Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Adnan Buyung Anggap HTI, MMI dan FUI Bukan Wakil Masyarakat

Pengacara Adnan Buyung “menantang” ormas Islam yang meminta Ahmadiyah bubar. Menurutnya, Forum Ukhuwah Islam (FUI) bukan wakil masyarakat

Pengacara Adnan Buyung Nasution mengaku siap memasang badan menghadapi organisasi Islam pendukung pembubaran Jemaah Ahmadiyah. Anggota Wantimpres ini bahkan mengaku rela mati demi membela Ahmadiyah. Pernyataan Adnan ini disampaikan kepada wartawan usai mengikuti rapat tukar pendapat dengan pemerintah mengenai draf isi SKB Tiga Menteri tentang Jemaah Ahmadiyah, Selasa (6/5) kemarin di Kantor Sesneg, Jl Majapahit, Jakarta.

"Kalau ada golongan garis keras, entah namanya FPI, HTI, MMI, FUI, yang selama ini sesumbar ngancam menyerbu Istana, mau menduduki Istana, coba kalo berani! Saya akan di situ membela pemerintah. Jangan coba-coba main adu kekerasan. Matipun untuk konstitusi nggak apa-apa!" tegas dia. Lebih jauh, Buyung juga menganggap, kelompok-kelompok ini bukan wakil masyarakat.

"Mereka itu bukan wakil masyarakat. Segelintir orang saja jumlah mereka semua. Masa rakyat Indonesia mau diam semua? Harus kita bela negara dan konstitusi" seru Buyung dikutip detik.com.

Adnan Buyung beberapa hari ini ikut terpancing menyalahkan organisasi-organisasi Islam seolah-olah mereka biang kekerasan terhadap Ahmadiyah.

Forum Ukhuwah Islam (FUI) yang disebut-sebut Buyung tidak merepresantrikan masyarakat adalah gabungan forum yang terdiri lebih dari 30 ormas Islam.

Dalam setiap aksi FUI, biasanya terdiri dari gabungan puluhan ormas Islam. FUI yang terdiri dari elemen masyarakat, ormas Islam dan partai politik. Diantaranya; Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), KAMMI, Dewan Dakwah Islam (DDI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Ikatan Mahasiswa, FBR, KISDI, Persaudaraan Muslim Indonesia, PPP, PBB, PKS, PBR, LPPI, PERTI, Al-Ijtihadiyah, Hidayatullah dan banyak lagi.

Penyebutan Buyung dengan mengecilkan arti kelompok-kelompok Islam seolah-olah bukan wakil masyarakat mungkin akan menjadi masalah baru. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Posting Komentar

0 Komentar