa berdampak buruk bagi masa depan negeri Muslim ini…. Itulah jalan damai untuk  Muslim Sunni dan kelompok Syiah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Haidar Bagir, dia pernah bertemu secara pribadi dengan Syaikh Ali Taskhiri, seorang ulama terkemuka di Iran, salah satu pembantu terdekat Wali Faqih Ayatullah Ali Khamenei, serta wakil Dar al-Taqrib bayn al-Madzahib (Perkumpulan Pendekatan antar-Mazhab), yang dengan tegas menyatakan: “hendaknya kaum Syiah di Indonesia meninggalkan sama sekali pikiran untuk mensyiahkan kaum muslim di Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haidar Bagir juga menyampaikan imbauan di ujung artikelnya: “Khusus untuk orang-orang yang pandangannya didengar oleh para pengikut Syiah di negeri ini, hendaknya mereka meyakinkan para pengikutnya untuk dapat membawa diri dengan sebaik-baiknya serta mengutamakan persaudaraan dan toleransi terhadap saudara-saudaranya yang merupakan mayoritas di negeri ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal sikap terhadap para sahabat Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) -- yang menjadi langganan caci-maki kaum Syiah, Hadiar Bagir juga menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sementara itu, banyak ulama Syiah Imamiyah atau Itsna ’Asyariyah yang telah merevisi pandangannya tentang ini. Hasil konferensi Majma’ Ahl al-Bayt di London pada 1995, mi sal nya, dengan tegas menyatakan menerima keabsahan kekhalifah an tiga khalifah terdahulu sebelum Khalifah Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, terkait dengan skandal pengutukan sahabat besar dan sebagian istri Nabi yang dilakukan oleh oknum Syiah yang tinggal di Inggris, bernama Yasir al-Habib, Ayatullah Sayid Ali Khamenei sendiri mengeluarkan fatwa yang dengan tegas melarang penghinaan terhadap orang-orang yang dihormati oleh para pemeluk Ahlus Sunnah (fatwa ini tersebar dan dapat dengan mudah diakses dari berbagai sumber). Di antara isinya adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diharamkan menghina figur-figur/tokoh-tokoh (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, Ahlus-Sunnah, termasuk tuduhan terhadap istri Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم)dengan hal-hal yang mencederai kehormatan mereka ...”&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sesuai artikel Haidar Bagir di Republika tersebut,  ada dua hal pokok yang harus dilakukan oleh kaum Syiah untuk solusi damai bagi Ahlu Sunnah dan Syiah di Indonesia, yaitu (1) menghentikan caci maki terhadap sahabat-sahabat dan istri-istri  Nabi saw dan (2) menghentikan ambisi untuk meng-Syiahkan Indonesia, seperti ditegaskan oleh seorang ulama Syiah yang dijumpai Haidar Bagir: “hendaknya kaum Syiah di Indonesia meninggalkan sama sekali pikiran untuk mensyiahkan kaum muslim di Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah janji yang disampaikan Haidar Bagir tersebut bisa dipenuhi kaum Syiah? Tampaknya, itu tidaklah mudah. Seperti disebutkan dalam CAP-323 lalu, sejumlah fakta di lapangan menunjukkan banyaknya penerbitan Syiah di Indonesia yang masih mengumbar caci-maki dan fitnah terhadap para sahabat dan istri-istri Nabi Muhammad saw. Bahkan, salah satu buku terkenal yang mencaci-maki dan menfitnah sahabat dan istri Nabi Muhammad saw adalah buku terbitan Mizan, pimpinan Haidar Bagir sendiri, yang berjudul  “Dialog Sunnah – Syiah”  karya  Syarafuddin al Musawi, (Bandung: Mizan (cetakan pertama, 1983).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini diklaim penulisnya sebagai kumpulan surat menyurat antara penulis dengan Syaikh Salim al-Bisyri al-Maliki, yang saat itu menjabat Rektor al Azhar, Mesir. Di dalamnya banyak berisi dialog yang menjelaskan antara lain: Kewajiban berpegang pada madzhab Ahlul Bait, adanya wasiat Nabi saw untuk Ali bin Abi Thalib r.a. sebagai penggantinya, para sahabat tidak ma’shum (infallible) dari dosa dan kesalahan yang berimplikasi ketidakpercayaan periwayatan dari mereka, dan bahasan lain yang mendukung pemahaman Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini, juga ditulis berbagai tuduhan bahwa Aisyah r.a. telah berbohong karena menceritakan Nabi Muhammad saw meninggal di pangkuannya, sehingga didoakan oleh penulisnya,  mudah-mudahan Allah memberikan ampunan untuk Aisyah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh…., semoga Allah mengaruniakan ampunan-Nya bagi Ummul Mu’minin! Mengapa ia, ketika menggeser keutamaan ini dari Ali, tidak mengalihkannya kepada pribadi ayahnya saja! Bukankah yang demikian itu lebih utama dan lebih layak bagi kedudukan Nabi saw daripada apa yang didakwahkannya? Namun sayang ….., ayahnya – waktu itu – bertugas sebagai anggota pasukan di bawah pimpinan Usamah bin Zaid, yang persiapannya telah diatur dan ditetapkan sendiri oleh Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) ; dan pada saat itu sedang berhenti dan berkumpul di sebuah desa bernama Juruf!” (hal. 353).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini juga dimuat cerita tentang provokasi Aisyah terhadap khalayak dengan  memerintahkan mereka agar membunuh Utsman bin Affan: “Bunuhlah Na’tsal, karena ia sudah menjadi kafir!” (Catatan: Na’tsal adalah orang tua yang pandir dan bodoh). (hal. 357). Di halaman yang sama, dimuat satu syair yang mengecam Aisyah r.a.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau yang memulai, engkau yang merusak&lt;br /&gt;Angin dan hujan (kekacauan)&lt;br /&gt;Semuanya berasal darimu&lt;br /&gt;    Engkau yang memerintahkan&lt;br /&gt;    Pembunuhan atas diri sang Imam&lt;br /&gt;    Engkau yang mengatakan&lt;br /&gt;    Kini dia sudah kafir.”&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(NB. Berbagai cercaan terhadap Aisyah r.a. tersebut saya kutip dari buku  Dialog Sunnah-Syiah, edisi Oktober 2008. Jadi, sejak 1983 buku ini terus dicetak oleh Penerbit Mizan – yang Dirutnya adalah Haidar Bagir – sampai tahun 2008. Saya tidak tahu, apakah masih ada edisi buku tersebut setelah 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian isi buku “Dialog Sunnah-Syiah” terbitan Mizan. Pokok-pokok bahasan di dalam buku “Dialog Sunnah-Syiah”  tersebut telah dijelaskan kekeliruannya oleh Prof. Dr. Ali Ahmad as-Salus dalam karyanya Ensiklopedi Sunnah Syiah, Studi Perbandingan Aqidah dan Tafsir, yang diterbitkan Pustaka Al Kautsar (Jakarta, 1997). Buku ini diberi kata pengantar oleh Dr. Hidayat Nurwahid, yang juga dikenal sebagai pakar tentang Syiah lulusan  Universitas Islam Madinah. Dalam pengantarnya, Hidayat Nurwahid memuji keseriusan Prof. as-Salus yang berhasil menunjukkan, bahwa buku karya al-Musawi, yang aslinya berjudul al-Muraja’at,  hanyalah karangan al-Musawi belaka. Alias, dialognya adalah fiktif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Prof. as-Salus menulis: “Tetapi al-Musawi, seorang Syiah Rafidhah yang terkutuk ini, tanpa rasa sungkan dan malu ingin menjadikan seorang Syaikh al-Azhar yang kapabel dan kredibel sebagai murid kecil dan bodoh yang menerima ilmu pertama kali dari dia.” (hal. 249).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim yang mencintai Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم), para sahabat beliau yang mulia, dan juga istri-istri beliau yang herhormat, pasti tidak ridho jika orang-orang yang mulia tersebut dihina, difitnah dan dilecehkan. Kita pun tidak rela jika orang yang kita hormati dan sayangi diperhinakan. Bagaimana jika yang dihina dan difitnah adalah para sahabat dan istri Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم)? Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda: “Tidak beriman salah seorang  diantara kalian, hingga diriku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bahwa Aisyah r.a. memerintahkan pembunuhan terhadap Utsman bin Affan adalah tuduhan keji dan dusta. Aisyah sendiri pernah dikonfirmasi tentang adanya surat atas nama Aisyah di Medir yang memerintahkan pembunuhan terhadap Utsman bin Affan r.a.  Beliau bersumpah, bahwa beliau tidak pernah menulis surat seperti itu. Banyak riwayat dari Aisyah r.a. yang sudah mengklarifikasi masalah ini. Anehnya, orang-orang Syiah tidak mau tahu, dan selalu mengutip cerita-cerita bohong tersebut. (Lihat, Tarikh Khalifah bin Khayyath, hal. 176 &amp; Tarikh al-Madinah, Ibn Syabbah 4:1224. Semuanya ada dalam Tahqiq Mawaqif al-Shahabah fil-Fitnah, karya Dr. Mahmud Umahzun, Dar Thayba, Riyadh, cet. I,  1994, vol.2/29-30. Data: Buku Fitnah Maqtal Utsman, karya Dr. Mhmmad al-Ghabban, Maktabah Obeikan, Riyadh, cet. I, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Aisyah dinistakan dan difitnah, kaum Muslim tentu sangat tidak ridha. Ummul mukminin, Aisyah r.a. sangat dicintai kaum Muslimin. Beliau adalah istri Nabi yang mulia. Nabi Muhammad saw wafat di pangkuan Aisyah dan dikuburkan di rumah Aisyah pula. Aisyah r.a. adalah ulama wanita yang meriwayatkan 2210 hadits. Dari jumlah itu, 286 hadits tercantum dalam shahih Bukhari dan Muslim. Ada sekitar 150 ulama Tabi’in yang menimba ilmu dari Aisyah. (Lihat, K.H. Ubaidillah Saiful Akhyar Lc, Aisyah, The Inspiring Woman, (Yogyakarta: Madania, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus buku Dialog Sunnah-Syiah terbitan Mizan ini menjadi bukti nyata, bahwa ajakan Haidar Bagir untuk kerukunan Sunnah-Syiah masih perlu dipertanyakan. Bukankah buku yang mencaci maki sahabat-sahabat dan istri Nabi tersebut sudah diterbitkan oleh Penerbit Mizan selama hampir 30 tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Damai: Mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak berbagai penerbitan kaum Syiah – termasuk terbitan Mizan – patut dipertanyakan, mungkinkah jalan damai Sunnah-Syiah itu bisa diwujudkan? Mungkinkah kaum Syiah memenuhi imbauan dari sebagian tokoh mereka: agar tidak berambisi men-Syiahkan Indonesia dan menghentikan caci maki terhadap sahabat dan istri Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang itu tidak mudah. Sebab, tampak dalam berbagai penerbitan mereka, kebencian terhadap Abu Bakar, Umar, dan Utsman, radhiyallaaahu ‘anhum, sudah begitu mendarah daging.  Sikap Syiah terhadap para sahabat Nabi itu sangat berbeda dengan sikap kaum Sunni yang menghormati semua sahabat, apalagi KhulafaaurRasyidin, termasuk Sayyidina Ali r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat satu brosur doa berjudul “Ziarah Asyura”, terdiri atas enam halaman. Disamping berisi doa-doa untuk para Nabi Muhammad saw dan keluarganya,  doa ini diwarnai dengan kutukan dan laknat terhadap berbagai orang. Misalnya, di halaman 5, ditulis doa laknat: “Allahummal-‘an awwala dhaalimin dhalama haqqa Muhammadin wa-Aali Muhammadin…”. (Ya Allah, laknatlah orang-orang zalim yang awal-awal, yang menzalimi hak Nabi Muhammad dan keluarganya…”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini diakhiri dengan kutipan perkataan Imam Muhammad Al-Baqir as., yang berkata kepada Alqamah: “Jika engkau mampu berziarah kepada beliau (Imam Husein as.) setiap hari dengan membaca doa ziarah ini (ziarah Asyura) di rumahmu, maka lakukanlah itu dan engkau akan mendapatkan semua pahala (berziarah).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah petikan doa “Ziarah Asyuro” yang diedarkan di Indonesia. Siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang zalim”  yang disebutkan telah menzalimi hak Nabi dan keluarga Nabi?  Apakah mereka Abu Bakar, Umar bi Khathab, Utsman bin Affan, Aisyah r.a., dan sebagainya?  Prof. Dr. Ali Ahmad as-Salus, dalam buku yang disebutkan terdahulu, telah mengklarifikasi masalah ini, dengan menunjukkan adanya riwayat dari Imam Zaid bin Hasan bin Ali bin Husain Radhiyallaahu ‘anhum, bahwa dia membenarkan apa yang dilakukan Abu Bakar r.a. terhadap Fathimah dalam soal waris keluarga Nabi.  “Jika saya pada posisinya (Abu Bakar) niscaya saya akan menetapkan hukum seperti yang ditetapkannya,”  kata Imam Zaid. Diriwayatkan juga dari saudara Imam Zaid, yaitu al-Baqir, bahwa dia pernah ditanya, “Apakah Abu Bakar dan Umar menzalimi sesuatu dari hak kalian?” Ia menjawab, “Tidak, demi Dzat yang menurunkan al-Quran kepada hamba-Nya agar menjadi peringatan bagi alam semesta, sungguh kami tidak dizalimi dari hak kami meskipun seberat biji sawi.” (as-Salus, hal. 297).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, polemik Ahlu Sunnah dan Syiah itu sudah berlangsung lebih dari 1.000 tahun. Apakah hal seperti ini yang diinginkan oleh kaum Syiah di Indonesia, dengan terus-menerus menebarkan kebencian kepada Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Aisyah r.a.? Sampai kapan caci-maki semacam ini akan diakhiri? Karena itu, saya ingin mengakhiri CAP ini dengan ungkapan sama seperti dalam artikel di Jurnal Islamia-Republika (19/1/2012): “Jika kaum Syiah mengakui Sunni sebagai mazhab dalam Islam, seyogyanya mereka menghormati Indonesia sebagai negeri Muslim Sunni. Biarlah Indonesia menjadi Sunni. Hasrat untuk men-Syiahkan Indonesia bisa berdampak buruk bagi masa depan negeri Muslim ini. Masih banyak lahan dakwah di muka bumi ini – jika hendak di-Syiahkan.  Itulah jalan damai untuk  Muslim Sunni dan kelompok Syiah. Kecuali, jika kaum Syiah melihat Muslim Sunni adalah aliran sesat yang wajib di-Syiahkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tunggu realisasi janji kaum Syiah untuk tidak men-Syiahkan Indonesia dan menghentikan caci-maki kepada para sahabat dan istri-istri Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم)! (Walahu a’lam bil-shawab).*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-1003675622414538483?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/1003675622414538483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=1003675622414538483' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1003675622414538483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1003675622414538483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/menagih-janji-kaum-syiah.html' title='“Menagih Janji Kaum Syiah”'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w15IbPm5GfA/TyYXhExUQTI/AAAAAAAACTY/9PlxKYCNyVI/s72-c/adian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-4619371708935438256</id><published>2012-01-27T13:58:00.002+07:00</published><updated>2012-01-27T14:02:24.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Mengenal Salafiyah: Awal dan Akar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-FpFQ4vd4sgo/TyJL-62ESZI/AAAAAAAACTA/e8TZah1pJqU/s1600/salafi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FpFQ4vd4sgo/TyJL-62ESZI/AAAAAAAACTA/e8TZah1pJqU/s320/salafi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702203622524471698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salafiyah dihidupkan oleh Ibnu Taimiyah, karena pada saat itu, umat Islam mengalami era kemunduran atau zaman Taklid.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kaum Muslim pun dihadapkan pada situasi dan tantangan intelektual baru yang beragam. Tentu saja, tantangan itu harus segera direspons dengan solusi yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Selain menggunakan Alquran, umat Islam juga menggunakan pemikiran rasional untuk menjelaskan konsep dan doktrin Islam,’’ ungkap John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford. Kaum Muslim menggunakan teknik itu untuk menjelaskan berbagai persoalan, seperti eksistensi Allah, sifat ilhahi, sifat Alquran, hingga menjawab pertanyaan apakah Allah akan terlihat di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wafatnya Khalifah Usman bin Affan pada 35 H/656 M, konflik di kalangan umat Islam mulai menajam. Kontrovesi terkait berbagai topik, seperti iman, status orang berdosa,  sifat tindakan manusia, kebebasan dan tekad, serta keimaman telah melahirkan beragam aliran teologi, seperti Qadiriyah, Jabariyah, Shifatiyah, Khawarij, dan Muktazilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya beragam mazhab teologi itu pun memantik perseteruan di antara para pengikutnya. ‘’Kondisi itu mengundang keprihatinan Ahmad Ibnu Hanbal, pendiri mazhab keempat Sunni,’’ papar Esposito. Sehingga, Ibnu Hanbal didapuk sebagai juru bicara salafiyah klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menginginkan agar umat Muslim segera kembali kepada ajaran Islam yang murni dan sederhana berdasarkan Alquran, Sunah, dan hadis para salaf.  Istilah Salafi, menurut sebagain kalangan, pertama kali muncul dalam kitab Al-Ansaab karya Abu Saad Abd al-Kareem al-Sama'ni, yang meninggal pada 562 H/1166 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata salafiyah, menurut Esposito, diturunkan dari akar kata salaf yang berarti ‘’mendahului’’.  Alquran menggunakan kata salaf  untuk merujuk masa lalu, dalam surah Al-Maidah [5] ayat 95 dan Al-Nafal [8] ayat 38.  ‘’Dalam leksikon Arab, salaf  adalah leluhur yang saleh,’’ ungkap guru besar untuk bidang Studi Islam di Universitas Georgetown, Amerika Serikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang juru bicara Salafi klasik, Ibnu Hanbal telah meletakkan sejumlah doktrin Salafiyah. Pertama, keutamaan teks wahyu di atas akal. Menurutnya, tak ada kontradiksi antara wahyu atau kitab suci dan akal. Kedua, menolak  disiplin kalam (teologi). Salafiyah memandang persoalan yang diangkat mazhab-mazhab teologi sebagai sesuatu yang bidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Ibnu Hanbal menekankan pentingnya ketaatan ketat kepada Alquran, Sunah, dan konsensus (ijmak) para leluhur yang saleh. ‘’Ibnu Hanbal memagang Alquran dan ajaran Nabi SAW sebagai sumber otoritatif dalam memahami masalah agama,’’ tutur guru besar untuk bidang Agama dan Hubungan Internasional pada Universitas Georgetown, Amerika Serikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Seiring bergilirnya waktu, pendekatan Salafiyah mulai berevolusi dalam menangani berbagai masalah yang dihadapi umat Islam. Gerakan Salafiyah lalu dihidupkan lagi oleh Ibnu Taimiyah, ulama dan pemikir Muslim yang hidup di antara abad ke-13 dan ke-14 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafiyah dihidupkan oleh Ibnu Taimiyah, karena pada saat itu, umat Islam mengalami era kemunduran. Terlebih, setelah kota  Baghdad, ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah dihancurkan bangsa Mongol dalam sebuah invasi pada 1258 M. Dunia Islam yang selama tujuh abad sebelumnya bersinar mulai mengalami kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam mengalami kemunduranalam berbagai bidang, baik pemikiran keagamaan, politik, sosial, maupun moral. Kezaliman merajarela, penguasa tak berdaya, dan para ulama tak bias berijtihad secara murni lagi. Saat itu, umat Islam berada dalam zaman Taklid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Taklid disebut para sejarawan dan pemikir Islam sebagai masa kemunduran. Pada pertengahan abad ke-13 M itu, masyarakat Muslim banyak yang menjadi penyembah kuburan, nabi, ulama, dan tokoh-tokoh tarekat. Mereka berharap berkat anbia (para nabi) dan aulia (para wali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin pada era kemunduran itu cenderung meninggalkan Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. Masyarakat Islam pada waktu itu terjebak pada perbuatan syirik dan bidah dan lebih percaya pada khurafat (menyeleweng dari akidah Islam) dan takhayul. Kondisi itulah yang membuat Ibnu Taimiyah tergerak untuk menghidupkan gerakan Salafiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berpendapat, tiga generasi awal Islam, yaitu Rasulullah Muhammad SAW dan Sahabat Nabi, kemudian Tabi'in yaitu generasi yang mengenal langsung para Sahabat Nabi, dan Tabi'ut tabi'in yaitu generasi yang mengenal langsung para Tabi'in adalah contoh terbaik untuk kehidupan Islam. Ketiga generasi kaum Muslimin itu biasa disebut sebagai kaum Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin yang menonjol dari gerakan Salafiyah yang dihidupkan Ibnu Taimiyah antara lain: pintu ijitihad selalu terbuka sepanjang masa; taklid atau ikut-ikutan tanpa mengetahui sumbernya diharamkan; diperluka kehati-hatian dalam berijtihad dan berfatwa; perdebatan teologis (kalamiah), seperti Muktazilah, Jahamiyah dan lainnya dihindarkan; ayat Alquran dan hadis yang mutasyabihat (tak jelas menunjuk pada satu arti) tak  ditafsirkan dan tidak ditakwilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Salafiyah juga dikenal sebagai gerakan Tajdid (pembaharuan). Ada pula yang menyebutnya, gerakan Islah (perbaikan) dan gerakan Reformasi. Tak heran, jika Ibnu Taimiyah ditabalkan sebagai Bapak Tajdid, Bapak Islah, Bapak Reformasi, serta bapak Pembaharuan dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, gerakan Salafiyah mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia. Di era pramodern, yakni abad ke-18 M, gerakan Salafiyah kembali dihidupkan Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1792) lewat Wahhabiyah. Gerakan itu lahir sebagai sebuah upaya untuk mereformasi umat yang sedang mengalami kehancuran, baik secara moral dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan serupa juga turut mempengaruhi lahirnya Sanusiyah dan Mahdiyah. Bahkan, di luar Arab muncul  gerakan Usuman Dan Fodio (1754-1817) di Nigeria. Selain itu, ada pula gerakan Ahmad Sirhindi (1564-1624), dan Sayyid Ahmed Barelwi (1786-1831) di Anak Benua India. Mereka menggelorakan persatuan Islam, pemurnian agama, serta reformasi moral  dan sosial.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-4619371708935438256?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/4619371708935438256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=4619371708935438256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4619371708935438256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4619371708935438256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/mengenal-salafiyah-awal-dan-akar.html' title='Mengenal Salafiyah: Awal dan Akar'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FpFQ4vd4sgo/TyJL-62ESZI/AAAAAAAACTA/e8TZah1pJqU/s72-c/salafi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-7117434194515765178</id><published>2012-01-27T13:53:00.004+07:00</published><updated>2012-01-27T14:05:25.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Ibnu Qayyim Al-Jauziyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kJUIMbQj8e0/TyJMsOPwijI/AAAAAAAACTM/lotcLeGxl_I/s1600/kumpulan-tulisan-ibnu-qoyyim-al-jauziyah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 308px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kJUIMbQj8e0/TyJMsOPwijI/AAAAAAAACTM/lotcLeGxl_I/s320/kumpulan-tulisan-ibnu-qoyyim-al-jauziyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702204400826616370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Ia adalah seorang cendekiawan dan ahli fiqih kenamaan dalam mazhab Hanbali yang hidup pada abad ke-13 M. Disamping itu, sosoknya juga dikenal sebagai seorang ahli tafsir, penghapal Alquran, ahli nahwu, ahli ushul fiqih, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Muhammad bin Abi Bakar bin Ayub bin Sa'ad Zur'i ad-Damsyiq, bergelar Abu Abdullah Syamsuddin. Dilahirkan di Damaskus, Suriah pada tahun 691 H/1292 M, dan meninggal pada tahun 751 H/1352 M. Ayahnya, Abu Bakar, adalah seorang ulama besar dan kurator (qayyim) di Madrasah Al-Jauziyah di Damaskus. Dari jabatan ayahnya inilah sebutan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah diambil.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa hidupnya, Ibnu Qayyim berguru kepada banyak ulama untuk memperdalam berbagai bidang ilmu keislaman. Dia mendalami fiqih mazhab Hanbali, tafsir, ilmu hadits, ushul fiqih, nahwu, tasawuf, dan ilmu teologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berguru ilmu hadits pada Syihab An-Nablusi dan Qadi Taqiyyuddin bin Sulaiman; berguru ilmu ushul fiqih kepada Syekh Shafiyuddin Al-Hindi; berguru ilmu fiqih dari Isma'il bin Muhammad Al-Harrani; berguru tentang ilmu pembagian waris (faraidh) kepada ayahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di antara sekian banyak gurunya itu, yang paling berpengaruh adalah Ibnu Taimiyah. Ia berguru kepada Ibnu Taimiyah selama 16 tahun. Ia merupakan murid Ibnu Taimiyah yang fanatik. Ia mengikuti metode sang guru untuk menentang dan memerangi orang-orang yang menyimpang dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve disebutkan, sebagaimana gurunya, Ibnu Qayyim sangat gencar menyerang kaum filsuf, Kristen, dan Yahudi. Ia juga kerap menyebarluaskan fatwa sang guru yang berseberangan dengan fatwa jumhur (mayoritas) ulama. Salah satunya adalah fatwa yang melarang orang pergi berziarah ke kuburan para wali. Karena hal inilah dia kemudian mendekam di penjara Damaskus dan baru dibebaskan setelah gurunya wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaannya terhadap ilmu tafsir tiada bandingnya, pemahamannya terhadap ilmu ushuluddin mencapai puncaknya dan pengetahuannya mengenai hadits dan bidang-bidang ilmu Islam lainnya sulit ditemukan tandingannya. Sehingga dapat dikatakan ia amat menguasai berbagai bidang ilmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengetahuan yang dimilikinya, Ibnu Qayyim mempunyai murid yang tidak sedikit jumlahnya. Di antara murid-muridnya yang berhasil menjadi ulama kenamaan adalah Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy penyusun kitab Al-Bidayah wan Nihayah dan Ibnu Rajab Al-Hambali al-Baghdadi penyusun kitab Thabaqat al-Hanabilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad Sa'id Mursi dalam bukunya yang berjudul "Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah" menulis, Ibnu Qayyim dikenal sebagai seorang yang memiliki pengetahuan luas, pemberani dalam kebenaran, tidak pilih kasih kepada siapa pun, gemar menunaikan shalat dan membaca Alquran serta perangainya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sifatnya ini, Imam Syaukani pernah berkata, "Dia menguasai semua ilmu, disenangi teman dan termasyhur di antara para ulama dan memahami mazhab-mazhab salaf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim juga dikenal sebagai seorang Muslim puritan yang teguh pendiriannya dalam mempertahankan kemurniaan akidah dan anti-taklid buta. Karena sikapnya ini, dalam banyak hal ia kerap berbeda pendapat dengan para tokoh mazhab Hanbali, termasuk juga dengan pendiri mazhab itu sendiri, yakni Imam Ahmad bin Hanbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim berpendirian bahwa pintu ijtihad tetap terbuka. Menurutnya, siapa pun pada dasarnya dibenarkan berijtihad sejauh yang bersangkutan memiliki kesanggupan untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-Karyanya&lt;br /&gt;Selain dikenal sebagai ulama yang luas dan dalam ilmunya, Ibnu Qayyim juga termasuk dalam kelompok pengarang yang sangat produktif. Tulisannya sangat bagus, sehingga ia menulis karyanya dengan tangannya sendiri kemudian dicetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taha Abdur Ra'uf, ahli fiqih dan sejarawan, menuliskan daftar karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah sebanyak 49 buah yang meliputi berbagai disiplin ilmu. Di antara karyanya: Tahzib Sunan Abi Dawud, Safar al-Hijratain wa Bab as-Sa'adatain (Perjalanan Dua Hijrah dan Pintu Dua Kebahagiaan), Madarij as-Salikin (Tahapan-tahapan Ahli Suluk), Syarh Asma' al-Kitab al-Aziz (Ulasan tentang Nama-Nama al-Kitab), Zad al-Ma'ad fi Hadyil 'Ibad (Bekal untuk Mencapai Tujuan Akhir Seorang Hamba), Naqd al-Manqul wa al-Mahq al-Mumayyiz bain al-Mardud wa al-Maqbul (Kritik terhadap Hadits untuk Membedakan Yang Ditolak dan Diterima).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karyanya yang lain adalah Nuzhah al-Musytaqin wa Raudah al-Muhibbin (Hiburan bagi Celaka dan Taman bagi Pecinta), Tuhfah al-Wadud fi Ahkam al-Maulud (Kehancuran Pecinta dalam Menentukan Hukum-Hukum Maulid), Miftah Darisi as-Sa'adah (Kunci bagi Pencari Kebahagiaan), Tafdilu Makkah 'ala al-Madinah (Keutamaan Makkah dan Madinah), Butlan al-Kimiya' min Arba'ina Wahjan (Kebatilan Kimia dari 40 Aspek), As-Sirat al-Mustaqim fi Ahkam Ahl al-Jahim (Jalan Lurus mengenai Hukum-Hukum Ahli Neraka), dan I'lam al-Mawaqqi'in 'an Rabbi al-'Alamin (Pemberitahuan tentang Tuhan Semesta Alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-7117434194515765178?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/7117434194515765178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=7117434194515765178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7117434194515765178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7117434194515765178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/ibnu-qayyim-al-jauziyah-1.html' title='Ibnu Qayyim Al-Jauziyah'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kJUIMbQj8e0/TyJMsOPwijI/AAAAAAAACTM/lotcLeGxl_I/s72-c/kumpulan-tulisan-ibnu-qoyyim-al-jauziyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2278406378042189054</id><published>2012-01-20T16:16:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T16:21:13.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Pelajaran dari Kasus Syi’ah di Sampang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-J_Nv4NxaF6g/TxkyAR3YbvI/AAAAAAAACSo/PEKdRR1QHYQ/s1600/imam_ali_dan_11_imam_syiah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-J_Nv4NxaF6g/TxkyAR3YbvI/AAAAAAAACSo/PEKdRR1QHYQ/s320/imam_ali_dan_11_imam_syiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699641783791152882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Adian Husaini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KASUS pembakaran rumah dan pengusiran warga Syiah di Sampang, Madura, yang terjadi pada 29 Desember 2011, membelakkan mata banyak orang. Peristiwa itu begitu mengejutkan, karena selama ini di berbagai media massa diceritakan, bahwa ulama dan warga Sampang yang mayoritasnya NU adalah orang-orang Muslim moderat, tidak radikal, anti-kekerasan, dan sebagainya. Gambaran itu tidak keliru. Sebab, memang warga NU atau kaum Muslim yang mayoritasnya adalah pengikut Ahlu Sunnah wal-Jamaah, memang cinta perdamaian. Ahlu Sunnah wal-Jamaah adalah ajaran yang tidak berlebihan dalam agama (ghuluw). Tetapi, mengapa kaum Ahlu Sunnah itu sampai bertindak keras dan tegas terhadap Syiah?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya mendengar peristiwa Sampang itu dari berita di radio. Ketika itu pejabat setempat mengatakan, bahwa konflik yang muncul itu murni urusan keluarga. Konflik antara kakak dan adik. Namun, pernyataan pejabat itu segera dimentahkan oleh berbagai fakta yang terungkap kemudian. Bahwa, kasus Sampang adalah akumulasi dari kejengkelan ulama dan umat Islam di sana terhadap penyebaran paham Syiah di Sampang dan Madura pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Syiah di Sampang, Madura ternyata  memiliki akar masalah yang panjang. Kasus ini sudah berlarut-larut selama bertahun-tahun.  Pada 20 Februari 2006, lebih dari 50 orang ulama Madura telah mengeluarkan pernyataan bahwa aliran Syiah yang disebarkan oleh Tajul Muluk Ma’mun di Madura – yang rumah dan mushallanya dibakar massa tahun 2012 ini -- tergolong Syi’ah Ghulah (Rafidlah). Salah satu ajaran yang membuat hati kaum Muslim Sunni di Madura tersakiti adalah ajaran yang melecehkan para sahabat NabiMuhammad yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataannya, para ulama Madura itu mengutip isi salah satu Kitab Syiah,  Haqqul Yaqin hal:519 karangan Moh. Baqir Al-Majlisi, yang menyebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(وعقيدتنا في التبرء أننا نتبرأ من الأصنام الأربعة أبي بكر وعمر وعثمان ومعاوية، والنساء الأربع عائشة وحفصة وهند وأم حكم، ومن جميع أتباعهم وأشياعهم، وأنهم شر خلق الله على وجه الأرض، وإنه لايتم الإيمان بالله ورسوله والأئمة إلا بعد التبرء من أعدائهم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Kepercayaan kami mengenai tabarru’ ialah bahwa kami berlepas diri empat berhala (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah) serta empat orang wanita (Aisyah, Hafshah, Hindun dan Ummu Hakam) serta semua pengikut mereka dan golongan mereka. Mereka adalah makhluq Allah yg paling jahat di muka bumi. Sesungguhnya tidaklah sempurna keimanan kepada Allah, Rasul-Nya dan para imam kecuali jika seseorang telah melepaskan diri dari musuh-musuh mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama Madura itu mengimbau, agar umat Islam secara umum,  dan masyarakat Madura secara khusus, menghindarkan diri dari kelompok Syiah ini dan selalu berwaspada dari tipu muslihat mereka. “Bahwa kami menghimbau kepada Pemerintah agar melarang aliran tersebut serta menghapus hingga akar-akarnya,” begitu imbauan para ulama  Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pernyataan ulama-ulama Madura itu membuktikan, bahwa kasus Syiah di Sampang, sudah bertahun-tahun menjadi duri dalam daging di Madura. Kasus ini tidak segera diselesaikan, sehingga “bara dalam sekam” itu akhirnya meledak, dan mengagetkan banyak orang. Muncullah opini seolah-olah kelompok Syiah di Indonesia tidak mendapatkan hak kebebasan beragama dari kaum Muslim Indonesia; seolah-olah mereka terzalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Sampang ini tentu memerlukan kajian dan penelitian yang serius. Akan tetapi, yang jelas adalah bahwasanya, di Indonesia, kelompok Syiah terbukti sangat agresif dalam menyerang ajaran-ajaran Islam yang dianut oleh mayoritas Muslim di Indonesia. Ini sulit dipisahkan dari sejarah kelahiran kelompok Syiah itu sendiri, yang menganggap hak kekhalifahan Ali r.a. dirampas oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhum. Tidak heran, jika ketiga sahabat utama Rasulillah saw itu sering menjadi bulan-bulanan caci maki kaum Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ummul mukminin, Aisyah r.a. yang sangat dicintai kaum Muslimin tak lepas dari berbagai fitnah dan cemoohan kaum Syiah. Padahal, Aisyah adalah istri Nabi yang mulia. Nabi Muhammad saw wafat di pangkuan Aisyah dan dikuburkan di rumah Aisyah pula. Aisyah r.a. adalah ulama wanita yang meriwayatkan 2210 hadits. Dari jumlah itu, 286 hadits tercantum dalam shahih Bukhari dan Muslim. Ada sekitar 150 ulama Tabi’in yang menimba ilmu dari Aisyah. (Lihat, KH Ubaidillah Saiful Akhyar Lc, Aisyah, The Inspiring Woman, (Yogyakarta: Madania, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, keutamaan Aisyah r.a. sudah begitu masyhur dan disampaikan sendiri oleh Nabi Muhammad saw. Sangat wajar, jika kaum Muslim akan terluka hatinya jika wanita yang sangat mulia dan agung ini dicaci-maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, berbagai penerbitan kaum Syiah juga sulit menyembunyikan caci-maki terhadap para sahabat dan istri Nabi yang mulia tersebut. Padahal, dalam buku-buku tersebut, kadangkala disebutkan, bahwa penulis buku Syiah itu  mengaku ingin membangun persaudaraan dengan kaum Muslim Sunni. Sebut satu contoh, buku berjudul The Shia, Mazhab Syiah, Asal-usul dan Perkembangannya karya Hashim al-Musawi (Jakarta: Lentera, 2008). Secara halus, buku ini juga mendiskreditkan Abu Bakar dan Umar r.a. Misalnya, dalam hal pencatatan sabda Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sumber-sumber historis mengindikasikan beragam pendapat berbeda mengenai penulisan kata-kata Nabi. Para Imam Ahlulbait Nabi yakin perlunya menulis atau mencatat kata-kata Nabi dan menjaganya dari hilang atau didistorsi. Imam Ali beserta putranya, al-Hasan, memerintahkan pencatatan sabda Nabi dan pendokumentasian sumber-sumbernya. Menurut ad-Dailami, Imam Ali berkata: “Bila kamu mencatat sebuah sabda, sebutkan juga sumbernya.” (Catatan kaki: Hasan ash-Shadr, asy-Syiah wa Finun al-Islam). Imam Ali sendiri mencatat sabda-sabda Nabi dalam sebuah surat gulungan, dan surat gulungan ini diwarisi oleh para imam keturunan Imam Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar melarang pencatatan sabda Nabi, dan para penguasa Umayah juga memberlakukan larangan ini sampai Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah dan mengirim pesan berikut ini kepada warga Madinah: Carilah sabda-sabda Nabi, dan kemudian catatlah, karena aku khawatir sabda-sabda beliau akan hilang secara perlahan, dan orang-orang yang ingat sabda-sabda beliau akan meninggalkan dunia ini. Ibn Syuaib az-Zuhri adalah orang pertama yang mencatat sabda-sabda Nabi, dan setelah itu bermunculan banyak koleksi sabda Nabi.” (Catatan kaki: Ahmad bin Ali Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari be Syarh Shahih al-Bukhari, Beirut: Dar al-Ihya at-Turats al-Arabi, ed. Ke-4, 1408 (1988)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah cara Syiah dalam menista Abu Bakar dan Umar r.a. Seolah-olah dalam masalah hadits, Abu Bakar dan Umar adalah orang-orang yang berkhianat pada Rasulullah saw. Na’udzu billahi min dzalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kelompok Syiah dalam mengkritik kaum Sunni dalam soal ilmu hadits semacam itu tentu saja tidak fair dan tidak sesuai dengan keilmuan. Bahkan, beberapa hal  merupakan fitnah. Sebab, faktanya tidaklah seperti itu. Kitab Shahih Bukhari adalah kumpulan hadits shahih yang tertinggi nilainya. Ulama-ulama hadits mengakui hal itu. Kitab itu disusun Imam Bukhari selama 16 tahun dan telah disyarah oleh 82 ulama. Karena ketelitian yang sangat ketat, para ulama menempatkan Kitab Shahih Bukhari dalam peringkat pertama dalam peringkat keshahihan hadits. (Lihat, Suyitno, Studi Ilmu-ilmu Hadits, (Palembang: IAIN Raden Patah Press, 2006), hal. 242-243).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pencatatan hadits Nabi Muhammad saw di kalangan sahabat Nabi juga sudah dibahas dengan sangat mendalam oleh Dr. M. Musthafa al-A’zhami dalam bukunya, “Studies in Early Hadits Literature” (Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 2000). Dalam buku yang merupakan disertasi doktornya di Cambridge University ini, al-A’zhami menunjukkan data adanya 50 sahabat Nabi yang melakukan pencatatan hadits. Termasuk Abu Bakar dan Umar bin Khathab r.a. Berita tentang Abu Bakar yang membakar kumpulan haditsnya diragukan keabsahannya oleh adh-Dhahabi. Bukti lain yang meragukan riwayat pembakaran hadits tersebut adalah bahwasanya, Abu Bakar sendiri mengirim surat kepada ‘Amr bin al-Ash, yang memuat sejumlah ucapan Rasulullah saw.  Surat senada yang mengandung hadits Nabi juga dikirim Abu Bakar kepada Gubernur Anas bin Malik di Bahrain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat tentang kasus pembakaran hadits oleh Umar bin Khathab juga diragukan kebenarannya. Al-A’zhami menelusuri tiga jalur riwayat berita tersebut, dan dia menemukan, semuanya mursal.  Artinya, rangkaian cerita itu terputus, tidak sampai pada Umar bin Khathab. Juga, faktanya, Umar bin Khathab mengirimkan Ibn Mas’ud dan Abu Darda’ sebagai guru ke Kufah, padahal keduanya dilaporkan memiliki catatan hadits  sebanyak 848 dan 280 buah. Umar sendiri juga terbiasa mengutip hadits-hadits Nabi  dalam surat-surat resminya sebagai kepala negara. (hal. 34-60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tuduhan kelompok Syiah akan kejahatan Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khathab r.a. yang – katanya – menghalang-halangi pencatatan hadits Nabi perlu dijernihkan.Tuduhan semacam itu sangatlah tidak bersahabat dan keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009, sebuah kelompok penyebar Syiah bernama IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia) juga menerbitkan sebuah buku berjudul “40 Masalah Syiah”.  Buku ini diedit oleh Jalaluddin Rakhmat, seorang pegiat paham Syiah yang terkenal. Buku ini, katanya, ditulis dengan tujuan untuk: “tumbuhnya saling pengertian di antara mazhab-mazhab dalam Islam.”  Itu tujuan yang tertulis dalam sampul belakangnya. Tetapi, jika disimak isi bukunya, buku ini justru mengejek dan melecehkan kaum Muslim Indonesia yang Sunni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak!  Lagi-lagi, buku semacam ini juga tak bisa lepas dari caci maki terhadap Abu Bakar, Umar, dan Utsman bin Affan. Padahal kaum Muslim sangat menghormati Ali r.a. dan Ahlulbait. Fakta sejarahnya, Ali bin Abi Thalib pun tidak mencerca Abu Bakar, Umar, Utsman, juga Aisyah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bab berjudul “Syiah Melaknat Sahabat” disebutkan, bahwa Syiah tidak melaknat siapa pun kecuali yang dilaknat Allah dan Rasul-Nya. Salah satu cara menggambarkan buruknya perilaku Utsman bin Affan adalah penghormatannya kepada al- Hakam bin abi al-ash. Padahal, orang ini sudah dilaknat Rasulullah saw. “Ketika Utsman menjadi khalifah, ia menyambutnya dengan segala kemuliaan dan kehormatan. Utsman memberinya hadiah 1000 dirham dan mengangkat anaknya sebagai orang kepercayaannya.” (hal. 89).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan menurut al-Quran Allah melaknat orang yang menyakiti Rasulullah saw,maka Syiah melaknat orang-orang yang menyakiti Fathimah a.s.” (hal. 90). Lalu, diceritakan, bahwa Fathimah pernah kecewa kepada Abu Bakar r.a. dan tidak berbicara dengannya sampai akhir hayatnya. Ketika ia wafat, suaminya memakamkannya di malam hari dan tidak mengizinkan Abu Bakar untuk menshalatkannya. (hal. 195).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini pun memaparkan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh Abu Bakar r.a. seperti: Menghapus hak “muallafatu qulubuhum” dan melarang penulisan hadits dan membakarnya. Sedangkan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh Umar bin Khathab antara lain: Menentang Rasulullah saw untuk menuliskan wasiatnya dan melarang nikah mut’ah. (hal. 235).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam kasus pencatatan hadits, tuduhan-tuduhan kelompok Syiah terhadap Utsman bin Affan juga sangat berlebihan. Kadangkala fakta ditafsirkan lain, sehingga seolah-olah, Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a. telah melakukan  persekongkolan jahat melawan Nabi. Ibnul Arabi, dalam Kitabnya, al-Awashim wal-Qawashim,  menjelaskan, kasus al-Hakam terkait dengan kesaksian Utsman r,a., bahwa Rasulullah saw telah memberikan izin kepada al-Hakam untuk kembali ke Madinah. Tetapi, Abu Bakar dan Umar tidak menerima saksi lain selain dari Utsman bin Affan, sehingga permintaan Utsman ditolak. Tetapi tidak diberitakan, saat menjadi Khalifah, Utsman menyambutnya dengan segala kemuliaan. Mengutip Ibn Taymiyah dalam Minhaj al-Sunnah,  Dr. Muhammad al-Ghabban menjelaskan melalui bukunya, Kitab Fitnah Maqtal Utsman,  bahwa semua riwayat tentang pengusiran Hakam adalah mursal, jadi sanadnya lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah kaum Syiah di Indonesia juga pernah dilakukan melalui penerbitan buku Dialog Sunnah – Syiah karya  Syarafuddin al Musawi, (Bandung: Mizan (cet.1, 1983). Buku ini diklaim penulisnya sebagai kumpulan surat menyurat antara penulis dengan Syaikh Salim al-Bisyri al-Maliki, yang saat itu menjabat Rektor al Azhar, Mesir. Di dalamnya banyak berisi dialog yang menjelaskan antara lain: Kewajiban berpegang pada madzhab Ahlul Bait, adanya wasiat Nabi saw untuk Ali bin Abi Thalib r.a. sebagai penggantinya, para sahabat tidak ma’shum (infallible) dari dosa dan kesalahan yang berimplikasi ketidakpercayaan periwayatan dari mereka, dan bahasan lain yang mendukung pemahaman Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok bahasan di dalam buku tersebut telah dijelaskan kekeliruannya oleh Prof. Dr. Ali Ahmad as-Salus dalam karyanya Ensiklopedi Sunnah Syiah, Studi Perbandingan Aqidah dan Tafsir, yang diterbitkan Pustaka Al Kautsar (Jakarta, 1997). Buku ini diberi kata pengantar oleh Dr. Hidayat Nurwahid, yang juga dikenal sebagai pakar tentang Syiah lulusan  Universitas Islam Madinah. Dalam pengantarnya, Hidayat Nurwahid memuji keseriusan Prof. as-Salus yang berhasil menunjukkan, bahwa buku karya al-Musawi, yang aslinya berjudul al-Muraja’at,  hanyalah karangan Abdul Husein al-Musawi. Alias, dialognya adalah fiktif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, mungkin, karena kebencian yang luar biasa terhadap Abu Bakar, Umar, dan Utsman, maka kelompok Syiah – termasuk di Indonesia – tidak dapat menyembunyikan syahwat mereka untuk mencerca para sahabat Nabi yang mulia tersebut.  Itulah fakta ajaran Syiah yang disebarkan di Indonesia melalui berbagai penerbitan mereka.  Jika manusia-manusia yang begitu mulia dan dihormati oleh kaum Muslim – seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Aisyah r.a. -- dicerca dan diperhinakan oleh kaum Syiah, apakah umat Islam bisa terima?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama dan tokoh sufi terkemuka, Syeikh Abdul Qadir al-Jilani, dalam kitabnya, al-Ghunyah Lithaalibi Thariqil Haq, menguraikan kesesatan ajaran Syiah dan memberikan penjelasan terhadap keabsahan kepemimpinan Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khathab,  Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.  Mereka semua adalah pemimpin yang mulia yang dikaruniai petunjuk Allah SWT (al-khulafa al-rasyidun).  Terhadap konflik yang pernah terjadi di masa sahabat-sahabat Nabi itu, Syeikh Abdul Qadir al-Jilani mengimbau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Sehingga masing-masing merasa memiliki  pena’wilan yang benar menurut versi mereka.  Jadi lebih baik kita mencegah diri untuk tidak mengusik-usik hal tersebut dan menyerahkannya kepada Allah sebagai hakim yang paling bijak dan wasit yang paling baik, sembari menyibukkan  diri dengan  aib kekurangan kita sendiri dan menyucikan hati kita dari dosa-dosa induk serta membersihkan zahir penampilan kita dari hal-hal yang membahayakan.” (Lihat, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Buku Pintar Akidah Ahlusunnah Waljamaah, (Terj.), (Jakarta: Zaman, 2011). .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim sangat mencintai Nabi dan para sahabat yang mulia. Tidak seyogyanya, ada orang yang menyimpan dendam abadi kepada manusia-manusia terbaik  yang dididik oleh Rasulullah sendiri. Bahkan, Abu Bakar, Umar bin Khathab adalah mertua Rasulullah saw. Sementara Utsman bin Affan adalah menantu Rasulullah saw.  Kaum Muslim yang masih memiliki kesadaran keimanan, tentu tidak ridho jika para sahabat Nabi yang mulia itu difitnah dan dicaci-maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari sudah banyak mengupas masalah Syiah, seperti disebutkan dalam  "Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, "Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah,al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ketiga kitab itu, Kyai Hasyim sangat gamblang memberikan kritik-kritik terhadap ajaran Syi’ah. Menurutnya, baik Syi’ah Imamiyah maupun Zaidiyyah adalah mazhab yang tidak benar. Dalam kitab Muqaddimah Qanun Asasi,  hal.7,  Kyai Hasyim mengkritik golongan yang mencaci -- bahkan mengkafirkan -- sahabat Nabi saw. Menurutnya, orang atau kelompok yang mengecam para sahabat termasuk ahli bid’ah dan sesat.  Berbagai bukti, dari dulu hingga kini, Syiah memang tidak henti-hentinya memberikan cacian terhadap sahabat-sahabat Nabi utama seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khatab dam Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Nabi saw bersabda: ”Janganlah kau menyakiti aku dengan cara menyakiti ‘Aisyah”. “Janganlah kamu caci maki sahabatku. Siapa yang mencaci sahabatku, maka dia akan mendapat laknat Allah SAW, para malaikat dan sekalian manusia. Allah tidak akan menerima semua amalnya, baik yang wajib maupun yang sunnah.” Juga hadits Nabi saw:  “Apabila telah nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia.” (Lebih jauh, pendapat KH Hasyim Asy’ari tentang Syiah, lihat artikel Bahrul Ulum di Jurnal Islamia Republika, 19 September 2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sungguh, sangat disesalkan, kelopok Syiah di Indonesia, tidak mampu mengubur dendam sejarah yang sudah terelihara ratusan tahun itu?.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, dosen Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2278406378042189054?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2278406378042189054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2278406378042189054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2278406378042189054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2278406378042189054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/pelajaran-dari-kasus-syiah-di-sampang.html' title='Pelajaran dari Kasus Syi’ah di Sampang'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-J_Nv4NxaF6g/TxkyAR3YbvI/AAAAAAAACSo/PEKdRR1QHYQ/s72-c/imam_ali_dan_11_imam_syiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-6858528630604166698</id><published>2012-01-20T16:09:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T16:13:28.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>'Uzair yang Gagah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wgGXOmoHtD0/TxkwL0NO97I/AAAAAAAACSc/iowft2hOf0I/s1600/gua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wgGXOmoHtD0/TxkwL0NO97I/AAAAAAAACSc/iowft2hOf0I/s320/gua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699639782964918194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika ‘Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk memikirkan rahsia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik buah-buahan dia pulang dengan keldainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keledai yang ditungganginya tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sadar bahwa dia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di daerah itu dilihatnya kampung itu baru saja diserbu oleh musuh-musuh sehingga menjadi porak poranda. Di tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihatkan pemandangan yang mengerikan itu, dia pun turun dari keledainya dengan membawa dua keranjang buah-buahan. Manakala keledainya itu ditambat di situ, kemudian dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh bagi melepaskan penatnya. Dalam pada itu, fikirannya mula memikirkan mayat manusia yang sudah busuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana orang-orang yang sudah mati dan hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan kembali di negeri akhirat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pertanyaan yang datang bertalu-talu da tidak terjawab olehnya sehingga dia menjadi lemah-longlai dan kemudian terus tertidur. Dalam tidur itu, dia seakan-akan bertemu dengan semua arwah (roh-roh) orang-orang yang sudah meninggal itu. Tidurnya amat luar biasa sekali, bukan hanya sejam atau semalam, tetapi dia telah tidur terus-menerus tanpa bangun-bangun selama seratus (100)tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa dia tertidur itu, keadaan di sekitarnya sudah ramai lapisan baru, rumah serta bangunan-bangunan banyak yang telah didirikan. Dalam masa seratus (100)tahun itu, segala-galanya sudah berubah, manakal ‘Uzair tetap terus tidur tersandar di dinding buruk itu menjadi jasad (tubuh) yang tidak bernyawa lagi. Dagingnya sudah hancur dan tulang belulangnya sudah hancur lebur berderai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jasad ‘Uzair yang telah mati, daging dan tulangnya yang sudah hancur itu disusun kembali oleh Allah pada bahagiannya masing-masing lalu ditiupkan ruhnya. Dan ketika itu juga ‘Uzair hidup kembali seperti dahulu. ‘Uzair terus berdiri seperti orang yang bangun dari tidur lantas dia mencari keledai dan buah-buahannya di dalam keranjang dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, turunlah beberapa malaikat seraya bertanya, :&lt;br /&gt;“Tahukah engkau ya ‘Uzair berapa lama engkau tidur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berfikir panjang ‘Uzair menjawab, “Saya tertidur sehari dua ataupun setengah hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu malaikat pun berkata kepadanya,“Bahwa engkau terdampar di sini genap seratus tahun lamanya. Disinilah engkau berbaring, berhujan dan berpanas matahari, kadang-kadang ditiup badai dan berhawa sejuk dan juga panas terik. Dalam masa yang begitu panjang, makanan engkau tetap baik keadaannya. Tetapi coba lihat keadaan keledai itu, dia sendiri pun sudah hancur dan dagingnya sudah busuk.”Berkata malaikat lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah dan perhatikanlah sungguh-sungguh. Demikianlah kekuasaan Allah. Allah dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur lebur dan dengan semudah itu pulalah Tuhan akan membangkitkan semua manusia yang sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala perbuatannya. Hal ini diperlihatkan oleh Tuhan kepada engkau supaya iman engkau tetap dan engkau sendiri dapat menjadi bukti kepada manusia-manusia lain supaya engkau dan manusia-manusia lain tiada syak dan ragu-ragu lagi tentang apa yang diterangkan Tuhan tentang akhirat itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ‘Uzair melihat makanan dan keledainya yang sudah hancur itu, maka ‘Uzair pun berkata, “Sekarang tahulah saya bahwa Allah itu adalah berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba keledai yang sudah hancur berderai itu dilihatnya mulai dikumpulkan daging dan tulangnya. Dan akhirnya menjadi seperti sediakala iaitu hidup kembali bergerak-gerak dan berdiri sebagaimana sebelum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ‘Uzair pun berkata, “Sekarang tahulah saya bahwa Allah berkuasa di atas segala-galanya.” Lalu dia pun terus mengambil keledainya dahulu dan terus menunggangnya pulang ke rumahnya dahulu dengan mencari-cari jalan yang sukar untuk dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya segala-gala telah berubah. Dia coba mengingati apa yang pernah dilihatnya seratus tahun dahulu. Setelah menempuh berbagai kesukaran, akhirnya dia pun sampai ke rumahnya. Setelah dia sampai di situ, dia mendapati rumahnya sudah buruk di mana segala dinding rumahnya telah habis runtuh. Semasa dia memandang keadaan sekeliling rumahnya, nampak seorang perempuan tua, lantas dia pun bertanya, “Inikah rumah tuan ‘Uzair?