Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Madinah Tergenang, 22.000 Jemaah Sudah Datang

Selama dua hari hujan menggenangi Kota Jeddah. Sementara itu, puluhan ribu jemaah haji sudah mendatapi kota suci ini

Sejak kemarin ada pemandangan istimewa di Kota Jeddah, Arab Saudi. Kota yang hanya dihampiri rintik hujan beberapa hari dalam satu tahun ini, sejak Senin (3/11) hingga Selasa siang diguyur hujan deras.

Derasnya air hujan yang sejak Selasa pagi mengguyur Jeddah membuat pinggiran jalan raya yang luas di kota itu tergenang air, menyerap debu-debu yang biasanya mewarnai kota dan membuat lahan tak bersemen dan beraspal berupa pasir, basah. Langit yang biasanya biru cerah jadi kelabu.

"Tahun ini baru kemarin dan hari ini hujan," kata Muhammad Raihan Amir Hasibuan, staf Kantor Teknis Urusan Haji (TUH) Konsulat Jendral RI di Jeddah yang sudah tinggal di kota itu dalam 34 tahun ini.

Petugas di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz pun jadi sibuk membersihkan air yang menggenangi lantai di bagian bandara yang beratap payung-payung raksasa.

Suhu Kota Jeddah yang dalam satu pekan terakhir panas, sekitar 35 derajad celcius, dan pada puncak musim panas suhunya bisa mencapai 45 derajad celcius pada siang hari, berubah menjadi dingin, membuat orang yang berlalu lalang di lingkungan bandara merapatkan jaket dan menyilangkan kedua tangan di dada.

Berdatangan

Sementara di saat yang sana, jumlah jemaah haji yang tiba di kota suci Madinah , tercatat telah mencapai lebih 22.000 jemaah. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Yusuf bin Ahmad Hawalah iminan Majmu`ah Thawwafah (konsorsium pelayaan haji) di Madinah.

Jumlah jemaah tersebut sebagian besar masuk melalui Bandara Pangeran Muhammad Madinah. Sebagian jemaah haji, menurut harian Al-Madinah edisi Selasa, 4 November hari ini, berasal dari Tukri, Afrika Selatan, Malaysia, India, dan Pakistan.

Hari ini, secara serentak pemberangatan jemaah haji asal Indonesia menuju Madinah. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Posting Komentar

0 Komentar