Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Prof Dr. Budhyatna: Jangan Terbuai Pernyataan Vatikan

Umat Islam jangan terbuai pernyataan Vatikan soal jumlah populasi Islam yang besar dibanding Katolik. Demikin ujar guru besar ilmu politik UI, apa maksudnya?

Guru besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof Dr. M Budhyatna mengatakan umat Islam jangan sampai terbuai dengan pernyataan Vatikan yang menyangkut jumlah pemeluk agama Islam lebih besar dari pemeluk agama Katolik. Karena bisa jadi pernyataan itu hanyalah buaian agar umat Islam lalai.

Budhyatna mengemukakan hal itu menjawab Harian Terbit dengan munculnya pernyataan dari pejabat Vatikan Roma yang menyebutkan bahwa umat Islam telah menyusul jumlah umat Katolik Roma di dunia.

Seorang pejabat Vatikan Monsignor Vittorio Formenti, yang menyusun buku tahunan 2008 Vatikan yang baru dikeluarkan, mengatakan umat Islam merupakan 19,2 persen dari penduduk dunia dan umat Katolik 17,4 persen.

"Untuk pertama kali dalam sejarah kami tidak lagi di puncak: umat Islam telah menyusul kami," Formenti mengatakan pada surat kabar L'Osservatore Romano Vatikan dalam satu wawancara, dan mengatakan data itu menunjuk pada tahun 2006.

Ia mengatakan, jika semua kelompok Kristen dipertimbangkan, termasuk gereja Orthodox, Anglikan dan Protestan, maka umat kristiani merupakan 33 persen dari penduduk dunia atau sekitar 2 miliar orang.

Vatikan belum lama ini menyebutkan jumlah umat Katolik di dunia 1,13 miliar orang. Mereka tidak memberikan jumlah umat Islam, biasanya kira-kira sekitar 1,3 miliar.

Formenti mengatakan bahwa sementara jumlah umat Katolik sebagai bagian dari penduduk dunia hampir stabil, persentase umat Islam bertambah karena angka kelahiran yang lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Prof Budhyatna mengatakan tidak kaget. Cuma jangan sampai data itu membuat umat Islam terlena, dan melupakan kewajibannya untuk meningkatkan kualitas umat Islam.

"Memang secara kuantitas umat Islam besar, tapi secara kualitas umat Islam sangat lemah" ujarnya.

Menurut Budhyatna tanggung jawab pemimpin umat Islam saat ini sangat besar. Umat jangan hanya diajar salat dan ngaji, tapi bagaimana umat harus diajarkan tentang hidup dan berhubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

"Kalau untuk hablum minallah bagi umat Islam sudah cukup baik. Tapi hablumminannasnya masih sangat lemah. Sehingga perlu terus dipacu melalui jalur pendidikan," tambahnya.

Budhyatna mengatakan keberanian orang-orang Barat terhadap Islam, karena memang mereka tahu umat Islam lemah baik dari sisi pendidikan, maupun dari sisi persaudaraan.

"Sekaranglah saatnya umat Islam membangun kekuatan bersama untuk menghadapi Barat, dan jangan mau lagi dicekoki oleh Barat sebagaimana yang saat ini dilakukan oleh bangsa Arab," katanya. [Hater/www.hidayatullah.com]

Posting Komentar

0 Komentar