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,” jawab perempuan itu. “Inilah rumah ‘Uzair dahulu, tetapi ‘Uzair telah lama pergi dan tiada didengar berita tentangnya lagi sehingga semua orang pun lupa padanya dan saya sendiri tidak pernah menyebut namanya selain kali ini saja.” Kata perempuan itu sambil menitiskan airmata. ‘Sayalah ‘Uzair,” jawab ‘Uzair dengan pantas. “Saya telah dimatikan oleh Tuhan seratus tahun dahulu dan sekarang saya sudah dihidupkan oleh Allah kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan tua itu terkejut seakan-akan tidak percaya, lalu dia pun berkata, “‘Uzair itu adalah seorang yang paling soleh, doanya selalu dimakbulkan oleh Tuhan dan telah banyak jasanya di dalam menyembuhkan orang yang sakit tenat.” Sambunya lagi, “Saya ini adalah hambanya sendiri, badan saya telah tua dan lemah, mata saya telah pun buta kerana selalu menangis terkenangkan ‘Uzair. Kalaulah tuan ini ‘Uzair maka cobalah tuan doakan kepada Tuhan supaya mata saya terang kembali dan dapat melihat tuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uzair pun mendaha kedua belah tangannya ke langit lalu berdoa ke hadrat Tuhan. Tiba-tiba mata orang rua itupun terbuka dan dapat melihat dengan lebih terang lagi. Tubuhnya yang tua dan lemah itu kembali kuat seakan-akan kembali muda. Setelah merenung wajah ‘Uzair dia pun berkata, “Benar, tuanlah ‘Uzair. Saya masih ingat.” Hambanya itu terus mencium tangan ‘Uzair lalu keduanya pergi mendapatkan orang ramai, bangsa Israil. ‘Uzair memperkenalkan dirinya bahwa dialah ‘Uzair yang pernah hidup di kampung itu lebih seratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu bukan saja mengejutkan bangsa Israil, tetapi ada juga meragukan dan ada yang tidak percaya kepadanya. Walau bagaimanapun berita itu menarik perhatian semua orang yang hidup ketika itu. Kerana itu mereka ingin menguji kebenaran ‘Uzair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datanglah anak kandungnya sendiri seraya bertanya, “Saya masih ingat bahwa bapa saya mempunyai tanda di punggungnya. Cobalah periksa tanda itu. Kalau ada benarlah dia ‘Uzair.” Tanda itu memang ada pada ‘Uzair, lalu percayalah sebahagian daripada mereka. Akan tetapi sebahagian lagi maukan bukti yang lebih nyata, maka mereka berkata kepada ‘Uzair,“Bahwa sejak penyerbuan Nebukadnezar ke atas bangsa dan negara Israil dan setelah tentera tersebut membakar kitab suci Taurat, maka tiadalah seorang pun bani Israil yang hafal isi Taurat kecuali ‘Uzair saja. Kalau benarlah tuan Uzair, cobalah tuan sebutkan isi Taurat yang betul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Uzair pun membaca isi Taurat itu satu persatu dengan fasih dan lancar serta tidak salah walaupun sedikit. Mendengarkan itu barulah mereka percaya bahwa sungguh benar itulah ‘Uzair. Ketika itu, semua bangsa Israil pun percaya bahwa dialah ‘Uzair yang telah mati dan dihidupkan semual oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara mereka yang bersalam dan mencium tangan ‘Uzair serta meminta nasihat dan panduan daripadanya. Tetapi sebahagian daripada kaum Yahudi yang bodoh menganggap ‘Uzair sebagai anak Tuhan pula. Maha Suci Allah tidak mempunyai anak samada ‘Uzair maupun Isa kerana semua makhluk adalah kepunyaan-Nya belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita was-was tentang kekuasaan Allah, maka hendaklah dia fikir siapakah yang menciptakan dirinya itu. Adalah mustahil sesuatu benda itu terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Kalau masih ada orang yang ragu-ragu tentang kekuasaan Allah, obatnya hanya satu saja, hendaklah dia membaca dan memahami al-Qur'an was-was terhadap kekuasaan Allah itu hanya datangnya dari syaitan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-6858528630604166698?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/6858528630604166698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=6858528630604166698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6858528630604166698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6858528630604166698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/uzair-yang-gagah.html' title='&apos;Uzair yang Gagah'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wgGXOmoHtD0/TxkwL0NO97I/AAAAAAAACSc/iowft2hOf0I/s72-c/gua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3608411409709277455</id><published>2012-01-18T15:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T15:14:20.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Hamidiyah Disebut Sebagai Mall Tertua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6U_XCh-l4pU/TxZ_VwkiIaI/AAAAAAAACSQ/lpkM0eS0rUk/s1600/shopping_mall_photo_tomitheos.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6U_XCh-l4pU/TxZ_VwkiIaI/AAAAAAAACSQ/lpkM0eS0rUk/s320/shopping_mall_photo_tomitheos.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698882390276055458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mall punya beragam versi sejarah kelahiran. Sebagian kalangan memandang bahwa mall mulai lahir setelah terjadi Revolusi Industri di Eropa pada awal abad ke-19. Situs homepage.mac.com menyebutkan bahwa cikal bakal mall mulai terlihat tahun 1891 saat Edward Bouton membangun Roland Park di dekat Baltimore. Taman ini menyediakan blok komersial untuk para pemilik toko. Kemudian pada tahun 1908, blok serupa dibangun di Los Angeles.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ehow.com menuliskan bahwa mall mulai muncul tahun 1785. Tapi situs ini tidak menyebutkan lokasi dan nama mall-nya. Kemudian bentuk bangunan yang benar-benar bisa disebut sebagai pusat perbelanjaan, tulis ehow, baru muncul sekitar tahun 1916 di Amerika dan tahun 1950-an di Paris dan London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sebelum pusat perbelanjaan berkembang di Eropa dan Amerika, hal serupa sudah lebih dulu muncul di Damaskus, Suriah. Di jantung kota Damaskus terdapat pusat perbelanjaan yang sangat besar dan dihuni banyak sekali toko, layaknya mall di zaman modern. Pusat perbelanjaan ini bernama Hamidiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan thetravelword.com, Hamidiyah dibangun pada tahun 1780, saat Sultan Abdul Hamid memimpin wilayah tersebut. Nama Hamidiyah diambil dari nama belakang sultan Adul Hamid. Pusat perbelanjaan ini kemudian diperluas pada masa pemerintahan Hussain Basha Alazem tahun 1884. Setelah dibangun Hamidiyah memiliki panjang 600 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat perbelanjaan Hamidiyah ini berada persis di depan Masjid Umayyah yang merupakan pusat pemerintahan Bani Umayyah. Bentuknya mirip terowongan yang memanjang dan di tengah-tengahnya terdapat beberapa cabang. Di kanan dan kiri terowongan berjajar toko yang menjual aneka barang kebutuhan seperti makanan, souvenir, pakaian, juga perabot rumah tangga. Di dalam pusat perbelanjaan itu juga terdapat beberapa restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat perbelanjaan ini setiap hari mulai ramai dikunjungi orang pada pukul 10.00 pagi dan ditutup sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satu yang khas dari pusat perbelanjaan ini adalah aroma makanan yang senantiasa merebak. Bangunan yang berbentuk lorong tertutup menjadikan uap makanan yang dimasak restoran-restoran di Hamidiyah tidak mudah lepas ke udara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak menyebut Hamidiyah ini sebagai mall tertua yang masih eksis hingga saat ini. Sejak didirikan sampai sekarang, Hamidiyah tidak pernah kosong atau runtuh akibat bencana alam. Sebenarnya, sebelum Hamidiyah terdapat pula pusat perbelanjaan di Turki. Tapi bangunannya sempat runtuh, dan kemudian dibangun kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Hamidiyah dibangun, pemerintahan Turki juga membuat pusat perbelanjaan yang saat ini masih ada di Istanbul. Pusat berbelanjaan ini memiliki 60 lorong dan dihuni sekitar 5.000 toko. Lokasi yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Grand Bazaar ini dibangun oleh Sultan Mehmed pada tahun 1461. Kemudian lokasi ini direnovasi dan dikembangkan pada tahun 1894 setelah hancur akibat gempa. Bangunan yang ada saat ini adalah bangunan yang dibuat setelah sempat runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkembang di Turki dan Timur Tengah, juga terdorong Revolusi Industri di dunia Barat, pusat-pusat perbelanjaan bertumbuhan di mana-mana. Kota-kota di dunia ini menjadikan mall sebagai salah satu penggerak modernisasi juga penyokong roda perekonomian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3608411409709277455?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3608411409709277455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3608411409709277455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3608411409709277455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3608411409709277455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/hamidiyah-disebut-sebagai-mall-tertua.html' title='Hamidiyah Disebut Sebagai Mall Tertua'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6U_XCh-l4pU/TxZ_VwkiIaI/AAAAAAAACSQ/lpkM0eS0rUk/s72-c/shopping_mall_photo_tomitheos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-451154067148610250</id><published>2012-01-05T10:53:00.001+07:00</published><updated>2012-01-05T10:55:09.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FATWA'/><title type='text'>Fatwa Merokok PP Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-T40Lo3zoxyg/TwUfELtl9YI/AAAAAAAACSE/Kfu0Mltr2lA/s1600/bahaya-kandungan-rokok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 314px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-T40Lo3zoxyg/TwUfELtl9YI/AAAAAAAACSE/Kfu0Mltr2lA/s320/bahaya-kandungan-rokok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693991460603819394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FATWA MAJELIS TARJIH DAN TAJDID&lt;br /&gt;PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH&lt;br /&gt;NO. 6/SM/MTT/III/2010&lt;br /&gt;TENTANG HUKUM MEROKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang &lt;br /&gt;1. Bahwa dalam rangka partisipasi dalam upaya pembangunan kesehatan masyarakat semaksimal mungkin dan penciptaan lingkungan hidup sehat yang menjadi hak setiap orang, perlu dilakukan penguatan upaya pengendalian tembakau melalui penerbitan fatwa tentang hukum merokok;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diterbitkan tahun 2005 dan tahun 2007 tentang Hukum Merokok perlu ditinjau kembali;&lt;br /&gt;Mengingat : Pasal 2, 3, dan 4 Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No.08/SK-PP/I.A/8.c/2000;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan: &lt;br /&gt;1. Kesepakatan dalam Halaqah Tarjih tentang Fikih Pengendalian Tembakau yang diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 21 Rabiul Awal 1431 H yang bertepatan dengan 07 Maret 2010 M bahwa merokok adalah haram;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertimbangan yang diberikan dalam Rapat Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada hari Senin 22 Rabiul Awal 1431 H yang bertepatan dengan 08 Maret 2010 M,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;Menetapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FATWA TENTANG HUKUM MEROKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Amar Fatwa&lt;br /&gt;1. Wajib hukumnya mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya suatu kondisi hidup sehat yang merupakan hak setiap orang dan merupakan bagian dari tujuan syariah (maqid asy-syar‘ah);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merokok hukumnya adalah haram karena:&lt;br /&gt;a. merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khab±’i£ yang dilarang dalam Q. 7: 157,&lt;br /&gt;b. perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga oleh karena itu bertentangan dengan larangan al-Quran dalam Q. 2: 195 dan 4: 29,&lt;br /&gt;c. perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif dan berbahaya sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi dan oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadis Nabi saw bahwa tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain,&lt;br /&gt;d. rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh karena itu perbuatan merokok termasuk kategori melakukan suatu yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadis hadis Nabi saw yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan.&lt;br /&gt;e. Oleh karena merokok jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok, maka pembelajaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalan Q. 17: 26-27,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Merokok bertentangan dengan unsur-runsur tujuan syariah (maqid asy-syar‘ah), yaitu (1) perlindungan agama (ad-din), (2) perlindungan jiwa/raga ( an-nafs), (3) perlindungan akal ( al-‘aql), (4) perlindungan keluarga (an-nasl), dan (5) perlindungan harta (al-mal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka yang belum atau tidak merokok wajib menghindarkan diri dan keluarganya dari percobaan merokok sesuai dengan Q. 66: 6 yang menyatakan, “Wahai orang-orang beriman hindarkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mereka yang telah terlanjur menjadi perokok wajib melakukan upaya dan berusaha sesuai dengan kemampuannya untuk berhenti dari kebiasaan merokok dengan mengingat Q. 29: 69, “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” dan Q. 2: 286, “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya; ia akan mendapat hasil apa yang ia usahakan dan memikul akibat perbuatan yang dia lakukan;” dan untuk itu pusat-pusat kesehatan di lingkungan Muhammadiyah harus mengupayakan adanya fasilitas untuk memberikan terapi guna membantu orang yang berupaya berhenti merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fatwa ini diterapkan dengan mengingat prinsip at-tadrj (berangsur), at-taisr (kemudahan), dan ‘adam al-¥araj (tidak mempersulit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa-fatwa tentang merokok yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dinyatakan tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Tausiah&lt;br /&gt;1. Kepada Persyarikatan Muhammadiyah direkomendasikan agar berpartisipasi aktif dalam upaya pengendalian tembakau sebagai bagian dari upaya pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan dalam kerangka amar makruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seluruh fungsionaris pengurus Persyarikatan Muhammadiyah pada semua jajaran hendaknya menjadi teladan dalam upaya menciptakan masyarakat yang bebas dari bahaya rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kepada pemerintah diharapkan untuk meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) guna penguatan landasan bagi upaya pengendalian tembakau dalam rangka pembangunan kesehatan masyarakat yang optimal, dan mengambil kebijakan yang konsisten dalam upaya pengendalian tembakau dengan meningkatkan cukai tembakau hingga pada batas tertinggi yang diizinkan undang-undang, dan melarang iklan rokok yang dapat merangsang generasi muda tunas bangsa untuk mencoba merokok, serta membantu dan memfasilitasi upaya diversifikasi dan alih usaha dan tanaman bagi petani tembakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Difatwakan di Yogyakarta,&lt;br /&gt;pada hari Senin, 22 Rabiul Awal 1431 H&lt;br /&gt;bertepatan dengan 08 Maret 2010 M,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua, Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA Drs. H. Dahwan, M. Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran Fatwa No. 6/SM/MTT/III/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALIL-DALIL FATWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penegasan Premis-premis Syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Agama Islam (syariah) menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan khabi (segala yang buruk), sebagaimana ditegaskan dalam al-Quran,&lt;br /&gt;Artinya: “… dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk … … … [Q. 7:157].&lt;br /&gt;2. Agama Islam (syariah) melarang menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan perbuatan bunuh diri sebagaimana dinyatakan dalam al-Quran,&lt;br /&gt;Artinya: Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik [Q. 2: 195].&lt;br /&gt;Artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu [Q. 4: 29].&lt;br /&gt;3. Larangan perbuatan mubazir dalam al-Quran,&lt;br /&gt;Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, karena sesungguh para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar pada Tuhannya [Q 17: 26-27].&lt;br /&gt;4. Larangan menimbulkan mudarat atau bahaya pada diri sendiri dan pada orang lain dalam hadis riwayat Ibn Majah, Ahmad, dan Malik,&lt;br /&gt;Artinya: Tidak ada bahaya terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain [HR Ibn Majah, Ahmad, dan Malik].&lt;br /&gt;5. Larangan perbuatan memabukkan dan melemahkan sebagaimana disebutkan dalam hadis,&lt;br /&gt;Artinya: Dari Ummi Salamah bahwa Rasulullah saw melarang setiap yang memabukkan dan setiap yang melemahkan [HR Ahmad dan Ab­ Dawud]&lt;br /&gt;6. Agama Islam (syariah) mempunyai tujuan (maqasid asy-syar³‘ah) untuk mewujudkan kemaslahatan hidup manusia. Perwujudan tujuan tersebut dicapai melalui perlindungan terhadap agama (¥if§ ad-d³n), perlindungan terhadap jiwa/raga (an-nafs), perlindungan terhadap akal (al-‘aql), perlindungan terhadap keluarga (an-nasl), dan perlindungan terhadap harta (al-m±l). Perlindungan terhadap agama dilakukan dengan peningkatan ketakwaan melalui pembinaan hubungan vertikal kepada Allah SWT dan hubungan horizontal kepada sesama dan kepada alam lingkungan dengan mematuhi berbagai norma dan petunjuk syariah tentang bagaimana berbuat baik (i¥s±n) terhadap Allah, manusia dan alam lingkungan. Perlindungan terhadap jiwa/raga diwujudkan melalui upaya mempertahankan suatu standar hidup yang sehat secara jasmani dan rohani serta menghindarkan semua faktor yang dapat membahayakan dan merusak manusia secara fisik dan psikhis, termasuk menghindari perbuatan yang berakibat bunuh diri walaupun secara perlahan dan perbuatan menjatuhkan diri kepada kebinasaan yang dilarang di dalam al-Quran. Perlindungan terhadap akal dilakukan dengan upaya antara lain membangun manusia yang cerdas termasuk mengupayakan pendidikan yang terbaik dan menghindari segala hal yang yang bertentangan dengan upaya pencerdasan manusia. Perlindungan terhadap keluarga diwujudkan antara lain melalui upaya penciptaan suasana hidup keluarga yang sakinah dan penciptaan kehidupan yang sehat termasuk dan terutama bagi anak-anak yang merupakan tunas bangsa dan umat. Perlindungan terhadap harta diwujudkan antara lain melalui pemeliharaan dan pengembangan harta kekayaan materiil yang penting dalam rangka menunjang kehidupan ekonomi yang sejahtera dan oleh karena itu dilarang berbuat mubazir dan menghamburkan harta untuk hal-hal yang tidak berguna dan bahkan merusak diri manusia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Penegasan Fakta Syar’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penggunaan untuk konsumsi dalam bentuk rokok merupakan 98 % dari pemanfaatan produk tembakau, dan hanya 2 % untuk penggunaan lainnya.&lt;br /&gt;2. Rokok ditengarai sebagai produk berbahaya dan adiktif serta mengandung 4000 zat kimia, di mana 69 di antaranya adalah karsinogenik (pencetus kanker). Beberapa zat berbahaya di dalam rokok tersebut di antaranya tar, sianida, arsen, formalin, karbonmonoksida, dan nitrosamin. Kalangan medis dan para akademisi telah menyepakati bahwa konsumsi tembakau adalah salah satu penyebab kematian yang harus segera ditanggulangi. Direktur Jendral WHO, Dr. Margaret Chan, melaporkan bahwa epidemi tembakau telah membunuh 5,4 juta orang pertahun lantaran kanker paru dan penyakit jantung serta lain-lain penyakit yang diakibatkan oleh merokok. Itu berarti bahwa satu kematian di dunia akibat rokok untuk setiap 5,8 detik. Apabila tindakan pengendalian yang tepat tidak dilakukan, diperkirakan 8 juta orang akan mengalami kematian setiap tahun akibat rokok menjelang tahun 2030. Selama abad ke-20, 100 juta orang meninggal karena rokok, dan selama abad ke-21 diestimasikan bahwa sekitar 1 milyar nyawa akan melayang akibat rokok.&lt;br /&gt;3. Adalah suatu fakta bahwa keluarga termiskin justeru mempunyai prevalensi merokok lebih tinggi daripada kelompok pendapatan terkaya. Angka-angka SUSENAS 2006 mencatat bahwa pengeluaran keluarga termiskin untuk membeli rokok mencapai 11,9 %, sementara keluarga terkaya pengeluaran rokoknya hanya 6,8 %. Pengeluaran keluarga termiskin untuk rokok sebesar 11,9 % itu menempati urutan kedua setelah pengeluaran untuk beras. Fakta ini memperlihatkan bahwa rokok pada keluarga miskin perokok menggeser kebutuhan makanan bergizi esensial bagi pertumbuhan balita. Ini artinya balita harus memikul risiko kurang gizi demi menyisihkan biaya untuk pembelian rokok yang beracun dan penyebab banyak penyakit mematikan itu. Ini jelas bertentangan dengan perlindungan keluarga dan perlindungan akal (kecerdasan) dalam maq±¡id asy-syar³‘ah yang menghendaki pemeliharaan dan peningkatan kesehatan serta pengembangan kecerdasan melalui makanan bergizi.&lt;br /&gt;4. Dikaitkan dengan aspek sosial-ekonomi tembakau, data menunjukkan bahwa peningkatan produksi rokok selama periode 1961-2001 sebanyak 7 kali lipat tidak sebanding dengan perluasan lahan tanaman tembakau yang konstan bahkan cenderung menurun 0,8 % tahun 2005. Ini artinya pemenuhan kebutuhan daun tembakau dilakukan melalui impor. Selisih nilai ekspor daun tembakau dengan impornya selalu negatif sejak tahun 1993 hingga tahun 2005. Selama periode tahun 2001-2005, devisa terbuang untuk impor daun tembakau rata-rata US$ 35 juta. Bagi petani tembakau yang menurut Deptan tahun 2005 berjumlah 684.000 orang, pekerjaan ini tidak begitu menjanjikan karena beberapa faktor. Mereka umumnya memilih pertanian tembakau karena faktor turun temurun. Tidak ada petani tembakau yang murni; mereka mempunyai usaha lain atau menanam tanaman lain di luar musim tembakau. Mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat menyangkut harga tembakau. Kenaikan harga tembakau tiga tahun terakhir tidak membawa dampak berarti kepada petani tembakau karena kenaikan itu diiringi dengan kenaikan biaya produksi. Pendidikan para buruh tani rendah, 69 % hanya tamat SD atau tidak bersekolah sama sekali, dan 58 % tinggal di rumah berlantai tanah. Sedang petani pengelola 64 % berpendidikan SD atau tidak bersekolah sama sekali dan 42 % masih tinggal di rumah berlantai tanah. Upah buruh tani tembakau di bawa Upah Minimum Kabupaten (UMK): Kendal 68 % UMK, Bojonegoro 78 % UMK, dan Lombok Timur 50 % UMK. Upah buruh tani tembakau termasuk yang terendah, perbulan Rp. 94.562, separuh upah petani tebu dan 30 % dari rata-rata upah nasional sebesar Rp. 287.716,- per bulan pada tahun tersebut. Oleh karena itu 2 dari 3 buruh tani tembakau menginginkan mencari pekerjaan lain, dan 64 % petani pengelola menginginkan hal yang sama. Ini memerlukan upaya membantu petani pengelola dan buruh tani tembakau untuk melakukan alih usaha dari sektor tembakau ke usaha lain.&lt;br /&gt;5. Pemaparan dalam Halaqah Tarjih tentang Fikih Pengendalian Tembakau hari ahad 21 Rabiul Awal 1431 H / 07 Maret 2010 M, mengungkapkan bahwa Indonesia belum menandatangani dan meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sehingga belum ada dasar yang kuat untuk melakukan upaya pengendalian dampak buruk tembakau bagi kesehatan masyarakat. Selain itu terungkap pula bahwa cukai tembakau di Indonesia masih rendah dibandingkan beberapa negara lain sehingga harga rokok di Indonesia sangat murah yang akibatnya mudah dijangkau keluarga miskin dan bahkan bagi anak sehingga prevalensi merokok tetap tinggi. Selain itu iklan rokok juga ikut merangsang hasrat mengkonsumsi zat berbahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di sekitar tembakau yang dikemukakan pada butir 1 hingga 6 pada huruf B. Ta¥q³q al-Man±t (Penegasan Fakta Syar’i) di atas memperlihat bahwa rokok dan perilaku merokok bertentangan dengan dalil-dalil yang dikemukakan pada butir 1 hingga 6 huruf A. al-Muqaddim±t an-Naqliyyah (premis-premis syariah) di atas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-451154067148610250?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/451154067148610250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=451154067148610250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/451154067148610250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/451154067148610250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2012/01/fatwa-merokok-pp-muhammadiyah.html' title='Fatwa Merokok PP Muhammadiyah'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-T40Lo3zoxyg/TwUfELtl9YI/AAAAAAAACSE/Kfu0Mltr2lA/s72-c/bahaya-kandungan-rokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-8946096548701848750</id><published>2011-12-29T14:47:00.002+07:00</published><updated>2011-12-29T14:49:07.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Tinggalkan Tahun Baru-an, Cukuplah Islam sebagai Kebanggaan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TU0fScs36WI/Tvwbbat-bKI/AAAAAAAACR4/Jlg5DBWeTG8/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TU0fScs36WI/Tvwbbat-bKI/AAAAAAAACR4/Jlg5DBWeTG8/s320/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691454186932038818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Saefurrahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA hari lagi, kita akan meninggalkan tahun 2011, lalu memasuki tahun baru 2012 masehi. Fenomena perpindahan tahun ini menjadi momen spesial bagi sebagian besar orang. Dari belahan bumi bagian barat sampai bagian timur, dari utara sampai selatan. Semuanya merayakan detik-detik datangnya tahun baru masehi. Tiupan terompet terdengar di mana-mana, petasan dan kembang api berhamburan menghiasi  langit, pesta musik bergemuruh di berbagai tempat. Acara televisi pun semarak dengan nuansa tahun baru. Semua orang berhura-hura dan bergembira ria sepuasnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun ada fenomena menyedihkan di tengah semaraknya tahun baru itu. Meriahnya tahun baru berbanding lurus dengan meriahnya kemaksiatan di mana-mana. Ada yang berpesta dengan minuman keras, mengonsumsi obat-abatan terlarang, hingga melakukan pergaulan bebas di malam itu. Hal ini adalah sebuah keprihatinan bagi masyarakat Indonesia sebagai negeri mayoritas Muslim. Sungguh bisa menjadi cermin buruk bagi negeri Muslim lainnya. Apalagi akhir-akhir ini kerusakan moral bangsa ini sudah sangat mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajaran Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada 25 Oktober 2011 silam menangkap pengirim dan penerima paket daun ganja asal Aceh seberat 50 kilogram senilai Rp 125 juta. Daun ganja yang dikemas dalam dua peti kayu dan menggunakan jasa pengiriman atau ekspedisi itu diduga dipasok dari Aceh untuk malam Tahun Baru 2012 di Jakarta dan beberapa tempat lainnya.(www.tribunnews.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang aneh. Menjelang pesta pergantian tahun 2010/2011, dikabarkan permintaan alat kontrasepsi khususnya kondom di sejumlah daerah ludes diborong. Di beberapa apotik di Yogyakarta pasokan kondom mengalami peningkatan yang cukup tajam. Bahkan, salah satu apotek di kawasan jalan Yogya-Parangtritis mengalami peningkatan permintaan hingga 100 persen. (suaramerdeka.com, 01 Januari 2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data-data di atas menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kerusakan moral yang luar biasa. Maka dari itu, adanya perayaan malam tahun baru akan semakin menambah daftar panjang kasus kerusakan moral di negeri ini. Sangat mungkin terjadi banyak pasangan muda rela melepaskan kehormatannya hanya demi merayakan fenomena tahun baru masehi. Hal ini mesti menjadi perhatian kita bersama, baik bagi orang tua, guru, ulama, pemerintah, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Sejarah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya kita mengetahui bagaimana sebenarnya sejarah lahirnya tahun baru masehi. Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada  1 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. (http://id.wikipedia.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januarius (januari) dipilih sebagai bulan pertama karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi bernama “Janus”, yaitu dewa yang bermuka dua. Satu muka menghadap ke depan dan satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus konon adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru. Kedua, karena 1 Januari jatuh pada masa puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktifitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih konsul. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas sangat jelas membuktikan bahwa tahun baru masehi berasal dari tradisi Barat. Tentu sangat aneh jika kaum Muslim yang memiliki tradisi Islam ikut membaur dalam perayaan itu. Padahal Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم)  telah mewanti-wanti kepada umatnya agar tidak mengikuti tradisi agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda: "Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian selangkah-demi selangkah, hingga kalian masuk lubang biawak sekalipun kalian akan ikut memasukinya". Para sahabat bertanya: "Maksudnya Yahudi dan Nasrani?. Lalu siapa lagi." jawab Rasulullah. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziiro’ (hasta) serta lubang dhob, adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum Muslim sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashrani. Yaitu kaum Muslim mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau (Nabi saw) ini adalah suatu mukjizat bagi beliau, karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.” (Imam Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/220)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain disebutkan, "Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan kaum itu." (HR Ahmad dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Hadits ini –yang paling ringan- menuntut pengharaman tasyabbuh (menyerupai) mereka, walaupun dzahirnya mengkafirkan orang yang menyerupai mereka seperti dalam firman Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa di antara kamu yang berloyal kepada mereka, maka sungguh ia bagian dari mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain disebutkan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi aulia' (teman-teman setia) yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus." (QS: Al Mumtahanah: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan ini, jika tradisi dari Barat itu baik dan konstruktif tidak masalah, seperti mengikuti kemajuan teknologi mereka, namun yang diikuti adalah jelas-jelas hal-hal yang menimbulkan kerusakan moral, terutama bagi generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam malam tahun baru itu, pasti tidak bisa dipisahkan dengan berpesta-pora, berikhtilat (bercampur baur) antara laki-laki dan perempuan. Bisa juga diselingi menenggak minuman keras, mengkonsumsi narkoba, melakukan kemubadziran dengan menyalakan petasan dan kembang api, dan masih banyak hal-hal dekstruktif yang ujungnya dikategorikan pada maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut di atas sangat jelas bertolak belakang dengan apa yang diajarkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, umat Islam hendaknya lebih cerdas dan bijak dalam menyikapi hal-hal yang berasal dari tradisi asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai pada diri kita untuk berfikir lebih cerdas. Apakah semua tradisi budaya itu membawa kemanfaatan atau malah membuat kerusakan pada diri, keluarga, teman atau anak-anak kita. Jika memang membawa kemaslahatan bisa kita ambil, namun jika ternyata hanya membawa kerusakan, maka harus kita dibuang sejauh-jauhnya. Maka tak ada salahnya saya ucapkan, tinggalkanlah tradisi Tahun Baru-an, dan cukuplah Islam saja sebagai kebanggaan kita!. Wallahu a’lam bis shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah peminat masalah keagamaan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-8946096548701848750?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/8946096548701848750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=8946096548701848750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8946096548701848750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8946096548701848750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/tinggalkan-tahun-baru-cukuplah-islam.html' title='Tinggalkan Tahun Baru-an, Cukuplah Islam sebagai Kebanggaan!'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TU0fScs36WI/Tvwbbat-bKI/AAAAAAAACR4/Jlg5DBWeTG8/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-4662637537330634606</id><published>2011-12-28T13:36:00.002+07:00</published><updated>2011-12-28T13:38:45.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Riba dan Makanan Haram Menutup Semua Pintu Doamu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8fJ8vSObfNk/Tvq5b_GC9VI/AAAAAAAACRs/3qBMSp9a3lQ/s1600/kue.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8fJ8vSObfNk/Tvq5b_GC9VI/AAAAAAAACRs/3qBMSp9a3lQ/s320/kue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691064969580442962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KITA sering kali merasa sudah lengkap berdoa. Terkadang bahkan merasa telah lelah bermemunajat, namun mengapa Allah tidak pula memperkenankan. Permohonan dan permintaan tidak pula Dia kabulkan. Kadang kecewa dan putus asa bila demikian adanya. Bahkan timbul penilaian, Allah telah ingkar janji dengan perkataan-Nya sendiri. Padahal Dia telah menyatakan, "Ud'uunii astajiblakum", berdoalah kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan. Tapi mana buktinya!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah ucapan orang-orang yang tidak pernah mempelajari Al-Qur'an dan Al Hadits. Mereka tidak mengerti bahwa berdoa itu tidak dikerjakan secara sembrono dan sembarangan, tetapi perlu adab-adab dan syarat-syarat tertentu. Mereka menganggap berdoa itu pekerjaan yang sepele dan gampang. Sehingga mereka sering meremehkan dan akibatnya doa tak pernah terkabulkan. Kemudian timbul persangkaan buruk kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang menyebabkan doa tidak dikabulkan? banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak diperkenankan Allah. Sudahkan kita menghindari perut kita dari makanan dan minuman yang diharamkan Allah? Bila masih tatap saja perut kita terisi dengan hal-hal yang haram, tentulah doa yang kita panjatkan tak pernah Allah kabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuap makanan saja, akan mengakibatkan doa kita selama 40 hari tidak terkabul, apabila bila makanan haram yang masuk ke perut kita lebih dari sesuap bahkan berkali-kali sehingga tak terhitung lagi, sudah tentu sampai matipun kita berdoa, Allah tak akan mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Saad bin Abi Waqqas bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, doakan aku kepada Allah agar aku dijadikan Allah orang yang makbul doanya." Rasulullah menjawab, "Hai Saad, makanlah yang baik, (halal) tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya. Demi Allah yang memegang jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang yang pernah melemparkan sesuap makanan haram ke dalam mulutnya (perutnya), maka tidaklah akan dikabulkan doanya selama selama 40 hari. Siapa saja manusia yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram, maka nerakalah yang berhak untuk orang itu." (HR. Alhaafidh Abubakar bin Mardawih dikutip oleh Alhaafidh Ibnu Kathin dalam tafsirnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu agar doa dikabulkan Allah, perlu pengetahuan dalam tata cara berdoa yang diberitakan Rasulullah. Bagaimana sunnahnya agar permohonan dan permintaan diperkenankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai sesuap pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman haram yang kita minum. Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan atau minuman yang benar-benar halal dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah : 168)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kita kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita selalu taat kepada Allah dan dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita mohon, kita panjatkan, dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mengabulkan mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka berikan kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. al-Baqarah :186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua, karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama, sebagai inti ibadah, maka dalam pelaksanaannya harus khusyu'dan serius tidak dengan main-main. Usahakan dalam berdoa ini dengan penuh keyakinan, penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta.&lt;br /&gt;Allah telah menyatakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut .." (QS. al-A'raf : 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa ini bisa dilakukan sembarang waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan. Insya Allah pada waktu-waktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah malam yang sunyi di mana orang-orang terlelap dengan tidurnya, ditemani mimpi-mimpi, kita terjaga, berdiri, ruku', sujud, dan memunajat kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan penuh harap, tentulah Allah akan mendengar dan memperkenankan ratapan, permintaan, dan permohonan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir-akhir shalat fardhu, di waktu tahiyyat akhir (sebelum), adalah waktu-waktu yang sangat tepat untuk berdoa. Doa apa saja, yang mengarah pada kebaikan, tentu Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW ditanya, "Pada waktu apa doa manusia lebih didengar Allah?" Lalu Rasulullah menjawab, "Pada tengah malam, pada akhir tiap shalat fardhu." (Mashabih Assunah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tengah malam dan akhir shalat fardhu, ada juga waktu-waktu yang dimakbulkan doanya sudah tidak diragukan lagi, dan ini pun merupakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Seperti di sepertiga malam sampai fajar, diantara adzan dan iqamat, di waktu sujud, di bulan Ramadhan, dan di malam lailatul qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah keempat, orang-orang tertentu yang dikabulkan doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun setiap orang yang berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan memenuhi persyaratan-persyaratannya akan dikabulkan, namun ada orang yang doanya dijamin diperkenankan Allah. Setiap ratapan doanya didengar dan dikabulkan. Segala permintaan dan permohonannya mesti diberikan tanpa terkecuali. Allah ridha kepada mereka dan begitu menaruh perhatian yang sangat. Allah istimewakan mereka, karena pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada tara, akhlak yang mulia dan juga ketabahannya dalam menapaki kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah istimewakan kedua-orangtua yang mengasuh, mendidik, dan menafkahi anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka bimbing anaknya menuju jalan yang diridhai Allah, sampai usia anak dewasa. Orang tua seperti inilah yang segala permintaan dan permohonannya dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musafir yang bepergian untuk maksud baik dan tujuan mulia, orang yang menolong orang lain yang dalam kesempitan, seorang muslim yang mendoakan teman-temannya yang tidak hadir, dan orang shalih, doanya akan diperkenankan dan dikabulkan Allah SWT. Seperti halnya orang tua yang mangasuh anaknya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping orang-orang yang telah disebut di atas yang dikabulkan doanya, ada juga doa orang-orang yang diangkat Allah ke atas awan, dibukakan pintu langit, dan Allah tidak menolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, penguasa yang adil dan orang yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rangkaian ulasan tentang doa di atas, nyatalah bahwa berdoa itu tidak sembarangan dan main-main, tapi memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi, sehingga janji-janji Allah yang akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya akan menjadi kenyataan. namun harus diingat bahwa Allah dalam mengabulkan doa seseorang hamba, ada yang langsung terkabul di dunia, ada yang ditabung sampai di akhirat, dan ada pula diganti dengan mencegahnya dari bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, adalah masalah riba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sangat membenci riba dan inilah yang sering menjadi penghalang pintu doa kita kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Ali Imran 130 yang bunyinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, “Ada seorang yang menengadahkan tangannya ke langit berdoa, “Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, pakaiannya haram, dan daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah menjelaskan dosa-dosa riba. Dan yang paling ringan adalah seperti bersetubuh dengan ibu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Riba itu memiliki tujuh puluh pintu dan yang paling ringan adalah seperti seseorang yang bersetubuh dengan ibunya sendiri.” (Riwayat Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika kita sering berdoa tapi Allah masih belum mengabulkan juga. Jangan-jangan ada beberapa hal yang salah. Mungkin syarat-rukunnya salah, atau kita masih suka makanan haram dan bisa juga kita masih suka hal-hal berbau riba, hutang berbunga, atau mungkin juga karena kita pengguna jasa bunga bank dll." *aql&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-4662637537330634606?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/4662637537330634606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=4662637537330634606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4662637537330634606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4662637537330634606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/riba-dan-makanan-haram-menutup-semua.html' title='Riba dan Makanan Haram Menutup Semua Pintu Doamu!'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8fJ8vSObfNk/Tvq5b_GC9VI/AAAAAAAACRs/3qBMSp9a3lQ/s72-c/kue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5047678348539435170</id><published>2011-12-27T12:41:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T12:48:22.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FATWA'/><title type='text'>MUI: HARAM NATALAN BERSAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pqXYWIGM7JY/TvlcHVMsDqI/AAAAAAAACRg/H89QHdcCtGk/s1600/uskup251208.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pqXYWIGM7JY/TvlcHVMsDqI/AAAAAAAACRg/H89QHdcCtGk/s320/uskup251208.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690680885178535586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FATWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia&lt;br /&gt;TENTANG PERAYAAN&lt;br /&gt;NATAL BERSAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalah-artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka sama dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menimbang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah dan ibadahnya dengan Aqidah dan ibadah agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneliti kembali: Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al ~ Qur’an surat Al - Hujarat (49): 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al ~ Qur’an surat Lukman (31): 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang ini, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada Ku-lah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepada-mu apa yang telah kamu kerjakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al ~ Qur’an surat Mumtahanah (60): 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al ~ Qur’an surat Al - Kafirun (109): 1 – 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1."Katakanlah hai orang-orang kafir,&lt;br /&gt;       2.aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.&lt;br /&gt;       3.Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.&lt;br /&gt;       4.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.&lt;br /&gt;       5.Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.&lt;br /&gt;       6.Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Al ~ Qur’an surat Al - Baqarah (2): 42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahuinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahwa ummat Islam harus mengaruku ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al ~ Qur’an surat Maryam (19): 30 – 32:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      30."Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberikan Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.&lt;br /&gt;      31.Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup&lt;br /&gt;      32.(Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibuku (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Al ~ Qur’an surat Al - Baqarah (2): 285&lt;br /&gt;        "Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya dan mereka mengatakan: Kami mendengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al ~ Qur’an surat Al - Maidah (5): 72 - 73&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      72."Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putera Maryam. Pada hal Almasih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya sorga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zalim itu seorang penolong pun".&lt;br /&gt;      73."Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), pada hal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Al ~ Qur’an surat At - Taubah (9): 30&lt;br /&gt;        "Orang-orang Yahudi berkata" Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Almasih itu anak Allah. Demikian itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuha. Isa menjawab: Tidak. Hal itu berdasarskan atas Al ~ Quran surat Al - Maidah (5): 116 – 118:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     116."Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah? Isa menjawab: Maha Suci Engkau (Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.&lt;br /&gt;     117.Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu: Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku. Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;     118.Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika Engka mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al ~ Qur’an surat Al - Ikhlas ((112): 1 - 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1."Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;       2.Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.&lt;br /&gt;       3.Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.&lt;br /&gt;       4.Dan tidak seorang pun/sesuatu pun yang setara dengan Dia".&lt;br /&gt;Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Nabi dari Nu’man bin Basyir:&lt;br /&gt;    "Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang haram pun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang syubhat (sebagian halal, sebagian haram), kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barangsiapa yang memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barangsiapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di sekitar daerah larangan maka mungkin sekalin binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu yang haram jangan didekati)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kaidah Ushul Fikih&lt;br /&gt;    "Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Majelis Ulama Indonesia memfatwakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMISI FATWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( K.H. SYUKRI GHOZALI )&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( DRS. H. MAS’UDI )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5047678348539435170?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5047678348539435170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5047678348539435170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5047678348539435170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5047678348539435170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/mui-haram-natalan-bersama.html' title='MUI: HARAM NATALAN BERSAMA'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pqXYWIGM7JY/TvlcHVMsDqI/AAAAAAAACRg/H89QHdcCtGk/s72-c/uskup251208.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5847750434571752747</id><published>2011-12-27T09:51:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T09:53:12.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Apa dan Bagaimana Studi Islam di Barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WT4OIrvS-y8/TvkzCpDBplI/AAAAAAAACRU/729ggotQxMI/s1600/nabawi-10qgg1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WT4OIrvS-y8/TvkzCpDBplI/AAAAAAAACRU/729ggotQxMI/s320/nabawi-10qgg1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690635724630632018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DR. Daud Rasyid, M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala terjadi perubahan Menteri Agama dari Munawir Sjadzali kepada Tarmidzi Taher, maka salah satu persoalan penting yang dinanti-nanti banyak orang jawabannya, paling tidak oleh TEMPO, ialah soal pengiriman sarjana dan dosen IAIN untuk belajar Islam ke Barat. Soalnya, program ini boleh dikata adalah program Munawir yang sampai saat itu telah mengirimkan sekitar 200 sarjana IAIN ke berbagai universitas di Barat. Katanya, diharapkan pada akhir pelita itu, Indonesia punya 34 doktor dan 88 master di bidang keagamaan. (TEMPO 3/4). Dalam laporan itu, banyak sekali diungkap kehebatan-kehebatan belajar di Barat. Tetapi, ada semacam sikap yang kurang fair, yang seakan-akan memperalat Pak Rasjidi untuk melegitimasi "kebijakan" itu. Seolah-olah Pak Rasjidi sepenuhnya setuju dengan program belajar Islam ke Barat. Hal itu didasarkan hanya karena ia pernah memberikan semacam rekomendasi kepada harun Nasution untuk belajar di Mc. Gill. Jelas kesimpulan seperti ini keliru.