Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kemana Dana-dana Palestina Mengalir?

Hidayatullah.com--Mufti besar Al-Quds Syeikh Mohammed Hussein, kemarin di Konferensi Internasional Al-Quds yang sedang berlangsung di kota Istanbul menyampaikan keluhan, ''dana dikumpulkan untuk Al-Quds dan Palestina di mana-mana, tapi kami tak tahu apa-apa. Kami tidak menerima uang itu. ''

Hidayatullah.com mengumpulkan komentar dari beberapa peserta pameran di arena konferensi. Ada 103 organisasi wakaf untuk Palestina dari seluruh dunia yang mengikuti pameran tersebut. Ada yang mengkhususkan untuk membantu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

Ketika ditanya komentarnya tentang pernyataan Mufti Al-Quds, Sameer B. Alkhateeb, direktur Perhimpunan Insinyur Yordania yang menjadi peserta pameran di arena konferensi itu tersenyum dan menjawab, ''Tentu saja beliau tidak melihat uang kami, karena kami bekerja dengan para insinyur Palestina. Bagaimana kami menyalurkan dana-dana itu? Rahasia.''

Perhimpunan Insinyur Yordania telah sejak tahun 1958 menggencarkan usaha bantuan untuk merehabilitasi dan melestarikan ratusan bangunan di Al-Quds dan Palestina.

Menurut Sameer, sejak berdiri organisasinya telah menyalurkan bantuan bernilai jutaan dollar AS dalam bentuk pembangunan rumah, sekolah, rumah sakit dan lain-lain yang dihancurkan Zionis Israel.

Stand pameran organisasi Sameer sangat menarik perhatian karena pengunjung karena menyajikan miniatur komplek Al-Quds yang sangat detil, termasuk rumah-rumah tua di sekitar Masjidil Aqsa. Sameer mengaku sudah tiga kali berhasil memasuki Masjidil Aqsa namun sekarang ia tak pernah mendapatkan izin dari Zionis Israel.

Sebagai seorang insinyur sipil, ia menjelaskan secara detil mengenai bagaimana Zionis Israel membangun berbagai terowongan persis di bawah Masjidil Aqsa. Sementara itu mereka menyebarluaskan kepada dunia bahwa Qubatusy Syaqr, bangunan mirip masjid dengan kubah berwarna emas, itu seakan-akan adalah Masjidil Aqsa.

''Dengan begitu, jika suatu saat nanti Masjidil Aqsa roboh karena pondasinya sudah bertahun-tahun digerogoti oleh Israel, umat Islam tidak akan marah karena mereka mengira Masjidil Aqsa adalah yang berkumah emas, padahal bukan,'' jelasnya.

Komentar lain datang dari Hassan Othman, petugas humas di stand FIDDER, Perhimpunan Solidaritas Turki Palestina. Menurutnya, ''Mufti Al-Quds berafiliasi dengan pemerintahan Mahmoud Abbas, sedangkan organisasi kami tidak mau menyalurkan bantuan dana kepada pemerintah, dari faksi manapun mereka berasal. '' Ia melanjutkan, ''Dulu kami selalu menyalurkan dana kepada pemerintah langsung kepada Yasser Arafat, sekarang kami langsung menyalurkannya kepada organisasi-organisasi rakyat Palestina di lapangan.''

Petugas FIDDER yang lain, Hasan Bereket, asal Palestina menjelaskan bahwa LSM-LSM dari dalam Palestina biasanya mengajukan berbagai proposal untuk proyek kemanusiaan dan pendidikan, lalu organisasinya mengumpulkan dana dari masyarakat Turki. Sejak berdirinya tahun lalu, FIDDER telah menyalurkan dana sekitar 7,5 miliar rupiah.

Komentar dari Indonesia berasal dari Ferry Nur, Sekjen KISPA, Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina yang dibentuk oleh Majelis Ulama. ''KISPA menyalurkan dana lewat dua cara, pertama lewat Al-Quds Institute yang bermarkas di Beirut dan diantaranya tokohnya adalah Syeikh Yusuf Qaradhawi. Cara kedua adalah dengan langsung memberikannya kepada tamu-tamu Palestina yang berkunjung ke Indonesia, '' jelas Ferry.

Diantara tamu yang baru-baru ini dititipi dana rakyat Indonesia untuk Palestina adalah Dr Nawwaf Takruri, Ketua Perhimpunan Ulama Palestina yang datang ke Indonesia atas undangan Gema Insani Press, dalam rangka peluncuran bukunya Dahsyatnya Jihad Harta di Masjid Agung Al-Azhar beberapa pekan silam.

Meskipun tak punya stand di arena pameran, Ferry dengan penuh semangat 'bergerilya' membagikan kalender KISPA kepada para peserta konferensi yang hadir dari 70 negara. Untuk dapat memasuki arena pameran di gedung Feshane di kawasan Eyup itu, setiap orang harus mendaftarkan namanya di beberapa loket yang disediakan di depan pintu masuk.

Sesudah menyerahkan nama, alamat, dan identitasnya panitia akan memberikan sebuah tanda pengenal lengkap dengan barcode seperti harga barang di supermarket. Jika barcode yang Anda kenakan terdaftar pintu masuk pameran akan otomatis terbuka. [www.hidayatullah.com]

Posting Komentar

0 Komentar