Puluhan ribu demonstran berbaris melalui Paris tengah dan kota-kota Prancis lainnya Sabtu untuk mengecam serangan Israel di Gaza dan menyampaikan dukungan pada masalah Palestina.ribuan pria dan wanita Prancis keturuan Arab yang membawa bendera Palestina bergabung dengan ribuan orang lagi militan sayap-kiri dari latar belakang lainnya, di tengah teriakan
Puluhan ribu demonstran berbaris melalui Paris tengah dan kota-kota Prancis lainnya Sabtu untuk mengecam serangan Israel di Gaza dan menyampaikan dukungan pada masalah Palestina.ribuan pria dan wanita Prancis keturuan Arab yang membawa bendera Palestina bergabung dengan ribuan orang lagi militan sayap-kiri dari latar belakang lainnya, di tengah teriakan
WORLD (Suaramedia) - Ribuan orang berkumpul di jalanan dunia pada Jumat, 9 Januari lalu, berunjuk rasa terhadap pembantaian beruntun yang dilakukan Israel dengan meledakkan Jalur Gaza. “Membuka Rafah bukanlah kuasamu!”, teriak salah seorang pengunjuk rasa Mesir.
Hampir 100.000 orang melakukan pawai di jalanan Alexandria setelah mengadakan sholat Jumat guna berunjuk rasa terhadap kekerasan Israel.
“Hancurlah Israel dan para negara sekutunya!”.
Sedang di El-Arish, sebuah kota yang tak jauh dari Gaza, beberapa ribu orang juga memenuhi jalanan setelah sholat Jumat, menunjukkan dukungan mereka terhadap Gaza. Di Yaman, lebih dari 200.000 pengunjuk rasa terhadap pemusnahan oleh Israel berbaur di jalanan Sanaa.
“Hancurlah Amerika dan Israel” dan “Islam akan berjaya”, terus dikumandangkan para pengunjuk rasa.
Puluhan ribu pengunjuk rasa terhadap kekejian Israel juga terlihat di Selatan kota Aden.
Seorang Ulama terkemuka Yusuf Al-Qaradawi yang juga merupakan ketua Persatuan Ulama Internasional berada di garis depan dalam aksi unjuk rasa terhadap Israel di Qatar.
Para pengunjuk rasa menuntut pemimpin negara Arab agar segera bertindak terhadap kekejaman Israel.
Qaradawi mengajak umat Muslim di seluruh dunia untuk menganggap hari Jumat sebagai hari mendukung Gaza.
Bahkan di West Bank, ribuan orang juga menyapu jalanan, meneriakkan ketidak setujuan mereka terhadap pembantaian masal yang terus dilakukan Israel.
Di Irak, para pengunjuk rasa memenuhi jalanan di beberapa kota, mencapai ribuan pendukung Gaza.
Saat ini korban kekejian Israel telah mencapai 834 dan ribuan lainnya terluka sejak serbuan mematikan Israel terjadi dua minggu lalu.
Namun protes internasional tersebut nampaknya tidak mengubah keputusan pemerintah Israel yang tetap melakukan serangan di Gaza, bahkan ketika PBB meminta mereka untuk mengadakan gencatan senjata.
Yordania yang terkenal damai dengan Israel ternyata juga tidak mau ketinggalan aksi unjuk rasa. Sekitar 2000 pengunjuk rasa memenuhi halaman kedutaan Israel di Amman, namun segera dibubarkan kepolisian.
Spanduk bertuliskan “Singkirkan Israel dari Negara Arab” serta “Badan Hukum Arab Adalah Pengecut” dibawa para pengunjuk rasa yang mengenakan pakaian tradisional Palestina dan membawa bendera Palestina dan Yordania.
Mereka juga membawa batu nisan bertuliskan “Gazan”.
Di Kuwait, sekitar 3000 pengunjuk rasa pawai hingga ke gedung parlemen setelah sholat Jumat.
Lebih dari 2000 pengunjuk rasa Syiria memenuhi ibu kota Damaskus sembari meneriakkan kalimat-kalimat perlawanan terhadap Israel.
“Memalukan bagi Arab, menjadi bagian dari blokadeoleh Israel!”.
Di Kenya, polisi melemparkan gas air mata dan menyemprot air untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul setelah sholat Jumat.
“Hentikan kucuran darah tak bersalah, hentikan pembantaian di Gaza, Israel harus berhenti membunuh orang tak bersalah”, tertulis jelas di spanduk yang mereka bawa.
2000 pengujuk rasa lainnya membajiri Athena dan Thessaloniki, melakukan aksi pembakaran bendera Amerika dan Israel di depan kantor kedutaan AS.
Jumlah pengunjuk rasa yang lebih sedikitpun juga terlihat di sepanjang Bucharest, Vienna, Prague, dan Hague.
Ceramah sebelum sholat Jumat di Masjid-Masjid Eropa pun berisi permintaan bantuan kepada dunia untuk bersatu melawan kekejaman Israel.
Di belahan benua lainnya, ribuan pengunjuk rasa Malaysia pawai hingga ke kedutaan AS di Kuala Lumpur.
Ribuan kepala Kashmir juga turut bersatu dengan dunia yang tengah melawan kekejaman Israel yang seperti tanpa henti. “Palestina hidup selamanya!”, diteriakkan seorang pengunjuk rasa.

0 Komentar