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diharapkan oleh Pak Rasjidi pada awalnya, waktu memberi rekomendasi dan apa yang terjadi setelah di Mc. Gill, dapat dibaca dalam mukadimah bukunya yang berjudul Koreksi terhadap Harun Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu Rasjidi diilhami guru-gurunya di Mesir, seperti Syaikh Musthafa 'Abdur Raziq, pakar filsafat Islam dan lain-lain. Mereka itu pernah mengecap pendidikan di Perancis, tetapi gencar pula "menguliti" pemikiran-pemikiran orientalis. Rasjidi sendiri menempuh cara itu. Setelah menamatkan pendidikannya di Darul Ulum dan Fakultas Adab Universitas Kairo, ia "nyantri" di Sorbonne. Dengan bekal keilmuan yang cukup, yang telah dipersiapkan di Mesir, Rasjidi berhadapan dengan orientalis. Rasjidi akhirnya tampil sebagai sosok ilmuwan yang mengecap pendidikan Barat tetapi tidak terpengaruh dengan pola pikir orientalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasjidi berharap agar teman yang dikirimnya itu dapat mengikuti jejaknya, bersikap kritis, tidak membeo kepada orientalis itu. Tetapi, ternyata harapan itu berlainan dengan kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesialisasi Keilmuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Islam ke Barat memang sudah lama jadi masalah kontroversial. Sebab, dengan logika sederhana saja, orang dapat berpikir bahwa setiap disiplin ilmu haruslah dipelajari dari ahlinya (atau dari bangsa yang dikenal maju dalam bidang itu). Orang yang belajar pesawat terbang ke Jerman, belajar komputer ke Amerika, belajar kimia ke Perancis, dan sebagainya tentu itu sangat relevan. Janganlah terbalik: belajar ekonomi di negara yang kelaparan, belajar kedokteran di negara yang rawan penyakit, belajar elektro di negara yang minim listrik, apalagi belajar "agama" tertentu kepada orang yang antiagama tersebut, tentu saja dirasakan kurang tepat, kalau tidak dikatakan "ngaco".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara beberapa kalangan mengganggap metodologi Barat lebih unggul, tetapi sebenarnya di situlah letak kerancuannya. Karena kerancuan metodologi, maka ilmu apa pun yang dipelajari dari Barat akan menghasilkan tashawwur 'gambaran' yang serupa. Tidak hanya belajar tentang Islam, belajar yang lainnya, seperti politik, sosiologi, filsafat, dan ilmu-ilmu humanitas lainnya yang dikaitkan dengan Islam, akan sampai pada kesimpulan yang sama. Yaitu, menempatkan Islam pada posisi sebagai "tertuduh" yang harus dihukum. Jadi, bagi yang belajar politik Islam hanya bisa melihat gambaran-gambaran negatif dalam sejarah percaturan politik Islam. Mereka yang belajar sosiologi dan filsafat juga akan mendapatkan kesan-kesan negatif tentang masyarakat Islam dan sejarah pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan berarti bahwa penulis secara total menolak belajar ke Barat. Mungkin saja dibolehkan untuk kondisi tertentu dan dalam batas-batas tertentu pula. Tetapi, dalam kondisi yang minus ulama, tingkat pemahaman agama Islam yang amat sederhana, tentu belajar ke Barat memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang lebih matang dan terencana. Bila kita membuat perbandingan dengan Mesir, misalnya, yang telah "banjir" ulama, "doktor", dan sarang para pemikir, kualitas pendidikan yang relatif mapan, toh belajar Islam ke Barat tidak pernah menjadi program mereka. Bahkan, tidak pernah didorong atau digalakkan, kecuali sekadar usaha-usaha individual yang sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemah Materi dan Metodologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sementara orang berasumsi bahwa studi Islam di dunia Arab kaya dengan materi tetapi lemah di bidang metodologi. Sementara di sisi lain, studi Islam di Barat miskin materi tetapi kaya dalam metodologi. Benarkah Barat lebih baik dari segi metodologi? Kalau secara materi, itu sudah dapat diduga, di dunia Arab lebih baik ketimbang di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara materi, Barat sampai saat ini tidak mampu mengeluarkan sarjana-sarjana yang menguasai bidang-bidang tertentu dari ilmu Islam, seperti ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih, ahli bahasa, ahli sejarah, dan sebagainya. Selain itu, karya ilmiah yang dihasilkan oleh orientalis dalam bidang keislaman belum terlihat berarti dibanding karya-karya yang ditinggalkan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dilakukan oleh kaum orientalis pada umumnya ialah mengumpulkan manuskrip, memberi komentar buku-buku klasik dan menerjemahkannya ke bahasa-bahasa Eropa. Yang agak bernilai dari karya mereka adalah ensiklopedi hadits (Al-Mu'tazilah'jam al-Mufahras li Alfazh al-Hadits) dan sejarah sastra Arab (Tarikh al-Adab al-'Arabi) karya Karl Brockelmann. Karya yang pertama memang bermanfaat bagi orang-orang yang baru mengenal hadits. Tetapi, dia bukanlah segala-galanya dalam dunia hadits. Kitab-kitab ensiklopedi hadits yang lebih lengkap telah lebih dahulu diwariskan oleh ulama-ulama hadits. Hanya saja metodenya berbeda. Bahkan, kekeliruan dan kelemahan-kelemahan karya orientalis itu cukup banyak dan dihimpun dalam buku Adhwa 'ala Akhtha' al-Mustasyriqin oleh Dr. Sa'ad al-Murshafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar karya-karya orientalis diwarnai oleh sikap-sikap seperti memutarbalikkan fakta, memalsukan sejarah, menyalahpahami teks, serta menyusupkan kebohongan dan fitnah. Tetapi, secara umum karya-karya sebagian orientalis yang jujur itu kita hargai dan bermanfaat bagi sebagian peneliti, khususnya pemula. Tetapi, porsinya harus dilihat secara objektif, tanpa dilebih-lebihkan. Sebab, Semua itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan karya ulama-ulama kita yang klasik ataupun yang modern, yang tidak tertampung oleh perpustakaan mana pun di dunia ini, karena banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang sikap "objektif" dan "bebas" (tidak memihak) yang merupakan karakteristik ilmiah, maka para peneliti Barat dalam tulisan dan kajian mereka tentang Islam sulit sekali ditemukan sikap netral dan objektif ini. Mereka hanya mau bebas (dalam artian tidak memihak) ketika berhadapan dengan materi yang tidak ada hubungannya dengan kajian keislaman. Adapun terhadap kajian-kajian Islam, mereka tidak mampu melepaskan subjektivitasnya sebagai nonmuslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat hingga saat ini masih menyimpan gambaran suram dan jelek tentang Islam dan umatnya. Sebuah warisan "hitam" yang meracuni pemikiran mereka, yang mereka warisi sejak "Perang Salib" dan belum membuangnya hingga saat ini. Ini diakui sendiri oleh pemikir mereka, seperti Gustav Lobon, filsuf Perancis dan "moyangnya" kaum sosiolog dan sejarawan Barat di abad kesembilan belas. Ia menerangkan dalam bukunya, Peradaban Islam, bahwa peneliti-peneliti Barat dalam menerangkan masalah-masalah yang berhubungan dengan Islam akan menanggalkan sikap netral dan objektif . Peneliti Barat, tanpa disadarinya, pasti akan memihak dan intoleran. Buku inilah, kalau boleh dibilang "moderat", yang paling moderat yang ditulis oleh ilmuwan Barat tentang Islam dan peradabannya. Oleh karena itu pula, Gustav Lobon tidak dihargai, bahkan dibenci oleh orientalis Barat. Sikap penulis Barat yang tidak jujur pernah juga dibeberkan belakangan oleh Motegomery Watt, orientalis Inggris, dalam buku Apakah Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan Fundamental Orientalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengamat studi orientalis yang jujur mengemukakan beberapa kelemahan orientalis yang sulit dipungkiri siapa pun. Di antaranya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak menguasai bahasa Arab secara baik, sense bahasa yang lemah, dan pemahaman yang terbatas atas konteks pemakaian bahasa Arab yang variatif. Kelemahan ini tentu mempengaruhi pemahaman mereka atas referensi-referensi Islam yang inti, seperti Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karena itu, pemahaman mereka tentang Islam dan risalahnya rancu dan kabur. Hal ini diungkapkan oleh Syaikh Musthafa as-Siba'i setelah ia meninjau langsung pusat orientalisme di sekitar Eropa dan berdialog langsung dengan para orientalis. Para orientalis itu pada akhirnya banyak yang mengakui bahwa keterbatasan mereka dalam memahani materi-materi keislaman lebih menonjol ketimbang kelebihan metodologi yang mereka miliki. Bahkan, ada di antara mereka yang berterus terang bahwa Arablah (muslimlah) yang seharusnya memegang pekerjaan ini. Keterbatasan dalam menguasai bahasa Arab sangat mempengaruhi pemahaman mereka tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perasaan "superioritas" sebagai orang Barat. Ilmuwan Barat, khususnya orientalis, senantiasa merasa bahwa "Barat" adalah "guru" dalam segala hal, khususnya dalam logika dan peradaban. Mereka cenderung tidak mau digurui oleh orang Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orientalis Barat sangat memegang teguh doktrin-doktrin mereka yang tidak boleh dikritik, bahkan sampai ke tingkat fanatik buta. Di antaranya dua doktrin inti, yaitu bahwa Al-Qur'an dalam pandangan insan Barat bukan kalam Allah dan Muhammad bukan rasul Allah. Doktrin ini sudah lebih dulu tertanam dalam pikiran mereka sebelum meneliti, sebab ini merupakan doktrin agama mereka yang ditanamkan sejak kecil. Sehingga, penelitian yang dilakukannya diarahkan hanya untuk mendukung asumsinya saja, bukan ingin mencari kebenaran secara objektif dan bebas. Karena itulah, peneliti-peneliti Barat menelan mentah-mentah riwayat-riwayat palsu, membesar-besarkan masalah kecil, menggunakan tuduhan palsu sebagai argumentasi, dan beralasan dengan sesuatu yang tidak diakui sebagi dalil. Mereka menolak semua pendapat yang berbeda dengan pikirannya, sekalipun itu benar dan argumentatif. Apa yang bisa diperoleh dari manusia-manusia seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi metodologi, dia telah memiliki prakonsepsi dan tidak mau dikritik, bahkan fanatis. Oleh karena itu, hati-hati dengan hasil karya mereka. Sebab, dari mereka ada yang bersikap halus. Dalam tulisan-tulisannya, mereka sengaja menyajikan Islam secara benar dan kejayaannya di masa silam. Tetapi, ada satu atau dua poin konsep yang sangat membahayakan mereka selipkan dalam tulisan itu. Pujian dan sanjungan mereka terhadap Islam di permulaan bertujuan untuk menggiring pembaca untuk membenarkan seluruh isi buku dan tidak merasakan hal-hal yang ganjil, sehingga berkesimpulan bahwa penulis tersebut jujur dan objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kasus Noel J. Coulson, orientalis Inggris, guru besar "hukum Islam" di Universitas London. Sepintas lalu dengan membaca karya-karyanya, orang akan mengira bahwa Coulson adalah orientalis yang jujur. Karena, ia mengakui bahwa sistem hukum Islam adalah sistem yang dinamis, bisa digunakan, dan telah mengakar dalam sanubari umatnya. Berbeda sekali dengan pandangan gurunya, Joseph Schacht yang terang-terangan anti-hukum Islam, dan menuduhnya dengan sederetan tuduhan keji yang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela sanjungannya dalam buku A History of Islamic Law, Coulson punya sejumlah pendapat yang aneh-aneh tentang kekuatan As-Sunnah sebagai sumber hukum dan tentang ushul fiqih. Coulson mengatakan bahwa Imam Syafi'i adalah "founder" 'penemu' ushul fiqih. Sebuah pendapat yang tidak pernah dibenarkan oleh ahli-ahli ushul fiqih sendiri. Ia juga berpendapat bahwa kedudukan As-Sunnah sebagai pelengkap Al-Qur'an untuk menyelami kehendak Ilahi pertama kali dikemukakan oleh Imam Syafi'i. Sepintas lalu Coulson terkesan mengagumi kehebatan Imam Syafi'i (yang memang hebat, walapun tidak perlu dikagumi Coulson), tetapi ada suatu kesan terselubung dari ungkapan itu. Yakni, bahwa sebelum Imam Syafi'i ilmu ushul fiqih belum ada. Padahal, rentang waktu dua abad sebelumnya justru merupakan pondasi berdirinya "building" ushul fiqih pada fase-fase berikutnya. Pandangan Coulson itu mengesankan bahwa sebelum datangnya Imam Syafi'i, para fuqaha tidak memiliki kerangka berijtihad yang disepakati bersama. Jelas ini merupakan sebuah pemutarbalikkan fakta. Lalu, bagaimana dahulu para fuqaha selama dua ratus tahun menetapkan hukum bagi kasus-kasus yang terjadi dalam masyarakat Islam, kalau mereka tidak punya standar yang disepakati bersama? Apakah mereka harus menunggu selama dua abad tidak berijtihad, hingga Imam Syafi'i datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Banyak dari kajian-kajian orientalisme yang terkait erat dengan kepentingan negara-negara tertentu yang mendanai kajian itu. Percuma saja negara-negara Barat menghamburkan uangnya jutaan bahkan miliaran dollar hanya untuk kepentingan ilmiah semata, kalau bukan karena ada target-target tertentu yang sangat berharga bagi kepentingan mereka. Target itu bisa bersifat politis, bisnis, strategis, dan misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seperti pernah diungkap oleh Prof. Ismail al-Faruqi dalam sebuah artikelnya di majalah The Contemporary Muslim bahwa studi Islam di Barat, khususnya di Amerika Serikat, tidak pernah luput dari misi zionis dan salibis. Orientalis yang mengajar di jurusan itu, katanya, sebagian besar orang Yahudi atau Kristen fanatis. Di beberapa universitas Amerika, studi Islam ditempatkan di Fakultas Lahut (teologi), jurusan "misionarisme" dan materinya dikenal dengan "perbandingan agama". Dosen-dosen yang ada di sana kerjanya mencari "titik-titik lemah" Islam untuk diserang. Oleh karena itu, kajian-kajian mereka banyak menyangkut aliran-aliran yang menyimpang. Misalnya, Syi'ah, Isma'iliyah, Tasawud (mistisisme), Ahmadiyah, an Baha'iyyah. Jika mereka belajar Al-Qur'an, hadits, dan fiqih, motivasinya adalah untuk mengkritik kebenaran materi-materi itu. Dan ultimate-goal-nya untuk mencari "titik-titik lemah". Sebagai misal, tulis Faruqi, "Pusat Studi Perbandingan Agama" di Harvard berada di bawah Fakultas Teologi. Demikian juga di Universitas Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang staf pengajar, semuanya nonmuslim. Kalaupun ada yang muslim, biasanya orang-orang yang tidak "laku" di negerinya, karena punya pikiran yang aneh-aneh. Mereka ini sengaja disambut hangat oleh Amerika Serikat karena pikiran mereka sejalan dengan misi Zionis. "Umpamanya seorang Prof. asal Pakistan," kata mantan guru besar Islamic Study di Temple Universitas itu memberi sontoh. Intelektual Pakistan ini sempat diusir oleh pemerintahnya karena dihukum murtad oleh seluruh ulama di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Faruqi ini tentu bukan sekadar asumsi yang apriori. Sebab, ia terlibat langsung dalam "pergulanan" orientalisme di Amerika Serikat. Pengalamannya adalah sebagai ketua jurusan IS di Temple dan sebagai guru besar selama bertahun-tahun di AS dan berbagai universitas Barat lainnya. Sehingga, akhirnya ia mengakhiri hayatnya sebagai "syahid" karena dibunuh oleh agen-agen Zionis. Semua ini agaknya merupakan "pelajaran berharga bagi setiap orang yang hendak belajar Islam kepada orientalis. Itulah inti nasihat Al-Faruqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebagai seorang muslim yang baik tentu kita harus memikirkan secara jernih risiko dan dampaknya di kemudian hari. Jika hasil dari belajar Islam ke Barat ternyata seperti apa yang kita lihat hari ini, yaitu betapa banyaknya pikiran-pikiran yang menyimpang dari para alumni Barat, ini jelas memperkuat kebenaran analisis Faruqi. Ternyata bantuan luar negeri dalam bentuk beasiswa studi Islam di Barat sebenarnya adalah sebuah upaya merusak pemikiran. Sepintas lalu gejala ini sama dengan tawaran "supermi dan beras" kepada warga muslim yang miskin di beberapa tempat. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah di dalam Al-Qur'an (yang artinya), "Maka sekali-kali janganlah kamu tertipu oleh gemerlapnya kehidupan dunia dan sekali-kali janganlah syaithan yang pintar menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (Faathir: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diadaptasi dari Pembaruan Islam dan Orientalisme dalam Sorotan, Daud Rasyid (Jakarta: Akbar, Media Eka Sarana, 2002), hlm. 117-125, 129, 131) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5847750434571752747?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5847750434571752747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5847750434571752747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5847750434571752747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5847750434571752747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/apa-dan-bagaimana-studi-islam-di-barat.html' title='Apa dan Bagaimana Studi Islam di Barat'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WT4OIrvS-y8/TvkzCpDBplI/AAAAAAAACRU/729ggotQxMI/s72-c/nabawi-10qgg1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-4915541437539576735</id><published>2011-12-27T08:39:00.002+07:00</published><updated>2011-12-27T08:43:52.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Sikap NU dan Muhammadiyah terhadap Ucapan Natal dan Menjaga Gereja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-f_hb3KK6I1g/Tvki0fzarmI/AAAAAAAACRI/aGLjymDI_lU/s1600/benser.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-f_hb3KK6I1g/Tvki0fzarmI/AAAAAAAACRI/aGLjymDI_lU/s320/benser.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690617889445031522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto: Perwakilan barisan Anshor Sebagunua (Banser) NU, menunjukkan cinderamata yang berasal dari jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton di Solo/ant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhammad Idrus Ramli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam tentu meyakini misi rahmatan lil-‘alamin, sebab  istilah rahmatan lil-‘alamin telah dinyatakan oleh al-Qur’an. Istilah rahmatan lil-‘alamin dipetik dari salah satu ayat al-Qur’an;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ma maa arsalnaaka illaa rahmatan lil-‘aalamiin (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam).” (QS al-Anbiya’ : 107).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat itu,  “rahmatan lil-‘alamin” secara tegas dikaitkan dengan kerasulan Nabi Muhammad saw. Artinya, Allah tidaklah menjadikan Nabi saw sebagai rasul, kecuali karena kerasulan beliau menjadi rahmat bagi semesta alam. Karena rahmat yang diberikan Allah kepada semesta alam ini dikaitkan dengan kerasulan Nabi saw, maka umat manusia dalam menerima bagian dari rahmat tersebut berbeda-beda. Ada yang menerima rahmat tersebut dengan sempurna, dan ada pula yang menerima rahmat tersebut tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, sahabat Nabi Salallahu 'Alaihi Wa Sallam, pakar dalam Ilmu Tafsir menyatakan: “Orang yang beriman kepada Nabi saw, maka akan memperoleh rahmat Allah dengan sempurna di dunia dan akhirat. Sedangkan orang yang tidak beriman kepada Nabi saw, maka akan diselamatkan dari azab yang ditimpakan kepada umat-umat terdahulu ketika masih di dunia seperti dirubah menjadi hewan atau dilemparkan batu dari langit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penafsiran yang dinilai paling kuat oleh al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi dalam tafsirnya, al-Durr al-Mantsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran di atas diperkuat dengan hadits shahih yang menegaskan bahwa rahmatan lil-‘alamin telah menjadi karakteristik Nabi saw dalam dakwahnya. Ketika sebagian sahabat mengusulkan kepada beliau, agar mendoakan keburukan bagi orang-orang Musyrik, Nabi saw menjawab: “Aku diutus bukanlah sebagai pembawa kutukan, tetapi aku diutus sebagai pembawa rahmat.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran di atas memberikan gambaran, bahwa karakter rahmatan lil-‘alamin memiliki keterkaitan sangat erat dengan kerasulan Nabi saw. Dalam kitab-kitab Tafsir, tidak ditemukan keterkaitan makna rahmatan lil-‘alamin dengan sikap toleransi yang berlebih-lebihan dengan komunitas non-Muslim. Ini berangkat dari kenyataan bahwa rahmatan lil-‘alamin sangat erat kaitannya dengan kerasulan Nabi saw, yakni penyampaian ajaran Islam kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang Muslim, dalam menghayati dan menerapkan pesan Islam rahmatan lil-‘alamin tidak boleh menghilangkan misi dakwah yang dibawa oleh Islam itu sendiri. Misalnya, memberikan khotbah dalam acara kebaktian agama lain, menjaga keamanan tempat ibadah agama lain dan acara ritual agama lain, atau doa bersama lintas agama dengan alasan itu adalah “Islam rahmatan lil-‘alamin”.   Kegiatan-kegiatan semacam itu justru mengaburkan makna rahmatan lil-‘alamin yang berkaitan erat dengan misi dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dimaklumi, selain sebagai rahmatan lil-‘alamin, Nabi saw diutus juga bertugas sebagai basyiiran wa nadziiran lil-‘aalamiin (pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada seluruh alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. al-Furqan : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan (basyiiran wa nadziiran), tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’ : 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengejawantahan dari ayat-ayat ini, seorang Muslim dalam interaksinya dengan orang lain, selain harus menerapkan watak rahmatan lil-‘alamin, juga bertanggungjawab menyebarkan misi basyiran wa nadziran lil-‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang umatnya berinteraksi dengan komunitas agama lain. Rahmat Allah yang diberikan melalui Islam, tidak mungkin dapat disampaikan kepada umat lain, jika komunikasi dengan mereka tidak berjalan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, para ulama fuqaha dari berbagai madzhab membolehkan seorang Muslim memberikan sedekah sunnah kepada non Muslim yang bukan kafir harbi. Demikian pula sebaliknya, seorang Muslim diperbolehkan menerima bantuan dan hadiah yang diberikan oleh non Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama fuqaha juga mewajibkan seorang Muslim memberi nafkah kepada istri, orang tua dan anak-anak yang non Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, karena seorang Muslim bertanggungjawab menerapkan basyiran wa nadziran lil-‘alamin, Islam melarang umatnya berinteraksi dengan non Muslim dalam hal-hal yang dapat menghapus misi dakwah Islam terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas ulama fuqaha tidak memperbolehkan seorang Muslim menjadi pekerja tempat ibadah agama lain, seperti menjadi tukang kayu, pekerja bangunan dan lain sebagainya, karena hal itu termasuk menolong orang lain dalam hal kemaksiatan, ciri khas dan syiar agama mereka yang salah dalam pandangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. al-Ma’idah : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Lintas Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa bersama lintas agama, dewasa ini juga agak marak dilakukan. Sebagian beralasan Islam rahmatan lil-‘alamin.  Padahal, karakter rahmatan lil-‘alamin, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan doa bersama lintas agama. Sebagaimana dimaklumi, doa merupakan inti dari pada ibadah (mukhkhul ‘ibadah), yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang, seorang Muslim berdoa kepada Allah, dengan harapan memperoleh pertolongan agar segera keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Tentu saja, ketika seseorang berharap agar Allah segera mengabulkan doanya, ia harus lebih berhati-hati, memperbanyak ibadah, bersedekah, bertaubat dan melakukan kebajikan-kebajikan lainnya. Dalam hal ini, semakin baik jika ia memohon doa kepada orang-orang saleh yang dekat kepada Allah. Hal ini sebagaimana telah dikupas secara mendalam oleh para ulama fuqaha dalam bab shalat istisqa’ (mohon diturunkannya hujan) dalam kitab-kitab fiqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendapat di kalangan ulama fuqaha, tentang hukum menghadirkan kaum non Muslim untuk doa bersama dalam shalat istisqa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menurut mayoritas ulama (madzhab Maliki, Syafi’i dan Hanbali), tidak dianjurkan dan makruh menghadirkan non Muslim dalam doa bersama dalam shalat istisqa’. Hanya saja, seandainya mereka menghadiri acara tersebut dengan inisiatif sendiri dan tempat mereka tidak berkumpul dengan umat Islam, maka itu tidak berhak dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menurut madzhab Hanafi dan sebagian pengikut Maliki, bahwa non Muslim tidak boleh dihadirkan atau hadir sendiri dalam acara doa bersama shalat istisqa’, karena mereka tidak dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa. Doa istisqa’  ditujukan untuk memohon turunnya rahmat dari Allah, sedangkan rahmat Allah tidak akan turun kepada mereka. Demikian kesimpulan pendapat ulama fuqaha dalam kitab-kitab fiqih. Maka, jika doa diharapkan mendatangkan rahmat dari Allah, sebaiknya didatangkan orang-orang saleh yang dekat kepada Allah, bukan mendatangkan orang-orang yang yang jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Bahtsul Masail al-Diniyah al-Waqi’iyyah Muktamar NU di PP Lirboyo Kediri, 21-27 November 1999, menyatakan, bahwa “Doa Bersama Antar Umat Beragama” hukumnya haram. Diantara dalil yang mendasarinya: Kitab Mughnil Muhtaj, Juz I hal. 232: “Wa laa yajuuzu an-yuammina ‘alaa du’aa-ihim kamaa qaalahu ar-Rauyani li-anna du’aal kaafiri ghairul maqbuuli.” (Lebih jauh, lihat:  Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam: Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004), penerbit: Lajtah Ta’lif wan-Nasyr, NU Jatim, cet.ke-3, 2007, hal. 532-534). Wallahu a’lam.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Pengurus Lajnah Ta’lif  wan Nasyr PWNU Jawa Timur. Tulisan ini sudah dimuat di Jurnal Islamia-Republika, Kamis 15 Desember 2011 dengan judul “Rahmatan Lil-‘Alamin dan Toleransi”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-4915541437539576735?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/4915541437539576735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=4915541437539576735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4915541437539576735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4915541437539576735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/sikap-nu-dan-muhammadiyah-terhadap.html' title='Sikap NU dan Muhammadiyah terhadap Ucapan Natal dan Menjaga Gereja'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-f_hb3KK6I1g/Tvki0fzarmI/AAAAAAAACRI/aGLjymDI_lU/s72-c/benser.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3880799772084880623</id><published>2011-12-23T15:47:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T15:54:28.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Liberalisme dan Feminisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qNu37H2bDP4/TvRBuHsHm1I/AAAAAAAACQ8/gQ-08vIiv-k/s1600/feminisme-femininitas-budaya-populer.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qNu37H2bDP4/TvRBuHsHm1I/AAAAAAAACQ8/gQ-08vIiv-k/s320/feminisme-femininitas-budaya-populer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689244489869663058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gelombang liberalisme di Indonesia masuk berbagai pintu. Salah satu pintu yang boleh dikatakan sukses adalah pintu isu kesetaraan gender. Isu ini bahkan telah berhasil menembus kebijakan negara. Alhasil, gender mainstreaming menjadi salah satu program penting dalam semua lini program yang dicanangkan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga meratifikasi MDGs (Milenium Development Goals) yang salah satu indikatornya adalah pengarus-utamaan gender. Targetnya sangat telanjang: menyamakan peran laki-laki dan perempuan. Artikel ini tidak akan membicangkan masalah ini. Yang akan menjadi fokus adalah asal-muasal dari mana gerakan ini muncul di negeri ini? Apakah tepat konteks sosial Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gerakan perempuan di Indonesia mulai menyeruak ke permukaan setelah terbit buku kompilasi surat-menyurat Kartini dengan teman-teman Belandanya (Ny. Abendanon, Stella, Ny. Ovink-Soer, dll) bertajuk Door Duisternis Tot Licht (1911). Buku ini menjadi populer ketika Armin Pane, pujangga angkatan Balai Pustaka, menerjemahkannya dan memberinya judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini dianggap memberi inspirasi bagi kaum wanita di Indonesia untuk memperjuangkan harkat dan martabatnya agar sejajar dengan laki-laki. Alhasil kata “emansipasi wanita” menjadi kata-kata yang sangat familiar di negeri ini; dan Kartini pun didaulat sebagai salah seorang pahlawan wanita kebangga bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat-suratnya, Kartini bercerita tentang kegetiran dan nestapa yang dialaminya sebagai anak-wanita seorang priyayi Jawa (Bupati). Ia selalu ditempatkan sebagai makhluk kelas dua setelah saudara laki-lakinya. Perannya dianggap lebih rendah dibandingkan laki-laki. Ayahnya menikah secara poligami yang membuatnya sangat tidak senang, sekalipun akhirnya ia harus menerima kenyataan menjadi istri keempat Bupati Rembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pengalaman yang dialaminya itu, Kartini sampai pada kesimpulan bahwa wanita Indonesia harus bergerak dan bangkit melawan penindasan ini. Untuk bangkit itu, “Kartini bercita-cita memberi bekal pendidikan kepada anak-anak perempuan, terutama budi pekerti, agar mereka menjadi ibu yang berbudi luhur, yang dapat berdiri sendiri mencari nafkah sehingga mereka tidak perlu kawin kalau mereka tidak mau.” (Sulastin Sutrisno, Surat-Surat Kartini, Djambatan, 1985: xvii).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada titik ini, pemikiran-pemikiran feminis Kartini terlihat terang-benderang, walaupun akhirnya ia memilih untuk meninggalkan pemikiran-pemikirannya ini. Kartini rupanya lebih senang menjadi wanita Jawa apa adanya. Ia memilih untuk menikah, punya anak, dan tidak bekerja mencari nafkah sendiri seperti yang ia angankan sebelumnya. Bahkan pernikahan poligami yang sebelumnya sangat dimusuhi dan dianggapnya sangat “diskriminatif” terhadap wanita, akhirnya ia jalani. Keputusannya ini sangat disayangkan oleh teman-teman Balandanya, terutama Stella. Stella kecewa atas perubahan pikiran dalam diri Kartini. Sebagai seorang penganut feminisme yang sudah mendarah-daging, Stella betul-betul tidak dapat mengerti keputusan Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini sendiri tidak terlihat sama sekali merasa tertindas atas pernikahan poligaminya itu. Bahkan beberapa saat setelah pernikahannya Kartini menulis surat kepada J.H. Abendanon dan istrinya yang menunjukkan bahwa pernikahannya, sekalipun pernikahan keempat bagi suaminya, sama sekali baik-baik saja.&lt;br /&gt;“Kawan-kawan yang baik dan budiman. Saya tahu betul-betul, bagaimana surat ini diharap-harapkan, surat saya yang pertama dari rumah saya yang baru. Alhamdulillah, di rumah itu dalam segala hal keadaan saya baik dan menyenangkan; di situ yang seorang dengan dan karena yang lain bahagia…” (Surat-Surat Kartini, hal. 348).&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati perjalanan hidup Kartini seperti itu, patut dipertanyakan dari mana Kartini punya pikiran feminis pada awal-awal suratnya? Padahal, sejatinya Kartini adalah wanita Jawa yang ternyata lebih menghayati kehidupan budayanya. Kesenangannya justru lahir dalam harmoni mengikuti ritme budaya tempat sekian lama ia hidup dan sudah mendarah daging sejak lahir. Ia tidak pernah senang menjadi wanita pemberontak seperti yang diajarkan para feminis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab kalau kita tidak mencermati di mana Kartini bersekolah dan dengan siapa ia berkirim surat. Kartini bersekolah di sekolah Belanda karena ia seorang anak bupati yang bisa menikmati sekolah bersama dengan anak-anak Belanda. Menjelang abad ke-20 saat Kartini bersekolah adalah saat ide-ide politik etis yang dipengaruhi kelompok liberal di Belanda tengah menjadi arus wacana utama di Hindia Belanda (baca: Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena arus wacana politik etis, karena bersekolah di sekolah Belanda sudah tentu Kartini akan menyerap berbagai paham yang tengah berkembang di Barat. Salah satu yang tidak bisa dihindari adalah liberalisme. Pandangannya tentang kedudukan laki-laki dan perempuan pun hampir bisa dipastikan banyak terpengaruh pandangan-pandangan liberal yang diajarkan guru-guru belandanya di sekolah. Dari sekolah Belanda ini pula Kartini bertemu dengan buku-buku dan surat kabar yang berhaluan liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh feminis yang paling meyakinkan dalam surat-suratnya adalah teman-teman korespondensinya sendiri. Stella Zeehandelar adalah salah seorang yang paling feminis dibanding teman-temannya yang lain. Usianya lebih tua 5 tahun dari Kartini, anak dari orang tua Yahudi-Belanda. Ia penganut sosialis yang sangat kuat dan aktivis feminis sejak masih di Belanda sampai bekerja di Indonesia. Kartini berkenalan dengan Stella pada tahun 1899 melalui redaksi De Hollandse Leile, majalah wanita yang saat itu sangat populer. Teman-temannya yang lain pun rata-rata berpaham liberal seperti pada umumnya orang-orang yangd atang dari Belanda pada abad ke-19 dan 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham feminis yang muncul dalam surat-surat Kartini hampir bisa dipastikan berasal dari dua sumber di atas: sekolah Belanda dan teman-teman Belandanya. Beruntung bahwa Kartini sesungguhnya tidak benar-benar menjadi feminis yang ekstrim: memusuhi laki-laki. Feminisme bagi Kartini hanya sebatas wacana yang bergolak dalam pikirannya. Selebihnya ia sampaikan itu dalam surat-suratnya. Kartini sendiri tidak pernah berniat sama sekali mempublikasikan pikiran-pikirannya itu, bahkan sampai ia meninggal tahun 1904 dalam usia 25 tahun beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru yang mempromosikan pemikiran-pemikiran feminis ini adalah Mr. J.H. Abendanon, Menteri Agama, Pengajaran, dan Kerajinan Hindia Belanda. Ia mengumpulkan semua surat-surat Kartini, menyusunnya, kemudian menerbitkannya tujuh tahun setelah Kartini wafat. Abendanon sendiri, secara politis, adalah penganut aliran etis (baca: liberal) di Belanda. Sangat wajar kalau ia kemudian mempromosikan ide-ide liberal seperti yang tercermin dalam surat-surat Kartini. Secara tidak langsung Abendanon ingin mengajarkan feminisme-liberal kepada masyarakat Indonesia, namun meminjam tangan anak bangsa Indonesia sendiri, Kartini. Inilah sesungguhnya awal mula benih feminisme-liberal ditaburkan di bumi Indonesia yang sesungguhnya tidak menyimpan masalah besar dalam hubungan laki-laki perempuan, sejak Islam datang ke negeri ini. Wallâhu A’lam.&lt;br /&gt;Penulis: Tiar Anwar Bachtiar&lt;br /&gt;(Mahasiswa S3 Sejarah – Universitas Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3880799772084880623?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3880799772084880623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3880799772084880623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3880799772084880623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3880799772084880623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/liberalisme-dan-feminisme.html' title='Liberalisme dan Feminisme'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qNu37H2bDP4/TvRBuHsHm1I/AAAAAAAACQ8/gQ-08vIiv-k/s72-c/feminisme-femininitas-budaya-populer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-4550766006931907512</id><published>2011-12-23T15:41:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T15:45:05.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Toleransi dan Kerukunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ifZovHQMlGI/TvQ_ids-cOI/AAAAAAAACQw/8n3DCz-qyUs/s1600/lin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ifZovHQMlGI/TvQ_ids-cOI/AAAAAAAACQw/8n3DCz-qyUs/s320/lin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689242090597150946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Umat Islam di wilayah Jabodetabek tidak toleran!” Itu salah satu kesimpulan yang dimunculkan sebuah lembaga survei di Jakarta. Lembaga yang mengusung jargon “Institute for Democracy and Peace”  ini – dalam buku terbitannya yang berjudul Wajah Para ‘Pembela’ Islam, menyimpulkan bahwa kelompok Islam fundamentalis atau Islam radikal sering mengganggu kebebasan beragama/berkeyakinan warga masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kriteria untuk mengukur kadar toleransi suatu masyarakat adalah kesediaan untuk menerima perpindahan agama dan penerimaan terhadap pernikahan beda agama. Hasil survei kelompok ini di Jabotabek, menunjukkan ada 84,13 persen masyarakat tidak menyukai pernikahan beda agama. Lalu disimpulkan: “Dari temuan survei ini terlihat bahwa untuk perbedaan identitas dalam lingkup relasi sosial yang lebih luas (berorganisasi, bertetangga, dan berteman) masyarakat Jabodetabek secara umum lebih memperlihatkan sikap toleran. Namun, dalam lingkup relasi yang lebih personal dan menyangkut keyakinan (anggota keluarga menikah dengan pemeluk agama lain atau pindah ke agama lain) sikap mereka cenderung kurang toleran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei itu juga menunjukkan data, bahwa orang yang beragama Islam menunjukkan penolakan yang lebih tinggi (82,6 persen) terhadap anggota keluarganya yang berpindah agama. Sementara, di kalangan pemeluk agama selain Islam ada 45,4 persen yang menyatakan dapat menerima anggota keluarganya berpindah agama, karena soal agama adalah urusan pribadi. Terhadap orang yang tidak beragama, hanya 25,2 persen responden yang menyatakan dapat menerima, karena menganggap agama hanyalah urusan pribadi.&lt;br /&gt;Terhadap fenomena ini, disimpulkan: “Singkatnya, secara umum tidak ada toleransi atas orang-orang yang tidak beragama. Tidak beragama masih dianggap sebagai sebuah tabu yang tidak dapat ditoleransi di mata kaum urban Jabodetabek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap responden terhadap aliran Ahmadiyah, hanya 28,7 persen yang berpendapat Ahmadiyah memiliki hak untuk menganut keyakinan mereka. Sedangkan 40,3 persen menganggap Ahmadiyah sesat, dan 45,4 persen menyatakan, sebaiknya Ahmadiyah dibubarkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap data tersebut, ditariklah sebuah kesimpulan: “Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan sikap keagamaan yang intoleran pada masyarakat Jabodetabek. Agar tidak mengakibatkan kerancuan pemahaman, maka perlu digarisbawahi bahwa kecenderungan toleran untuk beberapa hal, namun intoleran untuk sejumlah hal lain sebagaimana ditunjukkan oleh temuan survei ini, tetap harus dinyatakan sebagai ekspresi sikap intoleran. Hal ini didasarkan atas pengertian toleransi sebagai kemampuan dan kerelaan untuk menerima segala bentuk perbedaan identitas pihak lain secara penuh. Atas dasar itu, kegagalan untuk dapat menerima perbedaan identitas secara utuh  sama maknanya dengan sikap intoleran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dikategorikan tidak toleran, lalu diberi cap radikal, yang direkomendasikan untuk dilakukan proses “deradikalisasi” terhadap mereka. . “Dengan mengenali organisasi-organisasi Islam radikal, diharapkan sejumlah langkah dapat dilakukan oleh negara untuk menghapus intoleransi dan diskriminasi agama/keyakinan. Menegakkan hukum bagi para pelaku kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi serta melakukan deradikalisasi pandangan, perilaku dan orientasi keagamaan melalui kanal politik dan ekonomi adalah rekomendasi utama penelitian ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi: fakta dan opini&lt;br /&gt;Ingat kasus Dr. Marwa El-Sherbini? Muslimah Jerman asal Mesir ini, pada 1 Juli 2009, dibunuh dengan sangat sadis oleh seorang non-Muslim di Pengadilan Dresden Jerman. Dr. Marwa – saat itu – sedang hamil 3 bulan. Ia dihujani tusukan pisau sebanyak 18 kali, dan meninggal di ruang sidang. Dr. Marwa hadir di sidang pengadilan, mengadukan seorang pemuda Jerman bernama Alex W. yang menjulukinya sebagai “teroris” karena ia mengenakan jilbab. Pada suatu kesempatan, Alex juga pernah berusaha melepas jilbab Marwa, Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex justru membunuh Dr. Marwa dengan biadab. Suami Marwa yang berusaha membela istrinya justru terkena tembakan petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, peristiwa besar itu tidak menjadi isu nasional di Indonesia, juga di dunia internasional. Tampaknya, kasus itu bukan komoditas berita yang menarik dan laku dijual oleh media internasional.  Juga, tidak terdengar gegap gempita tanggapan pejabat Tinggi Indonesia yang mengecam keras peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan kasus terlukanya seorang pendeta Kristen HKBP di Ciketing Bekasi, akibat bentrokan dengan massa Muslim. Meskipun terjadi di pelosok kampung, dunia ribut luar biasa. Menlu AS Hilary Clinton sampai ikut berkomentar. Situs berita  www.reformata.com, pada 20 September 2010, menurunkan berita: “Menlu AS Prihatin soal HKBP Ciketing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul kasus Ciketing tersebut, International Crisis Group (ICG), dalam situsnya, (www.crisisgroup.org) juga membuat gambaran buruk terhadap kondisi toleransi beragama di Indonesia: “Religious tolerance in Indonesia has come under increasing strain in recent years, particularly where hardline Islamists and Christian evangelicals compete for the same ground.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kerukunan umat beragama hancur di Indonesia setelah kasus Ciketing tersebut? Itu adalah citra yang sengaja dibentuk oleh sebagian kalangan untuk memberikan gambaran yang tidak proporsional tentang kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia.  Padahal, kasus Ciketing adalah satu kasus yang muncul dari kondisi kerukunan umat beragama yang secara umum berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs kompas.com,  Sabtu, 25 September 2010, menyiarkan satu artikel berjudul “Robohnya Kerukunan Beragama”. Ditulis dalam artikel tersebut:  “Penganiayaan terhadap pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan, Asia Lumban Toruan, tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga luka pada bangunan kerukunan beragama di Indonesia. Negara yang dibangun di atas fondasi perbedaan-mengambil bentuk kalimat klasik Majapahit "Bhinneka Tunggal Ika"-ternyata begitu rapuh. Perbedaan tidak lagi menjadi perekat persatuan, tetapi penyebab gesekan sosial di masyarakat. Inilah masalah yang dihadapi Indonesia kekinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejumlah contoh penggambaran yang tidak proporsional terhadap gambaran kehiduan beragama di Indonesia. Satu kasus diangkat untuk kemudian dipotret secara khusus, menutupi gambaran kerukunan agama yang sebenarnya. Opini yang sengaja hendak dicipta adalah bahwa “Kerukunan umat Beragama di Indonesia sudah roboh, sudah hancur; dan bahwa kaum Muslim sebagai mayoritas tidak punya rasa toleransi terhadap kaum minoritas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Tentu saja opini harus didudukkan sebagai opini. Opini adalah upaya pembentukan citra melalui penampilan sebagian fakta. Tidak mungkin seluruh fakta dan dimensinya ditampilkan di media massa. Padahal, antara opini dan fakta bisa sangat berbeda. Kekuatan media sangat berperan dalam pembentukan opini. Berikut ini sebuah contoh, bagaimana kontrasnya perbedaan antara fakta dan opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era 1990-an, dunia dihebohkan oleh suatu opini adanya Islamisasi di Timor Timur yang ketika itu sangat rajin diangkat oleh Uskup Belo ke luar negeri. Padahal, fakta bicara lain. Yang terjadi di masa integrasi Timtim dengan Indonesia adalah Katolikisasi! Bukan Islamisasi! Hasil penelitian Prof.  Bilver Singh dari Singapore National University, menunjukkan, pada 1972, orang Katolik Timtim hanya berjumlah 187.540 dari jumlah penduduk 674.550 jiwa (27,8 persen). Tahun 1994, jumlah orang Katolik menjadi 722.789 dari 783.086 jumlah penduduk (92,3 persen). Tahun 1994, umat Islam di Timtim hanya 3,1 persen. Jadi dalam tempo 22 tahun di bawah Indonesia, jumlah orang Katolik Timtim meningkat 356,3%. Padahal, Portugis saja, selama 450 tahun menjajah Timtim hanya mampu mengkatolikkan 27,8% orang Timtim. Melihat pertambahan penduduk Katolik yang sangat fantastis itu, Thomas Michel, Sekretaris Eksekutif Federasi Konferensi para Uskup Asia yang berpusat di Bangkok, menyatakan, “Gereja Katolik di Timtim berkembang lebih cepat dibanding wilayah lain mana pun di dunia.” (Lihat, Bilveer Singh, Timor Timur, Indonesia dan Dunia, Mitos dan Kenyataan (Jakarta: IPS, 1998).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tetap cantik&lt;br /&gt;Kasus-kasus konflik yang terjadi di Indonesia, baik antar atau intern umat beragama, seyogyanya tetap dilihat sebagai kasus. Kasus-kasus seperti itu terjadi di mana-mana; di negara-negara Barat, di dunia Islam, maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Kasus-kasus itu memang mencoreng wajah kerukunan umat beragama, tetapi kasus-kasus itu sampai saat ini tidak menghancurkan gambar besar kerukunan umat beragama itu sendiri. Sehari-hari masing-masing umat beragama di Indonesia, secara umum, masih bebas menjalankan agamanya masing-masing. Bahkan,  saat terjadi konflik yang hebat antara komunitas Muslim dan Kristen di Maluku, konflik itu tidak menjalar di wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki daya resistensi yang tinggi untuk memelihara kerukunan umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim di Indonesia terbiasa melihat orang-orang non-Muslim menduduki jabatan-jabatan strategis dalam kenegaraan – sesuatu yang tidak dinikmati kaum Muslim di AS atau banyak Negara Eropa. Kaum Muslim bisa melihat semarak Natal yang luar biasa di media massa  pusat-pusat perbelanjaan. Di tengah-tengah isu robohnya kerukunan beragama, kaum non-Muslim di Indonesia juga bebas memiliki tanah seluas-luasnya di Jabodetabek, tanpa ada diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, secara umum, wajah kerukunan umat beragama di Indonesia tetap cantik. Kasus-kasus yang muncul bisa diibaratkan laksana jerawat yang muncul di wajah yang cantik. Pandanglah wajah yang cantik itu secara keseluruhan; jangan hanya memandangi dan membesar-besarkan jerawat yang muncul. Tentu saja, jerawat itu mengganggu dan jika tidak diobati, bisa menimbulkan infeksi yang dapat merusak wajah cantik secara keseluruhan. Upaya sejumlah untuk menonjol-nonjolkan kasus dengan menutup wajah kerukunan umat beragama yang harmonis, justru bisa menjadi sumber  masalah kerukunan umat beragama yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal opini, umat Islam diperintahkan untuk berhati-hati dalam menerima informasi, khususnya yang berasal dari orang-orang fasik.     "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik yang membawa berita, maka lakukanlah penelitian (tabayyun); agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum dengan tidak mengatahui (fakta yang sebenarnya), sehingga jadilah kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS Al Hujurat:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=291:toleransi-dan-kerukunan&amp;catid=1:adian-husaini (***)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-4550766006931907512?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/4550766006931907512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=4550766006931907512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4550766006931907512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4550766006931907512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/toleransi-dan-kerukunan.html' title='Toleransi dan Kerukunan'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ifZovHQMlGI/TvQ_ids-cOI/AAAAAAAACQw/8n3DCz-qyUs/s72-c/lin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-7426407614601158846</id><published>2011-12-23T15:35:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T15:38:35.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>“Lagi, Umat Islam Dituduh Tidak Toleran”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-AaLeGVnT1AE/TvQ-AYR2PMI/AAAAAAAACQk/NgBN9EoUdRU/s1600/sudutagama1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AaLeGVnT1AE/TvQ-AYR2PMI/AAAAAAAACQk/NgBN9EoUdRU/s320/sudutagama1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689240405514009794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK Perang Dingin berakhir, banyak kalangan di Barat yang berperilaku seperti yang disarankan Samuel Huntington: agar mewaspadai Islam!  Sebab, kata Huntington, dalam buku terkenalnya, The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, Islam adalah satu-satunya peradaban yang pernah menaklukkan Barat. (Islam is the only civilization which has put the survival of the West in doubt, and it has done at least twice).  (Huntington, The Clash of Civilization …  1996: 209-210.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Islam dan umat Islam kemudian menjadi objek studi yang sangat menjanjikan. Berbagai LSM yang mengamat-amati Islam bermunculan di Indonesia. Isu-isu yang ‘laku dijual’ adalah seputar masalah Pluralisme, kebebasan beragama, multikulturalisme, kesetaraan gender, HAM, dan sebagainya. Istilah-istilah ini sebelumnya tidak dikenal oleh umat Islam. Tapi, banyak pihak yang kemudian menjadikan paham-paham itu sebagai tolok ukur kebenaran dan standar penilaian kebaikan. Baik tidaknya seorang Muslim diukur dengan istilah “radikal”, “eksklusif”, “inklusif”, “pluralis”, “HAM” dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah baru itu kemudian menggusur istilah-istilah baku dalam Islam, seperti “iman”, “Islam”, “sholeh”, “taqwa”, “ihsan”, “murtad”, “musyrik”, dan sebagainya. Artinya, seorang muslim akan dikenai  stigma negatif jika sudah kena label “radikal”, “eksklusif”, “anti-pluralisme”, “anti-multikulturalisme” dan sebagainya. Baik-buruknya seseorang tidak lagi diukur dengan kategori: iman-kufur, tauhid-syirik, adil-fasiq, halal-haram, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama, terbit sebuah buku berjudul Pluralisme dan Multikulturalisme, Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia (2011). Buku ini diberi kata ‘Pengantar Ahli’ oleh Prof. Dr. Muhaimin, M.A., guru besar UIN Malang.  Sang guru besar menulis, bahwa saat ini sudah “mendesak sekali “membumikan” pendidikan Islam berwawasan pluralisme dan multikulturalisme. Kesadaran akan pentingnya pluralisme dan multikulturalisme dipandang menjadi perekat baru integrasi bangsa yang sekian lama tercabik-cabik.” (hal. xiv).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika dibaca dengan serius, isi buku ini jelas-jelas mendukung liberalisasi pendidikan Islam. Disebutkan, bahwa diskursus pluralisme agama di Indonesia telah berkembang pesat. “Salah satu pertandanya adalah terbit buku Fiqih Lintas Agama: Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis (2004). Buku yang ditulis 8 tokoh pembela pluralisme Islam di Indonesia ini adalah Nurcholish Madjid, Kautsar Azhari Noer, Komaruddin Hidayat, Masdar F. Mas’udi, Zainun Kamal, Budhy Munawar-Rahman, Ahmad Gaus AF, Zuhairi Misrawi, dan Mun’im A. Sirry – telah memberikan terobosan fundamental  terkait dengan masalah pluralisme dari sudut pemikiran keagamaan, karena mereka telah berhasil memberikan argumen teologis bagaimana pandangan Islam terhadap agama-agama lain, termasuk dalam persoalan ibadah praktis (fikh), mulai soal doa sampai pernikahan antaragama – dan sejak ini pula, argument Islam untuk pernikahan antaragama menjadi mapan, dan telah menghasilkan Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam.” (hal. 124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pernah kita ungkap dalam beberapa  Catatan, buku Fiqih Lintas Agama  terbitan Paramadina itu memang mempromosikan pernikahan beda agama dan memmbongkar hukum Islam tentang keharaman pernikahan muslimah dengan laki-laki non-Muslim. “Soal pernikahan laki-laki non-Muslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu, diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini, sehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. Karena kedudukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad, maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru, bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan laki-laki non-Muslim, atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya.”  (Mun’im A. Sirry (ed), Fiqih Lintas Agama: Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis, (Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina dan The Asia Foundation, 2004), hal. 164).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membongkar hukum Islam, secara sistematis, buku ini mengawali uraiannya dengan melecehkan Imam Syafii rahimahullah:  “Kaum Muslim lebih suka terbuai dengan kerangkeng dan belenggu pemikiran fiqih yang dibuat imam Syafi’i. Kita lupa, imam Syafi’i memang arsitek ushul fiqih yang paling brilian, tapi juga karena Syafi’ilah pemikiran-pemikiran fiqih tidak berkembang selama kurang lebih dua belas abad. Sejak Syafi’i meletakkan kerangka ushul fiqihnya, para pemikir fiqih Muslim tidak mampu keluar dari jeratan metodologinya. Hingga kini, rumusan Syafi’i itu diposisikan begitu agung, sehingga bukan saja tak tersentuh kritik, tapi juga lebih tinggi ketimbang nash-nash Syar’i (al-Quran dan hadits). Buktinya, setiap bentuk penafsiran teks-teks selalu tunduk di bawah kerangka Syafi’i.” (Ibid., hal. 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Imam Syafii yang agung dan sangat diakui keilmuannya oleh para ulama Islam sedunia dilecehkan dan direndahkan martabatnya semacam itu, tentu kita patut bertanya, sehebat apakah manusia-manusia yang melecehkannya ini? Adakah karya-karya ilmiah hebat yang telah mereka hasilkan dan diakui oleh para ulama dan cendekiawan Muslim sedunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa saat ini sejumlah pihak mengkaitkan pluralisme, multikulturalisme, dan toleransi beragama, dengan kasus pernikahan beda agama. Orang yang menolak pernikahan beda agama dicap sebagai tidak toleran, tidak pluralis, tidak berwawasan multikultural, dan sebagainya. Saat ini bermunculan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang membuat laporan tentang kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan panduan al-Quran (49:6), maka orang Muslim diajar untuk bersika kritis, tidak bersikap apriori, asal tolak atau asal terima saja. Telitilah informasi itu. Darimana sumbernya, dan bagaimana kebenaran logika dan argumentasi yang digunakannya.  Jika memang yang membawa berita adalah kaum fasik, maka berhati-hatilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh lain dari analisis yang keliru dilakukan oleh Setara Institute dalam memandang konsep kerukunan beragama dan kaitannya dengan peran kelompok fundamentalis. Kelompok yang mengusung jargon “Institute for Democracy and Peace”  ini – dalam buku terbitannya yang berjudul Wajah Para ‘Pembela’ Islam, (Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara, 2010), menyimpulkan bahwa kelompok Islam fundamentalis atau Islam radikal sering mengganggu kebebasan beragama/berkeyakinan warga masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan mengenali organisasi-organisasi Islam radikal, diharapkan sejumlah langkah dapat dilakukan oleh negara untuk menghapus intoleransi dan diskriminasi agama/keyakinan. Menegakkan hukum bagi para pelaku kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi serta melakukan deradikalisasi pandangan, perilaku dan orientasi keagamaan melalui kanal politik dan ekonomi adalah rekomendasi utama penelitian ini.” (hal. iv).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kriteria untuk mengukur kadar toleransi suatu masyarakat adalah kesediaan untuk menerima perpindahan agama dan penerimaan terhadap pernikahan beda agama. Hasil survei kelompok ini di Jabodetabek, menunjukkan angka, 84,13 persen masyarakat tidak suka akan pernikahan beda agama. Lalu disimpulkan: “Dari temuan survei ini terlihat bahwa untuk perbedaan identitas dalam lingkup relasi sosial yang lebih luas (berorganisasi, bertetangga, dan berteman) masyarakat Jabodetabek secara umum lebih memperlihatkan sikap toleran. Namun, dalam lingkup relasi yang lebih personal dan menyangkut keyakinan (anggota keluarga menikah dengan pemeluk agama lain atau pindah ke agama lain) sikap mereka cenderung kurang toleran.” (hal. 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei itu juga menunjukkan data, bahwa orang yang beragama Islam menunjukkan penolakan yang lebih tinggi (82,6 persen) terhadap anggota keluarganya yang berpindah agama. Sementara, pemeluk agama selain Islam ada 45,4 persen yang menyatakan dapat menerima anggota keluarganya berpindah agama, karena soal agama adalah urusan pribadi. (hal. 66). Terhadap orang yang tidak beragama, hanya 25,2 persen responden yang menyatakan dapat menerima, karena menganggap agama hanyalah urusan pribadi. Terhadap fenomena ini, disimpulkan: “Singkatnya, secara umum tidak ada toleransi atas orang-orang yang tidak beragama. Tidak beragama masih dianggap sebagai sebuah tabu yang tidak dapat ditoleransi di mata kaum urban Jabodetabek.” (hal. 67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap responden terhadap aliran Ahmadiyah, hanya 28,7 persen yang berpendapat Ahmadiyah memiliki hak untuk menganut keyakinan mereka. Sedangkan 40,3 persen menganggap Ahmadiyah sesat, dan 45,4 persen menyatakan, sebaiknya AShmadiyah dibubarkan oleh pemerintah. Lalu dibuatlah komentar: “Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan sikap keagamaan yang intoleran pada masyarakat Jabodetabek. Agar tidak mengakibatkan kerancuan pemahaman, maka perlu digarisbawahi bahwa kecenderungan toleran untuk beberapa hal, namun intoleran untuk sejumlah hal lain sebagaimana ditunjukkan oleh temuan survei ini, tetap harus dinyatakan sebagai ekspresi sikap intoleran. Hal ini didasarkan atas pengertian toleransi sebagai kemampuan dan kerelaan untuk menerima segala bentuk perbedaan identitas pihak lain secara penuh. Atas dasar itu, kegagalan untuk dapat menerima perbedaan identitas secara utuh  sama maknanya dengan sikap intoleran.” (hal. 75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De-Islamisasi bahasa&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pakar sejarah dan linguistic, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan bahaya dari sebuah proses yang disebut “de-Islamization of language”. Bahasa adalah alat untuk memahami Islam. Dulu, saat Islam masuk dan menyebar di wilayah Nusantara, bahasa Melayu menjadi alat yang efektif, setelah melalui proses Islamisasi. Bahasa yang semula hanya digunakan oleh sebagian kecil masyarakat Nusantara, kemudian diperkaya dengan “istilah-istilah kunci” dalam Islam, seperti Allah, adil, taqwa, hikmah, ilmu, akal, fikir, dan sebagainya. Dengan istilah-istilah itu, maka seseorang menjadi mudah memahami konsep-konsep pokok dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses de-Islamisasi bahasa Melayu-Indonesia kini terus berlangsung sejalan dengan proses westernisasi. Istilah-istilah “toleran”, “kerukunan”, “radikal”, dimasukkan ke dalam kosa kata bahasa Indonesia dengan makna yang tidak sesuai dengan konsep Islam. Orang tua yang tidak mau merestui pernikahan anaknya dengan orang yang berbeda agama dicap tidak toleran. Begitu juga orang tua yang tidak menerima anak atau anggota keluarga yang berpindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, dalam pandangan Islam, apa yang dilakukan oleh lembaga survei semacam itu jelas sangat keliru.  Lembaga ini telah mengaburkan dan merusak makna toleransi. Orang-orang yang berpegang teguh pada ajaran agamanya diberi cap intoleran dan radikal. Ini juga suatu kezaliman. Lebih disayangkan juga, bahwa di antara tokoh penting  yang menyebarkan konsep “kesetaraan” dan toleran yang keliru itu adalah Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim secara umum tentu akan menolak konsep toleransi semacam itu. Dalam artikelnya di Jurnal Islamia Republika (Kamis, 15/12/2011) ulama muda NU Muhammad Idrus Ramli, menulis beberapa rambu-rambu dalam bertoleransi. Menurut Gus Idrus, para ulama fuqaha dari berbagai madzhab membolehkan seorang Muslim memberikan sedekah sunnah kepada non Muslim yang bukan kafir harbi. Demikian pula sebaliknya, seorang Muslim diperbolehkan menerima bantuan dan hadiah yang diberikan oleh non Muslim. Para ulama fuqaha juga mewajibkan seorang Muslim memberi nafkah kepada istri, orang tua dan anak-anak yang non Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, karena seorang Muslim bertanggungjawab menerapkan basyiran wa nadziran lil-‘alamin, Islam melarang umatnya berinteraksi dengan non Muslim dalam hal-hal yang dapat menghapus misi dakwah Islam terhadap mereka. Mayoritas ulama fuqaha tidak memperbolehkan seorang Muslim menjadi pekerja tempat ibadah agama lain, seperti menjadi tukang kayu, pekerja bangunan dan lain sebagainya, karena hal itu termasuk menolong orang lain dalam hal kemaksiatan, ciri khas dan syiar agama mereka yang salah dalam pandangan Islam. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. al-Ma’idah : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Doa bersama Lintas Agama, Idrus menulis, bahwa dewasa ini juga agak marak dilakukan. Sebagian beralasan Islam rahmatan lil-‘alamin.  Padahal, karakter rahmatan lil-‘alamin, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan doa bersama lintas agama. Sebagaimana dimaklumi, doa merupakan inti dari pada ibadah (mukhkhul ‘ibadah), yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhan. Tidak jarang, seorang Muslim berdoa kepada Allah, dengan harapan memperoleh pertolongan agar segera keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Tentu saja, ketika seseorang berharap agar Allah segera mengabulkan doanya, ia harus lebih berhati-hati, memperbanyak ibadah, bersedekah, bertaubat dan melakukan kebajikan-kebajikan lainnya. Dalam hal ini, semakin baik jika ia memohon doa kepada orang-orang shaleh yang dekat kepada Allah. Hal ini sebagaimana telah dikupas secara mendalam oleh para ulama fuqaha dalam bab shalat istisqa’ (mohon diturunkannya hujan) dalam kitab-kitab fiqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendapat di kalangan ulama fuqaha, tentang hukum menghadirkan kaum non Muslim untuk doa bersama dalam shalat istisqa’. Pertama, menurut mayoritas ulama (madzhab Maliki, Syafi’i dan Hanbali), tidak dianjurkan dan makruh menghadirkan non-Muslim dalam doa bersama dalam shalat istisqa’. Hanya saja, seandainya mereka menghadiri acara tersebut dengan inisiatif sendiri dan tempat mereka tidak berkumpul dengan umat Islam, maka itu tidak berhak dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menurut madzhab Hanafi dan sebagian pengikut Maliki, bahwa non Muslim tidak boleh dihadirkan atau hadir sendiri dalam acara doa bersama shalat istisqa’, karena mereka tidak dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa. Doa istisqa’  ditujukan untuk memohon turunnya rahmat dari Allah, sedangkan rahmat Allah tidak akan turun kepada mereka. Demikian kesimpulan pendapat ulama fuqaha dalam kitab-kitab fiqih. Maka, jika doa diharapkan mendatangkan rahmat dari Allah, sebaiknya didatangkan orang-orang saleh yang dekat kepada Allah, bukan mendatangkan orang-orang yang yang jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Bahtsul Masail al-Diniyah al-Waqi’iyyah Muktamar NU di PP Lirboyo Kediri, 21-27 November 1999, menyatakan, bahwa “Doa Bersama Antar Umat Beragama” hukumnya haram. Diantara dalil yang mendasarinya: Kitab Mughnil Muhtaj, Juz I hal. 232: “Wa laa yajuuzu an-yuammina ‘alaa du’aa-ihim kamaa qaalahu ar-Rauyani li-anna du’aal kaafiri ghairul maqbuuli.” (Lebih jauh, lihat:  Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam: Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004), penerbit: Lajtah Ta’lif wan-Nasyr, NU Jatim, cet.ke-3, 2007, hal. 532-534). (Wallahu a’lam).*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-7426407614601158846?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/7426407614601158846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=7426407614601158846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7426407614601158846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7426407614601158846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/lagi-umat-islam-dituduh-tidak-toleran.html' title='“Lagi, Umat Islam Dituduh Tidak Toleran”'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AaLeGVnT1AE/TvQ-AYR2PMI/AAAAAAAACQk/NgBN9EoUdRU/s72-c/sudutagama1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-709698966387961928</id><published>2011-12-22T15:45:00.002+07:00</published><updated>2011-12-22T15:49:49.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Kelirumologi Hari Ibu di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-fzqCRLmoB_s/TvLvJSn4rbI/AAAAAAAACQY/E7pyn84XHsY/s1600/cerita%2Binspirasi%2Bibu.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fzqCRLmoB_s/TvLvJSn4rbI/AAAAAAAACQY/E7pyn84XHsY/s320/cerita%2Binspirasi%2Bibu.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688872222219349426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Hari Ibu (bukan mothers day)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluruskan Salah Kaprah Peringatan Hari IbuPeringatan Hari Ibu terpolusi oleh Mothers Day yang diperingati di banyak negara, terutama Amerika Serikat. Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, surprise party bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.Perjuangan perempuanMemang tidak ada yang salah dengan aneka ungkapan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya pula mengucapkan terima kasih atas jasa dan jerih payah ibu. Tetapi, jika merunut sejarah terjadinya Hari Ibu di Indonesia, sebenarnya bukan itu misi sejatinya. Misi sejati peringatan Hari Ibu adalah mengenang perjuangan kaum perempuan menuju kemerdekaan dan pembangunan bangsa.Tahun 1959, Presiden Soekarno menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Tanggal 22 Desember dipilih untuk mengenang diselenggarakannya Kongres Perempuan pertama, 31 tahun sebelumnya, yakni tahun 1928 di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta.Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal keramat tersebut para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.Dari paparan tersebut tercermin, misi diperingatinya Hari Ibu lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Yang lebih hebat, pemikiran dan aneka upaya penting itu terjadi jauh sebelum kemerdekaan negeri ini diraih dan jauh sebelum konsep-konsep adil jender dan feminisme berkembang di negeri ini.Kata "ibu"Yang barangkali telah merancukan pemaknaan Hari Ibu adalah digunakannya kata "ibu", dan bukan "perempuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, jika ditilik dari apa yang dilakukan para pejuang saat itu, titik sentral yang digarap adalah kaum perempuan secara umum, bukan sebatas kaum ibu.Jadi, menilik sejarahnya, mestinya bukan the state of being mother-nya yang diapresiasi, tetapi keperempuanan dan semangat juang mereka yang hebat.Penggunaan kata ibu ini pulalah yang tampaknya telah membuat pemaknaan Hari Ibu terseret ke arah pemaknaan Mothers Day, yang lebih ditujukan untuk memberi puja-puji terhadap ke-ibu-an (motherhood) dan perannya sebagai "yang telah melahirkan dan menyusui", sebagai pengasuh anak, sumber kasih sayang, pemandu urusan domestik, dan pendamping suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal inilah yang menjadi titik sentral peringatan Mothers Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno.Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mothers Day jatuh pada bulan Maret. Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mothers Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, seperti terjadi di Indonesia, makna itu mengalami pendangkalan akibat komersialisasi dan bisnis media lebih ke arah hari makan-makan atau pemberian kado bagi para ibu.Dari paparan tersebut, tampak peringatan Hari Ibu 22 Desember di Indonesia amat tidak konsisten karena secara makna lebih cenderung mengarah ke worshiping motherhood, seperti di Eropa dan Timur Tengah, dan praktiknya cenderung mengopi apa yang dilakukan masyarakat Amerika Serikat, tetapi dari segi waktu maunya memakai tanggal di mana pejuang perempuan bangsa bersatu.Jika kita ingin dianggap jelas dalam berpikir, seharusnya mengembalikan hari penting itu kepada makna sejatinya, yakni mengenang perjuangan dan keterlibatan perempuan dalam usaha perbaikan nasib bangsa yang belum lepas dari berbagai kemalangan, tanpa harus menghilangkan rasa terima kasih dan puja-puji terhadap jasa dan perjuangan kaum ibu.Selamat Hari Ibu. Selamat berjuang, kaum perempuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.depsos.go.id/modules.php?name=News&amp;file=print&amp;sid=943&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-709698966387961928?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/709698966387961928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=709698966387961928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/709698966387961928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/709698966387961928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/kelirumologi-hari-ibu-di-indonesia.html' title='Kelirumologi Hari Ibu di Indonesia'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fzqCRLmoB_s/TvLvJSn4rbI/AAAAAAAACQY/E7pyn84XHsY/s72-c/cerita%2Binspirasi%2Bibu.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-6836473625937011758</id><published>2011-12-21T08:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T08:04:44.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Pemberdayaan Pengadilan Syariah Inggris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-1Tug0w48pF0/TvEwnV3aLwI/AAAAAAAACQM/2D-UIbtRVBg/s1600/syariah-inggris.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1Tug0w48pF0/TvEwnV3aLwI/AAAAAAAACQM/2D-UIbtRVBg/s320/syariah-inggris.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688381256788225794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HTI-Press. Pengadilan Syariah di Inggris yang telah beroperasi setahun untuk mengatasi hukum pertikaian di komunitas Muslim akhirnya diberi kekuasaan untuk mengatur penyelesaian kasus perselisihan sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menyadari jika dibawah Undang-Undang Arbitrase, kami dapat membuat aturan yang dapat diterapkan oleh pengadilan wilayah dan pengadilan tinggi,” ujar Sheikh Faiz-ul-Aqtab Siddiqi, kepala Muslim Arbitration Tribunal, seperti yang dilansir oleh Harian Sunday di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasar laporan yang ditulis dalam suratkabar tersebut, pemerintah telah memberi persetujuan diam-diam atas kekuasaan Pengadilan Syariah untuk mengatur kasus mulai dari pertikaian seputar pernikahan, keuangan, dan kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, aturan yang diterapkan pengadilan tersebut tidak diakui oleh undang-undang dan bergantung pada pemenuhan kebutuhan sukarela umat Muslim yang berjumlah sekitar 2 juta di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Siddiqi, pemimpin majelis hakim yang dibentuk tahun lalu untuk membantu Muslim mengatasi pertikaian sesuai dengan landasan agama mengatakan, kekuasaan baru itu ditetapkan berdasar UU Arbitrase tahun 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di bawah undang-undang tersebut pengadilan dikategorikan sebagai mahkamah arbitrase, yakni aturan didalamnya mengikat secara hukum, menyatakan jika dua pihak yang bertikai menyepakati seluruh proses di dalam pengadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum juga memungkinkan pihak bertikai menggunakan solusi alternatif seperti pengadilan biasa. Metode ini dinamakan solusi alternatif sebab Muslim bisa langsung menyepakati keputusan pengadilan Syariah,” tambah Siddiqi. Isu yang diatur dengan pengadilan Syariah kini dapat diselenggarakan dengan kekuasan penuh dalam sistem judisial melalui pengadilan wilayah ataupun pengadilan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima pengadilan Syariah dengan kekuasaan baru tersebut ditempatkan di seluruh Inggris dengan rencana ditambah dua pengadilan lagi. Pengadilan Syariah di Inggris sendiri telah beroperasi di Inggris selama dua dekade. Dewan Syariah Islam, panel tertinggi ulama Muslim di  Inggris telah memutuskan ribuan perkara perselisihan para Muslim secara hukum tidak hanya di Inggris tetapi juga negara Eropa, sejak didirikan 25 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan baru pengadilan Syariah itu bukan berarti melenggang mulus. Tak sedikit komentar penolakan muncul dari sejumlah politisi di Inggris. “Jika memang benar hakim melewati keputusan mengikat di area keluarga dan hukum kriminal, Saya ingin tahu pengadilan apa yang menyelenggarakan itu. Sebab saya akan menganggap keputusan tersebut tidak mengandung arti hukum,” ujar Dominic Grieve, Sekretaris Kabinet Bayangan, seperti yang dilansir oleh Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara yang lain mengklaim jika kemampuan pengadilan Syariah dapat menandai era “sistem hukum paralel”. “Saya pikir ini mengerikan,” ujar Douglas Murray, direktur Pusat Kohesi Sosial. “Menurut saya arbitrase yang dilakukan oleh Syariah tidak seharusnya didukung oleh Pemerintah Inggris,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan kontra tersebut bermunculan setelah tujuh bulan lalu, Rowan William, Archbishop, Cantebury merekomendasikan undang-undang di Inggris mengakui beberapa aspek dari Syariah untuk menyelesaikan permasalahan warga sipil Muslim. Dalam Bulan Juli lalu, bahkan Hakim Tinggi, Lord Nicholas Philips, hakim paling senior di Inggris dan Wales juga menyarankan jika Shariah dapat berperan dalam sistem legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Muslim menerima perkembangan baru tersebut sebagai pengakuan jika komunitas mereka memiliki hak yang sama dengan minoritas lain. Inayat Bunglawala, asisten sekretaris jendral dari organisasi induk, Muslim Council of Britain (MCB), merujuk pada pengadilan Yahudi Beth Din yang beroperasi di wilayah yang sama yaitu UU Arbitrase juga menyelesaikan kasus-kasus komunitas warga sipil. “The MCB mendukung pengadilan ini,” tegasnya. “JIka Pengadilan Yahudi diijinkan untuk berkembang, sudah seharusnya Syariah juga biarkan,” *** (republika)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-6836473625937011758?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/6836473625937011758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=6836473625937011758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6836473625937011758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6836473625937011758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/pemberdayaan-pengadilan-syariah-inggris.html' title='Pemberdayaan Pengadilan Syariah Inggris'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1Tug0w48pF0/TvEwnV3aLwI/AAAAAAAACQM/2D-UIbtRVBg/s72-c/syariah-inggris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-8732652899823663669</id><published>2011-12-21T07:59:00.002+07:00</published><updated>2011-12-21T08:01:41.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Muhammadiyah Tinggalkan Transaksi Ribawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bSh0QXttPKc/TvEv7b4NhLI/AAAAAAAACQA/cf-j5w72_PI/s1600/baknsyariah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bSh0QXttPKc/TvEv7b4NhLI/AAAAAAAACQA/cf-j5w72_PI/s320/baknsyariah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688380502487958706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menanggalkan transaksi ribawi. Itu seiring penandatanganan nota kesepahaman dengan tujuh bank syariah dalam penyediaan layanan cash management. Melalui kerja sama itu, masyarakat Muhammadiyah bisa menggunakan layanan dan produk perbankan berbasis syariah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh bank yang menjalin kerja sama mitra cash management dengan Muhammadiyah itu antara lain, PT Bank Syariah Bukopin (BSB), PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRI Syariah, PT Bank BNI Syariah, Danamon Syariah, dan BTN Syariah. Dengan fakta tersebut, selanjutnya ormas terbesar kedua di Tanah Air itu menjadi pioner hijrah dari transaksi ribawi menuju transaksi Syar"i.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya menyerukan kepada seluruh organisasi di bawah lingkup Muhammadiyah dan memiliki rekening untuk bertraksaksi ke bank-bank cash management. Karena itu, baik secara individual atau kolektif untuk hijrah dalam tempo sesingkat-singkatnya," tutur Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, disambut aplaus ratusan hadirin yang memadati arena MoU di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Din menyebut ‘hijrah’ itu dilakukan bukan untuk gagah-gagahan apalagi sekadar mencuri perhatian khalayak. Langkah itu menjadi keinginan Muhammadiyah secara kolektif dan sudah menjadi rekomendasi dari arena muktamar beberapa waktu sebelumnya. Di samping itu, juga Majlis Tarjih menfatwakan untuk pindah dari jalur ribawi menuju rel Syar"i. "Sejatinya, kami telah merencanakan MoU ini dilakukan bertepatan dengan 1 Muharram kemarin. Sayangnya, ada halangan terpaksa dilakukan hari ini (kemarin, Red). Kami mengharap pengurus yang ada dipenjuru negeri untuk Sami’na wa ato’na," tukasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ruh dari kerja bareng itu, sambung Din, merupakan perwujudan dari kebaikan dan ketaqwaan. Yang lebih penting lagi, sebut Din, adalah tidak ada masyarakat Muhammadiyah yang menaruh duitnya di bawah bantal. Uang yang ada hendaknya dialirkan untuk usaha-usaha kreatif dan produktif. "Untuk itu, kami berharap bank-bank mitra menyapa warga Muhammadiyah," pinta Din. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Prof Yunan Yusuf, Ketua Tim Asistensi Kebendaharaan PP Muhammadiyah meminta masyarakat Muhammadiyah segera hijrah ke rekening syariah. Setidaknya, mereka diberi tenggang waktu hingga pengujung Desember 2012. Jika dalam tempo itu tidak segera pindah dari transaksi ribawi menuju transaksi Syar"i alias tidak pindah rekening, tentu akan ada hukuman setimpal. Tapi sayangnya, sanksi yang dimaksud tidak diungkap secara detail. "Ya, nanti kami akan evaluasi setiap tiga bulanan. Saya yakin masyarakat Muhammadiyah tidak ada yang mbalela," garansi Yunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunan melanjutkan proses perpindahan itu akan berjalan sukses. Terlebih masyarakat Muhammadiyah mempunyai akar tradisi intelektual kuat didukung latar pendidikan dan tentunya membumi, sehingga persoalan transisi itu tidak akan menjadi ganjalan. "Selama ini kami bermitra dengan sekitar 160-an bank. Kami rasa tidak ada masalah dengan bank-bank tersebut soal langkah yang kami ambil," ulas Yunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kan rekomendasi dari Muktamar Malang 2005 dan Muktamar Jogyakarta 2010, dan baru terealisasi saat ini," ucap Guru besar Teologi dan Filsafat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, ketujuh bank syariah yang digandeng PP Muhammadiyah tersebut menyambut antusias kerjasama tersebut. Mereka mengapresiasi penuh dan siap memberikan service level termantap untuk warga Muhammadiyah. "Kami tentu senang dengan kerja bareng ini. Dan, sebagai bentuk pertanggungjawaban kami akan memberi layanan terbaik dan spesial," ucap Andi Buchori, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap ada sebentuk konsorsium dari bank syariah. Dengan bentuk konsorsium maka pelayanan kepada Muhammadiyah secara informasi akan lebih terkonsolidasi," tambah Rianto Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara itu sejumlah pengurus teras PP Muhammadiyah ikut nimbrung. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi, Direktur Danamon Syariah Hery Hikmanto, Direktur BRI Syariah Ari Purwantono, Direktur Bisnis BNI Syariah Bambang Wijanarko dan Direktur Utama BTN Syariah Purwadi. (far)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-8732652899823663669?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/8732652899823663669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=8732652899823663669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8732652899823663669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8732652899823663669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/muhammadiyah-tinggalkan-transaksi.html' title='Muhammadiyah Tinggalkan Transaksi Ribawi'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bSh0QXttPKc/TvEv7b4NhLI/AAAAAAAACQA/cf-j5w72_PI/s72-c/baknsyariah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-8086401292845586469</id><published>2011-12-16T13:10:00.001+07:00</published><updated>2011-12-16T13:12:05.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FATWA'/><title type='text'>Balanda Bolehkan Penyembelihan Cara Islam dan Yahudi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GjkExnbmSJA/TurhIj7WKYI/AAAAAAAACP0/02VetLGGdJE/s1600/halal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GjkExnbmSJA/TurhIj7WKYI/AAAAAAAACP0/02VetLGGdJE/s320/halal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686605016708032898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com—Akhirnya umat Islam Belanda bisa bernafas lega setelah Senat negata itu menola RUU larangan Penyembelihan secara agama. Sebelumnya, RUU ini tadinya telah disetujui oleh Tweede Kamer (majelis rendah), namun ternyata ditolak oleh Eerste Kamer atau senat parlemen Belanda, Rabu (14/12/2011), dikutip RNW.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mengusulkan kompromi yang intinya memperketat penyembelihan hewan tanpa bius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan hewan secara ritual (Islam dan Yahudi) tanpa bius telah menimbulkan diskusi sengit dalam lingkaran politik Belanda berbulan-bulan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok agama Yahudi dan Islam berpendapat bahwa penyembelihan adalah bagian dari ritual keagamaan mereka. Larangan penyembelihan tanpa bius berarti menurut mereka pelanggaran terhadap kebebasan beragama. Pandangan tersebut didukung oleh partai-partai politik Kristen seperti partai pemerintah CDA, dan partai-partai oposisi ChristenUnie dan SGP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian partai-partai itu tak punya suara mayoritas di parlemen untuk menentang pelarangan penyembelihan ritual. RUU itu diajukan oleh Partai voor de Dieren (Partai untuk Hewan) yang merupakan satu di antara sedikit partai-partai di dunia yang memfokuskan pada kesejahteraan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada mayoritas di senat Belanda yang mendukung larangan penyembelihan binatang tanpa bius. Untuk itu harus disusun RUU baru. Mereka mendukung aturan yang meminimalisir penderitaan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus ada perubahan, perbaikan penyembelihan ritual. Perubahan yang mungkin bagi kelompok minoritas tertentu terlampau jauh," ujar Wakil Menteri Pertanian Henk Blaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara kelompok Yahudi menganggapi positif perkembangan itu. "Lega, karena itu kasus yang sangat sulit dipecahkan oleh kelompok Yahudi, itu seperti awan kelabu yang menggantung di atas kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu jemaat gereja Israel Belanda NIK lewat twitter menulis, "Setelah berdebat selama 15 jam dan tiga tahun perjuangan NIK maka saat ini kami merasa lega. UU Dasar kebebasan kami kembali dicanangkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Muslim menanggapi dengan kritis Wakil Menteri Pertanian Henk Blaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia (Henk Bleker) adalah pemburu, dan ia senang ngomong asal-asalan, Kali ini pun begitu," ujar Mohammad Joemman, pendiri serta penasihat Dewan Kontak Muslim dan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Juni lalu, pihak Senat telah meloloskan undang-undang yang melarang menyembelih hewan tanpa dipukul. Ini berarti menutup kesempatan bagi penganut Yahudi Ortodoks Belanda dan umat Islam untuk menyembelih hewan menurut tata agama yang mereka anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tata cara Islam dan Yahudi, hewan dipotong dengan memotong urat di leher dengan benda tajam. Karena itu, umat Islam dan Yahudi menegaskan cara agama mereka tidak lebih buruk ketimbang memukuli hewan hingga mati.*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-8086401292845586469?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/8086401292845586469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=8086401292845586469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8086401292845586469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8086401292845586469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/balanda-bolehkan-penyembelihan-cara.html' title='Balanda Bolehkan Penyembelihan Cara Islam dan Yahudi'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GjkExnbmSJA/TurhIj7WKYI/AAAAAAAACP0/02VetLGGdJE/s72-c/halal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-7129912300301135010</id><published>2011-12-12T13:20:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T13:25:15.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Penyakit yang Menimpa Perempuan tidak Berjilbab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wmxXmECH0kQ/TuWeRi50bnI/AAAAAAAACPo/PU7cWZQyNj0/s1600/Abaya_.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wmxXmECH0kQ/TuWeRi50bnI/AAAAAAAACPo/PU7cWZQyNj0/s320/Abaya_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685124128889400946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman: Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad ) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-7129912300301135010?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/7129912300301135010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=7129912300301135010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7129912300301135010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7129912300301135010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/penyakit-yang-menimpa-perempuan-tidak.html' title='Penyakit yang Menimpa Perempuan tidak Berjilbab'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wmxXmECH0kQ/TuWeRi50bnI/AAAAAAAACPo/PU7cWZQyNj0/s72-c/Abaya_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5266231278912435119</id><published>2011-12-12T12:30:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T12:33:31.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tiga Puluh Kesalahan dalam Sholat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-E-IY4uMa8vw/TuWSI2nDf5I/AAAAAAAACPc/4XgwwV3XXto/s1600/sholat_jamaah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-E-IY4uMa8vw/TuWSI2nDf5I/AAAAAAAACPc/4XgwwV3XXto/s320/sholat_jamaah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685110785421049746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.” (HR. An Nasa’I : 463)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa membuat amalan shalatnya tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan&lt;br /&gt;Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah عزوجل ,&lt;br /&gt;, “Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman”. (QS. An-Nisa : 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki&lt;br /&gt;Rasullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barang siapa yang mendengar panggilan (azan) kemudina tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan”. (HR. Ibnu Majah Shahih) Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan. “Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak tuma’minah dalam shalat&lt;br /&gt;Makna tuma’minah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam ruku’.i’tidal,sujud dan duduk diantara dua sujud. Dia harus ada pada posisi tersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada tempatnya yang sesuai. Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat, sampai dia seleasi tuma’ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar, “Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak khusu’ dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya.&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah megnerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya. “ (HR. Abu Dawud, Shahih) mereka tidak mendapat pahala shlatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusyu’an dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya.&lt;br /&gt;Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat. Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rakaat shalat. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku’ maka ruku’lah dan jangan ruku’ sampai imam ruku’ “. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berdiri untuk melengkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jangan mendahuluiku dalam ruku’, sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)”. Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya). Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melafadzkan niat.&lt;br /&gt;Tidak ada keterangan dari nabi صلى الله عليه وسلم maupun dari para sahabat bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan dalam Zadul-Ma’ad “Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم berdiri untuk shalat beliau mengucapkan “Allahu Akbar“, dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau صلى الله عليه وسلم juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Membaca Al-Qur’an dalam ruku’ atau selama sujud.&lt;br /&gt;Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur’an selama ruku’ atau dalam sujud.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memandang ke atas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu.&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, bahwa ia berkata, “Aku berkata kepada Rasulallah صلى الله عليه وسلم tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat.&lt;br /&gt;Sabda Rasulallah صلى الله عليه وسلم, “Allah tidak menerima shalat wania yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)”. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum’at.&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu”. (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنه : “Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulallah صلى الله عليه وسلم sedang shalat bersama orang –orang Mina menghadap kedinding. Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya”. (HR. Al-Jamaah). Ibnu Abdil Barr berkata, “Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa’id yang berbunyi “Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya”. (Fathul Bari: 1/572)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud.&lt;br /&gt;Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya.&lt;br /&gt;Hal ini mengurangi kekhusyu’an. Rasulallah صلى الله عليه وسلم melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu’an, Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Menutup mata tanpa alasan&lt;br /&gt;Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, “Menutup mata buka dari sunnah rasul صلى الله عليه وسلم”. Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu’an shalat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornament dsn sebagainya disekitar orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka dipoerbolehkan menutup mata. Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Makan atau minum atau tertawa.&lt;br /&gt;“Para ulama berkesimpulan oragn yang shalat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;Ibnu Taimuiyah menyatakan, “Siapapun yang membaca Al-Qur’an dan orang lain sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras karean akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi صلى الله عليه وسلم pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika merika shalat ashar dan Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Hai manusia setip kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Menyela di antara orang yang sedang shalat.&lt;br /&gt;Perbuatan ini teralarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada. Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal ini di perbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jama’ah shalat Jum’at, hal ini betul-betul dilarang. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda tentang merka yang melintasi batas shalat, “Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Tidak meluruskan shaf.&lt;br /&gt;Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengangkat kaki dalam sujud.&lt;br /&gt;Hal ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, “Nabi صلى الله عليه وسلم telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki.” Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadao kiblat. Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai. Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar. Sepanjang dia lakukanutu dalam sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan dan memposisikannya di leher.&lt;br /&gt;Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi صلى الله عليه وسلم meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau. Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya. Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota tubuh (seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki).&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat.&lt;br /&gt;Ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat. Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu’bah budak Ibnu Abbas yang berkata, “Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku.” Selesai shalat di berkata, “Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu! karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Membunyikan dan mempermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat.&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم , “Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk waktu shalat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak.&lt;br /&gt;Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Qur’an dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم “Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur’an” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman.&lt;br /&gt;Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jangan biarkan perrempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa.&lt;br /&gt;Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Shalat dengan sarung,  gamis dan celana musbil (melebihi mata kaki).&lt;br /&gt;Banyak hadits rasulallah صلى الله عليه وسلم yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya :&lt;br /&gt;A. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : sesungguhnya Allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakai sarung dengan cara musbil.” (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638)&lt;br /&gt;B. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : Allah عزوجل tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai ke bawah (musbil) dengan perasaan sombong.” (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)&lt;br /&gt;C. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka.” (HR.Bukhari : 5887)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya.&lt;br /&gt;Rasulallah صلى الله عليه وسلم berabda, “Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu.” (HR. Muslim : 532)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas).&lt;br /&gt;Nabi صلى الله عليه وسلم melarang perbuatan tersebut seraya bersabda : “Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya. (Shahih Al-Jami’ : 650)&lt;br /&gt;Inilah contoh perbuatan beliau صلى الله عليه وسلم “Apabila beliau صلى الله عليه وسلم shalat di temapt terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat bermakmum di belakangnya. Beliau صلى الله عليه وسلم tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah tresebut.” Shifat Shalat Nabi صلى الله عليه وسلم, karya Al-Albani (hal : 55) – berjamaah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirangkum dari&lt;br /&gt;“40 Kesalahan Shalat oleh Syaikh Muhammad Jibrin &amp; Al Qaulu Mubin fi Akhthail Mushallin, Syaikh Mansyhur Hasan Salman.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5266231278912435119?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5266231278912435119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5266231278912435119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5266231278912435119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5266231278912435119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/tiga-puluh-kesalahan-dalam-sholat.html' title='Tiga Puluh Kesalahan dalam Sholat'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-E-IY4uMa8vw/TuWSI2nDf5I/AAAAAAAACPc/4XgwwV3XXto/s72-c/sholat_jamaah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-1367624390672267139</id><published>2011-12-09T15:54:00.002+07:00</published><updated>2011-12-09T15:58:48.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>M. Natsir dan Ketegasannya Terhadap Kristenisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-KvZrSPnPrkg/TuHNwDOZ-kI/AAAAAAAACPQ/-8AywL9f6MQ/s1600/M.%2BNatsir.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-KvZrSPnPrkg/TuHNwDOZ-kI/AAAAAAAACPQ/-8AywL9f6MQ/s320/M.%2BNatsir.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684050430101420610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Artawijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 1 Syawal 1837 Hijriyah. Bertepatan dengan 1 Januari 1968. Pagi masih basah, ketika ratusan kaum muslimin sejak pagi buta berkumpul untuk melaksanakan shalat dan mendengarkan khutbah Idul Fitri di area sekitar pusat perbelanjaan Proyek Senen, Jakarta Pusat. Maklum, sang khatib pada hari itu bukanlah tokoh biasa. Dia adalah Allahyarham Mohammad Natsir, pendiri sekaligus ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Massa datang berjejal, ingin mendengarkan khutbah dari tokoh yang sempat memimpin Partai Masyumi ini. Pada waktu itu, isu Kristenisasi begitu mencuat, bahkan sudah terjadi gesekan di lapangan antara kaum Muslimin dengan kelompok salibis.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari atas mimbar, Mohammad Natsir yang dikenal bersahaja dan berkarakter lembut menyampaikan khutbahnya. Hari itu, ia meminta kepada kelompok Kristen untuk tidak bermain api dengan akidah kaum Muslimin. "Isyhaduu bi annaa Muslimun! Saksikanlah (dan akuilah) bahwa kami ini adalah Muslimin! Yakni orang-orang yang sudah memeluk agama. Agama Islam. Orang-orang yang sudah mempunyai identitas, yakni Islam. Janganlah identitas kami saudara ganggu. Jangan kita ganggu mengganggu dalam soal agama ini..." tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas pula, di hadapan ratusan massa umat Islam, mantan Perdana Menteri Republik Indonesia ini menyatakan, "Kita umat Islam tidak apriori menganggap musuh terhadap orang-orang yang bukan Islam. Tetapi tegas pula Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang kami untuk bersahabat dengan orang-orang yang mengganggu agama kami..." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natsir melanjutkan, "Ada baiknya kita berbicara berpahit-pahit. Yakni, yang demikian tidak akan dapat kami lihatkan saja sambil berpangku tangan. Sebab kalaulah ada suatu harta yang kami cintai lebih dari segala-galanya itu, ialah agama dan keimanan kami. Itulah yang hendak kami warikan kepada anak cucu dan keturunan kami. Harta ini kami diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menjaga dan melindunginya, sampai dia selamat dan aman, dan jadilah agama itu karena Allah semata-mata. Kalau bisa dengan teman bersama-sama, kalau tidak seorang diri sebatang kara..." Demikian khutbah Mohammad Natsir di tengah keprihatinan umat Islam dengan maraknya berbagai upaya Kristenisasi yang terjadi di tengah-tengah kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum itu, pada Majalah Pandji Islam tahun 1938, Natsir yang juga tokoh Persatuan Islam (Persis) menulis tentang upaya-upaya misi Kristenisasi yang tak henti-hentinya menyasar umat Islam. Natsir menyatakan, zending Kristen akan bekerja habis-habisan, dengan dukungan zending internasional, mengkristenkan negeri-negeri Muslim. Dalam artikel berjudul, "Suara Adzan dan Lonceng Geredja" Natsir menegaskan, jika kaum Muslimin berdiam diri dan berpangku tangan dengan gerak laju kristenisasi, maka bukan hal yang mustahil, di negeri yang mayoritas Muslim ini suara adzan akan dikalahkan dengan 'lonceng gereja'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa yang lirih, Natsir menuliskan keprihatinannya ke depan akan nasib kaum Muslimin kelak di Indonesia, jika misi kristenisasi semakin kuat dan menggurita. Ditambah lagi, upaya-upaya untuk menjauhkan para pemuda muslim dari agamanya dan perusakan moral begitu gencar. "Sebagian kaum di golongan yang masih muda, sedang dilepaskan dari ikatan iman mereka yang asli, sehingga kesudahannya terdampar ke kanan dan ke kiri oleh gelombang penghidupan dan tidak pernah mengenal tujuan hidup yang lebih tinggi dan luhur. Sudah bukan barang yang mustahil lagi apabila sekarang terjumpa anak-anak kita orang Islam yang telah sampai ke sekolah-sekolah menengah yang belum pernah membaca fatihah seumur hidupnya dan hanya belajar mengucapkan kalimat syahadat dengan bersusah payah di waktu akan mengakadkan nikah di muka penghulu..." terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ketegasan Mohammad Natsir sebagai tokoh umat Islam terhadap persoalan Kristenisasi. Ia tidak berdiam diri dan berpangku tangan, apalagi bersikap lunak dengan mengatasnamakan 'kerukunan beragama dan toleransi'. Dalam buku "Islam dan Kristen di Indonesia" yang ditulisnya, terlihat bahwa sejak masih muda, Natsir sudah berjibaku menghalau upaya-upaya Kristenisasi. Dengan bahasa yang terang dan tegas, Natsir berpolemik dengan seorang pendeta. Ia juga terlibat langsung dalam mendirikan "Komite Pembela Islam", sebuah organisasi yang didirikan untuk menghadapi Kristenisasi dan segala penghinaan terhadap Islam dan kaum Muslimin pada era sebelum kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saat ini ada orang yang mengaku sebagai pimpinan ormas terbesar di Indonesia, tetapi bermuka manis, bahkan berada di barisan kelompok Kristen yang berperkara dengan umat Islam. Al-wala'-nya diserahkan kepada kaum kafir, dan al-bara'-nya justru dilakukan terhadap umat Islam. Islam menghargai hak-hak kaum kafir, jika mereka juga menghargai hak-hak kaum Muslimin. Jika kaum kafir, mencari perkara dan mengusik akidah kaum Muslimin, tak ada pilihan lain selain bersikap tegas dan melawan sekuat tenaga demi mempertahankan akidah kaum Muslimin. Isyhaduu bi anna Muslimun...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-1367624390672267139?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/1367624390672267139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=1367624390672267139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1367624390672267139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1367624390672267139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/12/m-natsir-dan-ketegasannya-terhadap.html' title='M. Natsir dan Ketegasannya Terhadap Kristenisasi'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KvZrSPnPrkg/TuHNwDOZ-kI/AAAAAAAACPQ/-8AywL9f6MQ/s72-c/M.%2BNatsir.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2045474912410584612</id><published>2011-11-24T12:32:00.002+07:00</published><updated>2011-11-24T12:34:06.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>ALI HASJMY, Bapak Pendidikan Aceh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0YiAKlbUEKY/Ts3XR_TjUfI/AAAAAAAACPE/lnopQnCZwzA/s1600/ali%2Bhasymi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0YiAKlbUEKY/Ts3XR_TjUfI/AAAAAAAACPE/lnopQnCZwzA/s320/ali%2Bhasymi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678431409235251698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah tokoh tiga zaman: zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, dan pascakemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seabad lalu, seorang ulama besar lahir di Tanah Rencong. Selama lebih dari setengah abad setelahnya, Indonesia dipenuhi karya-karya sang ulama. Dan sepeninggal sang imam, karya-karya itu tetap hidup, menginspirasi puluhan tokoh Indonesia, dan menantang generasi muda untuk berkarya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ulama itu bernama Ali Hasjmy, anak kedua dari delapan bersaudara yang terlahir dengan nama Muhammad Ali Hasyim pada 28 Maret 1914 di Lampaseh, Aceh. Ayahnya, Tengku Hasyim, adalah seorang pensiunan pegawai negeri. Dari hasil perkawinannya dengan perempuan bernama Zuriah Aziz, Hasjmy dikaruniai tujuh orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasjmy menempuh pendidikan pertama di Government Inlandsche School Montasie Banda Aceh, sekolah setingkat SD. Kemudian ia melanjutkan ke madrasah thawalib di Padang Panjang hingga jenjang aliyah. Setelah tamat, ia meneruskan studinya di Al-Jami'ah al-Islamiyah Qism Adab al-Lughah wa Tarikh ats-Tsaqafah al-Islamiyah (Perguruan Tinggi Islam, Jurusan Sastra dan Kebudayaan Islam) di Padang. Ia lalu menjadi guru dan pendidik di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masih berusia 20-an, Hasjmy aktif dalam organisasi pemuda Islam. Di antaranya, ia menjadi anggota dan sekretaris Himpunan Pemuda Islam Indonesia (HPII), yang merupakan organisasi underbow partai politik Persatuan Muslim Indonesia (Permi). Partai tersebut dikenal menganut sistem nonkoperasi terhadap Pemerintah Hindia-Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1935, bersama sejumlah pemuda yang baru pulang dari Padang, ia mendirikan Serikat Pemuda Islam Aceh (Sepia) dan menjadi salah satu pengurus besarnya. Sepia kemudian berganti nama menjadi Pergerakan Angkatan Muda Islam Indonesia (Paramiindo), dan menjadi organisasi radikal yang giat menentang penjajahan Belanda melalui gerakannya.&lt;br /&gt;Hasjmy kemudian mulai aktif sebagai anggota pengurus pemuda Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), organisasi nonpolitik yang juga bergerak menentang Belanda. Ia juga aktif di bidang kepanduan (sekarang Pramuka) dan menjadi wakil kwartir kepanduan Kasysyafatul Islam Aceh Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia baru berusia 27 tahun saat ia dan sejumlah kawannya di PUSA mendirikan Gerakan Fajar, sebuah gerakan rahasia bawah tanah yang bertujuan mengorganisasi pemberontakan terhadap Belanda. Sejak awal 1942, gerakan tersebut melakukan kegiatan sabotase di seluruh Aceh, bahkan dengan perlawanan fisik. Hasjmy ikut memimpin kegiatan pemberontakan itu, yang berakibat penangkapan ayahnya oleh Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 1945, Hasjmy kembali mendirikan organisasi. Bersama sejumlah pemuda, ia menggagas berdirinya Ikatan Pemuda Indonesia (IPI). Organisasi rahasia itu bertujuan melakukan persiapan perlawanan terhadap kekuasaan Belanda yang kembali ke Aceh pascakekalahan Jepang pada 14 Agustus 1945. Setelah proklamasi kemerdekaan, IPI aktif melakukan gerakan secara terang-terangan untuk mempertahankan kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPI beberapa kali berganti nama, menjadi Barisan Pemuda Indonesia (BPI), Pemuda Republik Indonesia (PRI), dan Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo). Pesindo Aceh lalu memisahkan diri dari pimpinan pusat Pesindo yang dinilai telah dipengaruhi oleh ideologi komunisme. Pesindo Aceh berdiri sendiri dengan landasan Islam dan kemudian membentuk laskar dengan nama Divisi Rencong. Sejak masih di IPI hingga Divisi Rencong, Hasjmy bertindak sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Hasjmy juga pernah aktif dan menjadi bagian dari partai politik Persatuan Muslim Indonesia (Permi) dan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Ketika masih di Aceh, ia pernah terlibat dalam organisasi politik dengan menjadi ketua dewan pimpinan wilayah PSII. Ia bahkan pernah dipenjara di Medan mulai September 1953 hingga Mei 1954 karena dituduh terlibat dalam pemberontakan Daud Beuereueh di Aceh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam laman tamanismailmarzuki.com disebutkan, Hasjmy yang berstatus tahanan kemudian dikirim ke Jakarta atas permintaan Jaksa Agung. Di Jakarta, ia dibebaskan dan dipindahkan ke Departemen Sosial. Januari 1957, ia diangkat menjadi Gubernur Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedi Islam menuliskan, Hasjmy adalah seorang pejuang yang melakukan aktivitas perjuangannya dalam tiga bidang, yaitu perjuangan fisik, diplomasi, dan birokrasi. Di masa perjuangan, ia aktif memimpin barisan perjuangan Divisi Rencong. Dalam bidang diplomasi, perannya terlihat saat dipercaya menjadi anggota Misi Haji II RI tahun 1949. Pada tahun yang sama, ia diangkat menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebagai birokrat, tugas penting yang diembannya adalah menjadi gubernur Daerah Istimewa Aceh selama tujuh tahun (1957-1964). Dalam masa pengabdiannya itu, ia bersama Panglima Kodam I Iskandar Muda berhasil mengamankan Pemberontakan DI/TII dengan baik. Ia juga menjadi gubernur diperbantukan Menteri Dalam Negeri Jakarta periode 1964-1968.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saat menjabat gubernur Aceh, ia juga berhasil membangun Pusat Pendidikan Kota Mahasiswa Darussalam. Di dalamnya berdiri dua lembaga pendidikan tinggi, yakni Universitas Syahkuala dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak aktivitas dan keterlibatan Hasjmy di bidang pendidikan dicapainya saat dipercaya menjadi rektor IAIN Ar-Raniry mulai 1977 hingga 1982. Sebelumnya, pada 1975, ia dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu dakwah di perguruan tinggi yang sama. Selain itu, ia pernah menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi DI Aceh. Dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang didirikan pada 1991, Hasjmy pernah menjadi anggota dewan penasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas keberhasilan dan perannya di bidang pendidikan, Hasjmy dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Aceh. Sedangkan sejarawan Universitas Syahkuala, Mawardi Umar, menyebutnya sebagai tokoh tiga zaman; zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, dan pascakemerdekaan. Ulama multitalenta ini wafat pada 18 Januari 1998 dalam usia 84 tahun. c15/berbagai sumber, ed: heri ruslan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujangga Bersajak Nasionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat, alangkah indahnya alam sekarang, gunung dan bukit bermandi cahaya petang, pucuk kelapa melambai damai atas angkasa, sebagai semarak tanah air tercinta... Aku mencintai engkau, oh Tanah Airku. Wahai, alangkah indahnya engkau, wathanku, Alangkah makmurnya engkau, Tanah Airku, Aku berjanji.. Bersumpah sakti... Tetapi, wahai tanahku yang indah, akan abadikah kebahagiaan kami, Akh, aku bimbang... Tentang zaman yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Hasjmy bukanlah ulama biasa. Selain menjadi pejuang penentang kolonialisme Belanda dan berkiprah di dunia pendidikan pascakemerdekaan, tokoh yang gemar membaca dan mendengarkan musik itu merupakan seorang sastrawan. Sajak bertema nasionalisme di atas adalah karya Hasjmy dalam novelnya Melalui Jalan Raya Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai kepujanggaannya sejak berusia 17 tahun, saat mulai menulis dalam berbagai surat kabar dan majalah Indonesia. Sejalan dengan waktu, ia mulai menulis buku dalam berbagai bidang, seperti puisi, novel, sejarah, seni budaya, pendidikan, politik, tata negara, ilmu dakwah, dan riwayat perjalanan. Beberapa nama pena yang kerap digunakannya adalah al-Hariry, Aria Hadiningsun, dan Asmara Hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan karya telah dihasilkan oleh sosok yang namanya digunakan sebagai nama sebuah museum di Aceh itu. Tidak sedikit di antaranya adalah karya sastra, seperti dua karya yang berisi sajak-sajak Hasjmy berjudul Kisah Seorang Pengembara (1937) dan Dewan Sajak (1938). Sedangkan, beberapa novel karangannya adalah Bermandi Cahaya Bulan (1938, dicetak ulang pada 1979), Dewi Fajar (1943), Nona Press Room (1963), Meurah Johan (1977), Tanah Merah (1977), Melalui Jalan Raya Dunia (1978), dan Suara Azan dan Lonceng Gereja (1983).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku lain yang ditulisnya bersifat analisis sastra seperti Rubai Hamzah Fansury Karya Sastra Sufi Abad XVII (Kuala Lumpur, 1976), Hikayat Perang Sabil Jiwanya Perang Aceh (1970), Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun (Jakarta, Bulan Bintang, 1978), Hikayat Pocut Muhammad dalam Analisa, serta puluhan buku dari genre lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya-karya itulah Hasjmy menghadirkan pemikirannya, termasuk nasionalisme yang gegap gempita dalam dirinya. Dalam bukunya yang berjudul Di mana Letaknya Negara Islam (1984), Hasjmy menulis, "Dalam negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, ada unsur tertentu dari sistem demokrasi liberal Barat, sistem demokrasi sosial, sistem demokrasi Islam, dan lain-lain yang tidak bertentangan dengan hakikat Pancasila."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Mawardi Umar mengatakan, seperti dikutip theglobejournal.com, mengatakan (Agustus 2011) bahwa nasionalisme Hasjmy tak perlu diragukan. Hal itu, katanya, tergambar dalam karya-karya sastra Hasjmy, juga perjuangan fisik yang ditunjukkannya pada masa prakemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup dikenal sebagai ulama, tokoh pendidikan, pejuang, dan sastrawan, sejumlah tokoh menambahkan sederet gelar lain bagi Ali Hasjmy. Di antaranya, dokumentaris, sejarawan, dan aktor atau pelaku dari sejarah itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2045474912410584612?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2045474912410584612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2045474912410584612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2045474912410584612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2045474912410584612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/ali-hasjmy-bapak-pendidikan-aceh.html' title='ALI HASJMY, Bapak Pendidikan Aceh'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0YiAKlbUEKY/Ts3XR_TjUfI/AAAAAAAACPE/lnopQnCZwzA/s72-c/ali%2Bhasymi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5839600788351994003</id><published>2011-11-23T15:26:00.001+07:00</published><updated>2011-11-23T15:28:18.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Sejarah Indonesia Minus Tafsir Sekuler</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HK40o314YSk/Tsyuc0e4G2I/AAAAAAAACO4/5lQ3CoFXZFk/s1600/sif.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HK40o314YSk/Tsyuc0e4G2I/AAAAAAAACO4/5lQ3CoFXZFk/s320/sif.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678105040355072866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Akmal Sjafril, M.Pd.I. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMAT Islam Indonesia pantas bersyukur. Setelah sebelumnya Moh. Natsir diresmikan sebagai Pahlawan Nasional RI pada tanggal 10 November 2008, maka kini Buya Hamka, Mr. Syafruddin Prawiranegara dan KH. Idham Chalid mendapatkan pengakuan yang sama terhitung sejak 8 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fakta bahwa Pemerintah RI membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengakui kepahlawanan Moh. Natsir (15 tahun sesudah wafatnya), Hamka (30 tahun) dan Syafruddin Prawiranegara (22 tahun) adalah suatu fenomena yang perlu mendapat perhatian dan menjadi bahan diskusi demi kelangsungan bangsa ini. Pada kenyataannya, ketiga tokoh ini telah menjadi pahlawan di mata umat Islam jauh sebelum pemerintah mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moh. Natsir adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau ikut mendirikan dan membesarkan partai politik Masyumi yang pada jamannya menjadi tempat penyaluran aspirasi politik umat Islam Indonesia. Natsir pernah mendapat amanah sebagai Menteri Penerangan dan menjadi anggota parlemen sebagai wakil rakyat dari Masyumi. Pada tahun 1950, Natsir mengajukan mosi integral yang kemudian diterima secara aklamasi, sehingga bentuk negara perserikatan ditinggalkan untuk kemudian kembali pada format Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Natsir juga sempat menjadi orang kepercayaan Presiden Soekarno sehingga ia diangkat menjadi Perdana Menteri. Dalam pergaulan internasional, Natsir dikenal luas karena pernah menjabat sebagai Presiden Liga Muslim Sedunia (World Moslem Congress) dan anggota Dewan Eksekutif Rabithah ‘Alam Islamiy. Setelah karir politiknya berakhir, Natsir membaktikan hidupnya dalam dakwah, terutama melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Malik Karim Amrullah, atau biasa dikenal dengan nama Buya Hamka, adalah ulama-sastrawan yang memiliki karisma tersendiri. Jika di dunia sastra beliau dikenal karena karya-karyanya seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, maka namanya pun tercatat dalam tinta emas sejarah Islam di Indonesia karena karya-karyanya yang sangat banyak seperti Tasauf Modern, Pelajaran Agama Islam, dan tentu saja Tafsir Al Azhar yang merupakan magnum opus-nya. Meski Hamka sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan politik, kontribusinya juga tidak bisa diabaikan begitu saja, karena beliau pernah terpilih menjadi wakil rakyat dari Masyumi, bahkan juga menjadi Juru Kampanye Utama dari partai tersebut. Dunia internasional mengenalnya sebagai seorang akademisi, terutama setelah beliau menerima gelar Doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Pada masa Orde Baru, Presiden Soeharto memintanya untuk memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sepeninggal Buya Hamka, karya-karya beliau masih terus diperbincangkan di Indonesia dan di negeri-negeri jiran seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kedua rekannya di atas, Syafruddin Prawiranegara memiliki ‘keunikan’ tersendiri. Boleh dibilang karir politiknya ‘lebih tinggi’ daripada Natsir, karena Syafruddin pernah menjadi Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, Menteri Kemakmuran, Gubernur Bank Sentral Indonesia, bahkan juga sebagai Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan pemerintahan darurat pada saat itu memang sangat dibutuhkan karena Yogyakarya (pusat pemerintah RI pada masa itu) telah jatuh ke tangan Belanda dalam peristiwa Agresi Militer II pada tahun 1948. Setelah keadaan aman kembali, Syafruddin membuktikan sifat amanahnya dengan mengembalikan mandat kepresidenan kepada Soekarno; sebuah sikap yang sulit dicari pembandingnya di masa kini. Sebagaimana Natsir dan Hamka, Syafruddin berkonsentrasi di lapangan dakwah pada akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Natsir, Hamka dan Syafruddin Prawiranegara sama-sama menemukan ‘batu sandungan’ dalam sejarah nasional Indonesia. Natsir dan Syafruddin dikenal sebagai tokoh-tokoh kunci dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Orde Lama secara paksa membubarkan Masyumi, membawa serta nama Natsir dan Hamka dalam diskriminasi yang berkelanjutan hingga masa Orde Baru. Hamka sendiri pernah ditahan karena tuduhan subversif oleh pemerintah Orde Lama dan mundur dari jabatan Ketua MUI karena tekanan yang hebat akibat fatwa haramnya perayaan Natal bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpeliharanya nama besar ketiga tokoh tersebut meski diskriminasi sejarah terus dilakukan adalah bukti bahwa catatan sejarah tidak selalu sejalan dengan pandangan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, ada hegemoni kekuatan ideologis yang memaksakan versi sejarah tertentu kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRRI, misalnya, tidak selalu dianggap sebagai gerakan pemberontakan, meski buku-buku pelajaran sejarah menyatakan demikian. Di tengah-tengah masyarakat Sumatera yang hidup pada jaman itu, meskipun tidak semuanya mendukung PRRI, namun cukup banyak yang tidak sepakat dengan pendapat pemerintah yang menganggapnya sebagai gerakan pemberontak. Sebaliknya, langkah-langkah penumpasan PRRI justru telah menimbulkan trauma yang cukup mendalam bagi sebagian masyarakat yang sebenarnya tidak banyak tahu tentang konstelasi politik nasional. Di samping itu, kini semakin banyak analis yang sepakat bahwa PRRI adalah gerakan koreksi terhadap pemerintah pusat yang telah membiarkan terjadinya ketimpangan sosial dan banyak dipengaruhi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekatnya PKI dengan kekuasaan juga mengakibatkan jatuhnya banyak korban politik dari kalangan umat Islam, terutama lawan-lawan politiknya seperti Masyumi. Sebagai akibatnya, Masyumi dibubarkan secara paksa dan para pimpinannya tidak boleh lagi terjun ke ranah politik. Orde Baru banyak meralat keputusan-keputusan Orde Lama, termasuk membebaskan tahanan-tahanan politik yang tidak pernah melewati proses peradilan seperti Hamka, namun Masyumi tetap tidak dibiarkan hidup kembali, dan diskriminasi politik terhadap umat Islam pun berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buya Hamka, yang telah dua kali menjadi korban politik rejim yang berkuasa, adalah contoh kasus yang cukup menarik untuk menunjukkan bagaimana diskriminasi politik bekerja dalam waktu yang sangat panjang. Beliau tidak pernah mundur dari sikap penentangannya terhadap komunisme dan sekularisme. Sikapnya terhadap PKI sangat tegas, dan beliau tak pernah ragu untuk mengkritik Presiden Soekarno sekalipun. Dua tahun lamanya beliau mendekam di penjara tanpa proses peradilan akibat tuduhan ikut serta dalam rapat gelap merencanakan pembunuhan Soekarno. Hamka baru keluar dari penjara setelah Orde Lama jatuh. Orde Baru, meskipun pada awalnya terlihat berusaha ‘mengulurkan tangan’ kepada beliau dengan mengangkatnya sebagai Ketua MUI yang pertama, pada akhirnya harus berpisah jalan pula karena perbedaan pendirian yang sangat tajam. Pada masa itu, toleransi antarumat beragama dimaknai dengan perayaan hari besar agama bersama, dan pemaknaan toleransi yang semacam inilah yang dipaksakan kepada masyarakat. MUI langsung merespon tegas dengan mengeluarkan fatwa haramnya perayaan Natal bersama, dan konflik berakhir dengan mundurnya Hamka dari jabatan Ketua MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh setelah berlalunya masa PRRI, Masyumi dan fatwa haramnya perayaan Natal bersama, sejarah terus mengesampingkan para ulama besar yang pernah berseberangan dengan penguasa sekuler negeri ini. Bagaimana negarawan berkelas internasional seperti Moh. Natsir, mantan Presiden seperti Syafruddin Prawiranegara, dan ulama besar selevel Buya Hamka bisa luput diceritakan dalam lembaran-lembaran buku pelajaran Sejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami oleh para ulama adalah cerminan dari kondisi umatnya. Hegemoni tafsir sekuler terhadap sejarah Indonesia telah membawa penderitaan berkepanjangan bagi umat Islam di negeri ini. Puluhan tahun lamanya umat Muslim tidak mendapatkan pengakuan yang wajar atas kontribusinya untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, masih saja ditemukan dikotomi antara golongan ‘Islamis’ dan ‘nasionalis’, seolah-olah yang Islamis tak bisa nasionalis. Kita masih menemukan begitu banyak peraturan yang justru menginjak-injak hak umat Muslim untuk menjalankan ajaran agamanya dengan baik. Di beberapa tempat, kita masih temukan larangan mengenakan jilbab. Setiap kali kata “syariat” disebut dalam proses pembentukan peraturan daerah (meskipun sebenarnya kata tersebut tidak dicantumkan), muncul kesan bahwa kaum ‘Islamis’ akan melakukan diskriminasi terhadap umat beragama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kesan negatif terhadap Islam yang seolah muncul secara otomatis (taken for granted) ini adalah bukti adanya hegemoni tafsir sekuler terhadap sejarah nasional bangsa ini. Para penulis sejarah memaksakan pemikiran-pemikiran sekuler yang menekan masyarakat untuk meninggalkan agamanya masing-masing, menempatkannya di sudut peradaban dan menjadikannya tidak relevan dalam kehidupan sehari-hari. Seolah-olah umat Islam yang Islamis tidak pernah berjuang dan bekerja untuk Indonesia, padahal darah umat Muslim-lah yang paling banyak menggenangi tanah Indonesia pada jaman revolusi fisik dahulu. Para ulama dikesankan sebagai kekuatan politik tersendiri yang masing-masing bergerak demi kepentingan pribadi atau hanya demi umat Muslim (dengan mengabaikan umat lain), padahal merekalah yang dahulu mengobarkan semangat jihad untuk membebaskan negeri ini dari cengkeraman penjajah. Demikian juga tuntutan umat Muslim untuk mendapatkan kebebasan menjalankan syariat Islam senantiasa dianggap sebagai usaha untuk menindas umat-umat beragama lainnya, padahal kebebasan menjalankan agama masing-masing, termasuk kepada umat non-Muslim, adalah bagian yang sangat fundamental dari syariat Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama-negarawan seperti Natsir, Hamka dan Syafruddin Prawiranegara telah sejak lama menekankan hal ini. Akan tetapi, doktrin sekularisme – yang sesungguhnya tidak mengakar dalam jiwa bangsa Indonesia – tetap dipertahankan oleh para penguasa dari masa ke masa, sehingga tafsir sejarah pun senantiasa menggunakan pandangan hidup (worldview) sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Moh. Natsir, Hamka, KH. Idham Chalid dan Syafruddin Prawiranegara adalah suatu awal yang bagus untuk memulai dialog dengan seluruh elemen bangsa, terutama sekali umat Muslim. Sudah bukan waktunya lagi kita mempertentangkan antara yang Islamis dan nasionalis. Ini adalah waktu yang tepat untuk meninjau dan menulis ulang sejarah dengan semangat kebersamaan dan kejujuran, bukan dengan semangat sekularisme yang senantiasa memusuhi agama dan kaum agamawan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.hidayatullah.com/read/19798/15/11/2011/sejarah-indonesia-minus-tafsir-sekuler.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5839600788351994003?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5839600788351994003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5839600788351994003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5839600788351994003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5839600788351994003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/sejarah-indonesia-minus-tafsir-sekuler.html' title='Sejarah Indonesia Minus Tafsir Sekuler'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HK40o314YSk/Tsyuc0e4G2I/AAAAAAAACO4/5lQ3CoFXZFk/s72-c/sif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5848409894717657041</id><published>2011-11-17T11:03:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T11:05:32.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>Mitos Burung Merpati di Mekkah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-4_tDMpX-9kY/TsSIBmwzDrI/AAAAAAAACOs/GgYXEjIKmKY/s1600/burung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-4_tDMpX-9kY/TsSIBmwzDrI/AAAAAAAACOs/GgYXEjIKmKY/s320/burung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675810991560134322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anggunnya Merpati di Sekitar Masjidil Haram dengan Berbagai Mitos dan Cerita Sejarahnya. Burung merpati merupakan jenis unggas kesayangan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Masjidil Haram terlihat banyak sekelompok merpati liar mencari makan di jalanan dan pelataran masjid. Ketika melewati halaman Masjidil Haram, burung merpati dengan jumlah mencapai ratusan beterbangan dan berebut makanan yang sengaja diberikan oleh para jamaah yang berada ditempat itu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang burung itu sudah jinak karena walaupun kita berada tak jauh. Burung merpati yang ada di Mekah maupun Madinah ternyata sama dengan Merpati lainnya, tidak mempunyai keistimewaan khusus dibanding dengan merpati lainnya. Tapi merpati Mekkah yang sering dijumpai di halaman Masjidil Haram beda dengan jenis merpati Eropa atau Indonesia. Warnanya unik dan bulunya dihiasi dengan dua garis melintang mirip pangkat seorang perwira dalam ketentaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan, merpati Mekkah terkait dengan sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW. Ketika itu Rasulullah bersama sahabat Abubakar sedang dikejar kaum Quraisy, beliau lalu bersembunyi di Gua Hira untuk menghidar dari pengejaran. Pada saat itulah di pintu gua bersarang laba-laba dan pada saat yang sama ada pula burung merpati sedang bertelur.&lt;br /&gt;Karena melihat pintu gua ditutup laba-laba dan ada merpati bertelur, maka kaum Quraisy memastikan tidak mungkin sesorang bisa bersembunyi di dalam gua, dan Rasulullah dan Abubakar r.a. akhirnya lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berada di tanah suci Mekah, kita dilarang untuk menangkap apalagi berburu burung merpati tersebut, baik dalam ihram maupun tidak. Kecuali setelah berada di luar kota Mekah, itupun bukan untuk yang sedang ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : ““Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah memuliakan kota Mekkah, maka tidak halal bagi seseorang sebelumku dan juga setelahku. Sesungguhnya dia halal bagiku sesaat dari waktu siang. Tidak boleh dicabut tanamannya, tidak boleh dipotong pohonnya dan tidak boleh diusir binatang buruannya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian penulis sejarah Arab menduga bahwa merpati yang berada di sekitar Baitullah, Mekkah dan Madinah adalah keturunan sepasang merpati yang dulu pernah membangun sarangnya di depan gua tempat Rasulullah saw dan Abu Bakr ash Shiddiq bersembunyi dari kejaran orang-orang Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian orang juga merpati-merpati yang berada di sekitar Mekkah memiliki ciri yang berbeda dari merpati-merpati pada umumnya. Warnanya unik dan bulunya dihiasi dengan dua garis melintang mirip pangkat seorang perwira dalam ketentaraan.&lt;br /&gt;Tampaknya gerombolan merpati yang jinak tersebut mengelilingi ka’bah, berputar-putar sebanyak tujuh kali seolah-olah sedang bertawaf. Mungkin orang menganggap hal itu hanya sebuah kebetulan belaka, tapi kalau kita ingat kembali kepada Kekuasaaan Allah maka kita akan segera menyadari bahwasanya tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Allah. Selain itu ada satu kasus lagi yang pasti lebih mencengangkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit Jazirah Arab terkenal dengan beragam jenis burung pemangsa seperti elang dan alap-alap. Merpati adalah mangsa empuk burung elang. Namun anehnya, tak seekor burung elang pun pernah terlihat berputar-putar mengincar merpati sebagai mangsanya.&lt;br /&gt;Penduduk Mekkah pun tidak jauh berbeda, mereka terkenal sangat menyukai kerumunan merpati-merpati ini. Mereka tak pernah merasa terganggu dengan kehadiran merpati-merpati ini, dan bahkan mereka membuat kesepakatan untuk tidak menyembelih burung-burung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga suka membiarkan saja merpati-merpati itu masuk ke rumah-rumah mereka seolah-olah itu adalah bagian dari keluarganya. Tak jarang burung-burung itu juga ikut kebagian jatah makanan dari si tuan rumah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5848409894717657041?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5848409894717657041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5848409894717657041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5848409894717657041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5848409894717657041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/mitos-burung-merpati-di-mekkah.html' title='Mitos Burung Merpati di Mekkah'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4_tDMpX-9kY/TsSIBmwzDrI/AAAAAAAACOs/GgYXEjIKmKY/s72-c/burung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-4052753667769420123</id><published>2011-11-17T10:59:00.003+07:00</published><updated>2011-11-17T11:02:19.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>MUSA JARULLAH BIGIEV, Pejuang Islam dari Negeri Beruang Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-oJw1cmsHoxk/TsSHPJBv-gI/AAAAAAAACOg/Sj8Sv_5qdHc/s1600/rusia1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oJw1cmsHoxk/TsSHPJBv-gI/AAAAAAAACOg/Sj8Sv_5qdHc/s320/rusia1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675810124584712706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IA MEMIMPIKAN PERSATUAN MUSLIM DARI SELURUH NEGARA SEBAGAI UMMAH YANG KUAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang yang tahu jejak kehidupan Musa Jarullah Bigiev atau Musa Yarullah Bigi, bahkan di negaranya sendiri. Padahal, ia ialah seorang ulama besar dari negeri beruang merah, Rusia. Tak sekadar ulama, Bigi juga bergelar filsuf, jurnalis, politikus, pendidik, dan penulis.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia merupakan tokoh Muslim yang mencurahkan hidupnya untuk mempertemukan Islam dengan perkembangan modern. Bigi menghabiskan hidupnya untuk berjuang membebaskan negara-negara Islam dari imperialisme dan kolonialisme Barat. Ia memimpikan persatuan Muslim dari seluruh negara sebagai ummah yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila sosok Bigi dikenal sebagai ulama berorientasi Pan-Islam (gerakan yang memperjuangkan kesatuan Muslim di bawah pemerintahan negara Islam). Sebagian pihak menilainya mengusung aliran keras. Di negara asalnya, karyakaryanya tidak dipelajari setelah tahun 1930-an karena dinilai berbahaya bagi ideologi masyarakat Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, namanya dihapuskan dari seluruh dokumen, ensiklopedia, serta kurikulum sekolah dan universitas. Meski sangat dikenal oleh kalangan Muslim kontemporer di Rusia, Turki, Timur Tengah, India, dan Asia Tengah, kehidupan dan karya intelektual Bigi tidak dikenal oleh mayoritas Muslim modern serta cendekiawan dari negara Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Bigi pun menghilang dan terlupakan, bahkan di sejumlah negara Arab, termasuk Afghanistan dan India, yang menjadi saksi perjuangannya membebaskan negaranegara Islam dari kolonialisme Barat dan imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang ulama ini pun tidak berkembang di Rusia. Satu-satunya karya akademik tentang Bigi di Rusia adalah Possledniy Bogoslov: Jizn i Nassledie Musi Jarullaha Bigieva (The Last Tatar Theo logian: The Life and Heritage of Musa Jarullah Bigiev), yang ditulis seorang sarjana bernama Aydar Khairetdinov pada 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sarjana Turki, seperti Abdullah Battal-Taymas, Ahmet Kanlldere, Mehmet Gormez, Ibrahim Mara, dan beberapa lainnya pernah menulis tentangnya, namun hanya terbatas pada biografinya. Pemikiran dan ide-ide unik Bigi, serta pengaruhnya bagi umat Islam hingga kini menjadi peninggalan yang tidak banyak dianalisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, literatur yang mengulas tentangnya dalam bahasa Inggris sangat terbatas. Padahal, Bigi memublikasikan 64 buku yang rata-rata ditulisnya dalam bahasa Arab di sepanjang hidupnya. Tulisan-tulisannya berkaitan dengan banyak hal, seperti isu yurisprudensi Islam, akidah, ilmu Alquran, ilmu hadis, literatur, ekonomi, hukum, politik, dan sejarah. Ia juga menulis dalam bahasa Turki, yang berbicara tentang kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, serta kehidupan politik Muslim Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bigi lahir pada 24 Desember 1875 (sebagian menyebutnya lahir pada 1874) di Novo-Cherkassk, sebuah kota Rusia dekat Rostov-on-Don. Ayahnya, Yarullah Devlikam, adalah seorang mullahketurunan keluarga kaya raya dari Dusun Kikine, Provinsi Penza, yang meninggal saat Bigi masih berusia enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya bernama Fatimah, yang merupakan putri seorang kepala madrasah di Kikine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal suaminya, ibu Bigi berjuang membesarkan ia dan kakaknya, Zahir, dan mendidik mereka untuk menjadi ulama. Saat itu, Rostov-on-Don adalah sebuah pusat bisnis dan banyak dihuni penduduk etnis Rusia sehingga tidak kondusif bagi pembelajaran Islam. Bigi pun dikirim ibunya ke sebuah kota bernama Qazan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota itu, Bigi menjadi murid sekolah agama lokal yang terkenal, Apanay, serta Madrasah Husainiya. Ensiklopedi Oxford menyebutkan bahwa di Qazan, Bigi belajar di Madrasah Kulbue dan keluar sebelum menamatkan pendidikannya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun di Qazan, Bigi pulang ke Rostov-on-Don dan masuk Gimnasium Sains Rusia. Lulus pada 1895, ia kemudian pergi ke Bukhara untuk belajar Islam. Setelah empat tahun di sana, Bigi kembali pulang dan pergi lagi memulai perjalanan panjang ke Timur Tengah. Ia mengawalinya dari Istanbul, kemudian berlanjut ke Mesir, dan memilih Al Azhar sebagai tempat belajarnya. c15 ed: heri ruslan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR PADA MURID AL-AFGHANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang biografer bernama Alimcan el-Idrisi, seperti dikutip Elmira Akhmetova da lam Musa Jarullah Bigiev: Political Thought of a Tatar Muslim Scholar, menyatakan Bigi tidak bisa mengandalkan madrasah-ma drasah yang telah menjadi level pendidikan lazim di dunia Islam kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bigi berupaya belajar dengan caranya sendiri. Dia memanfaatkan pengetahuan beberapa cendekiawan terkenal. Di Mesir, Bigi belajar pada Syekh Muhammad Bakhit al-Mutifi (wafat 1935), salah satu cendekiawan paling berpengaruh di sana, yang juga murid dan pengikut pemikiran Jamaluddin al-Afghani. Ia juga pernah mengikuti kelas Muhammad Abduh (1849-1905).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara itu pula, Bigi menghabiskan banyak waktunya di Perpustakaan Nasional untuk meneliti sejarah studi Alquran. Ia lalu pergi ke Makkah untuk berhaji dan menetap di sana selama dua tahun untuk mempelajari Alquran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu hijrah ke India dan menghabiskan satu tahunnya di Uttar Pradesh untuk belajar Sansekerta, demi memahami naskah Hindu, Mahabharata. Pada 1904, Musa kembali ke Rostov-on-Don dan menikah di tahun yang sama dengan Asma Aliye Khanim, putri seorang imam dan guru agama di kota kecil bernama Chistay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, ia tak berminat bekerja menjadi mullahatau guru madrasah dan bermukim di sana. Ia malah menitipkan istrinya pada ibunya dan pergi ke St Petersburg untuk memenuhi dahaganya terhadap ilmu. Di sana, ia memilih fakultas hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan akrab Bigi terhadap masyarakat Rusia selama keberadaannya di St Petersburg, menjadikan politisasi pemikir an dan apresiasinya yang tajam sebagai kekuatan politiknya. Satu-satunya kiprah Bigi dalam dunia politik adalah saat ia menjadi sekretaris Kongres Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bigi mengabdikan sebagian besar waktunya untuk meneliti dan menulis. Ia pernah bekerja sebagai guru bahasa Arab, agama Islam, sejarah, dan teologi pada 1910 dan 1911 di Orenburg. Sepanjang 1905-1917, Bigi aktif mengorganisasi seluruh Konferensi Muslim Rusia, yang bertujuan menyatukan seluruh Muslim Rusia dan menemukan solusi bagi permasalahan-permasalahan sosial, keagamaan, pendidikan, serta permasalahan politik di bawah kolonialisme Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia secara rutin menyuplai informasi bagi Muslim Rusia tentang konferensi-konferensi tersebut. Pada 1904 dan 1905 saja, Musa menulis 10 artikel di surat kabar Ulfet, berisi penjelasan tentang dasar dan pencapaian konferensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Ulfet, ia juga menulis banyak tulisan tentang berbagai isu di koran dan majalah Tatar, Turki, dan Mesir, seperti Shura, al-Islah, Waqt, Islam Dunyas, Sabil al-Rashad, Turk Yurdu, dan al-Manar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi 1917 menumbuhkan harapan Bigi terhadap permulaan zaman kebebasan bagi kaum Muslim dan memilih tidak meninggalkan negaranya. Ia menulis Islam alifbasi sebagai tanggapan terhadap karya Bukharin, ABC Komunisme. Akibatnya, ia ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah dan bebas tiga bulan kemudian, berkat kampanye pers di Turki dan Finlandia yang mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1930, Bigi menyadari bahwa pintu kebebasan telah tertutup dan pluralisme politis ataupun pluralisme kultural tidak dapat diterima para pemimpin Rusia Soviet. Ia tak berhenti berjuang. Bigi memilih meninggalkan istri dan enam anaknya, lalu meninggalkan Rusia dan kembali menjelajah banyak negara, termasuk Jerman, Cina, India, dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia wafat di Mesir, 25 Oktober 1949, setelah hari-hari terakhirnya dihabiskan dengan hidup dalam kemiskinan di sebuah panti sosial. Bigi meninggalkan 122 buah karya yang sebagian ditulisnya dalam bahasa Arab, dan sebagian lainnya dalam bahasa Tatar. Dalam salah satu karyanya, Rahmat-i Ilahiya Burhannari (Orenburg, 1910), ia menantang dogma resmi yang mengatakan bahwa rahmat dan ampunan Tuhan tidak terlimpah kepada orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berpendapat, Tuhan memberikan ampunan-Nya kepada setiap manusia. Pendapat itu membuatnya dikecam oleh ulama konservatif, mullah liberal, dan juga intelektual jadid(modernis). Karena sedikitnya karya dan penguburan pemikiran Bigi, ulama Rusia yang juga mujtahid (interpreter ajaran Islam) ini dipandang secara berbeda-beda oleh sejumlah tokoh dan cendekiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansur Hasanov, presiden Academy of Sciences of Tatarstan, memuji Bigi sebagai figur renaisans nasional Tatar. Sedangkan para intelektual lainnya mengidentikkannya sebagai promotor ideologi Pan-Islamisme. c15 ed: heri ruslan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-4052753667769420123?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/4052753667769420123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=4052753667769420123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4052753667769420123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4052753667769420123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/musa-jarullah-bigiev-pejuang-islam-dari.html' title='MUSA JARULLAH BIGIEV, Pejuang Islam dari Negeri Beruang Merah'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oJw1cmsHoxk/TsSHPJBv-gI/AAAAAAAACOg/Sj8Sv_5qdHc/s72-c/rusia1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2156865255253820428</id><published>2011-11-17T10:56:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T10:59:04.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>JEJAK KEJAYAAN ISLAM di The Metropolitan Museum of Art</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dJdQZQk-NkY/TsSGgawRDzI/AAAAAAAACOU/AWgdHfRDnIE/s1600/jos.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dJdQZQk-NkY/TsSGgawRDzI/AAAAAAAACOU/AWgdHfRDnIE/s320/jos.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675809321889369906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Heri Ruslan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEWAT BENDA-BENDA SENI YANG SPEKTAKULER ITU, THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART MENCOBA UNTUK MENGAJAK PUBLIK DI AMERIKA DAN DUNIA BARAT UNTUK MENGENAL WARISAN PERADABAN ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maryam Ekhtiar tampak begitu bersemangat. Tanpa kenal lelah, doktor jebolanUniver-sitas New York itu mengajak para pengunjung The Metropolitan Museum of Art New York, Amerika Serikat (AS), menelusuri satu demi satu benda koleksi peninggalan Islam dari era keemasan. “Ini peninggalan Dinasti Abbasiyah,” ujar peneliti senior pada Departemen Seni Islam The Metropolitan Museum of Art sambil menunjuk pada sebuah Alquran tua yang dipajang di lemari pamer. Ia pun menjelaskan secara perinci sejarah dan asal-muasal setiap benda yang dipamerkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 24 Oktober 2011, museum termasyhur di dunia itu memamerkan sebanyak 12 ribu benda peninggalan peradaban Islam yang bermula dari abad ketujuh hingga 19 M. Ke-12 ribu koleksi yang didapat Museum Metropolitan itu, baik dengan cara membeli maupun meminjam, mewakili setiap dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi peninggalan benda-benda bersejarah itu berasal dari tanah Arab, Turki, Iran, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Koleksi benda bersejarah berupa Alquran, kitab, keramik, gelas, pedang, karpet, serta arsitektur yang ditampilkan di museum terkemuka di Negeri Paman Sam itu itu berasal dari era Dinasti Umayyah—dinasti pertama di dunia Islam— hingga zaman tiga kerajaan besar Islam, yakni Mughal (India), Safawiyah (Persia), dan Turki Usmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas undangan Washington Foreign Press CenterKementerian Luar Negeri AS, saya bersama 18 wartawan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan juga tamu undangan lainnya menghadiri acara gunting pita dan pembukaan 15 galeri yang menampilkan warisan peradaban Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara gunting pita pembukaan galeri baru karya seni dari tanah Arab, Turki, Iran, Asia Tengah, dan Asia Selatan itu berlangsung sederhana, namun penuh semangat. Sejumlah pejabat Kota New York menghadiri acara pembukaan itu. Berkali-kali kata “pencapaian monumental” diucapkan untuk menyebut benda-benda koleksi yang dihadirkan di The Metropolitan Museum of Art itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadirkan galeri baru yang khusus menampilkan benda-benda peninggalan peradaban Islam itu, The Metropolitan Museum of Art New York menghabiskan dana sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp 450 miliar. Persiapannya pun memakan waktu selama delapan tahun, melibatkan sederet kurator, pakar budaya, ilmuwan, seniman, dan perajin dari berbagai negara yang koleksinya ditampilkan di museum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersama tamu undangan yang lain mendapat kesempatan pertama untuk menikmati 12 ribu koleksi benda bersejarah warisan peradaban Islam itu pada Senin, 24 Oktober 2011. Galeri baru tersebut baru dibuka untuk umum pada 1 November 2011. “Kami ingin mendidik publik untuk mengenal warisan peradaban Islam dari abad pertengah an,” ujar Direktur The Metropolitan Mu seum of Art Thomas P Campbell kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ke-15 galeri baru yang ditampilkan itu merupakan upaya untuk merekonstruksi jejak perjalanan peradaban Islam selama berabad-abad dari Timur Tengah ke Afrika Utara, Eropa, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Campbel mengakui, betapa warisan peradaban Islam yang ditampilkan di museum itu begitu monumental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Publik akan menemukan galeri penuh dengan karya-karya seni agung yang mampu membangkitkan pluralitas tradisi Islam dan fertilisasi ide silang secara besar-besaran dan bentuk-bentuk artistik yang telah membentuk kita untuk berbagi warisan budaya,” papar Campbell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu menginjakkan kaki di lantai dua Museum Metropolitan, suasana keislaman begitu kental terasa. Ke-15 galeri itu seakan merekonstruksi jejak kejayaan Islam lewat benda-benda sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat benda-benda seni yang spektakuler itu, The Metropolitan Museum of Art mencoba untuk mengajak publik di Amerika dan dunia Barat untuk mengenal warisan peradaban Islam. Galeri pertama yang akan kita kunjungi adalah galeri perkenalan atau pengantar yang memajang beragam karya seni monumental dari seluruh dinasti Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di galeri pengantar itu, Anda bisa menyaksikan dan mengenal beragam benda seni bernilai tinggi dari zaman era keemasan Islam, mulai dari tembikar, karpet dan tekstil, seni permata, kaligrafi, lukisan, dan elemen arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berdecak kagum melihat benda-benda seni bersejarah itu. Perasaan yang sama juga membuncah di hati Imam Abdallah Adhami, presiden Sakeenah, sebuah lembaga pendidikan nonprofit di New York yang mengajarkan tentang ilmu-ilmu keislaman. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi hadirnya galeri ini,  tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adhami, kehadiran galeri yang menampilkan warisan peninggalan Islam itu merupakan bukti pengakuan dunia Barat terhadap kejayaan yang ditorehkan dunia Islam. Saya berharap, hadirnya galeri ini bisa menjadi pintu dialog bagi dunia Barat untuk mengenal Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam Ekhtiar mengajak kami telusuri satu demi per satu galeri yang ada. Di galeri 451, dipajang beragam benda seni dan peninggalan dari Dinasti Umayyah dan Abbasiyah dari abad ketujuh hingga 13 M. Dinasti Umayyah adalah kekaisaran Islam pertama yang berkuasa dari 661¨C750 M, Damaskus menjadi pusat pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Abbasiyah adalah dinasti Islam yang berpusat di Baghdad, Irak, dan berkuasa dari 750 hingga abad ke-13 M, tutur ahli dalam bidang budaya dan seni Persia itu. Di galeri ini, saya bisa melihat langsung Alquran dari zaman Abbasiyah yang ditulis dalam gaya kufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, beragam produk tekstil yang dihasilkan kota-kota di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah, mulai dari Yaman hingga Mesir. Benda seni bernilai tinggi lainnya yang dipajang di galeri 451 itu berupa tembikar lukis, kayu pintu dari Samarra (Irak), seni logam, dan sejumlah gelas yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri berikutnya yang tak kalah menakjubkan bertema Iran dan Asia Tengah. Di galeri 453 itu, dihadirkan benda-benda seni dan peninggalan dinasti Islam yang berkuasa di Iran dan Asia Tengah dari abad kesembilan hingga 13 M. Saya diajak untuk mengenal pengaruh gaya Abbasiyah pada dinasti-dinasti Islam yang ada di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam galeri ini, pengunjung akan diajak untuk menyaksikan pencapaian artistik yang pernah ditorehkan Dinasti Ghaznawiyah pada abad ke-11 M dan Kesultanan Seljuk pada abad ke-12 M. Aneka keramik bertarikh abad ke-12 dari Kashan dan Rayy (Iran) sungguh memesona. Yang tak kalah menarik adalah dupa perunggu berbentuk singa dari abad ke-13, peninggalan Amir Saif Al-Din Muhammad Al-Mawardi, penguasa Seljuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam Era Mesir dan Suriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri mencoba merekonstruksi kehidup an peradaban Islam di Mesir dan Suriah pada abad ke-10 hingga 16 M. Di galeri 454 ini, pengunjung diajak untuk melihat warisan perdaban tiga di nasti Islam yang pernah berkuasa di kawasan Me sir dan Suriah, yakni Fatimiyah yang ber takhta pada 909 hingga 1171 M, Ayyubiyah berkuasa pada 1169 hingga 1260 M, dan Mamluk yang memerintah dari 1250 hingga 1517 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo telah memainkan peranan penting dalam kehidupan seni di dunia Islam selama berabad-abad, papar Ekhtiar. Pada masa kekuasaan Mamluk, misalnya, Kairo menjelma menjadi kota paling kaya di Timur Dekat dan menjadi pusat aktivitas intelektual dan seni di dunia Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di galeri ini, Anda bisa menyaksikan hiasan kayu, emas perhiasan dari periode Fatimiyah, tekstil, logo hias yang indah, kaca berenamel dari periode Mamluk, dan keramik cat yang memesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah galeri 456. Di sini, dihadirkan sebuah tiruan istana Maroko yang menawan. Seakan-akan kita berada dalam sebuah istana bergaya Maroko yang sebenarnya. Ukiran-ukiran pada kayu, langit-langit, dinding, air mancur, hiasan, serta dekorasinya merupakan bentuk asli dari istana Maroko. The Metropolitan Museum of Art sengaja mendatangkan seniman dan perajin dari Fez, Maroko, untuk menghadirkan istana yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak kejayaan Islam di Spanyol, Afrika Utara, dan Mediterania Barat disajikan secara khusus dalam galeri 457. Benda-benda yang dihadirkan dalam galeri ini berasal dari abad kedelapan hingga 19 M. Yang paling menarik adalah karya seni warisan dari era keemasan Islam di Cordoba, Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami meminjam beberapa koleksi yang ditampilkan dalam galeri ini dari masyarakat Hispanik Amerika,¡± papar Ekhtiar. Jika Anda ingin melihat kehebatan karpet atau permadani serta produk tekstil buatan Dinasti Turki Usmani yang pernah menjadi penguasa dunia dari abad ke-14 hingga 20 M'maka berkunjunglah ke galeri 459 dan 460. Di sebelah kiri galeri itu, Anda bisa menyaksikan kemegahan Kamar Damaskus dari abad ke-18 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan dinasti-dinasti yang menguasai Iran dan Asia Tengah dari abad ke-13 hingga 16 M serta warisan yang ditinggalkan Dinasti Safawiyah dari abad ke-16 M. Benda-benda seni bersejarah karya Dinasti Mongol, Turkmen, Timurid, dan Uzbek dari abad ke-13 hingga 16 M sungguh memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, peninggalan Dinasti Mughal yang pernah menguasai Asia Selatan atau Anak Benua India disajikan secara khusus di galeri 463. Di tempat itu ditampilkan beragam karya seni dan peninggalan dari abad ke-16 hingga 19 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan hadirnya galeri baru itu, publik di Amerika dan Barat bisa tertarik untuk memahami Islam sehingga pandang an buruk sebagian publik di Barat terhadap Islam bisa terkikis.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2156865255253820428?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2156865255253820428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2156865255253820428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2156865255253820428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2156865255253820428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/jejak-kejayaan-islam-di-metropolitan.html' title='JEJAK KEJAYAAN ISLAM di The Metropolitan Museum of Art'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dJdQZQk-NkY/TsSGgawRDzI/AAAAAAAACOU/AWgdHfRDnIE/s72-c/jos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3196357015115807701</id><published>2011-11-09T14:22:00.005+07:00</published><updated>2011-11-09T14:27:25.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Tiga Mubaligh Pahlawan Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GoiH8mSe368/TrorEbtDp8I/AAAAAAAACN4/y0ooPv7A8Fs/s1600/hamka.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GoiH8mSe368/TrorEbtDp8I/AAAAAAAACN4/y0ooPv7A8Fs/s320/hamka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672894035782772674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8QXY_7FjX6A/Troq_72Nw_I/AAAAAAAACNs/zGzXotLZXiA/s1600/syaf.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 189px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8QXY_7FjX6A/Troq_72Nw_I/AAAAAAAACNs/zGzXotLZXiA/s320/syaf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672893958511772658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5b7bUdneHTs/TroqqeZaQfI/AAAAAAAACNg/RlWNZyAv1XQ/s1600/idam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5b7bUdneHTs/TroqqeZaQfI/AAAAAAAACNg/RlWNZyAv1XQ/s320/idam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672893589829075442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Generasi muda belum paham perjuangan pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA . Pemerintah Indonesia akhirnya meng anugerahkan gelar pahlawan kepada tiga mubalig, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), KH Idham Chalid, dan Sjafruddin Prawiranegara. Empat tokoh lain yang juga mendapat gelar pahlawan adalah Ki Sarmidi Mangunsarkoro (Yogyakarta), I Gusti Ketut Pudja (Bali), Sri Susuhunan Pakubuwono X (Jawa Tengah), dan Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono (Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemberian tanda gelar diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada ahli waris di Istana Negara, Selasa (8/11). Buya Hamka merupakan mubalig yang terjun ke dunia politik bersama Sarekat Islam dan Partai Masyumi, sekaligus penulis yang produktif. Selain menulis buku agama, termasuk tafsir Al-Azhar, dia juga menulis novel seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anak kesepuluh Hamka, Afif Hamka, Buya Hamka telah menjadi pahlawan bagi keluarga. Dia mengakui usulan agar ayahnya menjadi Pahlawan Nasional sudah banyak dan diajukan sejak lama. Bagaima napun, bagi kami ini merupakan kebanggaan. Kami terima banyak ucapan berbahagia karena tokoh yang dicintai jadi Pahlawan Nasional, kata Afif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idham Chalid lebih dikenal sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menjabat paling lama, dari 1956- 1984, serta pernah menjabat ketua MPR/DPR. Sejarawan LIPI Taufik Abdullah mengatakan, Idham berjasa besar bagi bangsa dan negara. Apa lagi, keanggotaan NU dari sisi jumlah dan sebaran geografis sangat besar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Idham memimpin NU, gejolak politik Indonesia sedang ha ngat. Ada pergerakan masyarakat di berbagai provinsi menuntut kesetaraan status dan pemerataan pembangunan sehingga banyak yang dianggap makar kepada Jakarta dan dihadapi secara militer. Sebagai ketua NU yang menjabat cukup lama, beliau bisa menenteramkan kegelisahan warga NU, kata Taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Sjafruddin di kena l sebagai presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatra Barat kala Presiden Soekarno dan Wakil Pre siden Mohammad Hatta ditawan Belanda dalam Agresi Militer Belanda II Desember 1948. Sebenarnya Sjafruddin pernah dua kali masuk dalam nominasi pahlawan nasional di tingkat pusat, namun gagal. Mungkin karena perannya memimpin Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 1958, gerakan bersenjata di Sumatra dan Sulawesi yang memberontak terhadap Soekarno yang dinilai dekat dengan komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan terhadap PRRI merupakan sikap resmi Masyumi, tempat Sjafruddin menjatuhkan pilihan politiknya. Setelah perlawanan PRRI berakhir, karier politik Sjafruddin tamat dan dia menghabiskan hari tuanya sebagai mubalig, bahkan me mimpin Korps Mubalig Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra keempatnya, Farid Prawiranegara, mengatakan, penetapan ini adalah bukti peng akuan pemerintah terhadap langkah perjuangan ayahnya. Selama ini, kata Farid, generasi muda tidak mengerti apa yang dilakukan dan diperjuangkan Sjafruddin. Itu belum menjiwai mereka. Ini warisan pada anak-cucu yang mudah- mudahan bisa dilaksanakan asal mereka mengerti. antara ed: rahmad budi harto&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3196357015115807701?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3196357015115807701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3196357015115807701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3196357015115807701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3196357015115807701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/tiga-mubalig-pahlawan-nasional.html' title='Tiga Mubaligh Pahlawan Nasional'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GoiH8mSe368/TrorEbtDp8I/AAAAAAAACN4/y0ooPv7A8Fs/s72-c/hamka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-9148538728112016806</id><published>2011-11-08T14:22:00.003+07:00</published><updated>2011-11-08T14:25:56.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Buya Hamka dan Syafruddin Prawiranegara Jadi Pahlawan Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-H-kAfSvrWX8/TrjZTdQn2II/AAAAAAAACNI/j8SJ2qBBcPc/s1600/syafruddin.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-H-kAfSvrWX8/TrjZTdQn2II/AAAAAAAACNI/j8SJ2qBBcPc/s320/syafruddin.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672522658968230018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tujuh tokoh bangsa yang telah berjuang demi kepentingan negara. Tidak hanya mereka yang berjuang dengan senjata, tetapi juga melalui jalur politik dan bidang-bidang lainnya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tvQ8qZr5Ocg/TrjZaBpeX7I/AAAAAAAACNU/UABzwYOBnFU/s1600/hamka-1.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tvQ8qZr5Ocg/TrjZaBpeX7I/AAAAAAAACNU/UABzwYOBnFU/s320/hamka-1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672522771815358386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Keputusan Presiden No. 113 TK 2011, berikut nama-nama pahlawan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alm Syafruddin Prawiranegara&lt;br /&gt;2. KH. Idham Chalid (Kalsel)&lt;br /&gt;3. Alm. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) (Sumbar)&lt;br /&gt;4. Alm. Ki Sarmidi Mangunsakoro (Yogyakarta)&lt;br /&gt;5. Alm. I Gusti Ketut Pudja (Bali)&lt;br /&gt;6. Alm. Sri Susuhunan Paku Buwono X (Jateng)&lt;br /&gt;7. Alm. Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyoni (Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian tanda gelara diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada ahli waris di Istana Negara, Selasa (8/11)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-9148538728112016806?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/9148538728112016806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=9148538728112016806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/9148538728112016806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/9148538728112016806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/buya-hamka-dan-syafruddin-prawiranegara.html' title='Buya Hamka dan Syafruddin Prawiranegara Jadi Pahlawan Nasional'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-H-kAfSvrWX8/TrjZTdQn2II/AAAAAAAACNI/j8SJ2qBBcPc/s72-c/syafruddin.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-767774358909871493</id><published>2011-11-08T14:19:00.002+07:00</published><updated>2011-11-08T14:21:16.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>HAMKA Dikukuhkan Jadi Pahlawan Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8izIt9DBJ0o/TrjYZ5mj8_I/AAAAAAAACM8/QC_JrljJ7ZA/s1600/Hamka2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8izIt9DBJ0o/TrjYZ5mj8_I/AAAAAAAACM8/QC_JrljJ7ZA/s320/Hamka2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672521670144029682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya, (lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usianya mencapai 10 tahun, ayahnya mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur, dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Ia mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bid'ah, tarekat, dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Ia menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya mengundurkan diri pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia.Disamping Front PertahananNasional yang sudah ada didirikan pula Badan Pengawal Negeri &amp; kota (BPNK). Pimpinan tersebut diberi nama Sekretariat yang terdiri dari lima orang yaitu HAMKA, Chatib Sulaeman, Udin, Rasuna Said dan Karim Halim. Ia menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pemilihan Umum tahun 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia, dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor, dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah surat kabar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam, dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makassar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, dan Gema Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka'bah, dan Merantau ke Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan internasional seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka meninggal dunia pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Ia bukan saja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Karya Buya Hamka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.&lt;br /&gt;   2. Si Sabariah. (1928)&lt;br /&gt;   3. Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.&lt;br /&gt;   4. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).&lt;br /&gt;   5. Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).&lt;br /&gt;   6. Kepentingan melakukan tabligh (1929).&lt;br /&gt;   7. Hikmat Isra' dan Mikraj.&lt;br /&gt;   8. Arkanul Islam (1932) di Makassar.&lt;br /&gt;   9. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.&lt;br /&gt;  10. Majallah 'Tentera' (4 nomor) 1932, di Makassar.&lt;br /&gt;  11. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.&lt;br /&gt;  12. Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.&lt;br /&gt;  13. Di Bawah Lindungan Ka'bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.&lt;br /&gt;  14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.&lt;br /&gt;  15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.&lt;br /&gt;  16. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.&lt;br /&gt;  17. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.&lt;br /&gt;  18. Tuan Direktur 1939.&lt;br /&gt;  19. Dijemput mamaknya,1939.&lt;br /&gt;  20. Keadilan Ilahy 1939.&lt;br /&gt;  21. Tashawwuf Modern 1939.&lt;br /&gt;  22. Falsafah Hidup 1939.&lt;br /&gt;  23. Lembaga Hidup 1940.&lt;br /&gt;  24. Lembaga Budi 1940.&lt;br /&gt;  25. Majallah 'SEMANGAT ISLAM' (Zaman Jepang 1943).&lt;br /&gt;  26. Majallah 'MENARA' (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.&lt;br /&gt;  27. Negara Islam (1946).&lt;br /&gt;  28. Islam dan Demokrasi,1946.&lt;br /&gt;  29. Revolusi Pikiran,1946.&lt;br /&gt;  30. Revolusi Agama,1946.&lt;br /&gt;  31. Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.&lt;br /&gt;  32. Dibantingkan ombak masyarakat,1946.&lt;br /&gt;  33. Didalam Lembah cita-cita,1946.&lt;br /&gt;  34. Sesudah naskah Renville,1947.&lt;br /&gt;  35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.&lt;br /&gt;  36. Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar.&lt;br /&gt;  37. Ayahku,1950 di Jakarta.&lt;br /&gt;  38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.&lt;br /&gt;  39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950.&lt;br /&gt;  40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950.&lt;br /&gt;  41. Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950.&lt;br /&gt;  42. Kenangan-kenangan hidup 2.&lt;br /&gt;  43. Kenangan-kenangan hidup 3.&lt;br /&gt;  44. Kenangan-kenangan hidup 4.&lt;br /&gt;  45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.&lt;br /&gt;  46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2.&lt;br /&gt;  47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3.&lt;br /&gt;  48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4.&lt;br /&gt;  49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.&lt;br /&gt;  50. Pribadi,1950.&lt;br /&gt;  51. Agama dan perempuan,1939.&lt;br /&gt;  52. Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.&lt;br /&gt;  53. 1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).&lt;br /&gt;  54. Pelajaran Agama Islam,1956.&lt;br /&gt;  55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.&lt;br /&gt;  56. Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.&lt;br /&gt;  57. Empat bulan di Amerika Jilid 2.&lt;br /&gt;  58. Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk Doktor Honoris Causa.&lt;br /&gt;  59. Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.&lt;br /&gt;  60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.&lt;br /&gt;  61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.&lt;br /&gt;  62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.&lt;br /&gt;  63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.&lt;br /&gt;  64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.&lt;br /&gt;  65. Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.&lt;br /&gt;  66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.&lt;br /&gt;  67. Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).&lt;br /&gt;  68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).&lt;br /&gt;  69. Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.&lt;br /&gt;  70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.&lt;br /&gt;  71. Himpunan Khutbah-khutbah.&lt;br /&gt;  72. Urat Tunggang Pancasila.&lt;br /&gt;  73. Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.&lt;br /&gt;  74. Sejarah Islam di Sumatera.&lt;br /&gt;  75. Bohong di Dunia.&lt;br /&gt;  76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang).&lt;br /&gt;  77. Pandangan Hidup Muslim,1960.&lt;br /&gt;  78. Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aktivitas lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memimpin Majalah Pedoman Masyarakat, 1936-1942&lt;br /&gt;    * Memimpin Majalah Panji Masyarakat dari tahun 1956&lt;br /&gt;    * Memimpin Majalah Mimbar Agama (Departemen Agama), 1950-1953&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-767774358909871493?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/767774358909871493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=767774358909871493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/767774358909871493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/767774358909871493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/11/hamka-dikukuhkan-jadi-pahlawan-nasional.html' title='HAMKA Dikukuhkan Jadi Pahlawan Nasional'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8izIt9DBJ0o/TrjYZ5mj8_I/AAAAAAAACM8/QC_JrljJ7ZA/s72-c/Hamka2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-188957402543440850</id><published>2011-10-26T15:39:00.003+07:00</published><updated>2011-10-26T15:45:03.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>Arab Saudi, NU dan Muhammadiyah Idul Qurban Bersama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Yyq6_ehSwNI/TqfIBpS4G8I/AAAAAAAACMw/W1CMEwFJGck/s1600/qurban.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Yyq6_ehSwNI/TqfIBpS4G8I/AAAAAAAACMw/W1CMEwFJGck/s320/qurban.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667718586659511234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penetapan awal Zulhijjah 1432 Hijriyah di tanah suci diperkirakan akan sesuai dengan penghitungan kalender Ummul Qura. Awal bulan Zulhijjah diperkirakan jatuh Jumat depan (28/10) sehingga hari Arafah akan jatuh pada sabtu (5/11) mendatang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Analisis ini disampaikan Pakar Astronomi dan Kimia Arab Saudi Dr Ali Asy Syukri. Dia menjelaskan bahwa fase sebelum kemunculan bulan sabit (hilal) akan terjadi pada pukul 10.57 malam Rabu, 28 Zulqaidah mendatang sesuai dengan penghitungan kalender Ummul Qura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya bulan sabit diperkirakan muncul setelah berlalunya fase tersebut yang tidak lebih dari setengah hari berdasarkan pada posisi bulan terhadap matahari, waktu menetapnya serta tingkat cahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut penghitungan falak, bulan sabit akan dapat dilihat, namun dengan menggunakan teleskop dari daerah Selatan dan Barat Kerajaan (Saudi)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan terbitnya bulan sabit bisa dilihat dengan mata telanjang. Jika  dari Makkah,  terbítnya bulan  akan terjadi pada saat-saat tenggelamnya matahari dari kiri sekitar 9 derajat, sedangkan tingginya 5 derajat dari ufuk, agak condong ke kiri. "Hanya saja untuk melihat dengan mata telanjang harus  dengan syarat berada di daerah yang gelap, jauh dari bangunan, dan kondisi cuaca dalam keadaan cerah tanpa ada mendung, debu, asap atau polusi lain yang mengotori langit," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) Letkol CAJ Abu Harris Mutohar mengatakan persiapan puncak haji terus dilakukan. Sosialisasi tugas dan kewajiban masing-masing personel di tiga daker telah disampaikan. "Kami juga telah melakukan orientasi lapangan untuk memantau lahan yang disiapkan otoritas Arab Saudi untuk calhaj Indonesia," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU-Muhammadiyah sama&lt;br /&gt;Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat guna menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1432 Hijriyah pada Jumat (28/10/2011) nanti. Keputusan yang dihasilkan nantinya sekaligus akan digunakan sebagai acuan menentukan Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1432 H.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Jauhari, kepada wartawan di Jakarta. Ia mengatakan sebelum sidang digelar pada hari itu, tepatnya pada Kamis (27/10), pihaknya bersama sejumlah pakar hisab rukyat yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag melakukan rukyatul hilal atau pengamatan bulan baru di sejumlah titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hasil rukyat akan menjadi bahan rujukan utama isbat. “Laporan rukyat dihimpun sehari sebelumnya,” jelas Jauhari yang juga Kepala BHR itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan itu, kata Jauhari, dilangsungkan di beberapa titik yang tersebar di sejumlah wilayah Tanah Air. Di antaranya Observatorium Hilal Lhok Nga, Aceh; Pekan Baru, Riau; Menara Timur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung; Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat; Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta; Mataram, Nusa Tenggara Barat; SPD LAPAN, Biak, Papua; Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; Nusa Tenggara Barat; Pantai Gebang, Madura; SPD LAPAN Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Seksi Hisab Rukyat Kemenag, Nurkhazin, menambahkan berbeda dengan sidang awal Ramadlan, penetapan awal 1 Dzulhijjah tidak dilaksanakan h-1 dari hari yang diprediksikan oleh perhitungan hisab. Diperkirakan, sesuai dengan prediksi hisab, 27 Oktober ialah akhir dari Dzulqa`dah dan Jumat (28/10) merupakan awal Dzulhijjah. Hal ini karena penentuan awal bulan Dzulhijjah tidak berkaitan langsung dengan perintah berpuasa, seperti Ramadlan. “Jadi tidak terburu-buru,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengemukakan secara emprik, dari perhitungan posisi hilal akhir Dzulqa`dah, posisi bulan cukup tinggi yaitu 04 derajat 25 menit hingga 06 derajat 34 menit. Artinya, potensi perbedaan hari raya Idul Fitri kemungkinan tipis terjadi. Mengingat hilal dengan ketinggian tersebut, kemungkinan besar terdapat peluang terlihat kasat mata. Tetapi, ia menegaskan hasil keputusannya masih menunggu hasil sidang itsbat.&lt;br /&gt;Sementara itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi Idul Adha 1432 Hijriah akan jatuh pada tanggal yang bersamaan yakni 6 November 2011. “Berdasarkan perhitungan dengan sistem Hisab Haqiqi dengan markas Tanjungkodok, Lamongan, insya-Allah Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriah akan bareng (bersamaan),” kata Sekretaris PWM Jatim H Nadjib Hamid di Surabaya, baru-baru ini. Senada dengan itu, Wakil Ketua PWNU Jatim H Sholeh Hayat mengatakan Idul Adha 1432H memang ada peluang besar untuk bersamaan antara NU, Muhamadiyah, dan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu indikasinya adalah ijtimak akhir Dzulqa`dah terjadi pada hari Kamis 27 Oktober 2011 pada jam sekitar 02.56 WIB sampai dengan 04.11 WIB sesuai hitungan Hisab Khulashoh Al Wafiyah atau Hisab Haqiqi, sedangkan ketinggian hilal terjadi sekitar 6`27 sampai 7`23 derajat,” tuturnya. Karena 1 Dzulhijjah 1432H jatuh pada 28 Oktober, maka 10 Dzulhijjah 1432 H atau Idul Adha 1432H akan jatuh pada hari Ahad 6 November 2011. “Insya-Allah, kita akan berlebaran Idul Adha bersamaan,” kata Sholeh. &lt;br /&gt;Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PB Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Drs Haris sambas, menyatakan Badan Hisab dan Rukyat PB Al Washliyah sudah memiliki perhitungan, namun demikian, sebagai mana lazimnya untuk menjaga keutuhan dan kekompakan antar ulama Islam, maka PB Al Washliyah akan menunggu pengumuman hasil sidang itsbat yang digelar pemerintah di Kantor Kemenag, Jakarta. “Kami akan mengirim utusan untuk mengikuti sidang tersebut,” kata Haris Sambas via telepon genggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Badan Hisab dan Rukyat PB Al Washliyah, Drs,H,Arso MA, menjelaskan bahwa tanggal 1 Zulhijjah 1342 H jatuh pada hari Jumat (28/10/2011), sedangkan Idul Adha 10 Zuhijjah 1432 H jatuh pada hari Minggu (6/10/2011). Menurut dia, tidak ada khilaf dalam penentuan perhitungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-188957402543440850?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/188957402543440850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=188957402543440850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/188957402543440850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/188957402543440850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/arab-saudi-nu-dan-muhammadiyah-idul.html' title='Arab Saudi, NU dan Muhammadiyah Idul Qurban Bersama'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Yyq6_ehSwNI/TqfIBpS4G8I/AAAAAAAACMw/W1CMEwFJGck/s72-c/qurban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3275660296753150433</id><published>2011-10-26T11:10:00.002+07:00</published><updated>2011-10-26T11:13:02.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FATWA'/><title type='text'>12 Universitas di London Sepakat Boikot ‘Israel’</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ocPZUUJ0EYo/TqeIyEZ0JjI/AAAAAAAACMk/srj93sZ_HL0/s1600/boiko.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ocPZUUJ0EYo/TqeIyEZ0JjI/AAAAAAAACMk/srj93sZ_HL0/s320/boiko.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667649049825912370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com-- Kamis (20/ 10/ 2011), 12 universitas di London melakukan pertemuan untuk berdiskusi tentang boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) atas ‘Israel’ di kampus-kampus.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Organisasi-Organisasi yang mewakili ke-12 universitas tersebut adalah:&lt;br /&gt;- Kings College London Action Palestine&lt;br /&gt;- University College London Friends of Palestine&lt;br /&gt;- SOAS Palestine Society&lt;br /&gt;- LSE Palestine Society&lt;br /&gt;- Goldsmiths Palestine Campaign&lt;br /&gt;- Brunel Friends of Palestine&lt;br /&gt;- London Metropolitan University Palestine Society&lt;br /&gt;- Queen Mary Palestine Solidarity Society&lt;br /&gt;- Middlesex Free Palestine Society&lt;br /&gt;- Imperial Palestine Society&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Acara terkait dukungan atas BDS tersebut diselenggarakan di Universitas London Union (ULU) pada Mei 2011. Berdasarkan hasil pemungutan suara di sana, disepakati bahwa pihak universitas mendukung dan bersedia mengkampanyekan BDS dalam rangka mendukung serikat Palestina. Dukungan ini diketuai oleh Wakil Presiden ULU Rillo Rackza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lebih dari 250 peserta, mayoritas mahasiswa hadir dalam pertemuan untuk mendengarkan presentasi Rafeef Ziadeh dari Komite Boikot Nasional Palestina, Ilan Pappe–seorang akademik ‘Israel’ di Universitas Exeter, Mike Cushman dari Komite Inggris untuk universitas-universitas Palestina, dan Karma Nabulsi–seorang akademik Palestina dari Universits Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing pembicara diberi waktu sepuluh menit untuk presentasi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama satu jam. Setelah sesi tanya jawab, Mehdi Beyati dari Kings College London Action Palestine memaparkan bahwa pihaknya sempat terlibat dalam proyek penelitian penggalangan dana Uni Eropa dengan sebuah perusahaan ‘Israel’ bernama Ahava.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Beyati melanjutkan, belum lama ini, serikat mahasiswa Kings menuntut pihak universitas untuk keluar dari proyek tersebut.*&lt;br /&gt;Sumber : Sahabatalaqsha &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3275660296753150433?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3275660296753150433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3275660296753150433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3275660296753150433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3275660296753150433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/12-universitas-di-london-sepakat-boikot.html' title='12 Universitas di London Sepakat Boikot ‘Israel’'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ocPZUUJ0EYo/TqeIyEZ0JjI/AAAAAAAACMk/srj93sZ_HL0/s72-c/boiko.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2150060264158301218</id><published>2011-10-19T12:27:00.002+07:00</published><updated>2011-10-19T12:31:17.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Menelisik Sejarah Peta Pertama Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--sZr1gJfZY4/Tp5gmcn9hjI/AAAAAAAACMY/Ge0F-BoI9iU/s1600/peta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--sZr1gJfZY4/Tp5gmcn9hjI/AAAAAAAACMY/Ge0F-BoI9iU/s320/peta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665071594913760818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Indah Wulandari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bermanfaat bagi Pemerintah Turki Utsmani, peta dunia karya Piri Reis juga berguna bagi seluruh penduduk bumi.  Saat itu kalender Masehi menunjuk pada tahun 1929. Sejumlah pengkaji sejarah berkumpul di Istana Topkapi yang terletak di Konstantinopel, Turki.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di bangunan megah ini, mereka dengan serius mengamati sekaligus mendiskusikan segulung peta berusia ratusan tahun. Dibuat di atas kulit rusa berukuran 90x65 cm, peta itu bertarikh Muharam 919 atau 9 Maret-7 April 1513. Hasil analisis karbon menunjukkan, peta ini benar-benar dibuat pada 1513.Ini memang bukan sembarang peta. Meski termasuk kuno, peta itu sungguh membuat para sejarawan itu takjub. Peta ini menggambarkan garis pantai Amerika Utara dan Selatan dengan pengukuran yang amat tepat. Peta itu juga menyajikan informasi yang sangat rinci mengenai Amerika, Samudra Atlantik, Benua Eropa, dan pantai-pantai Afrika yang belum pernah dijelajahi oleh para pengelana Eropa. Satu lagi perkara yang membuat para pakar itu kagum adalah peta itu menunjukkan adanya Benua Antartika, suatu wilayah yang belum ditemukan hingga tahun 1818. Kemudian, mereka membandingkan jarak  pantai timur Amerika dan pantai barat Afrika pada peta kuno itu dengan jarak yang sama pada peta termodern kala itu. Sekali lagi mereka tercengang, karena peta kuno menyajikan pengukuran yang sangat akurat. Mereka heran, bagaimana bisa orang yang hidup pada sekitar tahun 1500 membuat peta seakurat itu dengan perangkat teknologi yang tentu masih sederhana.   Muhiddin Piri Reis adalah sosok di balik peta hebat itu. Ia adalah pelaut, laksamana angkatan laut Turki sekaligus kartografer Muslim terkemuka pada abad ke-16. Bagaimana dia membuat peta yang begitu akurat? Dalam salah satu bukunya, ia tak segan mengakui bahwa peta itu dibuat berdasarkan 34 sumber yang berbeda-beda. Ada 20 peta dari zaman Alexander yang Agung,  delapan peta karya ahli geografi Muslim, empat peta Portugis, dan satu peta hasil karya Christoper Columbus.Peta-peta itu kemudian 'disaring', dikaji ketepatannya, dan diubah sesuai dengan kepakaran Piri Reis di bidang kartografi. Akhirnya, jadilah satu peta dunia yang menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2150060264158301218?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2150060264158301218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2150060264158301218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2150060264158301218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2150060264158301218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/menelisik-sejarah-peta-pertama-dunia.html' title='Menelisik Sejarah Peta Pertama Dunia'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--sZr1gJfZY4/Tp5gmcn9hjI/AAAAAAAACMY/Ge0F-BoI9iU/s72-c/peta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-6609562413565055967</id><published>2011-10-19T12:25:00.002+07:00</published><updated>2011-10-19T12:27:33.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>Organisasi Medis di Lingkungan Topkapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-leVhkkL1syE/Tp5fsSJTV2I/AAAAAAAACMM/Vst-TkfJuyM/s1600/Topkapi-Palace.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-leVhkkL1syE/Tp5fsSJTV2I/AAAAAAAACMM/Vst-TkfJuyM/s320/Topkapi-Palace.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665070595668399970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Indah Wulandari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter dari sejumlah rumah sakit bekerja untuk kalangan istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan istana Turki Usmani tak melulu didominasi bangunan tempat tinggal bagi penguasa. Ada fungsi lain yang lahir dari pusat kekuasaan tersebut. Ada sekolah dan rumah sakit. Diperkenalkan pula organisasi kesehatan istana. Paling tidak, praktik ini berlangsung di Istana Topkapi yang didirikan oleh Sultan Mehmed, Sang Penak luk, pada 1476.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Profesor Nil Sari dari Istanbul University Cer rahpasa dan Ali Hadar Bayat, profesor dari Ege University, dalam tu lisannya, The Medical Organization at the Ottoman Court, mengungkapkan sejumlah rumah sakit dan apotek tegak di Topkapi. Rumah sakit yang biasa disebut dengan Chamber of Patients ini berada di sebe lah kanan gerbang istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pengawal, rumah sakit khusus ini diperuntukkan bagi para pengawal istana. Di tempat yang sama, para tukang kebun berhak berobat di sana. Mereka mengembangkan perkebunan yang hasilnya untuk konsumsi di kalangan dalam serta warga di luar istana. Gedung untuk pengobatan itu berlo kasi di sepanjang pantai dekat istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa tujuan, keberadaan rumah sakit di sana guna menampung para pengawal yang jatuh sakit kala menjalankan tugas mengamankan pantai dan perairan Bosphorus. Perhatian atas kesehatan para perempuan peng huni istana tak diabaikan. Se buah rumah sakit berlantai dua didedikasi kan kepada mereka. Dilengkapi juga dengan asrama di tiap lantainya dan ruangan bagi pegawai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas lainnya, apotek, dapur, kamar mandi, serta bi natu. Lebih jauh, Sari dan Bayat menjelaskan, Istana Top kapi dikelilingi tembok luar bermenara. Dengan demi kian, bagian dalam atau ba gian privat yang disebut dengan enderun sedangkan bagian luar dinamakan birun. Para profesional di bidang medis ditempatkan di bagian luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terdiri dari orang-orang yang menguasai ke ahlian berbedabeda. Ada yang pakar di bidang pembedahan, mata, dan tulang. Jumlah dokter Muslim yang dipe kerjakan di istana setiap tahunnya berubahubah. Kisarannya antara 11 hingga 36 orang. Bila sangat diperlukan, pihak istana mengundang dok ter ternama dari luar negeri, seperti dari Mesir dan Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya dokter Muslim yang berada di lingkungan istana. Beberapa dokter Yahudi dan Kristen terutama dari Eropa berkesempatan melaku kan pengobatan. Tak ada hambatan bagi mereka mengobat pasien Muslim. Banyak dokter Yahudi dan Muslim dari Semenanjung Iberia yang ber keinginan bekerja untuk Pemerintah Turki Usmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan abad ke-17, dokter Yahudi mencapai angka 63 orang. Mereka me mang hanya untuk memberi kan pengobatan dan tidak ikut dalam pengembangan kemajuan di bidang kedokteran. Selain dipekerjakan di Top kapi, para dokter ditugaskan di tempat lainnya, seperti di Galata Sarayi, sekolah istana, dan Istana Edirne serta Bursa. Mereka pun ditempatkan di markas dan benteng militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika dokter istana minimal bekerja di dua tempat, misalnya, di rumah sakit istana dan Sekolah Medis Su leymaniye. Mereka yang bekerja di istana umumnya berasal dari sebuah rumah sakit seperti Rumah Sakit Fatih atau Bayezid. Gaji yang mereka peroleh pun bersumber dari institusi-institusi tersebut. Kebanyakan dari mereka diambil dari Sekolah Medis Suleymaniye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, banyak ahli bedah yang menjalankan praktik di istana. Mereka bekerja di kantor-kantor terkait. Tak jarang mereka dibagi ke dalam beberapa divisi. Ada beberapa yang bekerja di bagian militer atau sipil, tergantung pada kebutuhan. Selain itu, kebutuhan atas tenaga mereka didasarkan pada permintaan bagian dalam atau luar istana dan keadaan perang atau damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memang lebih banyak ahli bedah yang dialokasikan di institusi militer dibanding kan di tempat lainnya. Sedikit juga yang bekerja di Istana Edirne dan Bursa. Para ahli bedah juga dokter mata men jadi anggota komunitasnya yang disebut dengan ahl-i-hirfa. Komunitas ini juga ber fungsi sebagai tempat pelatihan para ahli bedah sebelum mereka diizinkan ke istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-16, tercatat sebanyak 113 dokter be dah dan mata bergabung da lam organisasi profesi tersebut. Ini merupakan jumlah yang lumayan besar. Oleh ka rena itu, praktik mereka tak sebatas di istana. Tinggi atau rendahnya pendapatan mereka ditentukan oleh senioritas, efisiensi, dan tingkat tanggung jawab yang mereka pikul. ed: ferry kisihandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Indah Wulandari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter umum, bedah, dan dokter mata yang ada di lingkungan istana dipimpin oleh seorang dokter senior yang disebut dokter kepala. Ini salah satu jabatan tinggi yang ada di istana. Dan, tentu saja gajinya pun selangit. Selain pendapatan pokok, sang pemimpin ini memperoleh hadiah serta hibah yang kian menggelembungkan pundi hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisinya, sultan memilih dokter yang akan memimpin para dokter istana melalui sebuah dekrit. Biasanya, sultan memperoleh rekomendasi sebagai pertimbangan untuk menjatuhkan pilihannya.Terkadang ada upaya mempengaruhi sultan memilih dokter tertentu. Nil Sari dan Ali Hadar Bayat menyebutkan contoh, yaitu pemecatan Emir Chelebi dan pengangkatan Zaynah bin Khalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi Yenibahcheli Mehmed (meninggal 1723), Halebi Mustafa, dan Nufmanzade Mustafa Mesud adalah contoh lain dari pengangakatan yang dilakukan sultan. Dokter yang memimpin sejumlah dokter lainnya di istana umumnya tak berasal dari provinsi. Mereka adalah dokter yang sudah dikenal di ibu kota negara dengan alasan dokter itu bertanggung jawab langsung atas kesehatan sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Salih bin Nasrullah yang sebelum bekerja di istana merupakan dokter terkenal dari Rumah Sakit Fatih. Dokter kepala akan selalu berada di samping sultan ketika masa perang meski sultan hanya tinggal di istana selama masa tersebut. Sementara itu, penyiapan obat-obatan bagi sang sultan dan pasien istana dibuat apoteker yang menempati gedung berlantai dua yang dikenal sebagai Royal Tutor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada syarat yang harus dipenuhi oleh pemimpin para dokter istana itu. Dia adalah seorang Muslim. Dari semua yang pernah memegang jabatan itu adalah Muslim sejak lahir atau mereka yang beralih memeluk agama Islam. Sejak 1500 hingga 1850, sebanyak 40 pemimpin para dokter didaulat oleh Pemerintah Turki Usmani. Sebanyak 31 di antaranya adalah orang Turki. Empat orang adalah penganut Kristen yang kemudian memeluk Islam, yaitu Isa dari Chios, Salih bin Nasrullah Halebi dari Allepo Suriah, Nuh dari Crete, dan Ismail Pasha dari Chios. Dua orang yang sebelumnya Yahudi menjadi Muslim adalah Hayatizade Mustafa Feyzi dan Halebi Mustafa. Tiga lainnya adalah Muslim Arab, yaitu Qaysuni Badruddin dari Jerusalem, Qosoni Muhammad dari Kairo, dan Sayyid Yusuf Maghribi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-6609562413565055967?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/6609562413565055967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=6609562413565055967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6609562413565055967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6609562413565055967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/organisasi-medis-di-lingkungan-topkapi.html' title='Organisasi Medis di Lingkungan Topkapi'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-leVhkkL1syE/Tp5fsSJTV2I/AAAAAAAACMM/Vst-TkfJuyM/s72-c/Topkapi-Palace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-6283426477090556198</id><published>2011-10-19T12:20:00.002+07:00</published><updated>2011-10-19T12:23:48.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>KHANATE CRIMEA Dinasti Islam Terkuat di Eropa Timur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zcgCxenrqRo/Tp5e3VOALUI/AAAAAAAACMA/9fnzPMkoaFY/s1600/kharn.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 265px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zcgCxenrqRo/Tp5e3VOALUI/AAAAAAAACMA/9fnzPMkoaFY/s320/kharn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665069685960355138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam berkembang luas hingga ke daratan benua Eropa. Penyebaran Islam secara besar-besaran di Eropa bagian timur, khususnya Rusia, terjadi ketika Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) menguasai dunia selama enam abad lamanya (27 Juli 1299 hingga 29 Oktober 1923).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ajaran Islam berkembang di wilayah-wilayah yang kini menjadi bagian dari Rusia, pernah berdiri kerajaan-kerajaan Islam. Wilayah ke kuasaannya meliputi Eropa Timur dan Tenggara. Salah satu kerajaan (khanate) Islam yang paling lama berkuasa di wilayah itu adalah Khanate Crimea. Kerajaan tersebut mulai berdiri sejak 1441 M dan jatuh pada 1783 M. Khanate ini pernah berada di bawah dua kekuasaan, yakni kekuasaan Tatar Crimea dan kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmani. Ketika itu, Crimea menjadi wilayah protektorat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khanate Crimea berdiri ketika beberapa klan dari Kekaisaran Golden Horde menghentikan kehidupan nomaden mereka di Desht-Kypchak (sekarang stepa Kypchak di wilayah Ukraina dan Rusia Selatan) dan memtuskan untuk menjadikan Crimea sebagai kampung tempat tinggal mereka. Saat itu, wila yah Crimea adalah bagian dari ulus (dis trik) Golden Horde sejak 1239, dengan ibu kotanya Qirim (Staryi Krym).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum separatis lokal mengundang seorang penakluk dari keturunan Jengis Khan bernama Haci Giray untuk menjadi pemimpin mereka. Haci Giray menerimanya dan meninggalkan pengasingan di Lithuania untuk berperang memperjuangkan kebebasan melawan Horde mulai 1420 sampai 1441. Ia lalu meraih kesuksesan atas upayanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah itu Haci Giray harus menyingkirkan saingan internalnya sebelum memegang takhta pada 1449 M. Ia lalu memindahkan ibu kota Crimea ke Qirq Yer (sekarang menjadi bagian dari Bahceseray.sebuah kota di Ukraina). Wilayah Khanate ini meliputi semenanjung Crimea (kecuali selatan dan barat daya pantai dan pelabuhan, yang dikuasai oleh Republik Genoa) serta stepa Ukraina yang kini terbentang di wilayah Ukraina dan Rusia Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haci Giray disebut-sebut sebagai pendiri dan penguasa Khanate Crimea. Ia adalah generasi ke-11 dari Jengis Khan, penguasa Mongol Raya. Sejatinya, Khanate Crimea merupakan satu dari beberapa peninggalan Golden Horde, bagian utara-barat Kerajaan Mongol yang terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan yang berada di utara Laut Hitam ini adalah sisa kerajaan yang masih dapat dijumpai. Crimea adalah bagian dari kerajaan Golden Horde. Ia menjadi unit administrasi yang terpisah dan penguasanya (amir) memiliki signifikansi yang besar dalam struktur politik Golden Horde pada awal abad ke-15 M. Giray berhasil memperluas kekuasaannya ke wilayah antara Dniepr dan Don berkat aliansi dengan Moskow dan negara Polandia-Lithuania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian mengalahkan Genoa dan memberlakukan kekuasaannya di Kaffa, sebuah koloni yang dibangun Genoa di Crimea. Giray meninggal pada 1466. Para putra Haci I Giray bersaing satu sama lain untuk menggantikannya. Dinasti Turki Utsmani melakukan intervensi dan memosisikan salah satu dari mereka, Menli I Giray, sebagai penerus takhta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, tampuk kekuasaan sempat dipegang oleh Nur Dewlet, saudara Menli I Giray, yang menang dengan arahan raja Grand Horde, Ahmed. Pada 1475, pasukan Utsman menaklukkan Kerajaan Yunani Theodoro dan juga para koloni Genoa di Cembalo, Soldaia, dan Caffa. Dan setelah itu, Khanate Crimea berada di bawah protektorat/ perwalian Kekaisaran Utsman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1475, Kekaisaran Turki Utsman memenjarakan Menli I Giray karena menolak invasi. Setelah kembali dari pengasingan di Konstantinopel, ia menerima kedaulatan dari Turki Utsmani. Para sultan Ottoman memperlakukan para khan.sebutan untuk pemimpin tertinggi dalam khanate. lebih pada sebagai sekutu daripada sebagai warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama itu, Khanate Crimea memiliki kebijakan tersendiri (terlepas dari Turki Utsmani) di stepa-stepa wilayah Tartary Kecil. Para khan tidak membayar upeti kepada Kekaisaran Turki Utsmani, tetapi justru mendapatkan bayaran dari Utsman sebagai imbalan karena menyediakan pasukan berkuda (kavaleri) dalam berbagai operasi-operasi militernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crimea mulai kehilangan kekuatan dalam hubungan dengan Kekaisaran Turki Utsmani. Hal itu terjadi akibat dari sebuah krisis yang terjadi pada 1523 saat Crimea berada di bawah kekuasaan Mehmed I Giray, penerus Menli I Giray, yang meninggal pada tahun itu. Maka, sejak 1524 dan seterusnya, para khan Crimea ditunjuk oleh Sultan dari Kekaisaran Ottoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari tingkat kepentingan dan daya tahannya, aliansi yang terbangun antara Tatar Crimea dan Kekaisaran Ottoman disebut-sebut sebanding dengan hubungan Polandia-Lithuania. Betapa tidak, kavaleri Crimea sangat dibutuhkan oleh Kekaisaran Turki Utsmani dalam operasi militer yang dilakukan di Eropa (Polandia, Hungaria) dan Asia (Persia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1502, Menli I Giray mengalahkan khan terakhir dari Great Horde, yang sekaligus mengakhiri klaim khanate tersebut atas wilayah Crimea. Khanate Crimea lalu menjadi satu di antara beberapa kekuasaan terkuat di Eropa Timur hingga abad ke-18 M. Penguasa Khanate Crimea adalah pemeluk Islam sehingga dinasti memainkan peran yang tak ternilai harganya dalam menyebarluaskan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang-orang Crimea terlibat dalam penyerangan Kerajaan Danubia, Polandia-Lithuania, dan Muscovy. Untuk setiap tawanan, khanate menerima bagian tetap sebesar 10 atau 20 persen. Pada masa yang lama, hingga awal abad 18, kerajaan ini mengatur perdagangan massal budak dengan Kerajaan Utsman dan Timur Tengah. Caffa adalah salah satu tempat yang paling dikenal sebagai bandar serta tempat perdagangan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paruh pertama abad ke-17 M, Kalmyks membentuk Khanate Kalmyk di Volga Bawah dan di bawah Khan Ayuka melancarkan banyak ekspedisi militer terhadap Khanate Crimea dan Nogays. Dengan menjadi bagian dari Rusia dan mengambil sumpah untuk melindungi perbatasan tenggara, Khanate Kalmyk berperan aktif dalam seluruh bagian perang Rusia pada abad ke-17 dan ke-18 M. Khanate ini menyediakan hingga 40 ribu penunggang kuda dengan persenjataan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Rusia dan Ukrania bersatu menyerang Khanate Crimea yang berlangsung selama peperangan Russo-Turki pada 1735-1739. Rusia, di bawah komando Marsekal Lapangan Munnich, berhasil menembus Semenanjung Crimea dan membakar serta menghancurkan semua yang mereka temukan dalam perjalanan ekspedisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah perang lainnya terjadi selama pemerintahan Catherine II. Perang Rusia-Turki pada 1768-1774 mengakibatkan Perjanjian Kuchuk-Kainarji, yang membuat Khanate Crimea independen dari Kekaisaran Ottoman dan selaras dengan Kekaisaran Rusia. Khanate ini pada akhirnya dianeksasi oleh Rusia pada 1783. Khanate ini berhasil menjalankan kekuasaannya selama 342 tahun, sembilan tahun setelah keluar dari protektorat Ke kaisaran Turki Utsmani. c15 ed: heri ruslan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHANATE AVAR&lt;br /&gt;Dinasti Islam di Dagestan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avar Khanate adalah negara Muslim berumur panjang yang dikontrol wilayah Barat Dagestan, Rusia, mulai awal abad ke-13 sampai dengan 19 M. Setelah jatuhnya kerajaan Kristen Sarir pada awal abad ke-12, Avar Kaukasia mengalami proses Islamisasi. Ketegangan militer meningkat pada 1222 ketika wilayah itu diserang oleh bangsa Mongol penyembah berhala di bawah pimpinan Subutai, seorang ahli strategi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Avar menjanjikan dukungan mereka kepada Muhammad II Khwarezm dalam perjuangannya melawan bangsa Mongol, tidak ada dokumentasi yang menjelaskan invasi Mongol terhadap tanah Avar tersebut. Munculnya Shamkhalate dari Kazi-Kumukh berikut disintegrasi Horde Emas sekaligus menajdi gejala dan penyebab berkurangnya pengaruh para khan selama abad 15 dan 16 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, kerajaan tersebut adalah negara yang kurang terstruktur, hingga kadang terpaksa mencari perlindungan Tsar melawan musuh-musuhnya yang kuat. Pada abad ke-18, melemahnya Shamkhals memupuk ambisi para khan Avar, yang pukulan terbesarnya adalah kekalahan tentara Nadir Shah, pendiri Dinasti Asharid yang dikenal jenius di bidang militer. Para sejarawan menjuluki Nadir Shah sebagai “Napoleon dari Persia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat keberhasilan itu, penguasa Avar berhasil memperluas wilayah mereka dengan mengorbankan masyarakat bebas di Dagestan dan Chechnya. Pemerintahan Umma-Khan pada 1775-1801 menandai puncak kekuasaan Avar di Kaukasus. Di antara penguasa yang membayar upeti kepada Umat-Khan adalah penguasa Shaki, Quba, Shirvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah kematian Umma-Khan, kerajaan ini secara sukarela menyerahkan diri pada otoritas Rusia. Meski dengan begitu Pemerintah Rusia mengecewakan dan menyakiti para penduduk daratan tinggi yang memimpikan kebebasan. Pungutan pajak yang berat, ditambah dengan pengambilalihan perkebunan dan pembangunan benteng, menggemparkan penduduk Avar untuk bangkit di bawah naungan Imamah Islam, yang dipimpin oleh Ghazi Muhammad (1828-1832), Gamzat-bek (1832-1834), dan Shamil (1834-1859). Perang Kaukasia berkobar sampai 1864 ketika Avar Khanate dihapuskan dan Distrik Avar. c15 ed: heri ruslan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VOLGA BULGARIA&lt;br /&gt;Dinasti Islam Tertua di Rusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volga Bulgaria atau Volga-Kama Bolghar ada lah sebuah negara para Bulgar (bangsa Bulgaria) Muslim yang bersejarah. Negara Islam ini berdiri antara abad ketujuh dan abad ke-13 M di sekitar pertemuan wilayah Volga dan Sungai Kama di wilayah yang sekarang bernama Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Volga Bulgaria diperkirakan dibangun oleh kaum Finno-Ugric (kaum yang berbicara menggunakan bahasa Finno-Ugric), termasuk orang-orang Mari (mereka yang telah turun temurun tinggal di sepanjang Volga dan Sungai Kama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sejarawan yakin Volga Bulgaria tunduk pada Kerajaan Khazar (kerajaan yang berdiri di Rusia kuno pada abad ke-7 sampai 10 M), sampai kehancuran kerajaan tersebut dan penaklukan oleh Svya toslav (pangeran kerajaan Rusia¡ªsebuah pemerintahan abad pertengahan di kawasan Eropa Timur) pada akhir abad ke-10 yang membuat Volga Bulga ria tumbuh menjadi negara yang besar dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan sejarawan menyangsikan negara Islam itu mampu memperjuangkan kemerdekaannya dari Kerajaan Khazar, sampai akhirnya mereka dimusnahkan oleh Svyatoslav pada 965 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar populasi di kawasan itu adalah kelompok-kelompok Turkis, seperti Suars, Barsil, Bilars, dan Baranjars. Islam diadopsi sebagai agama negara pada awal abad ke-10 setelah Ibnu Fadlan diutus oleh Khalifah Abbasiyah, Sultan al-Muqtadir, pada 922 M untuk membangun hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya itu, Ibnu Fadlan membawa serta beberapa hakim dan guru hukum Islam ke Volga Bulgaria, selain juga membantu pembangunan sebuah benteng dan masjid. Orang-orang Volga Bulgaria bermaksud mengislamkan Vladimir I Kiev. Namun, Vladimir menolak gagasan untuk meninggalkan minuman anggur yang disebutnya sebagai sebuah sukacita kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada September 1223 dekat daerah Samara (sekarang kota terbesar keenam di Rusia), anak dari Subutai Bahadur (ahli strategi Mongol), Uran, memasuki Volga Bulgaria, tetapi berhasil dikalahkan dalam Pertempuran Samara Bend. Pada 1236, Mongol kembali dan dalam lima tahun mampu menundukkan seluruh negeri yang pada saat itu berada dalam kondisi sulit akibat perang internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, Volga Bulgaria menjadi bagian dari Ulus Jochi yang kemudian dikenal sebagai Golden Horde. Kawasan ini terbagi menjadi beberapa kerajaan, masing-masing menjadi pengikut Golden Horde dan memperoleh otonomi yang sama. Dan pada 1430-an, Kerajaan Kazan (Khanate of Kazan) berdiri sebagai kerajaan paling penting di sana.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-6283426477090556198?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/6283426477090556198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=6283426477090556198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6283426477090556198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6283426477090556198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/khanate-crimea-dinasti-islam-terkuat-di.html' title='KHANATE CRIMEA Dinasti Islam Terkuat di Eropa Timur'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zcgCxenrqRo/Tp5e3VOALUI/AAAAAAAACMA/9fnzPMkoaFY/s72-c/kharn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5534088492111588793</id><published>2011-10-11T15:56:00.002+07:00</published><updated>2011-10-11T15:58:53.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Muslimah Boleh Bekerja Asal...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2xfq48xKYms/TpQFRaJameI/AAAAAAAACL0/ZCkC_AwhXa4/s1600/hijab-article.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2xfq48xKYms/TpQFRaJameI/AAAAAAAACL0/ZCkC_AwhXa4/s320/hijab-article.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662156428146285026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Wachidah Handasah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pemandangan yang jamak di era modern ini, seorang wanita bekerja atau berkarier di luar rumah. Bekerja menuntut para wanita meninggalkan rumah dan anak-anak mereka hingga berjam-jam. Pulang larut malam karena bekerja juga bukan hal aneh lagi. Bahkan, tak sedikit wanita bekerja di ‘dunia’ laki-laki. Sebut saja misalnya, menjadi pilot, sopir, atau kernet bus. Di beberapa tempat, bahkan ada wanita menjadi tukang becak. Maka muncullah pertanyaan, bagaimana sejatinya pandangan Islam tentang hal ini?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kitab al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah menjelaskan, tugas utama seorang perempuan adalah mengurus rumah tangga dan keluarga termasuk mendidik anak-anak. Berbakti kepada suami termasuk pula tugas utama seorang wanita. Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Perempuan itu mengatur dan bertanggung jawab atas urusan rumah suaminya.” (HR al-Bukhari). Dalam hal ini, perempuan tidak dituntut memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karena sudah merupakan kewajiban ayah atau suaminya. Karena itu, wilayah kerja perempuan hanya di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meski demikian, Islam tidak melarang perempuan bekerja,” kata Dr Abd al-Qadir Manshur, guru besar ilmu Alquran Universitas Sayf al-Dawlah, dalam buku Buku Pintar Fikih Wanita. Menurut Manshur, mereka boleh melakukan jual beli atau usaha dengan harta benda pribadinya. Tidak seorang pun boleh melarang mereka selama mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan agama. Atas dasar ini, mereka diperbolehkan memperlihatkan wajah saat melakukan transaksi jual-beli atau kedua telapak tangan mereka ketika memilih, mengambil, dan memberikan barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Manshur, banyak teks-teks hadis dan pendapat ulama yang memperbolehkan wanita bekerja. Intinya, seorang Muslimah boleh bekerja jika mendapat izin dari suami. Hak memberi izin yang dimiliki suami ini gugur dengan sendirinya jika suami tidak memberi nafkah pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski boleh bekerja, tak sembarang pekerjaan boleh dilakukan seorang  Muslimah. Dalam hal ini, seperti disebutkan dalam al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah ada beberapa kriteria pekerjaan di luar rumah yang boleh dilakukan perempuan. Pertama, tidak termasuk perbuatan maksiat dan tidak mencoreng kehormatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak mengharuskan dirinya berduaan (khalwat) dengan laki-laki bukan muhrimnya. Dalam Bada’i al-Shana’i disebutkan, Imam Abu Hanifah mengharamkan pekerjaan asisten pribadi bagi perempuan. Hal itu mengingat fitnah yang mungkin timbul ketika dia berduaan dengan atasannya yang seorang laki-laki bukan muhrimnya. Pendapat yang sama dikemukakan Abu Yusuf dan Imam Muhammad. Berduaan dengan laki-laki bukan muhrimnya termasuk perbuatan maksiat, di samping memungkinkan terjadinya kemaksiatan. Seperti sabda Rasulullah: “Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali setan menjadi pihak ketiganya.” (HR al-Thabrani dan al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tidak mengharuskan dirinya berdandan berlebihan dan membuka auratnya ketika keluar rumah. Larangan ini sejalan dengan firman Allah dalam surah al-Ahzab ayat 33: “Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu.” Begitu pula dalam surah al-Nur ayat 31: “Dan, janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam sebuah hadis disebutkan: “Wanita yang menyeret ekor kainnya, berjalan lenggak-lenggok, dan berdandan bukan untuk suaminya adalah seperti kegelapan hari kiamat yang tak memiliki cahaya sedikit pun.” (HR  al-Tirmidzi dari Maimunah bint Sa’ad). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5534088492111588793?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5534088492111588793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5534088492111588793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5534088492111588793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5534088492111588793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/muslimah-boleh-bekerja-asal.html' title='Muslimah Boleh Bekerja Asal...'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2xfq48xKYms/TpQFRaJameI/AAAAAAAACL0/ZCkC_AwhXa4/s72-c/hijab-article.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3796353744617039788</id><published>2011-10-11T15:36:00.002+07:00</published><updated>2011-10-11T15:39:43.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>PII di Mata Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-77SNcjn_u_E/TpQAxVKc3NI/AAAAAAAACLo/shSuQg39FV8/s1600/PIN%2BPII.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-77SNcjn_u_E/TpQAxVKc3NI/AAAAAAAACLo/shSuQg39FV8/s320/PIN%2BPII.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662151479006125266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Catatan untuk Munas Perhimpunan KB PII)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ali Rasyid&lt;br /&gt;Mantan Fungsionaris PB PII&lt;br /&gt;Kepala Biro Politik Bandung Intellectual Circle&lt;br /&gt;Peneliti Pusat Studi Islam dan Kenegaraan&lt;br /&gt;Universitas Paramadina, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu organisasi senior yang masih memiliki napas adalah Pelajar Islam Indonesia (PII). Meski saat ini kurang terdengar lagi kiprahnya, PII telah cukup banyak menyumbang kadernya menjadi pemimpin di republik ini, mulai tingkat daerah hingga pusat. PII adalah organisasi kader yang memiliki target mencetak anggotanya memiliki kepribadian Muslim, menjadi insan cendekia, dan memiliki kecakapan memimpin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PII lahir dua tahun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 4 Mei 1947, berbagai peristiwa politik PII telah menjadi bagian penting di dalamnya, mulai dari masa awal kemerdekaan sampai masa reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kelahirannya, PII sadar bahwa untuk memajukan sebuah peradaban bangsa, mesti memiliki sumber daya manusia unggul. Oleh karena itu, fokus garap dakwah PII adalah pendidikan dan kebudayaan, dua bidang yang dianggap paling strategis untuk membangun tatanan masyarakat yang beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua bidang ini kemudian dirumuskan menjadi tujuan organisasi, yakni kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi segenap rakyat Indonesia dan umat manusia. Ini merupakan bentuk optimisme, cita-cita ideal, atau setidaknya impian PII bahwa pada masa depan, akan terbentuknya sistem pendidikan yang Islami, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga seluruh jagat raya. Salah satu ikhtiar PII mewujudkan impian tersebut adalah sikapnya yang konsisten melakukan kaderisasi, kaderisasi merupakan tulang punggung pembentukan kader di organisasi pelajar Islam yang independen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan&lt;br /&gt;Paparan singkat di atas merupakan dinamika dan catatan kecil keberhasilan PII dalam usahanya sebagai organisasi kader. Kini, catatan keberhasilan itu sulit diungkap, mungkin gerakan PII terlalu eksklusif, jangankan di masyarakat umum, di sekolah saja yang merupakan basis pengkaderannya, semakin tidak populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PII sebetulnya adalah organisasi moderat yang mestinya mampu membaca semangat zaman. Dulu, ketika pada masa awal kemerdekaan di mana dikotomi pelajar umum dan pelajar santri terjadi kesenjangan, PII mampu hadir sebagai pemersatu. Kini, ketika kehidupan pelajar semakin kompleks dan dikuasai oleh alam hedonisme, mestinya PII juga mampu tampil menjadi bagian penting untuk keluar dari alam yang kurang baik ini dan tentunya PII dapat memberi jawaban ruang ekspresi yang tepat dan nyaman untuk pelajar saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mukadimah Ta'dib (buku induk kaderisasi PII), jelas disebutkan bahwa kehadiran PII dimaksudkan untuk menjadi media yang mampu mendorong proses perubahan pandangan, pola dan sikap hidup masyarakat Indonesia. Singkatnya, tugas PII adalah mengubah dan membangun paradigma. Paradigma yang dimaksud adalah sebuah cara pandang yang mencerahkan, bukan cara pandang konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin dahsyat di mana pelajar yang merupakan generasi bangsa menjadi target operasi untuk dilumpuhkan mentalnya, baik melalui narkoba, seks bebas, maupun lain sebagainya. Untuk itu, PII memiliki kewajiban merawat mental pelajar supaya tidak ikut terperosok ke dalam arus yang sangat berbahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergisme PII dan KB PII&lt;br /&gt;Pada 7-10 Oktober 2011, Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII) menggelar Musyawarah Nasional IV di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kehadiran Perhimpunan KB PII diharapkan dapat memperluas, bukan mempersempit gerakan. Rivalitas yang mungkin dirasakan dari daerah sampai pusat mestinya tidak terjadi dan ini mesti diakhiri, tugas mulia Perhimpunan KB PII adalah memberikan semangat, fasilitas, dan support untuk kemajuan organisasi PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesti disadari dan dipahami betul bahwa Perhimpunan KB PII bukanlah organisasi politik maupun profesi, dia adalah organisasi sosial yang membutuhkan sokongan tulus dari sejumlah pihak, terutama para alumninya, jadi tidak bisa dibenarkan kalau organisasi ini dijadikan sebagai alat untuk memburu rente. PII maupun Perhimpunan KB PII dilahirkan oleh umat dan untuk kemajuan umat, jadi yang memburu rente di sini untuk kepentingan pribadi lebih baik dideportasi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhimpunan KB PII sudah berjalan tiga periode dan dipimpin oleh orang yang memiliki reputasi sangat baik, ketua umum pertama ZA Maulani (mantan kepala Bakin), ketua umum kedua Ryaas Rasyid (mantan menteri Otonomi Daerah, saat ini anggota Wantimpres), dan ketua umum ketiga Tanri Abeng (mantan Meneg BUMN). Sesungguhnya, siapa pun yang memimpin PII yang terpenting adalah membawa organisasi ini menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang penting dan mesti menjadi perhatian Perhimpunan KB PII adalah membuka akses pendidikan. Para alumni PII banyak yang memiliki sekolah dan pimpinan di berbagai perguruan tinggi, semestinya dapat membantu kader PII yang berniat secara serius melanjutkan studi supaya mendapatkan beasiswa. Akses pendidikan ke luar negeri juga mesti segera dibuka seluas-luasnya. Alangkah terhormatnya kalau Perhimpunan KB PII ke depan memiliki target program dalam setahun, misalkan dapat mengirimkan 100 kader terbaik PII studi di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pentingnya hubungan yang sinergis antara PII dan Perhimpunan KB PII, kalau hal ini dapat di-maintenance secara baik, PII pun akan menjadi organisasi yang akan diminati kembali oleh masyarakat pelajar. Usia PII yang sudah tua bukan berarti gagasannya mesti ikut tua, pengalaman yang panjang justru mesti menjadikan organisasi ini semakin baik karena kegagalan demi kegagalan serin gkali dialami, bukankah dari kegagalan itu selalu ada hikmah, tapi bukan berarti kita mesti terus mengalami kegagalan. Sekali lagi, sudah saatnya PII dan Perhimpunan KB PII bersinergis. Akhir kata, penulis ingin mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Munas IV Perhimpunan KB PII.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3796353744617039788?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3796353744617039788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3796353744617039788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3796353744617039788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3796353744617039788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/pii-di-mata-umat.html' title='PII di Mata Umat'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-77SNcjn_u_E/TpQAxVKc3NI/AAAAAAAACLo/shSuQg39FV8/s72-c/PIN%2BPII.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-1662643197448671987</id><published>2011-10-11T15:32:00.002+07:00</published><updated>2011-10-11T15:35:19.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Pemikiran Ekonomi Pak Sjaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8ka5XEdPdho/TpP_wTl28YI/AAAAAAAACLc/zOCcvAH3aY8/s1600/syafrudin%2Bprawiranegara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8ka5XEdPdho/TpP_wTl28YI/AAAAAAAACLc/zOCcvAH3aY8/s320/syafrudin%2Bprawiranegara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662150361892712834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lukman Hakiem&lt;br /&gt;Sekretaris Panitia Satu Abad Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tulisan-tulisan yang dikumpulkan dan disunting oleh Ajip Rosidi, "Ekonomi dan Keuangan Makna Ekonomi Islam Kumpulan Karangan Terpilih 2" (CV Haji masagung, Jakarta, 1988) pikiran utama Sjafruddin (1911-1989) di bidang ekonomi terlihat sangat jelas. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengomentari kebijaksanaan pemerintah tanggal 30 Maret 1983 (Karet 30) yang mendevaluasikan rupiah terhadap mata uang asing, Sjafruddin antara lain menulis: "Kalau pemerintah mengelola dan membangun ekonomi Indonesia secara wajar dengan berpedoman kepada APBN yang benar-benar berimbang, yaitu tidak terlalu bergantung pada pinjaman-pinjaman luar negeri dan penerimaan-penerimaan dari minyak bumi, kita pada tahun 1978 itu tidak perlu mengadakan devaluasi, tidak perlu ada Kenop 15. Dan, begitu juga sekarang, Maret 30 tidak perlu diadakan kalau pemerintah berkenan memperhatikan pandangan dan anjuran saya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun sebelumnya, ketika mengomentari kebijaksanaan pemerintah pada 15 November 1978 (Kenop 15) yang melahirkan devaluasi rupiah, Sjaf ruddin menulis: “Kalau kita dalam Repelita II (yang meliputi masa 1974/1975-1978/1979) telah bersedia ‘berdikari’ dan menyusun anggaran pembangunan yang benar-benar berimbang— tidak mengharapkan ‘bantuan’ (pinjaman) dari luar negeri— maka kita masih dapat menyusun rencana pembangunan yang progresif, mulai dari tahun 1974/ 1975-1978/1979 tanpa minta-minta bantuan dari luar negeri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ‘antipinjaman’ dari luar negeri itu bukanlah tanpa alasan, sebab menurut Sjafruddin, hasil ekspor kita sejak tahun 1972/1973 hingga 1977/ 1978 melonjak-lonjak nilainya. Di mata Sjafruddin, rencana pembangunan yang disusun pemerintah terlampau ambisius, jauh di atas kemampuan rakyat dan kurang memperhatikan prinsip ‘berdikari’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Sjafruddin dikenal sebagai lawan politik Bung Karno yang amat tangguh, tapi ia tidak kehilangan objektivitasnya off-shore-loans seperti perusahan milik asing atau setengah asing, tetapi juga kekurangan manajerial knowledge dan skill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, modal asing— yaitu perusahan-perusahan asing yang bermodal—lebih suka bekerja sama dengan warga negara Indonesia yang sejak dulu biasa dan oleh karena itu mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam usaha dagang dan industri, yaitu warga negara turunan asing, khususnya Cina. Apalagi kalau modal asing itu milik Cina asing, warga negara Singapura, Taiwan, atau Hong Kong, tentu mereka akan mencari pembantu atau partner di kalangan WNI turunan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sjafruddin masih melanjutkan uraiannya yang membenarkan bahwa lenyapnya perusahaan-perusahaan kecil milik pribumi digantikan oleh perusahaan-perusahaan besar yang memerlukan modal besar adalah proses alamiah yang terjadi di seluruh negara industri. Tetapi, lanjut Sjafruddin, dalil itu dapat dibantah. Benar, (tenaga) manusia di mana-mana dikalahkan oleh (tenaga) mesin, tetapi di negara-negara yang bangsa Indonesia umumnya,” tulis Sjafruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Sjafruddin, mengutamakan modal sudah terang berlawanan dengan Pancasila yang mengutamakan manusia tanpa melupakan kebutuhan-kebutuhan materialnya, yang harus dapat dinikmati oleh rakyat seluruhnya supaya tercipta keadilan sosial. Di mata Sjafruddin, pembangunan yang dilaksanakan oleh orde baru tidak atau sangat kurang berakar ke dalam rakyat karena (rakyat) tidak/kurang diajak berpartisipasi, tatapi segala sesuatu direncanakan dan kemudian dipaksakan dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas lalu, hasil pembangunan itu menggembirakan dan mengagumkan. Tetapi, kalau datang resesi ekonomi dunia, harga minyak jatuh, pinjaman-pinjaman lunak tidak/sukar diperoleh, kecuali pinjaman komersial dengan bunga dan kewajiban bayar kembali yang jauh lebih tinggi dan berat dari biasa, sedang modal swasta yang ada cenderung untuk meninggalkan tanah air kita dan dipermudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, beberapa pokok pikiran Sjafruddin yang jelas amat memihak kepada kepentingan rakyat. Jika dari uraian di atas tertangkap kesan Sjafruddin antimodal asing, sesungguhnya kesan serupa itu tidak tepat sama sekali. Benar Sjafruddin memang tidak setuju kepada kredit atau utang luar negeri karena dianggapnya mengandung beban. Menurut Sjafruddin, lebih baik kita mengimpor modal karena yang akan menanggung risikonya nanti orang asing itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keberpihakan&lt;br /&gt;Di manakah posisi Sjafruddin di dalam percaturan pemikiran ekonomi Indonesia? Apa dan bagaimanapun posisinya, Sjafruddin tetap tegar membela kepentingan rakyat. Sjafruddin bergerak menghimpun para pengusaha Muslim di dalam wadah Himpunan Usahawan Muslimin Indonesia (Husami). Ketika PT Arafat yang sahamnya sebagian besar dimiliki kaum Muslim Indonesia mengalami kebangkrutan drastis karena faktor dari dalam dan luar perusahaan, Sjafruddin melalui Husami menyelenggarakan perjalanan haji yang ongkos naik haji (ONH)-nya terbukti lebih murah ketimbang tarif resmi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ONH yang lebih murah dan jelas-jelas menguntungkan rakyat itu dilarang oleh pemerintah. Ketimbang menurunkan tarif dan memperbaiki pelayanan kepada umat, pemerintah lebih suka menggunakan kekuasaan untuk memonopoli perjalanan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah disertasi yang ditulis oleh John Sutter menyebut Sjafruddin sebagai figur yang sangat rasional dalam memandang fungsi kapital. Di mana saja kapital sama, tidak merugikan. Yang harus dikontrol adalah orangnya, kapitalnya sendiri harus dimanfaatkan. Bagi Sutter, Sjafruddin adalah seorang ahli moneter dan sangat ahli di bidang bujet. Bagi orang Belanda, Sjafruddin terkenal sangat teliti dan berhati-hati dalam menghitung anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam zaman serba bebas sekarang ini, sungguh menarik mengkaji kembali pikiran-pikiran ekonomi Sjafruddin Prawiranegara. Ramalannya bahwa politik ekonomi Presiden Soeharto akan mengalami kegagalan jika dijalankan terlampau praktis-pragmatis, perlu direnungkan oleh semua yang berkepentingan terhadap susksesnya pembangunan menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan bagi segelintir rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-1662643197448671987?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/1662643197448671987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=1662643197448671987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1662643197448671987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1662643197448671987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/pemikiran-ekonomi-pak-sjaf.html' title='Pemikiran Ekonomi Pak Sjaf'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8ka5XEdPdho/TpP_wTl28YI/AAAAAAAACLc/zOCcvAH3aY8/s72-c/syafrudin%2Bprawiranegara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3931219147735476708</id><published>2011-10-11T15:27:00.002+07:00</published><updated>2011-10-11T15:29:34.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Di Prancis, Islam Mulai Gusur Sekularisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Mj57Iz9RzkQ/TpP-YCdN6TI/AAAAAAAACLQ/czL1o68LJk0/s1600/burka_perancis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Mj57Iz9RzkQ/TpP-YCdN6TI/AAAAAAAACLQ/czL1o68LJk0/s320/burka_perancis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662148845464578354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Dyah Ratna Meta Novia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan kelompok mayoritas, komunitas Muslim Prancis mulai menunjukkan pengaruh. Perlahan tapi pasti, nilai-nilai Islam mulai menggusur sekularisme Prancis. Ini bukan sekadar omongan seorang pengamat, melainkan hasil penelitian sosiologi paling mutakhir.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini setidaknya tergambar dari apa yang terjadi di dua kota pinggiran di dekat Paris,  yakni Clichy-sous-Bois dan Montfermeil. "Kaum imigran di kota pinggiran itu memilih menggunakan nilai-nilai Islam sebagai aturan hidup mereka daripada menggunakan nilai-nilai sekuler yang dianut Prancis," demikian bunyi sebagian laporan penelitian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang berlangsung selama setahun ini dipimpin oleh peneliti sekaligus pakar dunia Islam, Gilles Kepel. Dari penelitian di Clichy-sous-Bois dan Montfermeil, ditemukan, praktik  ibadah dan institusi keagamaan di kawasan ini kian semarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai sekularisme yang telah menjadi tradisi kuat sejak dulu di Prancis pun kian terpinggirkan. Keluarga-keluarga di daerah ini yang didominasi para imigran dari Afrika Utara dan Afrika Barat secara teratur pergi ke masjid. Mereka taat beribadah puasa selama bulan Ramadhan dan melarang anak-anaknya mengonsumsi makanan dari sekolah yang tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jumlah warga Muslim di Prancis berkisar lima hingga enam juta jiwa. Ini menjadikan Prancis sebagai negara anggota Uni Eropa dengan penduduk Muslim terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding penelitian sebelumnya yang dilakukan 25 tahun silam, kata Kepel, pengaruh Islam dalam kehidupan sehari-hari oleh warga di kota pinggiran tersebut kian meningkat. Salah seorang pegawai sekolah mengatakan, saat makan siang, siswa-siswa Muslim lebih memilih pulang ke rumahnya masing-masing demi mengonsumsi makanan yang terjamin halal daripada makan siang di sekolah yang belum tentu halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Monfermeil Xavier Lemoine mengatakan, sejumlah murid bahkan tidak pernah lagi menginjakkan kaki di kantin sekolah. "Kalaupun mereka pergi ke kantin, mereka hanya makan makanan pembuka dan pencuci mulut," ungkapnya kepada radio Eropa 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan, sebagian besar warga Prancis tidak masalah dengan perkawinan campuran. Namun, di daerah pinggiran, para peneliti mendapati sebagian besar responden Muslim mengatakan, mereka menentang perkawinan dengan orang non-Muslim. Mereka hanya mau menikah dengan sesama Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian ini, nilai-nilai Islam telah menggantikan nilai-nilai sekularisme yang gagal memenuhi janjinya, yakni adanya persamaan derajat untuk semua orang. "Penduduk di kota pinggiran melihat diri mereka bukan sebagai orang Prancis," kata Kepel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Clichy-sous-Bois Claude Dilain memperingatkan, salah satu alasan kuatnya nilai-nilai Islam disebabkan oleh kurang pedulinya pemerintah. "Orang-orang yang merasa ditinggalkan akan mencari identitas lain dan Islam memberikan kepuasan itu dengan baik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Clichy dan Monfermeil menjadi daerah percontohan dalam hal pembauran kota. Berbagai batas-batas fisik yang menghalangi terjadinya integrasi dihilangkan. Transportasi publik, jaringan, dan keamanan publik ditingkatkan. Meski demikian, angka pengangguran tetap tinggi di daerah itu. Begitu pun dengan prestasi murid sekolah, tetap rendah.&lt;br /&gt;ed: wachidah handasah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3931219147735476708?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3931219147735476708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3931219147735476708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3931219147735476708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3931219147735476708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/10/di-prancis-islam-mulai-gusur.html' title='Di Prancis, Islam Mulai Gusur Sekularisme'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Mj57Iz9RzkQ/TpP-YCdN6TI/AAAAAAAACLQ/czL1o68LJk0/s72-c/burka_perancis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-6766649052279020927</id><published>2011-09-26T08:34:00.002+07:00</published><updated>2011-09-26T08:37:13.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>Harian The Independent Sebut Makkah Hanya untuk Orang Kaya dan 'Mirip Vegas'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DahYSgzlVSc/Tn_XQ4FwYfI/AAAAAAAACLI/7kwjS9gAMEk/s1600/jam-mekkah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DahYSgzlVSc/Tn_XQ4FwYfI/AAAAAAAACLI/7kwjS9gAMEk/s320/jam-mekkah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656476341935038962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH - Dalam 10 tahun ini, Makkah mengalami transformasi yang luar biasa; lokasi Masjidil Haram ditata ulang, dan bermunculan gedung-gedung pencakar langit dan hotel berbintang berkelas internasional.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tulisan feature, harian The Independent mengupas sisi dalam Kota Suci. "Meski Nabi Muhammad datang untuk menekankan kesetaraan, Makkah berubah menjadi taman bermain bagi kaum kaya dimana kapitalisme secara kasat mata mengaburkan nilai spiritualitas kota," tulis mereka, mengutip kata-kata seorang kritikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian ini menyoroti, betapa demi membangun kota yang kini 'serupa Las Vegas', banyak bangunan bersejarah yang dikorbankan. "Tak ada yang memperjuangkan aksi vandalisme budaya ini," kata  Dr Irfan al-Alawi, direktur eksekutif The Islamic Heritage Research Foundation. "Kami sudah kehilangan 400-500 situs bersejarah. Saya harap belum terlambat untuk menyelamatkan yang tersisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sami Angawi, pakar arsitektur Islam Arab saudi, sama-sama prihatin. "Ini adalah kontradiksi mutlak untuk sifat Makkah dan kesucian rumah Allah," katanya kepada kantor berita Reuters awal tahun ini. "Kedua kota [Makkah dan Madinah] secara historis hampir punah. Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran dr Alawi yang paling mendesak adalah ekspansi yang direncanakan senilai miliaran dolar AS dari Masjidil Haram, situs paling suci dalam Islam dimana Kabah berada. Konstruksi resmi dimulai awal bulan ini. Menteri Kehakiman, Mohammed al-Eissa, berseru bahwa proyek ini akan menghormati "kesucian dan kemuliaan dari Masjid Suci, dan demi kepentingan jamaah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area perluasan sekitar 400 ribu meter persegi tengah dibangun untuk mampu meningkatkan daya tampung  1,2 juta jamaah lagi tiap Musim Haji tiba. Pembangunan ini, menurut The Islamic Heritage Research Foundation, bukan tanpa risiko. Lembaga ini menyusun daftar situs sejarah yang terancam diratakan dengan tanah akibat pembangunan ini, termasuk bangunan sisa-sisa peninggalan era Usmaniyah dan Abbasiyah. Termasuk dalam bangunan yang terancam dihancurkan adalah rumah di mana Nabi Muhammad dilahirkan dan rumah pamannya, Hamzah, tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen yang selalu dikemukakan, tulis The Independent, adalah bahwa Makkah dan Madinah sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Dua belas juta peziarah mengunjungi kedua kota ini setiap tahun dengan jumlah yang diperkirakan meningkat menjadi 17 juta pada tahun 2025.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi para kritikus khawatir bahwa keinginan untuk memperluas situs ziarah telah memungkinkan pihak berwenang untuk menginjak-injak warisan budaya di daerah itu. Lembaga yang dipimpin Alawi mencatat setidaknya 95 persen bangunan bersejarah yang berusia ratusan tahun telah dibongkar dalam dua dekade terakhir saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran telah disokong oleh paham Wahabisme.Dengan alasan takut menjadi ajang sirik, bangunan bersejarah diratakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit catatan dari The Independent: Untuk membangun kota pencakar langit di Makkah, sebuah gunung didinamit dan diratakan, menghancurkan Benteng Ajyad di era usmaniyah yang berdiri di atasnya. Lalu, rumah Khadijah istri pertama Nabi telah berubah menjadi blok toilet masjidil Haram, sedang rumah tempat lahirnya bahkan diratakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alawi berharap masyarakat internasional 'terbangun dari tidurnya' dan melihat apa yang terjadi terhadap warisan sejarah Islam di Makkah. "Kami tidak akan mengizinkan seseorang pun untuk menghancurkan Piramida, jadi mengapa kita membiarkan sejarah Islam lenyap?" katanya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-6766649052279020927?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/6766649052279020927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=6766649052279020927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6766649052279020927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/6766649052279020927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/harian-independent-sebut-makkah-hanya.html' title='Harian The Independent Sebut Makkah Hanya untuk Orang Kaya dan &apos;Mirip Vegas&apos;'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DahYSgzlVSc/Tn_XQ4FwYfI/AAAAAAAACLI/7kwjS9gAMEk/s72-c/jam-mekkah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-4337270084347043842</id><published>2011-09-22T11:22:00.002+07:00</published><updated>2011-09-22T11:24:42.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>The Way We Were (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vF4qSWJmRB0/Tnq4heRYt1I/AAAAAAAACLA/Wlr8PobxTjU/s1600/city-hall-valencia_13414.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vF4qSWJmRB0/Tnq4heRYt1I/AAAAAAAACLA/Wlr8PobxTjU/s320/city-hall-valencia_13414.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655035167318259538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhaimin Iqbal  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGALNYA adalah 29-30 April tahun 711 ketika pasukan Tariq bin Ziyad mendarat di Jabal Tariq (lebih dikenal dengan Gibraltar) yang kemudian mengawali sejarah panjang 781 tahun Islam berkuasa di (sebagian) Eropa (711-1492).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi dari penaklukan mereka ini sudah pernah saya tulis di situs ini dalam judul “…Membakar Kapal…” , tetapi ada sisi lain yang nyaris tidak pernah diungkap dalam sejarah – yang justru dampaknya terbawa dalam kemajuan peradaban dunia hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain ini adalah logistik militer, kemajuan dibidang logistik militer yang dibawa oleh peradapan Islam di Eropa selama 781 tahun inilah  yang hingga kini dinikmati dunia barat khususnya Amerika dalam bentuk kemajuan industri pertanian dan peternakannya.&lt;br /&gt;Mungkin Anda bertanya: “Kok bisa?, begitu jauh banget pengaruhnya …?.  Tetapi inilah sejarah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap penaklukan, kedudukan logistik adalah vital untuk menentukan apakah suatu peperangan akan dilakukan atau tidak, bahkan sebelum suatu pasukan bergerak maju – bagian logistik ini sudah harus dipikirkan lebih dahulu. Diantara daftar kelas logistik yang sangat penting selain makanan, pakaian dan senjata adalah bahan bakar. Bayangkan apa jadinya bila bahan bakar ini tidak tersedia dengan cukup, maka tank-tank tidak bisa bergerak, pasukan tidak bisa patroli, pesawat tempur tidak bisa terbang dlsb. dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu peperangan di masa kini, tetapi bagaimana peperangan dilakukan di jamannya Tariq bin Ziyad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu mobilitas pasukan di darat utamanya digerakkan dengan kuda, dan bahan bakar untuk kendaraan-kendaraan berupa kuda ini tidak lain adalah pakan ternak. Tanpa adanya ‘bahan bakar’ rerumputan yang bergizi tinggi kuda-kuda perang akan loyo, maka keunggulan pasukan di jaman itu juga ikut dipengaruhi oleh ketersediaan logistik berupa rumput bergizi tinggi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena peperangan menjangkau daerah yang sangat luas dengan waktu yang sangat lama - dari puluhan tahun sampai ratusan tahun – maka logistik berupa rumput untuk ‘bahan bakar’ ini juga harus bisa dihasilkan di daerah-daerah yang strategis yang sudah dikuasai oleh pasukan Islam. Rumput yang ditanam-pun juga bukan sembarang rumput, bila yang ditanam rumput yang biasa-biasa – maka akan dibutuhkan areal yang sangat luas untuk menanamnya dan kuda perang-pun tidak bisa tumbuh perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagian logistik dari pasukan Islam saat itu sudah mengenal rerumputan bergizi tinggi yang sangat efektif untuk menumbuhkan kuda, tanaman bergizi tinggi inilah yang disebut alfalfa. Karena penguasaan Islam yang begitu lama khususnya di Spanyol, tentu kepandaian bercocok tanam alfalfa ini juga kemudian  menular ke bangsa Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 800 tahun kemudian panglima perang Spanyol Hernando Cortez menaklukkan bangsa Aztecs di Mexico, bukan hanya strategi membakar kapalnya yang ia jiplak mentah-mentah dari strategi Tariq bin Ziyad – tetapi juga strategi membangun kekuatan logistik pasukan berkudanya dengan tanaman yang sama dengan yang diperkenalkan oleh peradaban Islam yang mendominasi negeri asalnya – Spanyol selama 781 tahun !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari peradaban Islam yang sudah maju lebih dahulu, kemudian dibawa ke Spanyol, kemudian dari Spanyol di bawa ke benua Amerika inilah nutritious plants (terjemahan al-Qur’an bahasa Inggris Yusuf Ali untuk “qadhban” QS: 80:28) yang oleh Prof. Dr. Zagloul Al Najjar di tafsirkan sebagai alfalfa ini masuk ke benua itu dan sangat maju terutamanya di Amerika Serikat hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana kita bisa membuktikan bahwa alfalfa yang merupakan produk pertanian terbesar ke 3 di Amerika setelah jagung dan kedelai ini berasal dari dunia Islam?&lt;br /&gt;Yang paling mudah adalah dari sisi bahasa! Karena peradaban Islam yang berkembang hampir 8 abad di Spanyol, maka banyak sekali kata atau nama-nama yang berasal dari Islam – termasuk diantaranya ya alfalfa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Spanyol maupun dalam bahasa Inggris  hingga kini tidak ada kata lain yang searti  alfalfa, satu-satunya ya kata untuk nama tanaman bergizi tinggi (nutritious plants) yang dibawa dari dunia Islam 14 abad lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari nama ini tidak bisa disangkal lagi bahwa kekuatan produk pertanian terbesar ke 3 di Amerika tersebut bisa di runut secara meyakinkan adalah berasal dari peradaban Islam di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dahulu kita pernah berjaya secara militer, ekonomi sampai ke pertanian dan peternakan – bahkan dua yang terakhir ini masih menyisakan ‘nama’-nya di benua lain hingga kini; maka bila kita sungguh-sungguh kembali ke tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits – insyaallah kitapun akan bisa mengembalikan kejayaan itu di masa-masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita perlukan sebenarnya hanyalah mencontoh, pertama dan yang utama tentu mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian para sahabat beliau dan kemudian juga generasi-generasi sesudahnya yang membawa kepada kejayaan Islam termasuk generasinya Tariq bin Ziyad tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal mencontoh bagaimana umat ini melakukannya di masa lampau, the way we were…InsyaAllah !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com dan Direktur Gerai Dinar. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-4337270084347043842?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/4337270084347043842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=4337270084347043842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4337270084347043842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/4337270084347043842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/way-we-were-1.html' title='The Way We Were (1)'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vF4qSWJmRB0/Tnq4heRYt1I/AAAAAAAACLA/Wlr8PobxTjU/s72-c/city-hall-valencia_13414.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-1189363316048067603</id><published>2011-09-22T11:18:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T11:19:58.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>The Way We Were - Colombuspun Heran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-oJJZIjnFG9o/Tnq3G56-8II/AAAAAAAACK4/l1uz9J7M4SI/s1600/kapal-colombus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oJJZIjnFG9o/Tnq3G56-8II/AAAAAAAACK4/l1uz9J7M4SI/s320/kapal-colombus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655033611372392578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhaimin Iqbal    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan suasana batinnya ketika pada tahun 1492 Christopher Columbus memulai perjalannya menyeberangi Atlantic, saat itu ekspedisi dia ini disponsori oleh Ratu Isabella yang pada tahun tersebut baru saja berhasil menguasai Granada – wilayah Islam terakhir di tanah Spanyol. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak heran bila  Columbus di awal catatan perjalanannya menulis “…Your Highnesses, as Catholic Christians, and princes who love and promote the holy Christian faith, and are enemies of the doctrine of Mahomet…”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan pula  bila jauh-jauh berlayar dalam upaya menemukan benua baru, Columbus menemukan bahwa orang-orang Islam yang dibencinya ternyata lebih dahulu sampai ke benua tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu dia tidak ingin membuat ratu Isabella yang mensponsorinya gusar dengan mengabarkan bahwa orang-orang Islam ternyata sudah lebih dahulu sampai di benua baru yang di klaim sebagai temuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka temuan Columbus atas adanya Muslim di benua tersebut hanya muncul di catatan harian pribadinya saja, bahwa pada tanggal 21 October 1492 ketika mendekati Gibara di timur laut pantai Cuba dia melihat ada masjid di bukit yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, bahwa sepanjang ratusan tahun budaya Islam sudah mendominasi Spanyol dan sebagian Eropa – jadi Columbus tahu persis apa yang disebutnya masjid itu – bukan sekedar bangunan yang mirip masjid – yang coba dibelokkan oleh para sejarawan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Columbus juga menyebut orang-orang Caribbean yang ditemuinya sebagai “Mohemmedans” – pengikut Muhammad  - lagi-lagi karena Columbus paham seperti apa pengikut Muhammad itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi begitulah, realita sejarah bisa dengan mudah tenggelam oleh kepentingan politik agama yang diberlakukan dengan ekstrim oleh Ratu Isabella yang mensponsori Columbus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga untuk berabad-abad kemudian di klaim-lah oleh mereka ini bahwa merekalah yang menemukan benua baru Amerika – meskipun bukti-bukti sejarah kemudian mulai bermunculan dan klaim mereka mulai diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bukti-bukti sejarah ini diungkap oleh seorang Arkheolog dan ahli bahasa Hardvard University kelahiran New Zealand – DR. Barry Fell.  Beliau inilah yang mengungkapkan temuan adanya tulisan berupa text, diagram dan chart di batu yang dia temukan di Amerika bertuliskan huruf Arab kuffic. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu yang dipahat untuk tujuan pembelajaran dibidang matematika, geography, sejarah, astronomi dan navigasi laut ini – diyakininya dibuat antara tahun 700-800 Masehi, sekitar abad ke 2 – 3 Hijriyah – atau sekitar 8 abad sebelum Columbus menginjakkan kakinya di benua baru yang diklaimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa kepentingannya kita belajar sejarah demikian? Begitu banyak ayat-ayat al-Qur’an yang isinya tentang sejarah maupun yang memerintahkan kita untuk belajar dari sejarah. Melaui sejarah – yang benar , yang tidak dibelokkan - inilah kita bisa mengetahui pencapaian-pencapaian umat ini di masa lampau dan juga kegagalan-kegagalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dahulu umat ini menjadi penemu daerah-daerah baru, ilmu-ilmu baru dari matematika, kedokteran, astronomi, pertanian, keuangan dan tidak terhitung banyaknya temuan lainnya;  maka sudah sepantasnya-lah umat yang hidup di jaman ini juga mencita-citakan pencapaian  yang sama. Lantas darimana kita akan memulainya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya tidak ada cara lain kecuali kita kembali ke sumber segala ilmu, “…petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk-petunjuk tersebut …” (QS: al-Baqarah: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengawali cita-cita besar tersebut, lebih dari sebulan lalu kami ‘mencangkok’ proses penyiapan generasi Qur’ani kedepan dengan Madrasah al-Qur’an Daarul Muttaqiin, insyaAllah besuk kami akan mulai lagi kelas baru yang kami sebut Madrasah al-Qur’an Lil-Inaats (Pesantren Putri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka inilah nantinya yang insyaAllah akan melahirkan generasi cucu-cucu kita yang akrab dengan Al-Qur’an (karena ibunya hafidzah yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an setiap saat) semenjak mereka di kandungan, ketika di buaian dan di usia-usia awal yang sangat penting dalam membentuk karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kita berjaya dengan al-Qur’an, maka dengan kembali kepada al-Qur’an inilah insyaAllah kita akan berjaya kembali. InsyaAllah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-1189363316048067603?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/1189363316048067603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=1189363316048067603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1189363316048067603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1189363316048067603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/way-we-were-colombuspun-heran.html' title='The Way We Were - Colombuspun Heran'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oJJZIjnFG9o/Tnq3G56-8II/AAAAAAAACK4/l1uz9J7M4SI/s72-c/kapal-colombus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-5501649392406360799</id><published>2011-09-19T14:24:00.001+07:00</published><updated>2011-09-19T14:25:37.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Sunnah dan Sains: Tulang Sulbi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-g8gs99hHgE8/TnbuY8PqtcI/AAAAAAAACKw/kA__lxKS3xs/s1600/tulang-sulbi-atau-tulang-ekor-ilustrasi-_110825082758-272.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-g8gs99hHgE8/TnbuY8PqtcI/AAAAAAAACKw/kA__lxKS3xs/s320/tulang-sulbi-atau-tulang-ekor-ilustrasi-_110825082758-272.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653968494466348482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DR Abdul Basith Jamal &amp; DR Daliya Shadiq Jamal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadinya proses penyuburan melalui penyatuan air mani dengan indung telur di atas pembuluh telur yang menjadi sel janin pertama, dan unsur keturunan terus mengalami pengembangan di dalam janin itu sebagai hasil dari pertemuan dua unsur bapak dan ibu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan pencampuran dua unsur tersebut akan membentuk rentetan kehidupan yang sempurna bagi makhluk hidup yang terjadi berdasarkan seluruh proses pertumbuhan, percampuran janin dan proses kehidupan yang penting bagi kehidupan setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu proses pertumbuhan janin dimulai dengan pembentukan pita janin, yang terdiri dari lapisan luar janin “okstodrm“ dan lapisan menengah “mizodrm” dan lapisan dalam “ondodrm“, kemudian setelah itu membentuk seluruh anggota tubuh janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terdapat penyakit dalam pembentukan pita janin itu, menyebabkan pembentukan lapisan-lapisan janin dan proses pertumbuhan janin akan gagal, hingga perkembangan pembentukan pita janin merupakan asas dalam pembentukan sel janin. Karena pita janin merupakan pemegang semua pemekaran produksi sel, dan yang dimaksud dengan pembentukan sel yaitu tidak adanya pemekaran yang membentuk seluruh anggota tubuh janin, hingga proses pembentukan janin menjadi gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pembentukan anggota tubuh janin dari lapisan-lapisan janin terdiri dari:&lt;br /&gt;1) Lapisan luar terdiri dari kulit, sistem saraf, saluran pencernaan makanan dan prangkatnya. 2) Lapisan tengah terdiri dari hati, saluran darah, selaput jantung dan selaput paru-paru. 3) Lapisan dalam mencakup seluruh anggota seperti seluruh perkakas tubuh, dan kelenjar kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah minggu keempat pita janin berhamburan dan bersembunyi di kawasan tulang ekor janin lalu bersembunyi di dalam satuan yang tumbuh, disebut juga "Ajbu Al-Janin". Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengisyaratkan pada urgensi dan fungsi tulang sulbi ini. sebagaimana yang tertuang dalam sabdanya: "Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan." (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas mengisyaratkan pada pentingnya tulang sulbi terhadap pita janin dalam pembentukan anggota tubuh janin, sebagaimana dalam sabda Nabi tersebut "sebab itu manusia diciptakan". Dan yang tersisa dari pita yang membawa rentetan pembentukan kehidupannya akan dibangkitkan pada hari kiamat, sebagaimana dalam sabda Nabi SAW "dan sebab itu pula manusia dibangkitkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: cr01&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-5501649392406360799?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/5501649392406360799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=5501649392406360799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5501649392406360799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/5501649392406360799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/sunnah-dan-sains-tulang-sulbi.html' title='Sunnah dan Sains: Tulang Sulbi'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-g8gs99hHgE8/TnbuY8PqtcI/AAAAAAAACKw/kA__lxKS3xs/s72-c/tulang-sulbi-atau-tulang-ekor-ilustrasi-_110825082758-272.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3793285630717514576</id><published>2011-09-13T14:03:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T14:04:15.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>“Menghina Islam Boleh, Menghina Gereja Tidak Boleh”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-K4bojj2g6Fo/Tm8AZRHXLFI/AAAAAAAACKo/r7AQ8XMYlsk/s1600/wawa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-K4bojj2g6Fo/Tm8AZRHXLFI/AAAAAAAACKo/r7AQ8XMYlsk/s320/wawa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651736491464272978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Sikap diskriminasi terhadap Islam dan umat Islam, baik secara individu atau institusi, menjalar ke berbagai belahan dunia. Secara tiba-tiba, beberapa negara berlaku kurang ramah terhadap Muslim.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; April 2010, seorang Muslimah Prancis didenda karena berjilbab yang menutup seluruh wajahnya saat mengemudikan mobil, dua hari setelah Presiden Nicolas Sarkozy memerintahkan rancangan undang-undang yang melarang jilbab di semua tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan pada Islam (Islamofobia) di Eropa, sempat membuat Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu tersinggung. Dalam pidatonya di markas besar Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa di Wina tahun 2010, ia mengatakan, sikap kebencian dan tidak toleransi terhadap komunitas Muslim itu sebagai  sebuah penghinaan terhadap hak asasi manusia dan martabat kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sesungguhnya yang terjadi? Dan mengapa sampai seperti ini? hidayatullah.com mewawancarai Abdool Karim Wakil Kepala Komite Riset dan Dokumentasi Muslim Council of Britain (MCB), yang sebelumnya menyempatkan datang ke redaksi. Didampingi Sapto Waluyo, Direktur Center for Indonesia Reform (CIR), penulis buku "Thinking Through Islamophobia" ini melayani wawancara dengan Surya Fachrizal. Inilah petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar masalah Islamophobia berkembang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamophobia masalah besar bagi umat Islam, tidak hanya di Inggris, tapi juga di Barat umumnya. Tapi di antara tantangan yang kami hadapi, adalah banyaknya orang yang keberatan dengan istilah itu.  Menurut mereka harusnya digunakan istilah Muslimphobia atau rasisme anti-Muslim, bukan islamophobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus menggunakan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua masalah. Di Inggris, jika orang ingin mengkritisi Islam, mereka punya hak untuk itu. Mereka bisa mengkritisi ajaran Kristen, Judaisme, dan apa saja. Karena Inggris adalah negara sekuler. Maka mereka juga bisa mengkritisi Islam. Dari situ mereka berpendapat, serangan terhadap Muslim harus dilindungi sedangkan serangan (kritik atau kecaman, red) terhadap ajaran Islam tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi realitanya, perbedaan antara serangan Islam dengan serangan terhadap Muslim menjadi kabur. Karena Islam minoritas, dan Islam merupakan masalah signifikan bagi mereka, maka mereka menyerang Muslim sama halnya seperti mereka menyerang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kelompok, English Defense League (EDL) dan British National Party (BNP), partai sayap kanan. Kenapa mereka menyerang Islam? Karena dalam hukum negara Inggris, itu (menyerang agama, red) bukan sebuah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika  perkataan mereka sangat menyerang dan menyakiti umat Islam, bagi hukum Inggris, itu dianggap bukan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika serangan itu dilakukan terhadap ajaran Kristiani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, hukum Inggris masih mempunyai peraturan yang melindungi ajaran Gereja Anglikan. Karena itu adalah ajaran gereja yang diresmikan dan didirikan oleh kerajaan. Ada hukum Blasphemy, larangan penodaan agama. Tapi hanya berlaku untuk Gereja Anglikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan media?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Inggris menulis hal-hal yang berlebihan tentang Islam, umumnya cerita-cerita Islamophobia. Tentang makanan halal, syariah, masjid, hijab, Muslim tengah mengubah cara hidup Inggris, mereka memberi kesan: Islam akan memberlakukan potong tangan atau rajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak warga Muslim terkumpul di sejumlah kota. Jadi, banyak daerah Inggris yang belum pernah berjumpa dengan seorang Muslim. Pengetahunan mereka tentang Islam sebatas yang mereka dapat dari koran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan MCB dalam kasus seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, MCB menghimbau umat Islam untuk melapor jika mendapatkan serangan. Sebab ada sebagian perempuan yang merasa takut melapor ke polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, setiap serangan terhadap Islam supaya dilaporkan sebagai kasus Islamophobia. Karena jika dilaporkan sebagai kasus rasisme, kasus-kasus itu akan digabungkan dalam statistik pelanggaran rasisme yang  juga terjadi pada kalangan kulit hitam atau imigran Pakistan. Jadi kita tidak punya catatan kasus islamophobia di kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  MCB menggagas kelompok antar partai di parlemen untuk membahas langkah untuk menanggulangi Islamophobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berhubungan dengan media massa. Kita berusaha untuk menyadarkan para jurnalis dan editor agar lebih bertanggungjawab. Supaya mereka tidak mengatakan tentang Islam seperti halnya mereka tidak mengatakan hal yang buruk terhadap kelompok lain. Mereka tidak menulis macam-macam soal Yahudi, kaum kulit hitam, Gipsy, maka jangan lakukan juga terhadap Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hasilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayeeda Harsi, salah seorang menteri dalam kabinet koalisi mengatakan, topik Islamopobhia telah lulus "dinner table test". Artinya bahasan Islamophobia dapat diterima jika dibicarakan dengan kalangan elit dan terpelajar. Dan pemerintahan sekarang (koalisi antara konservatif dan liberal-demokrat),  begitu simpati terhadap umat Islam dan sering berkunjung ke acara-acara keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik isi buku Anda (Thinking Through Islamophobia)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu menjawab anggapan-anggapan yang mengatakan Islamophobia adalah kata yang salah, konsep yang buruk, dan tidak nyata. Kami jelaskan, istilah Islamophobia adalah istilah yang tepat. Istilah ini mulai mencuat di Inggris pada 1997, dan kita tetap akan mempertahankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Anda, apa saja bentuk  islamophobia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa kita bisa lihat adanya penolakan pembangunan masjid, menara masjid, peraturan pelarangan wanita memakai cadar, perusakan makam, atau juga serangan simbolik seperti melempar kepala babi ke masjid, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana peran anggota parlemen Muslim dan lembaga Islam di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak Muslim yang menjadi anggota parlemen di berbagai partai politik di Inggris. Seperti di partai liberal-demokrat, partai buruh, konservatif, dan sebagainya. Mereka melayani konstituen yang mereka wakili, tapi mereka juga mewakili warga Inggris secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, perbankan Islam banyak mengalami kemajuan. Dulu umat Islam sulit mendapat kredit rumah. Sekarang, banyak bank yang membuka layanan kredit rumah syariah. Termasuk bank-bank nasional yang konvensional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan halal mulai merebak. Sekolah-sekolah memberikan hak shalat Jumat dan shalat Ied. Tapi tetap saja ada berita-berita miring soal syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mulai memeluk Islam. Banyak gereja yang tidak lagi digunakan lalu dijual jadi masjid. Kebanyakan masjid di Inggris adalah gedung yang diubah fungsi, seperti sinema atau gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi umat Kristen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya sebagian kecewa. Kita menghargai perasaan mereka. Bayangkan, jika yang berubah adalah masjid menjadi gereja. Tapi golongan lain seperti EDL (Liga Pertahanan Inggris) memanfaatkan hal ini. Mereka mengatakan, "Lihat gereja-gereja telah diambil. Semuanya akan diubah menjadi Islam." EDL sebenarnya dikenal tidak peduli ajaran Kristen dan gereja, tapi mereka hanya ingin memojokkan Islam saja. *&lt;br /&gt;Rep: Surya Fachrizal Ginting&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3793285630717514576?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3793285630717514576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3793285630717514576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3793285630717514576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3793285630717514576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/menghina-islam-boleh-menghina-gereja.html' title='“Menghina Islam Boleh, Menghina Gereja Tidak Boleh”'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-K4bojj2g6Fo/Tm8AZRHXLFI/AAAAAAAACKo/r7AQ8XMYlsk/s72-c/wawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2732027336695768994</id><published>2011-09-13T13:16:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T13:18:49.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Libya Pasca-Qadafi Gunakan Alquran Sebagai Sumber Undang-Undang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pWCBE6MF6k0/Tm71vXRr9BI/AAAAAAAACKg/3FBc2AouulU/s1600/al-quran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pWCBE6MF6k0/Tm71vXRr9BI/AAAAAAAACKg/3FBc2AouulU/s320/al-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651724776447407122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI-- Islam akan menjadi sumber utama undang-undang di Libya pasca-Qaddafi, kata ketua dewan pimpinan Dewan Transisi Nasional (NTC) dalam pidato pertamanya dihadapan publik di Tripoli, Senin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua NTC Mustafa Abdel Jalil mengeluarkan pernyataan itu dihadapan ribuan warga Libya yang berkumpul di Lapangan Syuhada dua hari setelah kedatangannya di ibu kota itu setelah rezim Muamar Gaddafi disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak akan menyetujui ideologi garis keras apapun, kanan atau kiri. Kita adalah orang Muslim, untuk satu Islam moderat, dan kita akan tetap pada jalan ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kunjungan pertama Abdul Jalil ke Tripoli sejak pemberontakan menentang Gaddafi meletus Februari.  Pemimpin yang digulingkan itu, kini sedang dikejar sering tampil di lapangan yang waktu itu bernama Lapangan Hijau, untuk menghadiri rapat para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Tripoli, Sabtu, Abdul Jalil disambut dengan karpet merah, dikerumuni ratusan orang dan dilindungi secara ketat oleh para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan keamanan yang ketat juga diberlakukan bagi kehadirannya dengan daerah sekitar lapangan itu ditutup bagi lalu lintas dan pria-pria bersenjata memeriksa mereka memasuki lapangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdel Jalil yang menyebut "Pembebasan Tripoli, satu keajaiban yang terjadi dengan korban jiwa yang minimum," mengemukakan kepada massa: "Anda akan bersama lagi menghadapi orang yang ingin menyelewengkan revolusi kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaddafi , Senin bersumpah akan berperang sampai menang sementara pasukannya melancarkan serangan-serangan balik di tiga front.&lt;br /&gt;Redaktur: Stevy Maradona&lt;br /&gt;Sumber: Antara&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2732027336695768994?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2732027336695768994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2732027336695768994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2732027336695768994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2732027336695768994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/libya-pasca-qadafi-gunakan-alquran.html' title='Libya Pasca-Qadafi Gunakan Alquran Sebagai Sumber Undang-Undang'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pWCBE6MF6k0/Tm71vXRr9BI/AAAAAAAACKg/3FBc2AouulU/s72-c/al-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-8103149871173490959</id><published>2011-09-09T07:18:00.003+07:00</published><updated>2011-09-09T07:21:42.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>OTORITAS DAN KAIDAH MATEMATIS: REFLEKSI ATAS PERAYAAN IDULFITRI 1432 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-D6n_q2eMBt0/Tmlb50Jf4MI/AAAAAAAACKY/HRIsgtWzQ5o/s1600/bulan.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-D6n_q2eMBt0/Tmlb50Jf4MI/AAAAAAAACKY/HRIsgtWzQ5o/s320/bulan.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650148256322150594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Syamsul Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Alhamdulillah hari raya Idulfitri 1432 H telah dapat dirayakan dengan khidmat. Walaupun ada perbedaan tentang hari jatuhnya Idulfitri itu, di mana pada satu sisi ada yang menjatuhkannya pada hari Selasa 30 Agustus 2011 dan di sisi lain ada yang menjatuhkannya pada hari Rabu 31 Agustus 2011, namun masing-masing pihak telah dapat menjalankannya dengan damai dan rukun, tanpa terjadi pertikaian antara pihak-pihak yang merayakannya pada hari berbeda itu. Bahkan masyarakat umum yang tidak begitu memahami sumber masalah perbedaan itu dapat memilih hari yang mereka inginkan untuk beridulfitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akan tetapi meskipun Idulfitri telah berjalan dengan damai dan rukun, tetap saja tersisa permasalahan yang timbul dari perbedaan itu. Tidak dipungkiri bahwa perbedaan jatuhnya hari raya itu adalah suatu ketidaknyamanan karena ada ketidakbersamaan kaum Muslimin dalam merayakannya. Di satu sisi ada yang saling kunjung ke rumah tetangga dan makan-makan, sementara yang lain masih berpuasa. Namun juga harus diakui bahwa penyatuan jatuhnya hari Idulfitri itu tidak gampang, tidak semudah sepasang remaja bikin janji ke pantai bersama, "Mas Minggu besok rekreasi bareng ya di pantai, soalnya habis ujian semester pikiranku buntet banget, perlu refreshing."  "Ya, setuju, aku juga sama. Dah, besok kuampiri ya!"  Selesailah masalah. Kesepakatan untuk "rekreasi Minggu besok" tidak memerlukan pertimbangan ilmiah yang mendalam karena itu hanya soal selera dan bisa diputuskan dengan prinsip "setuju-setuju saja". Namun tentu tidak demikian halnya dengan penentuan jatuhnya hari raya semisal Idulfitri atau Iduladha. Masalah ini bukan soal selera. Masalah ini memerlukan suatu kajian panjang dan mendalam baik dari segi ilmu syariah maupun dari segi ilmu astronomi. Keputusan itu tidak dapat diambil berdasarkan prinsip "setuju-setuju saja". Ini semua tentu menjadi tantangan para ilmuwan terkait baik dari bidang syariah maupun astronomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Diskusi mengenai masalah ini cukup ramai. Dan dalam diskusi yang ramai itu ada pakar yang langsung menyalahkan Muhammadiyah karena terlalu jumud berpegang kepada hisab wujudul hilal (walaupun Muhammadiyah juga dapat mengatakan hal yang sama bahwa pihak lain terlalu kaku berpegang kepada rukyat atau hisab imkanur rukyat 2 derajat yang tidak ilmiah itu). Dikatakan, "sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal."  Dikatakan lagi, "Banyak kalangan di intern Muhammadiyah mengagungkannya, seolah itu sebagai simbol keunggulan hisab mereka yang mereka yakini, terutama ketika dibandingkan dengan metode rukyat.  Tentu saja mereka [adalah] anggota fanatik Muhammadiyah, tetapi sesungguhnya tidak faham ilmu hisab, seolah hisab itu hanya dengan kriteria wujudul hilal." "Dari segi astronomi, kriteria wujudul hilal adalah kriteria usang yang sudah lama ditinggalkan di kalangan ahli falak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tampaknya nada statemen ilmuwan tersebut sangat memihak dan sedikit emosional juga terasa ada semacam (dengan bahasa diperhalus) "kebanggaan" tersembunyi atas status sebagai astronom senior. Seolah-olah apa yang berjalan sekarang ini, itulah yang betul dan karena itu tidak dikritik. Justeru yang mengkritik dan menolak, dalam hal ini Muhammadiyah, adalah pihak yang harus dipersalahkan sebagai biang keladi permasalahan. Dalam sejumlah tulisan pakar bersangkutan, penulis belum menemukan kritik-kritiknya terhadap penetapan awal bulan kamariah yang berlaku sekarang, kecuali kritik terhadap kriteria yang dipakai sebagian ormas seperti Muhammadiyah. Juga disayangkan pakar bersangkutan belum pernah menyarankan satu rancangan kalender pemersatu yang pasti padahal di tangannya terdapat perangkat ilmu untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apakah orang Muhammadiyah sangat fanatik terhadap hisab wujudul hilal? Hal itu mungkin saja demikian, tetapi jelas tidak semuanya. Tentu banyak ahli-ahli falak Muhammadiyah yang juga mengerti hisab yang lain dan dapat membandingkannya dan kemudian dari hasil perbandingan itu menjatuhkan pilihan pada hisab wujudul hilal. Penulis sendiri adalah warga Muhammadiyah (dengan bidang studi syariah, bukan astronomi) yang tentu secara emosional akan sangat bersimpati dengan kebijakan penetapan awal bulan Muhammadiyah. Tetapi di sini penulis tidak ingin membela hisab wujudul hilal. Hisab wujudul hilal hanyalah salah satu metode hisab penentuan awal bulan di antara sekian metode hisab yang ada. Walaupun demikian tentu boleh memberi pendapat. Cuma memang pasti akan dirasakan sebagai sebuah pendapat apologis karena diberikan oleh orang yang secara emosional adalah bagian daripadanya. Namun demikian silahkan pembaca untuk melihatnya secara obyektif saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kalau soal usangnya, munurut penulis, hisab wujudul hilal tidak usang-usang banget. Hisab ini merupakan perkembangan dari hisab-hisab sebelumnya yang dirasa tidak dapat memberikan kepuasan. Di Arab Saudi, hisab wujudul hilal dipakai oleh Pusat King Abdul Aziz untuk Pengembangan Sains dan Teknologi, yang bertanggungjawab atas penyusunan kalender resmi pemerintah Arab Saudi Kalender Ummul Qura yang berkembang luas di berbagai bagian dunia termasuk digunakan oleh Windows Vesta, baru pada tahun 1424 H (baru sejak 7 tahun lalu) karena kasus bulan Rajab 1424 H (Agustus 2003). Sampai saat itu kaidah kalender yang digunakan adalah moonset after sunset (artinya bahwa apabila pada sore hari ke-29 bulan berjalan, bulan terbenan sesudah terbenamnya matahari, maka malam itu dan keesokan harinya adalah bulan baru). Namun ternyata kaidah kalender tersebut mengalami problem dengan "hilal" Rajab 1424 H pada sore Rabu 27 Agustus 2003 M. Pada sore itu matahari terbenam di Mekah (Kakbah) pukul 18:45 Waktu Saudi dan bulan terbenam 8 menit kemudian, yakni pukul 18:53 Waktu Saudi. Jadi kriteria bulan baru telah terpenuhi, yaitu bulan tenggelam sesudah tenggelamnya matahari, sehingga mestinya malam Kamis 28 Agustus 2003 M dan keesokan harinya (Kamis 28 Agustus 2003 M) adalah tanggal 1 Syakban 1424 H. Tetapi ternyata saat matahari terbenam sore Rabu 27 Agustus 2003 itu belum terjadi ijtimak (konjungsi) karena ijtimak terjadi hampir dua jam kemudian, yakni pukul 18:26 Waktu Saudi. Karena kasus ini, para penanggung jawab kalender Ummul Qura memperbaiki kaidah kalendernya dengan menambahkan satu parameter baru, yakni saat matahari terbenam harus sudah terjadi ijtimak. Sejak saat itu kemudian kalender Ummul Qura memakai wujudul hilal. Jadi ini adalah perkembangan dari metode sebelumnya yang dirasa tidak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di dalam Muhammadiyah hisab wujudul hilal sudah digunakan sejak abad yang lalu. Sejak penulis mulai masuk menjadi pengurus Muhammadiyah tahun 1985 di PMW DIY dan sejak tahun 1990 di Pimpinan Pusat, hisab ini sudah dipakai dan terus berlaku hingga sekarang. Ada perubahan, namun hanya perubahan cara menghitung, bukan perubahan kriteria (kaidah memulai bulan baru). Harap dibedakan antara kaidah memasuki bulan baru dan metode perhitungan. Kaidah memasuki bulan baru dalam hisab wujudul hilal adalah tiga parameter yang kita semua sudah tahu, yaitu (1) telah terjadi ijtimak, (2) ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, (3) saat matahari terbenam hilal di atas ufuk. Kriteria ini adalah suatu kriteria yang sifatnya non penampakan, karena itu tidak memerlukan observasi untuk mengujinya seperti halnya peristiwa ijtimak dan terbenamnya matahari tidak diobservasi. Kalau diragukan akurasi kriteria ini, jangan-jangan bulan sebetulnya di bawah ufuk, namun diklaim di atas ufuk karena kurang akurasinya perhitungan, maka ini bukan soal kriteria itu sendiri, melainkan ini adalah soal akurasi metode menghitung posisi bulan. Metode menghitung ini bisa terus menerus diperbaiki. Dalam praktik wujudul hilal di Muhammadiyah metode menghitung ini mengalami perkembangan dalam hal daftar ephemeris yang menjadi sumber data benda langit pada waktu tertentu yang digunakan. Di Zaman Kiyai Wardan, sebagaimana disebutkannya dalam bukunya Hisab Urfi dan Hakiki, digunakan daftar yang diambilnya sebagian dari kitab al-Mathla' as-Sa'id fi Hisabat al-Kawakib `ala ar-Rashd al-Jadid dan dari Zij Aala'uddin Ibn Syathir, kemudian pada zaman Sa'duddin Dajmbekdigunakan digunakan nautical almanac, lalu terakhir digunakan Ephemeris Hisab Rukyat. Bahkan rumus hitungannya pun terbuka untuk dikoreksi tanpa mengubah kaidah memasuki bulan baru itu sendiri. Kalau metode hitung ini juga mau diuji secara empiris pun bisa dilakukan tanpa mengubah kriterianya. Ketika hilal dihitung dengan metode ini ternyata tingginya adalah 6 derajat seperti jelang Ramadan lalu, maka silahkan diuji melalui observasi apa memang betul tingginya 6 derajat. Kalau betul, berarti hitungan itu akurat atau mendekati akurat. Kalau tidak, berarti metode menghitungnya harus diperbaiki tanpa mengubah kaidah bulan baru itu sendiri. Jadi alasan bahwa hisab wujudul hilal lemah karena tidak dapat diuji secara empiris adalah tidak relevan. Apa yang dikemukakan di atas adalah suatu pendapat, tidak bermaksud memberikan apologi terhadap keunggulan wujudul hilal. Silahkan pembaca menilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penulis juga ingin mengajak pembaca untuk melihat suatu yang menurut penulis adalah hal positif dalam kebijakan penetapan awal bulan Muhammadiyah itu. Tetapi ini mungkin sekali lagi terasa sebagai sebuah apologi karena dikemukakan oleh orang yang merupakan bagian dari sistem bersangkutan. Tetapi tujuan penulis di sini tidak hendak berapologi. Hanya ingin mengemukakan pendapat. Ini tentu sah-sah saja, dan sekali lagi silahkan pembaca melihatnya secara obyektif saja. Hal positif dimaksud adalah bahwa dalam kebijakan penetapan awal bulan Muhammadiyah itu terkandung suatu nilai edukasi bagi masyarakat luas bahwa suatu sistem penanggalan yang baik adalah suatu sistem kalender yang dapat memberikan penjadwalan waktu yang akurat dan pasti jauh ke depan sehingga bisa dipedomani jauh-jauh hari sebelumnya. Sistem yang tidak dapat memberikan penjadwalan waktu (hari/tanggal) yang pasti jauh ke depan adalah suatu sistem yang buruk dan bertentangan sifat sebagai sebuah kalender yang terstruktur secara seksama, bahkan bertentangan dengan maksud dari kalender itu sendiri. Sistem kalender bertujuan untuk memudahkan masyarakat penggunanya merencanakan kegiatannya disesuaikan dengan sistem penjadwalan waktu yang dimilikinya. Untuk itu sistem waktu tersebut harus akurat dan pasti agar rencana kegiatannya tidak menjadi berantakan akibat sistem waktu yang tidak pasti. Suatu sistem penanggalan yang akurat dan bagus harus dapat menjadwalkan waktu secara pasti ke depan dan harus dapat dilacak secara pasti pula jadwal waktunya di masa lalu. Untuk itu penetapan jadwal waktu itu harus lahir dari kaidah matematis kalender itu sendiri tanpa campur tangan otoritas luar mana pun selain dari kaidah kalender tersebut. Apabila setiap penetapan momen penting ditentukan oleh suatu otoritas lain di luar kaidah matematis kalender itu sendiri, maka kita akan menghadapi penjadwalan waktu yang tidak pasti karena jawal waktu tersebut akan sangat tergantung kepada ketetapan yang akan dikeluarkan pada detik-detik akhir menjelang saat dimulainya momen bersangkutan. Sebaliknya juga kita tidak dapat melacak jadwal waktu penanggalan tersebut di masa lalu karena tidak lahir dari kaidah matematisnya yang ajek. Kita harus mencari arsip surat keputusan otoritas yang menetapkannya hari apa ia menjatuhkan 1 Syawal tahun tertentu di masa lampau. Ini adalah sistem yang buruk. Saudara-saudara kita umat Kristiani dalam menentukan kapan melakukan selebrasi hari Natal telah dapat mengetahui hari jatuhnya jauh hari sebelumnya berdasarkan kaidah kalender Masehi yang mereka gunakan, bukan karena keputusan otoritas penguasa yang melakukan isbat menjelang saat dimulainya momen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jadi apabila Muhammadiyah dikatakan terlalu kuat berpegang kepada hisab, hal itu adalah karena alasan ini. Dari segi keserhanaan prosedur, biaya murah, dan kemampuan memberikan kepastian jadwal tanggal di masa depan, pendekatan Muhammadiyah jauh lebih maju. Dalam sistem kalendernya, penentuan tanggal merupakan hasil dari logika kalender sendiri tanpa campur tangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan memang ia tidak mempunyai kewenangan itu. Pimpinan Pusat hanya mengumumkan hasil dari sistem kalender itu sendiri dan karena itu dapat dilakukannya jauh hari sebelumnya dan itu sangat memudahkan bagi masyarakat untuk menyusun dan menyesuaikan kegiatan hidupnya. Memang, kalender Muhammadiyah itu belum bersifat global dan ini tentu menjadi tantangan para ahli ilmu falak dan astronom Muhammadiyah untuk melakukan kajian guna menyempurnakan sistemnya hingga dapat menjadi suatu kalender pemersatu yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kebijakan penggunaan hisab dengan memastikan penjadwalan waktu jauh hari sebelumnya sekaligus merupakan suatu kritik yang tidak diucapkan, melainkan disampaikan melalui praktik, terhadap kebijakan penjadwalan waktu dalam kalender yang, maaf kalau ini subyektif, amat buruk yang berlaku sekarang. Bayangkan menjelang detik-detik terakhir, awal bulan baru belum dapat ditentukan karena otoritas "berwenang" belum menetapkannya. Betapa tidak buruk, orang Muslim di Indonesia bagian timur sudah pukul 10:00 malam WIT masih belum mendapat kepastian apakah masih akan salat tarawih atau akan melakukan takbiran untuk menyambut datangnya lebaran. Kalau ternyata besoknya belum lebaran berarti mereka akan melaksanakan salat tarawih setelah jam 10:00 malam itu yang mereka mungkin sudah ngantuk dan lelah karena seharian berpuasa dan bekerja berat. Seandainya ada suatu sistem kalender yang pasti yang bisa menetapkan penjadwalan waktu jauh hari sebelumnya berdasarkan kaidah kalender itu sendiri, maka para tokoh alim ulama, para pakar ilmuwan dan para pejabat yang berkumpul di sidang isbat itu tentunya akan bisa berada di mesjid untuk salat tarawih bila menurut kalender lebarannya lusa, atau takbiran guna menyambut lebaran besok harinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penulis setahun lalu pernah mendapat keluhan dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri di mana umat Islam minoritas. Keluhannya adalah mendapat kesulitan untuk menyewa tempat salat id karena tempat tersebut harus dibooking jauh hari sebelum id, sementara ketentuan lebarannya belum pasti kapan karena masih menunggu hasil rukyat. Serta banyak lagi keluhan lain semisal pekerja Muslim di negara minoritas Islam sulit mendapatkan cuti Idulfitri karena tidak bisa memberi kepastian jatuhnya id jauh hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Semua ini terjadi karena tiadanya suatu sistem kalender yang memastikan tanggal berdasarkan kaidah kalender itu sendiri. Yang ada adalah menanti keputusan otoritas kekuasaan yang akan memutuskannya pada detik-detik terakhir menjelang hari H. Selain itu penyelenggaraan sidang isbat untuk menentukan kepastian tanggal itu juga tentu memakan biaya besar, apalagi ditambah dengan biaya tim pengintai hilal di puluhan titik pengamatan. Apabila sistem kalender menggunakan metode yang lebih sederhana tetapi pasti tentu biaya itu tidak perlu dikeluarkan. Apa itu bukan sebuah pemborosan yang sebetulnya bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih mendesak. Akan tetapi hal ini memang tidak dapat dielakkan dalam suatu sistem penetapan awal bulan yang berbasis rukyat karena rukyat harus divalidasi oleh otoritas berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Para astronom yang terlibat dengan persoalan ini nampaknya tidak memberi perhatian serius terhadap masalah ini. Tidak pernah terdengar kritik-kritik mereka, seakan sistem yang ada ini adalah hal yang wajar saja. Untuk sebagian mungkin dapat dimaklumi karena mereka adalah bagian dari sistem itu sendiri. Bahkan bukan hanya sekedar bagian, melainkan juga adalah pendukung bersemangat yang tidak kurang "fanatiknya dibandingkan dengan kefanatikan pendukung wujudul hilal dalam Muhammadiyah." Para pendukung sistem sekarang ini juga terbelenggu oleh metode mereka sendiri sehingga tidak dapat memanfaatkan perangkat keilmuan yang ada di tangan mereka untuk suatu pembaruan yang berorientasi kepada suatu sistem penanggalan yang dapat menjadwalkan waktu secara pasti di masa depan dan juga dapat melacak tanggal di masa lalu secara akurat melalui kaidah sistem itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Syarat untuk pembaruan ini memang berat. Kita harus rido meninggalkan rukyat yang sesungguhnya hanyalah warisan masa lalu yang telah usang dan tidak lagi mampu memenuhi hajat sistem penanggalan umat Islam kontemporer. Bahkan, menurut Ketua Asosiasi Astronomi Maroko, "sebab umat Islam belum dapat memiliki suatu sistem penanggalan global terpadu adalah karena mereka masih terlalu kuat berpegang kepada rukyat." Jadi sudah saatnya kita beranjak dari rukyat jika kita ingin mencapai suatu sistem penanggalan yang baik. Ini bukan pendapat subyektif personal, melainkan hasil dari sebuah konferensi internasional yang juga dihadiri oleh para pakar yang sebagian mereka memiliki reputasi dunia. Pada butir kedua dari kesimpulan Temu Pakar II tahun 2008 ditegaskan bahwa para peserta telah menyepakati bahwa pemecahan problematika penetapan bulan kamariah di kalangan umat Islam tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan terhadap hisab dalam menetapkan awal bulan kamariah, seperti halnya penggunaan hisab untuk menentukan waktu-waktu salat. Para ahli fikih pun banyak yang berpendapat demikian. Bahkan Syeikh Syaraf al-Qudhah, setelah melakukan kajian terhadap ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis terkait masalah hisab-rukyat menegaskan al-ashlu fi itsbat asy-syahri an yakuna bil-hisab (pada asasnya penetapan awal bulan itu adalah dengan hisab). Di sini bukan tempatnya untuk menjelaskan argumen beliau untuk pandangannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hisab imkanu rukyat, yang sering diklaim sebagai alternatif terbaik, bukannya tanpa masalah. Kreteria imkanu rukyat sendiri ada sebanyak pakar yang mengusulkannya. Akan tetapi ini mungkin bisa diatasi dengan dengan para pakar itu sendiri bersepakat. Tetapi bukan sekedar sepakat, melainkan berdasarkan hasil riset yang komprehensif. Akan tetapi terlepas dari soal kriteria itu, hisab imkanu rukyat yang ada sekarang masih belum dapat menyatukan penanggalan umat Islam. Sebagai contoh adalah Kalender Hijriah Universal (al-Taqwim al-Hijri al-`Alami) yang dibuat oleh Muhammad Audah (Odeh). Kalender ini didasarkan kepada kriteria imkanu rukyat Audah sendiri sebagai hasil analisis statistik terhadap 737 hasil rukyat akurat dan teruji. Namun problemnya kalender ini masih harus membelah dunia menjadi dua zona tanggal yang pada masing-masingnya berlaku tanggal berbeda pada tahun tertentu. Akibatnya kalender ini tidak dapat menyatukan jatuhnya hari Arafah antara Mekah dan kawasan dunia lainnya. Audah adalah pendukung rukyat bersemangat. Baginya tidak mungkin memulai awal bulan baru di dunia Islam tanpa terjadinya imkanu rukyat di salah satu tempat di kawasan dunia Islam yang terbentang dari Maroko hingga Indonesia. Namun kalendernya sendiri dalam sejumlah kasus menjadikan dunia Islam masuk bulan baru pada hal imkanu rukyat deengan teropong hanya terjadi pada kawasan sangat kecil di barat Portugal atau di bagian barat Inggris. Dari 20 tahun jadwal tanggal dalam Kalender Hijriah Universal Audah ini (sejak 1431 H s/d 1450 H) terdapat 9 kali (45 %) terjadinya perbedaan jatuhnya hari Arafah sehingga menimbulkan masalah kapan melaksanakan puasa Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pendapat bahwa hari Arafah hanya penamaan hari 9 Zulhijjah, sama dengan hari Nahar (10 Zulhijjah) dan hari Tasyrik (11-13 Zulhijjan), dan hari Arafah di Arafah adalah hari wukuf, tetapi tidak harus sama untuk seluruh dunia sehingga puasa Arafah boleh beda harinya dengan hari wukuf di Arafah, pendapat tersebut bukanlah suatu penjelasan ilmiah. Pendapat ini hanya penjelasan sementara yang sifatnya lebih politis, bukan syar'I, yang hanya dapat dipegangi sementara waktu saat kalender umat Islam masih kucar kacir. Pendapat ini hanya untuk menenangkan masyarakat yang tanggal 9 Zulhijahnya jatuh berbeda dengan hari Arafah di Mekah. Apabila dikatakan bahwa mereka yang berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah di tempatnya sementara di Mekah sudah Iduladha (10 Zulhijah) tidak sah puasanya, maka akan timbul kebingungan di tengah masyarakat yang tidak tahu apa-apa tentang problem penanggalan Islam. Akan tetapi secara ilmiah dan berdasarkan sistem penanggalan yang valid, hari Arafah harus jatuh sama di seluruh dunia, dan kalender yang menjatuhkannya berbeda adalah kalender yang tidak valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Itulah mengapa dikatakan bahwa penyatuan penanggalan Islam harus bersifat global. Siapa pun yang membuat suatu rancangan kalender Islam, maka kaidah kalender itu harus bersifat global dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia, sehingga penanggalan tersebut benar-benar menjadi suatu sistem penandaan hari yang akurat di dalam aliran waktu di masa lalu, kini dan akan datang. Kalau dikatakan bahwa perbedaan jatuhnya hari Arafah (9 Zulhijah) itu adalah suatu konsekuensi yang tidak terelakkan, maka ini dapat dikatakan sebagai suatu konsekuensi yang buruk. Konsekuensi buruk ini tentu timbul dari anteseden yang buruk pula, yaitu rukyat atau hisab imkanu rukyat yang selalu membelah bumi dan kurve yang membelah bumi itu dijadikan batas tanggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akan halnya imkanu rukyat 2 derajat sebagaimana diamalkan di Kemenag adalah kaidah kalender yang sama sekali tidak ada dasar syar'inya apalagi dasar astronomis. Semua astronom tentu sangat mengetahui hal ini. Para meter tunggal saja, yaitu ketinggian, adalah parameter yang buruk. Para astronom sudah hampir sepakat bahwa parameter imkanu rukyat yang baik haruslah sekurangnya ganda, misalnya ketinggian plus elongasi, atau ketinggian plus lebar permukaan bulan yang tersinari matahari yang menghadapi ke bumi, dan lain sebagainya. Parameter tunggal, seperti ketinggian saja, elongasi saja, umur bulan saja atau mukus hilal saja, sama sekali tidak akan dapat meramalkan visibilitas hilal secara lebih sahih. Apalagi kalau parameter tunggal itu cuma dengan ukuran ketinggian 2 derajat. Ini dalam kasus tertentu hanya akan membuat kita hidup dalam ilusi atau bahkan bisa juga dalam kepalsuan atau kebohongan. Apabila ketinggian bulan berada antara 2 s/d 5 derajat, maka ini berpotensi untuk terjadinya apa yang dikatakan di atas. Seperti kasus Ramadan tahun lalu, ketinggian hilal hanya sekitar 2,5 derajat. Namun diputuskan hilal telah dapat terlihat karena ada saksi-saksi yang mengklaim dapat merukyat dan karenanya keesokan harinya dinyatakan bulan baru (seperti Ramadan 1431 H). Pada hal tidak ada seorang astronom pun dapat membuktikannya terlihat. Data ketinggian hilal Ramadan 1431 H itu jauh di bawah kriteria imkanu rukyat Audah, bahkan juga kriteria Istanbul 78. Salah seorang teman dosen pengajar ilmu falak mengatakan bahwa selama 7 tahun pengalamannya mengikuti rukyat belum pernah terjadi bahwa hilal dengan ketinggian di bawah 5 derajat dapat terukyat. Apa ini tidak berarti bahwa kita hidup dalam ilusi atau di bawah bayang-bayang kepalsuan. Kenapa kita tidak realistis saja? Kenapa kita tidak mengambil sistem yang lebih sederhana, tidak berbiaya tinggi, tetapi dapat memberikan kepastian jadwal tanggal jauh ke depan sehingga memudahkan kehidupan kita? Wallahu a'lam bis-sawab. Allahummagfir li khata'i. Innaka antal-gafurur-rahim.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-8103149871173490959?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/8103149871173490959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=8103149871173490959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8103149871173490959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/8103149871173490959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/09/otoritas-dan-kaidah-matematis-refleksi.html' title='OTORITAS DAN KAIDAH MATEMATIS: REFLEKSI ATAS PERAYAAN IDULFITRI 1432 H'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-D6n_q2eMBt0/Tmlb50Jf4MI/AAAAAAAACKY/HRIsgtWzQ5o/s72-c/bulan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-1027009710201998153</id><published>2011-08-23T10:14:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T10:16:05.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jelang Malam Lailatul Qadar: Mengapa Doa Kita Tak Terkabul?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bKcpHXHWFKg/TlMbcGLbQ1I/AAAAAAAACKQ/4eXb5ByMk_s/s1600/sholat-tahajud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bKcpHXHWFKg/TlMbcGLbQ1I/AAAAAAAACKQ/4eXb5ByMk_s/s320/sholat-tahajud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643884927534187346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Nurarifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan bulan penuh berkah, ampunan, dan tentunya bulan yang makbul untuk kita memohon kepada Allah. Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan sungguh spesial, karena merupakan salah satu hari dimana terdapat malam lailatul qadhar; malam yang penuh berkah, malam yang lebih baik dari seribu bulan  (QS Al Qadar [97] : 3-5).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim berusaha mempersiapkan diri berbenah supaya termasuk dari golongan yang bisa mendapatkan berkah malam lailatul qadhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teradapat banyak pendapat mengenai kapan terjadinya malam tersebut diantaranya, pertama “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR  Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan adalah bahwa Allah akan menilai bukan hanya secara instan, namun dari kontinuitas kita beribadah, tidak serta merta kita hanya memfokuskan penuh beribadah pada hari-hari ganjilnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil beriktikaf dan memburu Lailatul qadhar, segunung doa dipanjatkan. Akankah instan pula dikabulkan? Belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip Ibrahim bin Adham seorang sufi yang hidup pada abad ke-8 Masehi, pernah berpidato di hadapan jamaah di Basrah, yang rata-rata mereka hampir putus asa dalam doa, lantaran sudah lama berdoa tetapi tidak terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibrahim Adham, “Doamu tidak dikabulkan Allah lantaran sepuluh perkara:&lt;br /&gt;1.    Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak mendatangkan kewajiban kepada-Nya.&lt;br /&gt;2.    Engkau membaca Al-Qur’an, tetapi engkau tidak mengamalkan kandungannya.&lt;br /&gt;3.    Engkau mengatakan menjadi musuh syetan, tetapi engkau mengikuti dan bersesuaian dengan syetan.&lt;br /&gt;4.    Engkau mengatakan menjadi Umat Nabi Muhammad SAW, tetapi engkau tidak mengikuti jejaknya.&lt;br /&gt;5.    Engkau berkeinginan masuk surga, tetapi tidak mau beramal yang dapat menghantarkannya ke surga.&lt;br /&gt;6.    Engkau menginginkan selamat dari api neraka, tetapi engkau mencampakkan dirimu ke dalamnya.&lt;br /&gt;7.    Engkau mengatakan bahwa mati itu pasti, tetapi engkau tidak mau mempersiapkan bekal untuk mati.&lt;br /&gt;8.    Engkau sibuk meneliti cela kawan-kawanmu, tetapi engkau tidak mau memperhatikan cela dirimu sendiri.&lt;br /&gt;9.    Engkau makan nikmat dari Tuhamu, tetapi engkau tidak pernah bersyukur kepadanya.&lt;br /&gt;10.    Engkau ikut mengubur orang mati, tetapi engkau tidak dapat mengambil i’tibar (pelajaran) dari peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap orang yang berdoa dan menginginkan doanya segera terkabul hendaknya bercermin kepada Rasulullah SAW. Bagaimana beliau berdoa. Sesudah itu harus pula mengetahui dan memenuhi etika dan estetika berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, perhatikan  benar-benar uraian di atas. Saudara akan dapat menjawab di mana letak kesalahan doanya sehingga tidak atau belum terkabul. Pada akhirnya nanti pasti akan sadar bahwa tidak segera terkabulnya doa itu faktornya berada pada diri orang yang berdoa, bukan berada pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah sahabat Republika Online yang kini sedang bekerja di Makkah, Arab Saudi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-1027009710201998153?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/1027009710201998153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=1027009710201998153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1027009710201998153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/1027009710201998153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/08/jelang-malam-lailatul-qadar-mengapa-doa.html' title='Jelang Malam Lailatul Qadar: Mengapa Doa Kita Tak Terkabul?'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bKcpHXHWFKg/TlMbcGLbQ1I/AAAAAAAACKQ/4eXb5ByMk_s/s72-c/sholat-tahajud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2429613377576691639</id><published>2011-08-23T10:10:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T10:12:14.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Alquran dan Sains: Klorofil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-253j1LrnFzk/TlMaip0YHQI/AAAAAAAACKI/kc-4O4Il744/s1600/klo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-253j1LrnFzk/TlMaip0YHQI/AAAAAAAACKI/kc-4O4Il744/s320/klo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643883940668775682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DR Abdul Basith Jamal &amp; DR Daliya Shadiq Jamal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan merupakan satu-satunya makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan makanan dari dirinya sendiri. Daun yang ada pada tumbuhan adalah merupakan tempat pengolahan yang di dalamnya diproduksi berbagai bahan makanan bagi tumbuhan-tumbuhan yang diproses melalui bantuan sinar matahari—yang merupakan unsur penting dalam pembuatan bahan makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya proses pembuatan bahan makanan, dilakukan berdasarkan perpaduan berbagai unsur yang diperlukan. Unsur-unsur itu adalah karbon dioksida yang dihisap dari udara melalui pori-pori yang menutupi seluruh permukaan daun, sinar matahari yang diterima melalui daunnya, air yang diserap melalui akarnya serta kandungan zat pokok bagi terciptanya reaksi kimiawi dari percampuran unsur-unsur di atas. Di mana jika zat ini tidak terdapat, maka reaksi tidak tercipta, meskipun semua unsur yang lainnya telah terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kami maksud dengan zat pokok itu adalah klorofil (yahdhuur), atau zat warna hijau yang terdapat pada daun tumbuh-tumbuhan. Klorofil ini, kadang-kadang terdapat juga pada batang tumbuh-tumbuhan, tapi dengan persentase yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, fungsi dari klorofil ini adalah sebagai sumber pokok bagi elektron yang banyak mengandung energi yang dihasilkan melalui ionisasi klorofil. Elektron ini dibutuhkan dalam proses pembuatan berbagai bahan makanan di dalam sel.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu, semua orang telah melihat warna mencolok dari daun yang berwarna hijau. Namun mereka tidak mengetahui peranan penting yang dimilikinya atau strukturnya, kecuali baru-baru ini, setelah banyak dilakukan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Alquran sendiri telah memberikan petunjuknya mengenai peranan penting dari zat hijau ini, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam ayat 80 surah Yasin: "Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Alquran yang mengaitkan zat warna hijau yang dimiliki pepohonan menunjukkan peranan penting zat tersebut bagi kehidupan berbagai tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: cr01&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2429613377576691639?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2429613377576691639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2429613377576691639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2429613377576691639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2429613377576691639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/08/alquran-dan-sains-klorofil.html' title='Alquran dan Sains: Klorofil'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-253j1LrnFzk/TlMaip0YHQI/AAAAAAAACKI/kc-4O4Il744/s72-c/klo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-7720896648615019396</id><published>2011-08-23T10:07:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T10:10:15.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawasan'/><title type='text'>Alquran dan Sains: Angin dan Penyerbukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-utLTigf7dBU/TlMaEwVZoSI/AAAAAAAACKA/ia21rUzvQ-E/s1600/angin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-utLTigf7dBU/TlMaEwVZoSI/AAAAAAAACKA/ia21rUzvQ-E/s320/angin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643883427021824290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DR Abdul Basith Jamal &amp; DR Daliya Shadiq Jamal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman dahulu, orang-orang mengira bahwa tumbuh-tumbuhan yang hidup di tengah padang pasir, adalah merupakan tanaman ‘syaitan’. Mereka mengatakan demikian, karena kebodohan pada saat itu masih menguasai cara pandang dan fikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun berkat kemajuan ilmu pengetahuan, orang-orang mulai mengetahui proses pertumbuhan berbagai macam tanaman. Dan berdasarkan penelitan yang mereka lakukan, mereka mendapatkan bahwa setiap proses pertumbuhan didahului oleh berbagai proses kehidupan yang mempunyai dasar-dasar yang dapat dibuktikan secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana manusia dan binatang, pada dunia tumbuh-tumbuhan juga terdapat tanaman ‘jantan’ dan tanaman ‘betina’. Tanaman jantan (yang memiliki bagian batang tubuh yang mencirikannya sebagai tanaman jantan) berlaku sebagai ‘kelamin jantan’ yang biasanya terkumpul dalam kelopak tepungsari dengan cara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tanaman betina (yang memiliki bagian tubuh yang mencirikannya sebagai tanaman betina) berlaku sebagai ‘kelamin betina’ yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang berkelamin ganda, di mana ia memiliki bagian batang tubuh jantan dan betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya batang tubuh jantan, terletak di atas batang tubuh betina. Agar proses perkawinan antara serbuk jantan dan betina terjadi, maka serbuk jantan itu harus disatukan dengan serbuk betinanya sehingga tercipta apa yang dinamakan dengan ‘penyerbukan’. Bagaimana cara penyerbukan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara penyerbukan. Salah satunya melalui perantaraan serangga. Atau dengan perantaraan air. Atau dengan perantaraan binatang. Atau dengan perantaraan angin yang biasanya disebut dengan ‘penyerbukan angin’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus tentang penyerbukan yang terjadi karena perantaraan angin, maka di sana, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1) Serbuk harus berjumlah besar, karena ketika terbawa angin, sebagian besar daripadanya hilang. 2) Serbuk harus ringan, sehingga bisa diterbangkan oleh angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai penyerbukan melalui angin ini, Alquran memberikan petunjuknya. Allah SWT dalam surat Al-Hijr ayat 22 berfirman: "Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya tidak ada angin, maka tumbuh-tumbuhan yang proses perkembangannya melalui angin, tentunya akan punah dan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah SWT yang berfirman: "Alif, Laam, Miim. Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS Al-Baqarah: 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: cr01&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-7720896648615019396?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/7720896648615019396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=7720896648615019396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7720896648615019396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/7720896648615019396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/08/alquran-dan-sains-angin-dan-penyerbukan.html' title='Alquran dan Sains: Angin dan Penyerbukan'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-utLTigf7dBU/TlMaEwVZoSI/AAAAAAAACKA/ia21rUzvQ-E/s72-c/angin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3786750280757316194</id><published>2011-08-23T10:02:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T10:07:38.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SADAR HALAL'/><title type='text'>Dewan Fatwa Malaysia Sebut Minuman Beralkohol Ringan Tergolong Halal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nz8TI2lNo-Y/TlMZdGJ3P4I/AAAAAAAACJ4/CBBD6x79sLI/s1600/minum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nz8TI2lNo-Y/TlMZdGJ3P4I/AAAAAAAACJ4/CBBD6x79sLI/s320/minum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643882745684246402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR--Dewan Fatwa Nasional Malaysia  memutuskan minuman ringan malt atau minuman beralkohol ringan seperti Barbican boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Menurut Dewan, produk tersebut mengandung alkohol rendah dan tidak memabukan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Temuan ini mengesahkan fatwa yang dibuat sebelumnya dari rentang tahun 1984 hingga 2010,” papar Ketua Dewan Fatwa Nasional, Prof Emeritus Tan Sri Abdul Shukor Husin seperti dilansir dari Kantor Berita Malaysia, Senin (25/7)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Abdul Shukor, putusan itu telah melalui serangkaian diskusi dan diagendakan dalam dewan Muzakarah pada tanggal 16-18 Juni 2011. "Dengan putusan itu, Muslim Malaysia tidak perlu khawatir tentang status minuman ini karena halal (diizinkan) bagi Muslim," kata Abdul Shukor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Abdul Shukor menyarankan kepada  produsen  minuman malt untuk tidak menggunakan label halal yang dapat menyebabkan kebingungan bagi konsumen, khususnya Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan Dewan Fatwa berlawanan dengan pernyataan pemerintah Malaysia. Diawal pejabat kantor Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom seperti dikutip Bernama mengatakan kandungan alkohol di dalam barbican hanya sebesar 0,01 persen adalah bohong. Dari uji laboratorium didapatkan angka 0,5 persen, jauh lebih tinggi dari yang disebutkan oleh perusahaan itu seperti yang tertera dalam produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengatakan bahwa Jakim (Kementerian Pengembangan Islam Malaysia) akan melarang penjualan bir itu untuk umat muslim. "Kami akan berkonsultasi mengenai ini dengan kementerian Perdagangan Kerajaan untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai masalah ini," katanya akhir Mei lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Perak Tan Sri Harussani Zakaria mengatakan bahwa bagaimanapun minuman beralkohol ringan adalah bir, dengan demikian bukan minuman halal. "Makanan atau minuman yang mengandung alkohol di bawah 0,01 persen adalah halal namun di atasnya adalah haram. Minuman beralkohol adalah minuman keras, sehingga haram. Seharusnya tidak ada keraguan mengenai hal ini," katanya seperti dikutip koran The New Straits Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harussani juga mengatakan produsen minuman itu seharusnya tidak menggunakan kata halal pada jenis minuman bir.  "Sangat sederhana, bir adalah minuman beralkohol. Jadi jangan gunakan istilah itu, penggunaan kata halal hanya akan membingungkan umat," katanya. &lt;br /&gt;Redaktur: Krisman Purwoko&lt;br /&gt;Reporter: Agung Sasongko&lt;br /&gt;Sumber: straitstimes.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-3786750280757316194?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/3786750280757316194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=3786750280757316194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3786750280757316194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/3786750280757316194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/08/dewan-fatwa-malaysia-sebut-minuman.html' title='Dewan Fatwa Malaysia Sebut Minuman Beralkohol Ringan Tergolong Halal'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nz8TI2lNo-Y/TlMZdGJ3P4I/AAAAAAAACJ4/CBBD6x79sLI/s72-c/minum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-2786353236007922342</id><published>2011-08-23T09:57:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T10:02:43.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SADAR HALAL'/><title type='text'>Muslim AS Upayakan Standarisasi Produk Halal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rP_um5oN7oU/TlMYShhYx9I/AAAAAAAACJw/x7FOpI1drqg/s1600/as.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rP_um5oN7oU/TlMYShhYx9I/AAAAAAAACJw/x7FOpI1drqg/s320/as.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643881464540481490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Kawasan Devon Avenue di kota Chicago merupakan pusat tempat usaha milik imigran dari Asia Selatan. Pada bulan Ramadan ini, banyak warga Muslim yang rela datang dari luar kota, untuk berbelanja di berbagai toko halal di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyetir 70 kilometer untuk datang ke toko ini," ujar Sa'adat Khan, seorang pelanggan yang ditemui di salah satu toko di jalan Devon. "Tapi, pengorbanan ini sepadan," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kota besar, toko halal memang tidak selalu mudah ditemukan. Ini membuat warga Muslim Amerika seringkali berbelanja di toko Kosher yang menjual produk berdasarkan standar kelaziman Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya tersedia sekitar 1.000 produk halal bersertifikat bagi konsumen di sini," jelas Susan Labadi dari Asosiasi Halal Amerika. "Tapi dengan produk kosher, ada 100.000 produk bersertifikat yang tersedia," tambahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur sertifikasi halal pun masih simpang siur. Banyak pihak yang memberi label halal tanpa standar yang baku. Di Amerika Serikat, memang tidak ada lembaga serupa MUI yang mengatur sertifikasi halal. Jadi, sebagian besar yang mengelolanya adalah komunitas Muslim itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara komunitas Muslim di sini pun dikenal istilah 'Zabihah Halal,' yang tidak lazim di tanah air.  'Zabihah' di sini merujuk tata cara menyembelih binatang sesuai dengan tata cara hukum Islam. Sementara, istilah 'halal' berlaku bagi segala yang boleh dimakan menurut Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Asosiasi Halal Amerika tengah bekerja sama dengan berbagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi halal untuk menyepakati standar yang bisa diterapkan dengan pengawasan pemerintah. Menurut koordinator proyek ini, bagi sebagian warga Muslim Amerika, label halal saja belum tentu cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muda Muslim Amerika misalnya, tambah Susan Labadi, menginginkan produk halal yang juga organik. Menurut Labadi, dengan proses sertifikasi halal yang lebih baik, daging dan produk halal juga dapat dinikmati warga non-Muslim Amerika, yang ingin mendapatkan produk bersih dan bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: Djibril Muhammad&lt;br /&gt;Sumber: Voanews.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7768885346395455408-2786353236007922342?l=beritakbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritakbar.blogspot.com/feeds/2786353236007922342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7768885346395455408&amp;postID=2786353236007922342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2786353236007922342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7768885346395455408/posts/default/2786353236007922342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritakbar.blogspot.com/2011/08/muslim-as-upayakan-standarisasi-produk.html' title='Muslim AS Upayakan Standarisasi Produk Halal'/><author><name>Akbar Muzakki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09027575359198400259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/ScB-fI_NUFI/AAAAAAAAAQU/dPObN9ssi9c/S220/bar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rP_um5oN7oU/TlMYShhYx9I/AAAAAAAACJw/x7FOpI1drqg/s72-c/as.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7768885346395455408.post-3664504443992662263</id><published>2011-08-22T09:20:00.009+07:00</published><updated>2011-08-22T09:38:15.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Indonesia Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-E3aOyWww98g/TlHBDet2r1I/AAAAAAAACJo/ifVDch9YmA8/s1600/republik_indonesia4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-E3aOyWww98g/TlHBDet2r1I/AAAAAAAACJo/ifVDch9YmA8/s320/republik_indonesia4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643504073601101650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wooww… Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.&lt;br /&gt;baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rlY0HDBCmb0/TlG9uE1FolI/AAAAAAAACIw/-iHOlW0AC30/s1600/freeport.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rlY0HDBCmb0/TlG9uE1FolI/AAAAAAAACIw/-iHOlW0AC30/s320/freeport.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643500407339983442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton te
